... Panduan Praktis: Cara Memasang Benang Obras Pegasus 3 Benang untuk Proyek Jahitan Anda

Cara Memasang Benang Obras Pegasus 3 Benang - Panduan Lengkap untuk Penjahit DIY

Kesimpulan

Jika Anda hanya akan menggunakan mesin obras untuk pekerjaan sehari-hari atau hobi, maka mesin obras portabel atau mesin obras rumah tangga mungkin sudah cukup. Meskipun lebih sederhana, mesin-mesin ini masih dapat memberikan hasil jahitan yang baik.

Namun, jika Anda adalah seorang penjahit profesional atau memiliki usaha jasa menjahit, maka mungkin lebih baik mempertimbangkan mesin obras industri. Mesin ini dirancang untuk tugas-tugas berat dan dapat menghasilkan jahitan yang kuat dan presisi.

Selain itu, juga penting untuk memperhatikan fitur-fitur tambahan pada setiap jenis mesin. Misalnya, beberapa mesin dilengkapi dengan pemotong benang otomatis atau pengaturan kecepatan jahitan yang bisa disesuaikan. Pilihlah fitur-fitur tersebut sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda dalam menjahit.

Dengan memilih jenis mesin obras yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda, Anda akan dapat menikmati kemudahan dalam menjahit serta mendapatkan hasil jahitan yang berkualitas.

Cara Memasang Benang pada Mesin Jahit

Pasang Benang Atas

Pertama, pasang benang bagian atas. Benang ditaruh di tempat benang di atas, lalu masukkan benang sesuai jalur mesin jahitnya. Setiap mesin memiliki jalur berbeda, namun umumnya Knittopreneurs memasukkan benang mulai ke lubang paling kanan hingga lubang jarum di kiri. Untuk mesin jahit portable, biasanya sudah terdapat angka-angka sehingga mempermudah pemasangan.

Pasang Benang Bawah

Benang bawah dipasang dengan cara menggulung benang di bobbin / spul terlebih dahulu. Lalu ketika sudah tergulung, masukkan bobbin / spul ke bobbin house / rumah sekoci dan sisipkan sedikit benang ke sela bobbin house/ rumah sekoci. Tarik sedikit benang lalu pastikan bagian bobbin berputar searah jarum jam.

Turunkan sedikit jarum mesin dengan memutar mesin secara manual (putar ke belakang) hingga jarum turun dan kembali ke atas. Tarik benang bawah yang sudah muncul di atas mesin.

Pastikan Tension Benang Pas

Sebelum menjahit, Knittopreneurs harus memastikan apakah tension benang atau ketegangan benang sudah sesuai. Hindari mengatur tension terlalu keras, benang dapat terputus bila tension terlalu keras.

Nah seperti itulah cara memasang benang pada mesin jahit. Bila hasil jahit tidak rapi atau kusut, berarti ada lubang benang yang terlewat atau tension yang tidak sesuai. Selamat mencoba!

Jl. Kebon Jukut No. 15, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Jl. Holis No. 35, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Jl. HOS Cokroaminoto 162A, Yogyakarta

Jl. Jenderal Sudirman No. 300 – 302, Semarang

Senin – Jumat : 08.30 – 16.30 WIB

Sabtu : 08.30 – 14.30 WIB

Bagaimana Asal-Usul Mesin Obras?

Alat ini pertama kali diperkenalkan pada akhir abad ke-19 sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam produksi pakaian. Awalnya, mesinnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri garmen yang berkembang pesat, dimana kebutuhan akan produksi pakaian yang lebih cepat dan hasil jahitan yang lebih kuat menjadi sangat penting.

Sebelum penemuan alat ini, proses menjahit tepi kain dilakukan secara manual, yang tidak hanya memakan waktu lebih lama tetapi juga kurang konsisten dalam kualitasnya. Dengan kemajuan teknologi, alat ini kemudian dilengkapi dengan berbagai fitur yang memungkinkan penggunaan berbagai jenis benang dan teknik jahitan, menjadikannya alat yang sangat serbaguna dalam industri tekstil.

Komponen / Kerangka Mesin Obras

Mesin obras terdiri dari beberapa komponen utama, mulai dari rangka hingga mesin yang cukup kompleks di dalamnya. Beberapa bagian perlu untuk Knittopreneurs ketahui, dengan masing-masing fungsinya:

  1. Rangkaian Mesin:
    • Rangka mesin: Merupakan struktur utama mesin yang menopang semua komponen lainnya.
    • Motor: Menghasilkan tenaga untuk menggerakkan mesin obras.
    • Roda gigi: Mentransmisikan daya dari motor ke berbagai bagian mesin.
    • Poros: Mendukung dan memutar berbagai bagian mesin.
  1. Mekanisme Jahitan:
    • Jarum obras: Memiliki bentuk melingkar dan berfungsi untuk menusuk kain dan mengaitkan benang.
    • Loopers: Bekerja dengan jarum untuk membentuk jahitan obras.
    • Pisau obras: Memotong kain secara presisi saat proses obras.
    • Pengatur tegangan benang: Mengatur tegangan benang untuk menghasilkan jahitan yang rapi.
    • Penjepit kain: Menahan kain agar tidak bergerak saat proses obras.
  1. Sistem Penggerak:
    • Pedal: Mengontrol kecepatan dari mesin obras.
    • Tuas penggerak: Mengatur arah dan posisi jarum obras.
    • Tombol pengaturan: Mengatur jenis jahitan, lebar obras, dan parameter lainnya.
  1. Bagian Lainnya:
    • Lengan mesin: Tempat meletakkan kain saat proses obras.
    • Lampu jahit: Memberikan pencahayaan yang optimal saat proses obras.
    • Tempat penyimpanan aksesoris: Menyimpan kaki presser, jarum, dan aksesoris lainnya.

    Faktor-faktor yang Perlu Dipertimbangkan saat Memilih Mesin Obras yang Tepat untuk Anda

    Saat memilih mesin obras yang tepat untuk Anda, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Pertama-tama, Anda perlu memperhatikan cara memilih mesin jahit overdeck yang baik. Pastikan mesin tersebut memiliki fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan Anda, seperti kemampuan menjahit berbagai jenis kain dan ketebalan benang yang dapat digunakan.

    Selain itu, harga juga menjadi faktor penting dalam pemilihan mesin jahit serut tepi terbaik. Tentukan anggaran yang sesuai dengan keuangan Anda dan cari mesin obras dengan harga yang sebanding dengan kualitasnya. Jangan lupa untuk melihat ulasan pengguna sebelum membeli, agar Anda mendapatkan produk terbaik dengan harga terjangkau.

    Kualitas jarum pada mesin obra portable juga tidak boleh diabaikan. Pastikan jarum-jarum tersebut tajam dan kokoh agar mampu menjahit dengan presisi dan tahan lama.


    Tags: benang cara obras pegasus

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia