Cara Membuat Gelang dari Benang Jahit - Panduan Lengkap DIY
Jenis-jenis Jahitan
Berbicara soal benang jahit sudah pasti berhubungan juga dengan jenis jahitannya juga. Sudahkah Anda mengetahui apa saja jenis-jenis jahitan yang ada dan biasa digunakan untuk menjahit pakaian terutama jika Anda ingin menjahit kaos?
1. Jahitan Rantai
Yang pertama adalah jahit rantai, seperti namanya, jahitan ini menghasilkan jahitan seperti rantai. Jahit rantai biasa digunakan untuk menjahit dari pundak kiri, pundak kanan, dan belakang leher. Dan biasanya menggunakan mesin jahit jarum dua rantai.
Sebenarnya, jahitan ini merupakan salah satu teknik jahitan yang digunakan untuk mempermudah pengerjaan kaos, saat ini pun jenis jahitan rantai ini dijadikan salah satu jenis jahitan yang dipilih untuk pembuatan kaos yang berkualitas, karena dilihat dari hasilnya cukup rapi dan juga berbeda memberikan kesan yang unik.
2. Jahitan Obras
Selanjutnya adalah jahitan obras, jahit obras adalah salah satu jenis jahitan yang dihasilkan oleh mesin high speed, fungsinya untuk menggabungkan dua potongan menjadi satu.
Jahitan ini biasanya digunakan untuk menggabungkan antara rib (kerah leher kaos) dengan potongan bagian badan, potongan badan satu dengan yang lain, dan juga potongan badan dengan potongan tangan.
Untuk jenis jahit obras tersedia mesin yang menggunakan 3 benang, 4 benang, dan 5 benang, dan menggunakan 1 atau 2 jarum. Secara umum kaos yang baik biasanya menggunakan jenis jahit obras dengan 4 benang dan 2 jarum.
Pada kaos jahitan obras ini digunakan untuk menggabungkan bagian-bagian kaos seperti lengan dengan badan dan rib dengan bagian badan kaos.
Gelang Tali Fishtail
Gelang berbentuk fishtail adalah salah satu model gelang yang lumayan populer dan digemari. Cara membuat gelag model ini pun tidak kalah mudahnya. Meski gelang model fishtail memiliki banyak macam, berikut adalah contoh satu jenisnya yang paling mudah dipraktikkan. Berikut bahan yang diperlukan dan cara membuat gelangnya,
Bahan yang dibutuhkan:
Cara membuat gelang:
- Siapkan 6 helai benang dengan 2 benang dari masing-masing warna. Dalam contoh kali ini kita menggunakan benang berwarna Biru (B), Hitam (H), dan Putih (P).
- Ikat bagian ujungnya lalu susun keenam benang tersebut menjadi dua bagian dengan susunan BHP-PHB.
- Pindahkan benang berwarna biru yang ada di ujung kanan ke sebelah kiri sehingga susunannya menjadi BHP-BPH.
- Selanjutnya pindahkan juga benang biru yang ada di ujung kiri ke sebelah kanan sehingga susunannya kini menjadi HMB-BMH.
- Pindahkan benang hitam di ujung kanan ke ujung kiri agar susunannya berubah menjadi HPB-HBP.
- Pindahkan juga benang hitam di ujung kiri ke ujung kanan sehingga susunannya menjadi PBH-HBP.
- Lakukan terus langkah di atas dengan memindahkan benang yang ada di ujung kiri ke ujung kanan dan sebaliknya.
- Jika sudah mencapai ukuran gelang yang diinginkan, silahkan ikan dan gabungkan keduanya.
- Silahkan tambahkan berbagai aksesoris dan pernak-pernik agar tampilannya menjadi lebih cantik lagi.
Jenis – Jenis Benang Dan Fungsinya
Mempersiapkan produksi untuk pakaian Anda tidak bisa sembarangan, harus disiapkan secara matang. Baik dari segi kualitas, bahan kain sampai ke peralatan pendukungnya juga, salah satunya adalah benang.
Begitu banyak jenis benang yang tersedia di pasaran, tapi tahukah Anda apa saja jenis benang dan bagaimana dengan fungsinya? Apakah satu jenis benang bisa digunakan untuk proses produksi yang berbeda? Di bawah ini merupakan penjelasan tentang berbagai jenis benang serta fungsinya, yang mungkin perlu Anda ketahui
Benang Jahit
Benang jahit merupakan jenis benang yang sengaja diciptakan secara khusus untuk menjahit pakaian.
Benang yang digunakan untuk menjahit juga dibedakan menjadi beberapa jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Jika akan menjahit kain katun yang cukup tebal contohnya, tidak mungkin Anda menggunakan jenis benang yang sama dengan benang yang digunakan untuk menjahit kain katun yang tipis.
Pilihlah benang jahit yang tidak mempunyai serat yang pendek, karena ada beberapa kekurangan yang bisa Anda temui seperti ujung benangnya yang mudah terbuka, kekuatan benang yang kurang dan mudah terputus.
Maka dari itu Anda perlu memilih benang yang mempunyai diameter benang yang rata, tahan gesekan, tidak mudah putus meskipun sudah dicuci berulang kali, lentur bisa mengikuti jalur jahitan.
Benang Obras
Benang ini merupakan jenis benang yang biasa dipakai untuk merapikan tepi kain supaya menjadi lebih rapi dan benangnya tidak terurai berantakan.
Jika dibandingkan dengan benang jahit ukuran dari benang obras ini biasanya lebih halus lagi. Melihat dari jenis benang yang biasa digunakan untuk mengobras pakaian adalah benang Polyester.
Benang Sulam
Selain dua jenis benang di atas masih ada beberapa jenis benang lainnya yang mungkin perlu juga untuk Anda ketahui. Benang Sulam adalah benang yang digunakan untuk menyulam dan menghiasi kain supaya tampak lebih cantik.
Langkah-langkah penting
Bekerja dengan melibatkan lem dalam prosesnya akan sangat rumit. Pastikan Anda selalu menggunakan alas, seperti koras atau kain bekas, agar ubin lantai atau meja Anda tidak terkena lem yang tumpah.
Untuk menghemat waktu, langsung buang barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi agar tidak menumpuk kerjaan Anda di akhir proses pembuatan lampion benang.
Perlu diingat, tingkat kepadatan lilitan benang akan mempengaruhi intensitas cahaya nantinya. Oleh sebab itu, sebelum memulai proses pelilitan benang wol atau jahit, tentukan terlebih dahulu konsep lampion benang yang Anda ingini.
Bagi kebanyakan dari Anda melihat lampu lampion di malam hari dapat memberikan keasyikan tersendiri. Apalagi sekarang, terdapat banyak sekali jenis-jenis lampion yang sangat unik dan dapat dijadikan hiasan rumah. Salah satunya adalah lampion dari benang. Sangat cocok untuk dijadikan sumber pencahayaan di kamar pada malam hari, terutama bagi Anda yang tidak bisa tidur dalam keadaan gelap gulita.
Lampion benang wol yang diberikan lampu membuat pencahayaan kamar menjadi lebih nyaman, tidak terlalu terang dan juga tidak terlalu gelap. Cara membuat lampion dari benang wol pun tidak sulit. Hanya membutuhkan waktu kira-kira 10-15 menit untuk menghasilkan satu buah lampion benang wol.
Agar lampion benang Anda menjadi lebih cantik dan unik, gunakanlah lebih dari satu warna benang. Tetapi, tetap dalam perpaduan warna yang sesuai agar gradasi warna tidak saling bertabrakan. Selain warna benang, Anda juga bisa menambahkan ornamen tambalan-tambalan sesuai selera dan kreativitas.
Tags: dari jahit benang cara membuat