Cara Membuat Gantungan Kunci Rajutan - Panduan Cantik untuk Kreativitas Rajutan dan DIY
Benang Rajut
Berbagai macam benang yang biasa digunakan untuk merajut. Untuk yang terpampang di sini adalah benang nylon, dan benang tersebut merupakan salah satu yang paling populer di kalangan pemesan yang datang ke Kissparry.
Ciri khas dari benang ini yaitu terkesan kuat dan mengkilap, sehingga pemakai tas atau dompet yang terbuat dari bahan tersebut akan tampak berpenampilan lebih menarik dan sporty namun tetap dinamis.
Tas atau dompet inilah yang menjadikan harga juga relatif mahal bila dibandingkan dengan bahan yang lain, karena mulai dari bahan baku sudah termasuk lebih mahal.
Harganya berapa sehingga dikatakan lebih mahal, untuk satu gulung kecil seharga antara Rupiah 31000 hingga Rupiah 55000 tergantung dari merek yang di pilih.
Jenis jenis benang lainnya seperti yang terlihat gambar di bawah ini.
Benang untuk yang gulungan besar harganya pergulung ada yang seharga Rupiah 45000 hingga Rupiah 90000.
Untuk produksi tas rajutan di Kissparry Semarang jarang sekali menggunakan benang yang gulungan besar. Sedangkan untuk benang nylon gulungan lebih kecil harganya berkisar Rupiah 11000 hingga Rupiah 20000.
Apabila Anda berminat merajut, langkah yang pertama dilakukan adalah pergi ke toko penjual alat-alat rajut yang terdekat dengan tempat tinggal Anda, dan beli alat secukupnya. Biasanya ditempat tersebut juga menyediakan tutorial merajut, dengan sedikit biaya kita bisa belajar ditempat tersebut.
Silet, Pemes, Gunting, Pemotong
Alat ini yaitu silet atau pemes atau gunting atau pemotong lain digunakan untuk memotong benang sambungan dan benang terakhir agar rapi.
Apabila saat merajut tas yang besar menggunakan benang gulungan besar, dan apabila merajut dompet menggunakan benang gulungan kecil, maka pada tas atau dompet tersebut tidak banyak sambungan atau bahkan tidak ada sambungan sama sekali.
Penanda tusukan
Ilustrasi penanda tusukan (shopee.co.id)
Penanda tusukan atau stitch marker berguna untuk menandai sampai mana hasil rajutanmu. Ini menghindari benang terburai saat rajutanmu belum selesai. Penanda tusukan berfungsi juga untuk menandai pola pertama yang kamu gunakan saat menganyam benang. Sehingga kamu tidak lupa pola rajut dalam baris, dan menghindari kamu mengulang pola dari awal.
Penanda tusukan tersedia dalam berbagai bentuk dan bahan. Umumnya berbahan plastik dan aluminium. Penanda tusukan berbentuk seperti jarum peniti yang tumpul di ujung jarumnya.
Ketahui Pilihan Tali untuk Membuat Makrame
Sebelum mengetahui cara membuat makrame, ada baiknya kamu ketahui dulu jenis-jenis tali yang biasa digunakan untuk membuat makrame. Yuk intip di sini:
Biasanya, material tali yang digunakan adalah berbahan cotton, nylon, tali rami, polyester, kulit, hingga linen. Namun, jika kamu masih pemula dan ingin belajar cara membuat makrame, bisa menggunakan tali berbahan nylon.
Tali memiliki jenis lilitan, yakni lilitan kepang, tiga lilitan, dan satu lilitan. Untuk jenis lilitan tali bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan, ketika kamu ingin mengaplikasikan cara membuat makrame sendiri.
Jika dilihat dari kekuatannya, tali berbahan kulit, nylon dan rami yang dinilai paling kuat. Biasanya, untuk makrame yang digunakan untuk tali pot gantung, rak gantung, dan lain-lain.
Untuk ukuran tali, biasanya menggunakan satuan ukuran diameter, yang dipakai adalah milimeter (mm).
Jangan asal pilih, agar cara membuat makrame berhasil, pastikan kamu memilih tali yang berdiameter besar.
Selain ukuran diameter tali, panjang tali juga harus diperhatikan. Pastikan disesuaikan dengan dekorasi apa yang akan kamu buat.
Agar leluasa, lebih baik beli satu gulung, sehingga, jika kepanjangan bisa dipotong dan sisanya bisa digunakan kembali.
Jika digunakan untuk hiasan dinding biasa atau hiasan yang langsung bersentuhan dengan kulit, lebih baik gunakan tali yang bertekstur lembut, seperti nilon, sutra, rayon, satin, dan kulit.
Tags: cara membuat kunci