... Cara Membuat Tas Cantik dari Sampah Plastik: Panduan DIY yang Mudah!

Cara Menghasilkan Tas Cantik dari Sampah Plastik - Panduan DIY untuk Kesenian Rajut

Tas Dari Plastik Bekas

Tak hanya plastik bekas kopi yang hanya bisa dibuat menjadi tas. Plastik bekas detergent, pembersih lantai, minyak goreng dan sejenisnya dapat kita olah juga menjadi sebuah tas.

Alat Dan Bahan Membuat Tas Dari Plastik Bekas

1. Kemasan Plastik Bekas

Bahan baku utama adalah 4 kemasan plastik bekas dengan corak dan warna yang senada ( 2 buah untuk sisi depan dan belakang, sedangkan 2 buah lagi untuk sisi kiri dan kanan ).

2. Bisban

Diperlukan bisban sekitar 1m dengan lebar 2cm. Bisban atau kain serong, adalahnsebuah kain kecil panjang atau biasa disebut juga pita yang biasa digunakan sebagai penutup pinggiran kain agar tampak manis dan rapi.

Tak hanya digunakan untuk menjahit, bisban seringkali dipakai di leher, lengan, dompet, tas, dan lain sebagainya. Ada tiga tipe bisban yaitu bisban tunggal, dobel, dan komersial (siap pasang).

Tunggal = Biasanya dijahitkan satu sisi dengan pinggiran bisbannya pada garis jahit pakaian, dengan bagian yang baik secara bersamaan. Selain itu bisban ini juga bisa dijahitkan pertama pada bagian yang buruk, kemudian dijahit soom pada bagian baik atau dijahit tindas atas.

Dobel = Biasa dijahitkan bagian tiras bisban pada bagian tiras pakaian. Jenis bisban dobel sering dipergunakan pada bahan tipis.

Bisban komersial = bisa juga disebut siap pasang, seperti namanya “ sudah siap pasang” pemasangannya yang paling mudah dikerjakan.

3. Perekat

Untuk memudahkan menutup tas maka menggunakan perekat, dibutuhkan sekitar 4cm perekat untuk membuat tas dari plastik bekas minyak goreng.

4. Renda katun

Sebagai pemanis tas bisa menggunakan renda katun sekitar 30cm, namun bisa juga menggunkan renda jenis lain. Pilihlah sesuai selera anda.

5. Jarum Dan Benang Jahit

Pastinya menjahit memerlukan jarum bukan, untuk menjahit tas ini kita gunakan jarum ukuran 16cm. Untuk Benangnya usahakan warnannya selaras dengan bahan plastik tadi.

Alat:

1. Gunting atau cutter

Selain dipakai untuk memotong bungkus kopi, dalam hal ini gunting juga diperlukan guna merapikan bagian tertentu atau pinggiran tas dari benang atau kemasan plastik yang sekiranya memiliki kelebihan ukuran dan tampak tidak rapi.

2. Penggaris

Adanya penggaris dalam hal ini tentunya memiliki peran sebagai alat pengukur. Dimana sebelum mulai menyusun kemasan plastik menjadi sebuah tas, tentu kita diharuskan untuk mengukur terlebih dahulu seberapa besar bagian plastik dan tas yang akan dibuat. Sehingga nantinya dapat memiliki potongan bahan yang sama rata.

3. Pensil

Agar nantinya setiap bagian limbah yang akan di susun mudah untuk potong juga di susun, ada baiknya untuk menyiapkan pensil pula sebagai alat untuk membuat garis pembantu yang nantinya diperlukan saat akan memotong, menjahit, atau mengelem suatu bagian.

4. Jarum jahit

Dalam hal ini jarum juga sangatlah diperlukan, karena umumnya selain dengan mengelem nantinya kita juga perlu untuk menjahit beberapa bagian tas guna menyatukan antara satu bagian dengan yang lainnya sampai dapat membentuk sebuah desain tas.

5. Lap bersih

Lap bersih di perlukan untuk membantu kita saat membersihkan limbah kemasan plastik dari sisi isi didalamnya maupun dari kotoran da cairan lain. Sehingga ketika dipakai untuk membuat tas, kemasan tersebut sudah dalam keadaan bersih.

Bahan:

1. Kemasan plastik

Karena akan membuat tas dari bahan daur ulang berupa plastik, maka sudah jelas bila dalam prosesnya kita membutuhkan adanya kemasan plastik bekas, baik itu berupa kemasan plastik bekas kopi, snack, maupun detergen. Dimana untuk jumlahnya sendiri umumnya bisa di sesuaikan dengan model serta ukuran tas yang akan dibuat. Semakin rumit juga besar ukurannya, tentu semakin banyak pula jumlah kemasan plastik yang di butuhkan.

2. Resleting, kancing, dsb (opsional)

Adanya reslting, kancing, maupun bentuk lock bag lainnya bisa dibilang dalam hal ini merupakan bagian opsional, karena tergantung dari model tas yang akan dibuat. Dimana umumnya ada beberapa jenis tas yang sebetulnya tidak begitu memerlukan adanya lock bag, misalnya saja seperti tas model tote bag.

3. Benang jahit

Benang jahit dalam hal ini tentu saja memiliki peran untuk menyatukan antara bagian kemasan plastik menjadi satu kesatuan tas yang utuh. Dimana umumnya adanya benang ini bisa dipakai untuk menyatukan bagian body tas dengan berbagai fitur pendukungnya pula, misalnya strap atau handle tas dengan bodynya.

4. Lem

Selain benang jahit, umumnya kita juga memerlukan lem untuk menyatukan atau bahkan merapikan beberapa bagian tas agar nantinya dapat tampak lebih rapi, sekaligus sebagai bahan untuk melekatkan berbagai ornamen pemanis pada bagian bagian yang sekiranya di inginkan.

5. Kain furing sebagai lapisan dalam (opsional)

Penggunaan kain furing dalam hal ini juga termasuk dalam kebutuhan opsional, karena biasanya tidak semua jenis tas limbah plastik membutuhkan lapisan pada bagian dalamnya.

6. Strap (opsional)

Sama seperti penggunaan kain furing, adanya strap dalam hal ini pun juga termasuk dalam kebutuhan opsional. Dimana tidak semua tas membutuhkan adanya strap untuk menunjang kinerja atau menyempurnakan bentuknya.


Tags: dari cara membuat plastik sampah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia