Cara Menemukan Pesanan Jahitan yang Menarik - Tips untuk Pencari Orderan DIY
Analisa Dan Cara Memulai Membuka Usaha Jasa Jahitan (Tailor) Secara Detail
Cara Memulai Membuka Usaha Jasa Jahitan (Tailor)- Meski sekarang sudah banyak produksi pakaian jadi, tetapi jasa jahitan tetap dibutuhkan konsumen. Mengapa demikian? Karena ada beberapa risiko pembelian baju jadi yang biasanya diterima oleh pembeli, antara lain:
Pakaian jadi biasanya dibuat dengan ukuran standar (S, M, L, dan XL). Meski model dan bahannya cukup bervariasi dan harganya pun lebih murah dibandingkan memakai jasa penjahit, tetapi tidak semua pakaian jadi pas dikenakan oleh konsumen. Terutama bagi orang-orang memiliki postur tubuh berbeda dengan standar orang pada umumnya, seperti terlalu kecil atau terlalu gemuk. Jasa jahitan akan tetap diburu oleh orang seperti ini.
Ada model dan bahan baju tertentu yang lebih enak kalau dipakai dari hasil jahitan biasa, daripada dalam bentuk pakaian jadi yang diproduksi pabrik. Misalnya pakaian adat, bahan brukat, kain tenun, dan lain-lain.
Contoh lainnya seperti pakaian jas, meski banyak ditemui di pasaran, tetapi kebanyakan ukurannya untuk orang dewasa yang tubuh standar. Cara Memulai Membuka Usaha Jasa Jahitan (Tailor) :
Strategi Usaha
Untuk mampu bertahan dan bersaing dengan produk pakaian jadi memang bukan hal mudah, namun pengusaha jasa jahitan baju harus terus berinovasi agar tetap menghasilkan keuntungan, berikut cara inovasi yang dapat dilakukan untuk bertahan dalam persaingan.
Berapa modal awal yang bisa dipakai untuk membuka jasa jahitan? Mari kita sama-sama mencoba menganalisisnya.
Mesin jahit Rp. 500.000,00
Mesin obras Rp. 400.000,00
Jumlah Rp. 900.000,00
Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 900.000,00 - Rp 1.000,00) : 4 = Rp 224.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 18.729,00 per bulan.
Gunting khusus jahitan
Penggaris khusus jahitan
Melakukan Promosi
Cara paling jitu untuk mengembangkan usaha jahit yakni dengan melakukan promosi secara rutin. Promosi ini sendiri bisa secara online dan offline, keduanya harus imbang agar hasilnya semakin memuaskan. Untuk promosi offline, bisa dengan membagikan brosur, mengenalkan ke teman atau kerabat, dan lain sebagainya.
Tips lainnya agar usaha jahitmu cepat berkembang adalah dengan membangun dan membanyak relasi. Meskipun sepele, namun dampak yang bisa dirasakan dari hal tersebut sangatlah besar. Ini juga bisa dijadikan langkah branding usaha jahitmu agar dikenal oleh lebih banyak orang.
Salah satu cara memperluas jaringan atau relasi adalah dengan mengikuti seminar. Selain mendapatkan ilmu, kamu juga bisa bertemu dengan pengusaha jahit lainnya. Siapa tahu mereka bisa kamu ajak kerja sama agar bisa sukses barsama. Selain itu, bisa pula dengan masuk ke komunitas khusus untuk mendapatkan teman yang lebih banyak. Di sini kamu juga bisa berkonsultasi dengan penjahit lain untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang dihadapi.
4. Promosi
Jika semua sudah siap, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan promosi. Pertama bisa dilakukan dengan promosi mulut ke mulut, tawarkan pada lingkungan sekitar misalnya anggota keluarga, teman, atau tetangga. Jika ingin mendapatkan lebih banyak pelanggan lagi, pasang papan iklan di depan rumah agar mudah dilihat dan diketahui orang yang melintas di depan rumah. Jangan lupa buat juga promosi online menggunakan media sosial.
Jika sudah ada pelanggan maka berikan pelayanan yang maksimal. Pastikan memberikan estimasi waktu yang tetap dan memang orderan bisa selesai pada waktu yang sudah ditentukan. Usahakan untuk tidak membuat pesanan selesai dalam waktu lebih lama dari kesepakatan. Berikan garansi untuk memperbaiki hasil jahit agar pelanggan yang mungkin merasa pesanannya kekecilan, kebesaran, atau kurang sesuai bisa memperbaiki dan mendapatkan jahitan yang diinginkan.
Perkiraan Rincian Modal
Modal usaha yang harus disiapkan untuk membuka usaha jahit rumahan tidak terlalu besar, Hal ini karena peralatan dan perlengkapan menjahit sendiri tidak terlalu mahal. Mesin jahit manual kisaran harganya 600 ribu rupiah, lalu ada mesin obras biasanya memiliki harga 500 ribu rupiah, benang jahit, benang obras, gunting khusus jahit, jarum, penggaris, kapur kain, dan peralatan menjahit lain hanya membutuhkan dana kisaran 300 ribu rupiah dan itu sudah mendapat satu paket komplit. Jadi total modal usaha untuk perlengkapan dan peralatan kira-kira Rp 1.500.000,-.
Jika Anda membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha jahit, Anda bisa mengajukan pinjaman ke Investree yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Investree menjadi jembatan yang mempertemukan antara Anda sebagai peminjam ( Borrower ) dan pemberi pinjaman ( Lender ). Selain proses mudah dan cepat, Anda bisa mendapatkan tingkat bunga dan biaya kompetitif berdasarkan sistem credit-scoring modern mulai dari 1% per bulan. Daftar Investree sekarang juga dan kembangkan usaha Anda. Dengan modal tersebut, Anda bisa mengembangkan usaha jahit dengan lancar dan maksimal.
Hambatan Usaha
Satu hal yang ditakutkan oleh pengusaha jasa apa pun, termasuk usaha jahitan baju, adalah ditinggalkan pelanggan. Banyak faktor mengapa seorang pengusaha jasa ditinggalkan oleh pelanggannya.
Bisa faktor dari dalam pengusaha itu sendiri (seperti kurang ramah, tidak tepat waktu, dan sebagainya) atau karena faktor luar (pesaing).
Bagi pengusaha jasa jahitan baju, pesaing terberatnya adalah industri pakaian jadi yang menawarkan harga relatif murah. Hanya dengan Rp 50-100 ribu, konsumen bisa langsung mengenakan baju yang mereka inginkan.
Sementara untuk menjahit baju, seorang konsumen harus membeli bahan dan menunggu beberapa waktu di tukang jahit langganan mereka. Biaya pun kadang lebih dari Rp 100 ribu. Apalagi kota Bandung yang terkenal sebagai kota 'Paris van Java'.
Pakaian jadi dari merek terkenal sampai yang tidak ada merek banyak tersedia di pasar maupun outlet pakaian yang keberadaannya semakin menjamur di kota ini.
Tags: jahit cara