... Panduan Lengkap: Cara Membuat Gantungan Kunci Rajutan DIY Terbaik!

Cara Membuat Gantungan Kunci Rajutan - Panduan Cantik untuk Kreativitas Rajutan dan DIY

Benang Rajut

Berbagai macam benang yang biasa digunakan untuk merajut. Untuk yang terpampang di sini adalah benang nylon, dan benang tersebut merupakan salah satu yang paling populer di kalangan pemesan yang datang ke Kissparry.

Ciri khas dari benang ini yaitu terkesan kuat dan mengkilap, sehingga pemakai tas atau dompet yang terbuat dari bahan tersebut akan tampak berpenampilan lebih menarik dan sporty namun tetap dinamis.

Tas atau dompet inilah yang menjadikan harga juga relatif mahal bila dibandingkan dengan bahan yang lain, karena mulai dari bahan baku sudah termasuk lebih mahal.

Harganya berapa sehingga dikatakan lebih mahal, untuk satu gulung kecil seharga antara Rupiah 31000 hingga Rupiah 55000 tergantung dari merek yang di pilih.

Jenis jenis benang lainnya seperti yang terlihat gambar di bawah ini.

Benang untuk yang gulungan besar harganya pergulung ada yang seharga Rupiah 45000 hingga Rupiah 90000.

Untuk produksi tas rajutan di Kissparry Semarang jarang sekali menggunakan benang yang gulungan besar. Sedangkan untuk benang nylon gulungan lebih kecil harganya berkisar Rupiah 11000 hingga Rupiah 20000.

Apabila Anda berminat merajut, langkah yang pertama dilakukan adalah pergi ke toko penjual alat-alat rajut yang terdekat dengan tempat tinggal Anda, dan beli alat secukupnya. Biasanya ditempat tersebut juga menyediakan tutorial merajut, dengan sedikit biaya kita bisa belajar ditempat tersebut.

Silet, Pemes, Gunting, Pemotong

Alat ini yaitu silet atau pemes atau gunting atau pemotong lain digunakan untuk memotong benang sambungan dan benang terakhir agar rapi.

Apabila saat merajut tas yang besar menggunakan benang gulungan besar, dan apabila merajut dompet menggunakan benang gulungan kecil, maka pada tas atau dompet tersebut tidak banyak sambungan atau bahkan tidak ada sambungan sama sekali.

Apa itu Makrame?

Sebelum mencari tahu terkait cara membuat makrame, yang simple dan estetik, yuk kita kenalan dulu sama hiasan rajut yang satu ini.

Makrame sendiri merupakan sebuah kerajinan tangan, yang dibuat menggunakan teknik rajutan, atau keahlian dalam merangkai tali. Adapun simpul utama pada makrame adalah kuadrat atau simpul karang.

Tidak hanya sebagai kerajinan semata, makrame juga digunakan untuk membuat pakaian, syal, handuk, lukisan, lentera, dan hiasan dinding, karena memiliki nilai seni dan manfaat yang menarik.

(Baca Juga: 15 Tanaman Gantung yang Bikin Rumah jadi Cantik)

Kerajinan makrame berasal dari tradisi ikat simpul, para penenun Arab sekitar abad ke-13. Namun, makrame mulai populer di Amerika pada 1970-an.

Hingga kini, akhirnya makrame pun sangat digemari, khususnya bagi masyarakat Indonesia, sebagai hiasan dinding kamar dan ruang tamu.

Biasanya, hiasan makrame digunakan untuk hiasan rumah yang bertemakan gaya bohemian, vintage, rustik, hingga minimalis.

Untuk mendapatkan makrame yang bagus, setidaknya kamu harus membeli dengan harga yang cukup mahal. Yakni sekitar Rp50.000 bahkan hingga juta-an.

Namun, buat kamu yang lagi mencari hiasan makrame dengan harga yang murah, kamu bisa menerapkan sendiri cara membuat makrame simpel di rumah.

3. MATILDA TOTE BAG

By Megan Saimes

Suka yang simpel tapi juga berkelas? Pola rajut tas Matilda tote bag bisa menjadi pilihan. Saya suka tekstur cable meski cable crochet itu agak boros benang dan terlihat kurang halus (nggak sehalus cable knit, imho).

Senangnya pola crochet Matilda Tote ini gratis dan tutorialnya sangat lengkap hingga sekedar melihat foto-fotonya pun bisa dengan mudah diikuti.

Struktur untuk membuat tas ini, setidaknya ada tiga bagian. Satu bagian depan, satu untuk belakang, dan bagian samping kanan-alas-samping kiri yang menjadi satu bagian. Dan tips agar tas bisa berdiri tegak, kamu bisa tambahkan lining dari bahan yang kokoh, kanvas misalnya (saya pribadi biasanya pakai alas tas yang dijahit tindas dengan busa).

Benang rajut

Ilustrasi benang rajut (pexels.com/rodnae-prod)

Benang adalah bahan utama yang digunakan untuk merangkai kerajinan. Terdapat berbagai bahan dan ukuran benang yang bisa kamu sesuaikan dengan proyek rajutanmu. Jika ingin membuat baju atau selimut, kamu perlu menggunakan benang berbahan katun atau wol. Sementara, untuk sepatu atau tas minimal kamu memakai benang poliester atau nilon yang lebih kaku dan kuat.

Perhatikan juga ukuran benang dengan ukuran hakpen. Benang yang kecil dan halus biasanya memakai hakpen lebih kecil, dan sebaliknya. Jika kamu salah memasangkan hakpen dan benang, maka pola rajutanmu bisa terlalu rapat atau terlalu longgar dan berlubang. Sehingga, hasil rajutanmu terlihat tidak rapi.

7 Jenis Benang Rajut yang Bisa Disesuaikan dengan Proyekmu

Merajut tidak selalu identik dengan aktivitas nenek-nenek untuk mengisi waktu luang. Generasi muda dan milenial juga banyak menggandrungi hobi ini. Merajut punya banyak manfaat seperti melatih skill dan meredakan stres. Bukan hanya itu, merajut juga bisa dijadikan ladang uang dengan menjual hasil rajutan kamu.

Untuk membuat rajutan, kamu membutuhkan benang. Ada banyak jenis benang di luar sana yang harus kamu sesuaikan dengan ukuran hook dan proyek rajutanmu. Setiap jenis benang punya karakteristik masing-masing. Untuk membuat barang wearable seperti sweater, kamu butuh benang yang halus dan tidak terlalu tipis. Jika tebal dan kasar, sweater tidak akan nyaman digunakan.

Kamu harus bisa memilih dengan tepat benang rajut sesuai dengan proyekmu. Berikut beberapa benang yang bisa kamu jadikan referensi.


Tags: cara membuat kunci

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia