Cara Memasang Benang Obras Pegasus 3 Benang - Panduan Lengkap untuk Penjahit DIY
Faktor-faktor yang Perlu Dipertimbangkan saat Memilih Mesin Obras yang Tepat untuk Anda
Saat memilih mesin obras yang tepat untuk Anda, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Pertama-tama, Anda perlu memperhatikan cara memilih mesin jahit overdeck yang baik. Pastikan mesin tersebut memiliki fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan Anda, seperti kemampuan menjahit berbagai jenis kain dan ketebalan benang yang dapat digunakan.
Selain itu, harga juga menjadi faktor penting dalam pemilihan mesin jahit serut tepi terbaik. Tentukan anggaran yang sesuai dengan keuangan Anda dan cari mesin obras dengan harga yang sebanding dengan kualitasnya. Jangan lupa untuk melihat ulasan pengguna sebelum membeli, agar Anda mendapatkan produk terbaik dengan harga terjangkau.
Kualitas jarum pada mesin obra portable juga tidak boleh diabaikan. Pastikan jarum-jarum tersebut tajam dan kokoh agar mampu menjahit dengan presisi dan tahan lama.
Alat yang Diperlukan untuk Menjahit
Berikut ini adalah alat-alat yang diperlukan untuk menjahit. Alat-alat ini dapat membantu Knittopreneurs untuk mempermudah proses menjahit.
Bobbin / Spul
Bobbin atau spul adalah alat tempat gulungan benang untuk jahitan bagian bawah. Cara mengisi bobbin atau spul adalah dengan menancapkan pada bagian mesin jahit kemudian menginjak pedal.
Sebelum menginjak pedal mesin, pastikan ujung benang tergulung dengan benar agar benang dapat tergulung dengan baik.
Bobbin House / Rumah Sekoci
Bobbin House atau rumah sekoci adalah pasangan dari bobbin atau spul. Sesuai namanya, bobbin house atau rumah sekoci merupakan rumah bagi bobbin atau spul.
Cara menggunakannya adalah masukan bobbin ke dalam bobbin house dan masukan benang ke sela-sela bobbin house.
Pastikan ketika benang ditarik, bobbin berputar searah jarum jam. Lalu letakkan bobbin house yang sudah berisi bobbin di mesin jahit (biasanya di bagian bawah mesin).
Gunting Benang
Gunting benang merupakan salah satu benda yang dapat mempermudah pengerjaan proses jahit.
Bentuknya berbeda dari bentuk gunting pada umumnya, dan cara kerjanya hanya perlu ditekan.
Memang gunting benang tidak diwajibkan, tapi Minto rasa minimal Knittopreneurs harus punya karena harganya juga murah dan mudah didapat.
Gunting Kain
Gunting kain berfungsi juga dalam proses penjahitan. Untuk memotong kain, tidak bisa menggunakan sembarang gunting.
Gunakan gunting kain khusus, dan pastikan jangan pernah menjatuhkan gunting kain karena dapat membuat kain kurang efektif menggunting (engselnya bergoyang sehingga jadi kurang tajam).
Jangan juga gunakan gunting kain untuk menggunting hal lain selain kain karena dapat membuat gunting mudah tumpul.
Jenis-Jenis Mesin Obras
Ada beberapa jenis mesin untuk obras yang tersedia di pasaran. Sebagai bahan pertimbangan Knittopreneurs, terutama bagi yang sedang mencari untuk usahanya, Minto akan coba menjelaskan dengan informasi berupa kelebihan dan kekurangannya:
- Mesin Obras 3 Benang, adalah jenis mesin untuk obras yang paling dasar. Mesin ini menggunakan 3 benang untuk membuat jahitan obras standar. Hasil jahitan mesin obras 3 benang cukup kuat dan elastis untuk kain tipis dan sedang, seperti katun, linen, dan rayon.
- Harga terjangkau: Umumnya lebih murah dibandingkan dengan jenis mesin untuk obras lainnya.
