Cara Membuat Tas Cantik dari Bambu - Panduan DIY Kerajinan Menjahit yang Memukau
Asal-usul besek
Pengrajin dan besek | Foto: tagar.id
Besek dalam bahasa Indonesia adalah kerajinan yang terbuat dari bambu yang dianyam, sejenis wadah tumbu atau wakul bentuknya kecil serta ada tutupnya dan berasal dari Jawa. Besek mempunyai tinggi rata-rata sekitar 8 sampai 15 sentimeter, sementara sisi lainnya sekitar 18 sampai 31 sentimeter.
Namanya cukup mudah diingat, yaitu besek. Begitulah masyarakat Jawa menyebutnya. Salah satu fungsi alat ini adalah untuk menyimpan bumbu-bumbu dapur, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, kunyit, dan sebagainya. Barang ini hadir di dapur tradisional.
Dalam kamus Jawa Baoesastra Djawa karangan WJS Poerwadarminta terbitan tahun 1939, disebutkan bahwa besek yaiku araning wadhah saemper tumbu nanging cilik sarta nganggo tutup. Diartikan wadah sejenis tumbu atau wakul wujudnya kecil serta ada tutupnya.
Kelebihan kerajinan dari bambu
1. Perawatan yang mudah
2. Pertumbuhan yang sangat cepat
Keuntungan menggunakan bambu jika dibandingkan dengan kayu adalah proses pertumbuhannya yang cukup cepat. Pada beberapa jenis bambu, bahkan laju tumbuhnya mencapai 5 cm per jam. Karena laju tumbuhnya cepat inilah membuat masa panennya juga cukup cepat, yaitu sekitar 3 hingga 5 tahun. Bandingkan dengan kayu yang memerlukan masa tumbuh pohonnya hingga 40 tahun untuk mendapatkan kayu yang kualitas baik.
3. Kuat dan kokoh
Menurut penelitian, bambu memiliki struktur yang kuat dan kokoh jika dibandingkan dengan beton dan juga memiliki fisik dan mekanik yang menarik. Bambu juga dikenal sebagai bahan bangunan yang elastis dan mampu menahan beban tarik, geser, tekan dan juga tekuk. Hal inilah yang menyebabkan bambu mudah untuk dipotong dan dibentuk apa saja.
Lonceng angin dari bambu
Hiasan yang digantung akan menambah kesan rumah lebih indah sekaligus estetik. Salah satu hiasan yang cocok digunakan adalah lonceng angin. Kerajinan dari bambu yang satu ini bisa menjadi rekomendasi yang menarik dan memberikan kesan sejuk pada hunian. Apalagi, ketika lonceng angin menimbulkan suara ketika ada hembusan angin ataupun bila digerakkan dengan menggunakan tangan. Adapun langkah pembuatan lonceng angin adalah sebagai berikut:
- Cari dan pilih lima potong buluh yang masih berbentuk bulat. Lalu, runcingkan bagian bawahnya sampai membentuk setengah lingkaran.
- Selanjutnya, kaitkan bagian atasnya pada satu media, contohnya adalah batok kelapa sebagai atasannya atau kepala dari lonceng angin tersebut.
- Berikan tali yang memanjang kebawah pada bagian bawahnya, serta gunakan pula bulatan kayu agar bisa membunyikan lonceng angin secara manual.
Fungsi besek bagi masyarakat Jawa
Besek | Foto: Lintas Mojo
Besek terbuat dari anyaman bambu yang dipakai bagian dalam atau sering disebut bagian hati. Besek yang masih alami berwarna putih kekuningan. Besek tradisional alami masih banyak dijumpai di pasar atau warung-warung tradisional harga terjangkau tergantung ukuran.
Hingga saat ini, besek masih sering dipakai oleh masyarakat Jawa, yang salah satunya difungsikan sebagai tempat bumbu dapur. Namun, sering pula besek dipakai dalam partai besar untuk keperluan kenduri yang difungsikan sebagai wadah untuk nasi dan lauk atau bingkisan sembako.
Fungsi lain, kadang-kadang juga dipakai untuk menyimpan bahan makanan. Pada perkembangannya besek digunakan untuk bungkus oleh-oleh khas daerah, seperti tape bondowoso, tempe mendoan banyumas, geplak, tiwul, gethuk goreng, dan lainnya.
Besek yang ada didapur bisa awet apabila sering digunakan umurnya bisa dua tahun lebih. Namun, apabila tidak sering digunakan biasanya akan dimakan serangga sehingga gampang rusak. Besek yang sudah rusak terkadang tidak bisa digunakan kembali biasanya dibuang atau dibakar.
Cara Membuat Egrang Dari Kayu Bambu
Alat dan Bahan:
- Golok
- Gergaji
- Tali secukupnya
- Kayu bambu dengan panjang 2 meter sepasang (berbentuk silinder atau bambu utuh) dengan diameter 10 cm
- Kayu bambu sepanjang 30 cm sepasang, ukuran diameternya 5 cm.
Cara Membuat Egrang Dari Kayu Bambu:
- Siapkan bambu yang sudah dipotong dengan ukuran 2 meter dan 30 cm seperti penjelasan di atas
- Tentukan tinggi pijakan egrang (bagi anak – anak biasanya setinggi 50 cm), kemudian tandai
- Bambu yang ditandai tadi dilubangi dan lubangnya disesuaikan dengan diameter bambu yang panjangnya 30 cm ( diameter 5 cm)
- Masukkan bambu 30 cm (sebagai pijakan) ke dalam lubang yang sudah disiapkan pada bambu 2 meter (lakukan hal yang sama pada yang satunya lagi)
- Ikat kuat bambu tersebut pada simpul antara pijakan bersama bambu yang tinggi memakai tali
- Egrang siap dimainkan.
Teknik Memainkannya:
- Pegang kedua egrang bambu bagian atas dengan posisi berdiri atau tegak
- Naiki pijakan egrang dengan posisi yang seimbang dengan mendahulukan kaki sebelah kiri, selanjutnya disusul dengan kaki kanan
- Pertama melanngkah gerakkan tangan kanan ke depan bersamaan dengan melangkahnya kaki kanan pada pijakan dan disusul oleh kaki kiri
- Untuk seterusnya, ulangi gerakan-gerakan pada teknik ke-3 supaya bisa berjalan dengan lancar menggunakan egrang
Tadi itu merupakan cara membuat egrang dari kayu bambu dan cara memainkannya. Selanjutnya kita akan membahas bambu yang digunakan sebagai pembuatan egrang dan macam – macamnya. Berikut penjelasannya.
Jenis Bambu Yang Bisa Dipakai
Bambu Tali (Gigantochloa apus)
Bambu tali biasa disebut juga dengan nama bambu apus, pring tali, atau awi tali. Kalau dilihat dari bentuk tanamannya, bambu tali membentuk rumpun yang rapat dan mampu tumbuh hingga 20 meter.
Tags: dari cara membuat