Seni Merajut Alam - Panduan Membuat Tas Cantik dari Jerami
Cara pembuatan Fermentasi Jerami
- Pisahkan sesuai varietas dan kondisi jerami (segar, layu atau kering), Fermentasi jerami segar dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan starter : air : jerami = 1:100 pada setiap lapisan, perbandingan 1:10:100 untuk jerami yang sudah layu, dan perbandingan 1:20:100
untuk jerami kering.Apabila jerami dalam keadaan basah cukup dilakukan dengan menggunakan
perbandingan 1:5:100. - Susunlah jerami ditempat yang sudah disediakan dengan tebal lapisan setiap hamparan 20-30 cm.
Lebar dan panjang hamparan tumpukan sesuai dengan kebutuhan. - Tinggi atau tebal lapisan dapat mencapai 2,5 meter dari dasar.
- Simpan ditempat yang teduh dan tidak kena hujan
- Lama fermentasi lebih kurang 21 hari.
- Proses fermentasi jerami dapat berjalan dengan baik ditandai pada tumpukan jerami tidak terbentuk panas atau keluar asap. Keadaan bahan yang terlalu basah atau terkena air hujan maka akan terjadi pembusukan jerami akhirnya timbulah panas yang menyebabkan hasil yang diperoleh tidak menjadi baik.
Kadar nutrisi jerami segar dari 2-3 % naik menjadi 9,975%, protein naik dari 4,002% naik menjadi 9,089%, kadar lemak naik dari 1,12% menjadi 2,46%, kadar abu abu menurun dari 19,75% menjadi 1,95%, serat kasar menurun dari 27,30% menjadi 9,70%, sedangkan BETN (bahan extrat tanpa nitrogen) naik
dari 40,19% menjadi 66,65 %.
PENYIMPANAN FERMENTASI JERAMI PADI
Penyimpanan jerami fermentasi dapat dilakukan dengan cara tertutup dan cara terbuka.
Cara Tertutup
Sebelum disimpan Jerami fermentasi harus dikering anginkan terlebih dahulu agar selama penyimpanan tidak tumbuh jamur yang dapat merusak kualitas jerami yang sudah dihasilkan. Lama penyimpanan hampir sama yaitu dapat mencapai 2 tahun atau dapat disesuaikan dengan kondisi fisiknya.
Cara terbuka
Cara ini dapat dilakukan di ruangan terbuka sesuai dengan persyaratan diatas dengan cara ,
Buat satu tonggak bambu setinggi lebih kurang 6 meter, sebagai tonggak penguat tumpukan jerami.
Buatlah alas yang terbuat dari tepas bambu yang diberi jarak sedikit dari permukaan tanah.
Susun Jerami di atas alas secara melingkari tiang tonggak sampai terbentuk suatu lapisan melingkar.
FERMENTASI JERAMI PADI UNTUK PAKAN TERNAK
Fermentasi jerami adalah suatu proses anaerob ( tanpa membutuhkan udara) dengan memanfaatkan campuran beberapa bakteri seperti:
Mikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik dan lipolitik. Produksi jerami padi sawah di lahan rata-rata 7,85
ton/ha dapat difermentasi menjadi 2,5-3, 5 ton/ha/musim berkurang menyusut dengan rendemen 40-50%
Pembuatan starter/mikroba Alat yang digunakan untuk pembuatan starter adalah:
– 2 buah drum plastik bervolume 60-80 liter
– Pompa/motor sirkulasi 1 unit
– Selang/paralon secukupnya
Bahan yang diperlukan untuk pembuatan starter adalah berupa : jamur Trichoderma sp, air
ber sih, Za, TSP, KCl , Tep ung beras , Gula merah/pasir/tetes, mineral.
Selama proses pembuatan perlu ada langkah pengaktifan yaitu dengan pengadukan larutan dengan pompa sirkulasi selama 3 hari sampai menjadi terbentuk panas atau keluar asap. Keadaan bahan yang terlalu basah atau terkena air hujan maka akan terjadi pembusukan jerami akhirnya timbulah panas yang menyebabkan hasil yang diperoleh tidak menjadi baik.
Tags: dari cara membuat