- Mudah digunakan: Hampir semuanya memiliki fitur yang lebih sederhana dan mudah dioperasikan.
- Jahitan tidak sekuat dan seelastis mesin obras 4 dan 5 benang. Sehingga, mesin ini tidak cocok untuk kain yang tebal dan elastis.
- Jenis jahitan terbatas, mesinnya hanya dapat membuat jahitan obras standar.
Mesin ini cocok untuk:
- Pemula yang ingin belajar menggunakan mesin untuk obras
- Penjahit yang mengerjakan kain tipis dan sedang
- Penjahit yang memiliki anggaran terbatas
- Mesin Obras 4 Benang, adalah jenis mesin obras yang lebih serbaguna dan dapat digunakan untuk berbagai jenis kain. Mesin ini menggunakan 4 benang untuk membuat jahitan obras yang lebih kuat dan elastis. Hasil jahitannya ideal untuk kain tebal dan elastis, seperti denim, fleece, dan jersey.
- Jahitan lebih kuat dan elastis. Hasil jahitan lebih kuat dan elastis dibandingkan dengan jahitan obras 3 benang.
- Lebih serbaguna. Mesin obras 4 benang dapat digunakan untuk berbagai jenis kain.
- Harga lebih mahal: Mesin ini umumnya lebih mahal dibandingkan dengan mesin dengan 3 benang.
- Lebih kompleks: Umumnya memiliki fitur yang lebih kompleks dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajarinya.
Kesimpulan
Jika Anda hanya akan menggunakan mesin obras untuk pekerjaan sehari-hari atau hobi, maka mesin obras portabel atau mesin obras rumah tangga mungkin sudah cukup. Meskipun lebih sederhana, mesin-mesin ini masih dapat memberikan hasil jahitan yang baik.
Namun, jika Anda adalah seorang penjahit profesional atau memiliki usaha jasa menjahit, maka mungkin lebih baik mempertimbangkan mesin obras industri. Mesin ini dirancang untuk tugas-tugas berat dan dapat menghasilkan jahitan yang kuat dan presisi.
Selain itu, juga penting untuk memperhatikan fitur-fitur tambahan pada setiap jenis mesin. Misalnya, beberapa mesin dilengkapi dengan pemotong benang otomatis atau pengaturan kecepatan jahitan yang bisa disesuaikan. Pilihlah fitur-fitur tersebut sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda dalam menjahit.
Dengan memilih jenis mesin obras yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda, Anda akan dapat menikmati kemudahan dalam menjahit serta mendapatkan hasil jahitan yang berkualitas.
Komponen / Kerangka Mesin Obras
Mesin obras terdiri dari beberapa komponen utama, mulai dari rangka hingga mesin yang cukup kompleks di dalamnya. Beberapa bagian perlu untuk Knittopreneurs ketahui, dengan masing-masing fungsinya:
- Rangkaian Mesin:
- Rangka mesin: Merupakan struktur utama mesin yang menopang semua komponen lainnya.
- Motor: Menghasilkan tenaga untuk menggerakkan mesin obras.
- Roda gigi: Mentransmisikan daya dari motor ke berbagai bagian mesin.
- Poros: Mendukung dan memutar berbagai bagian mesin.
- Mekanisme Jahitan:
- Jarum obras: Memiliki bentuk melingkar dan berfungsi untuk menusuk kain dan mengaitkan benang.
- Loopers: Bekerja dengan jarum untuk membentuk jahitan obras.
- Pisau obras: Memotong kain secara presisi saat proses obras.
- Pengatur tegangan benang: Mengatur tegangan benang untuk menghasilkan jahitan yang rapi.
- Penjepit kain: Menahan kain agar tidak bergerak saat proses obras.
- Sistem Penggerak:
- Pedal: Mengontrol kecepatan dari mesin obras.
- Tuas penggerak: Mengatur arah dan posisi jarum obras.
- Tombol pengaturan: Mengatur jenis jahitan, lebar obras, dan parameter lainnya.
- Bagian Lainnya: