... Panduan Langkah Demi Langkah untuk Membuat Bingkai Ukiran Kayu Cantik | Seni Jahitan & DIY

Panduan Membuat Bingkai Ukiran Kayu - Sentuhan Kreatif dalam Kerajinan Jarum dan DIY

Berbagai Ukiran Toraja dengan Makna Filosofisnya

Ukiran toraja memiliki berbagai motif dan filosofi, penasaran apa saja? Yuk, simak selengkapnya!

Pa’Manuk Londong

Pa'manuk Londong dalam Bahasa Indonesia berarti ayam jantan. Dipilih sebagai salah salah satu motif ukiran toraja, ayam jantan merupakan simbol sistem peradilan adat Toraja yang disebut ma'bulangan londong. Konon, ayam jantan digunakan saat terjadi perselisihan, antara dua belah pihak akan mengadu ayam jantan pilihannya dan yang menang dianggap memenangkan perkara.

Pa'manuk londong sebagai ukiran Tana Toraja punya makna sebagai kepemimpinan yang arif, bijaksana, dapat dipercaya, dan selalu mengatakan yang benar, maka di dalam Bahasa Toraja dikatakan "manarrang ussaka' bongi ungkarorai malilillin". Inspirasi ukiran Pa'Manuk Londong juga bisa diwujudkan dalam bentuk fashion. Outer Pa'manuk Londong Seri 1 yang bisa kamu beli di Tokopedia dengan harga Rp 750.000.

Ne’ Limbongan

Menurut cerita, nama ukiran ne' limbongan diambil dari nama seorang ahli bangunan pada zaman dahulu, lebih tepatnya pencipta ukiran-ukiran tradisional Toraja. Berdasarkan katanya, 'limbong' berarti danau atau sumber air yang tak pernah kering dan memberi kehidupan serta kesejahteran bagi makhluk hidup sekitarnya.

Masyarakat Tana Toraja memaknai ukiran ini sebagai tekad untuk memperoleh rezeki dari empat penjuru mata angin, utara, timur, barat, dan selatan. Bagaikan mata air yang besatu dalam danau dan memberi kebahagiaan pada keturunannya.

Ukiran Pa Ne' Limbongan dapat dijumpai pada kaos yang dijual di Tokopedia. Berbahan katon combad 24s, kaos warna merah ini menggunakan motif ukiran toraja pa'ne limbongan pada bagian depan dan arti ukiran tersebut di bagain belakangnya. Tersedia dalam pilihan warna merah, kaos ini dijual secara online di Tokopedia dengan harga Rp 90.000.

Fungsi Teknik Ukir

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika seni ukir masuk ke dalam kelompok seni rupa. Menariknya sampai saat ini daya minat masyarakat terhadap seni ukir cukup banyak. Hal ini tak lepas dari perkembangan seni ukir yang semakin beragam.

Banyak orang menggunakan seni ukir sebagai sarana dekoratif. Namun sebenarnya selain memiliki fungsi dekoratif, seni ukir juga memiliki beberapa fungsi lain lho. Di bawah ini merupakan ulasan terkait dengan beberapa fungsi dari seni ukir.

1. Fungsi Hias

Fungsi dari seni ukir yang pertama adalah sebagai hiasan. Hal ini karena teknik ukir bisa diterapkan pada berbagai macam benda. Contohnya adalah pada furniture, gerabah hingga hiasan dinding atau yang lainnya.

2. Fungsi Ekonomis

Dalam seni ukir akan ditemukan kecantikan tersendiri. Karena kecantikan inilah yang menjadikan seni ukir kerap diaplikasikan pada barang-barang kerajinan. Barang kerajinan yang sudah memiliki seni ukir di dalamnya ternyata mendapatkan minat yang cukup besar.

Dari tingkat peminatan yang cukup besar inilah yang bisa membuat kerajinan seni ukir memiliki nilai jual. Itu artinya seni ukir adalah salah satu karya seni yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis.

Para penduduk lokal di sekitaran tempat wisata kerap menjadikan seni ukir daerah setempat dalam bentuk souvenir. Karena souvenir seni ukir memiliki nilai jual tersendiri. Maka hal tersebut bisa dimanfaatkan sebagai mata pencaharian masyarakat setempat.

3. Fungsi Simbolik

Teknik ukir juga memiliki fungsi simbolik di dalamnya. Sampai saat ini seni ukir sudah menyebar ke setiap daerah yang ada di Indonesia. Teknik ukir yang dimiliki oleh setiap daerah selalu memiliki perbedaan dan juga ciri khas masing-masing.

Contohnya adalah seni ukir dari daerah Bali dan Toraja memiliki ciri khasnya tersendiri. Hal ini juga berlaku untuk daerah lain seperti dari daerah Jepara dengan seni ukir dari Suku Asmat Papua yang juga memiliki perbedaan ciri khas seni ukir.

Macam-Macam Teknik Ukir

Agar seni ukir bisa terbentuk dengan begitu cantik, elegan dan penuh akan makna diperlukan beberapa teknik ukir. Setidaknya sampai saat ini sudah ada empat macam teknik ukir yang masih digunakan.

Berikut beberapa macam teknik ukir yang bisa Anda baca penjelasannya.

1. Teknik Ukir Carving

Teknik carving akan mempermudah Anda mendapatkan sebuah seni ukir dengan bentuk tiga dimensi. Sebuah kayu yang datar akan bisa lebih bervolume dan terlihat tiga dimensi jika diberikan sentuhan teknik carving.

Dalam menerapkan teknik carving diperlukan beberapa alat dukungan seperti palu, alat pahat atau bisa juga pisau ukir.

2. Teknik Ukir Chip Carving

Untuk kayu yang memiliki ukuran besar kebanyakan akan menggunakan chip carving sebagai teknik ukirannya. Dalam teknik chip carving ini, Anda juga perlu melakukan beberapa proses penting seperti memotong, membentuk hingga membuat detail ukiran.

Karena menggunakan bahan baku ukiran yang cukup besar ukurannya. Tentunya alat yang digunakan untuk mengukir juga tergolong besar. Selain itu ukuran yang sama antara media dan juga alat ukir yang digunakan akan menjadikan keduanya memiliki kekuatan yang seimbang.

3. Teknik Ukir Mengerik

Berikutnya ada teknik mengerik yang juga membutuhkan beberapa alat dukungan dalam proses penerapannya. Salah satu alat yang digunakan adalah adanya pisau ukir khusus.

3. Teknik Ukir Tekan

Selanjutnya ada teknik tekan yang kerap diterapkan pada media logam, kuningan dan sebagainya. Sama seperti namanya, proses ukir yang dilakukan adalah dengan cara ditekan atau di press menggunakan alat khusus.

4. Pembakaran

Dalam proses ukir ada juga proses pembakaran. Prose pembakaran dalam teknik ukir sebenarnya adalah tahap finishing. Beberapa fungsi dari proses pembakaran yang dilakukan adalah agar ukiran yang dibuat lebih cantik dan memperjelas kesan yang ada.

Sebagai contohnya adalah ketika Anda menggunakan kayu sebagai media ukir. Maka proses finishing yang digunakan adalah pembakaran. Ketika proses pembakaran sudah selesai. Maka kayu tersebut akan terlihat menghitam.

Serba-serbi Ukiran Toraja

Memiliki Makna Filosofis

Konon passura atau ukiran Toraja merupakan hasil inspirasi dari para pekerja pembuat Tongkonan. Mereka melihat dan mencontoh aliran darah haid perempuan yang membentuk motif, kemudian mengaplikasikannya pada kayu pahatannya.

Terlepas dari sejarah ukiran Toraja tersebut, menurut J.S Sande (dalam Sande, 1998), ukiran toraja menyimpan berbagai arti dan nilai kehidupan yang erat dengan falsafah masyarakat Toraja. Ukiran tersebut menyimpan nasihat-nasihat untuk menjalani hidup dengan baik, selalu bekerja keras, saling menghargai, dan membina kesatuan dan kekeluargaan serta Tuhan.

Memiliki Empat Dasar Ukiran

Berasal dari Suku Toraja, kesenian ukir Melayu khas ini punya empat motif dengan makna tersendiri berdasarkan Kepercayaan Aluk Todolo. Dijadikan sebagai lambang pokok sebuah Tongkonan, motif ukiran toraja, yaitu Passura 'Pa' Barre Allo dengan bentuk matahari, Pa' Manuk London berbentuk ayam jantan, Pa' Tedong berbentuk kepala kerbau, dan Pa' Sussuk berbentuk garis berjejer.

Umumnya untuk membuat ukiran ini, digunakan alat ukir khusus di atas papan kayu, tiang rumah adat, jendela, atau pintu. Bisa dikatakan bahwa ukiran tersebut juga tidak lepas dari bangunan khas Toraja.

Menghiasi Berbagai Bangunan

Ukiran toraja sangat mudah ditemui di berbagai bangunan khas. Mulai dari rumah adat Tongkonan, Alang atau lumbung padi, Duba-duba atau keranda, dan Erong atau peti mayat kayu. Memiliki simbol kearifan, status, dan keberadaan pemilik atau toma'rapu.

Ukiran ini biasanya melukiskan berbagai benda yang ada di sekeliling manusia, seperti benda-benda langit, flora, fauna, dan benda berharga. Kamu bisa menemukan kemegahan dan keindahan ukiran Toraja di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar hingga berbagai rumah atau bangunan di Desa Tana Toraja.


Tags: kayu ukiran

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia