... Cara Mengatasi Benang Spiral yang Keluar: Tips Ampuh DIY

Menangani Benang Spiral yang Keluar - Tips dan Trik dalam Kerajinan Sulam dan DIY

Kelebihan dan kekurangan IUD Spiral

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari IUD spiral sebagai pilihan kontrasepsi Bunda. Sebelum menggunakan IUD, Bunda perlu memahami dulu kelebihan dan kekuranganya ya.

Kelebihan IUD Spiral

Berikut kelebihan IUD spiral menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Lestari Mustika Rini, Sp.OG dan melansir dari laman Monitoring Berkualitas (MONIKA) BKKBN:

Kekurangan IUD Spiral

Berikut kekurangan IUD Spiral dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya:

  • Risiko hamil bisa meningkat bila IUD bergeser sampai ke posisi bawah.
  • Tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita yang mengidap Infeksi Menular Seksual (IMS), seperti Klamidia, Sifilis (Raja singa), Herpes Genital, Gonorhea (Kencing nanah), Scabies (kudis), dan lain-lain.
  • Tidak melindungi terhadap penularan HIV/IMS.

Sebelum menggunakan IUD Spriral, IMS yang diidap mesti diobati karena bisa menyebabkan infeksi rongga rahim. Selain itu, KB IUD Spiral ini juga tidak bisa mencegah IMS atau penyakit menular seksual.

"Perlu diingat bahwa penggunaan KB IUD tidak bisa mencegah Penyakit Menular Seksual," kata dokter Lestari Mustika Rini atau akrab disapa Tika ini kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Ada dua jenis KB IUS Spiral yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan.

Ciri-ciri posisi IUD bergeser sehingga benang IUD tidak teraba

Umumnya, jika Anda menggunakan IUD hormonal, menstruasi yang Anda alami biasanya akan semakin ringan seiring berjalannya waktu.

Artinya, darah menstruasi yang Anda keluarkan setiap kali haid tidak akan mengucur deras seperti pada umumnya.

Oleh sebab itu, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan mengenai kondisi tersebut.

Sebelum IUD berada pada posisi semula, Anda harus menggunakan alat kontrasepsi cadangan jika tidak ingin kebobolan.

Jika Anda cek benang IUD dan tidak berhasil teraba, Anda bisa saja mengalami masalah seperti perforasi rahim atau terdapat lubang pada rahim, atau infeksi.

Ada beberapa gejala yang harus Anda ketahui dan diskusikan dengan dokter, misalnya sebagai berikut.

  • Demam tinggi hingga menggigil.
  • Kram perut yang berlangsung lama.
  • Bau yang tidak wajar dari vagina.
  • Perdarahan yang tidak normal hingga cairan keluar dari vagina.

Jenis atau tipe KB IUD Spiral

Ada dua jenis KB IUD Spiral untuk mencegah kehamilan. Simak penjelasannya berikut ini ya, Bunda:

IUD hormonal

IUD hormonal tidak dilapisi bahan tembaga seperti IUD non-hormonal. KB ini berisi hormon progesteron sintetik yang dikeluarkan dalam dosis kecil setiap harinya, yaitu levonorgestrel.

Berikut cara kerja IUD hormonal dalam mencegah kehamilan:

"Lama penggunaan KB IUD hormonal ini terbatas antara 3 hingga 5 tahun. Jika digunakan lebih dari 5 tahun, efektivitasnya tentu akan berkurang dan peluang untuk hamil bisa meningkat (walau masih terdapat IUD di dalam rahim)," ujar Tika.

Melansir dari Medical News Today, berikut 4 tipe IUD hormonal beserta lama pemakaiannya:

  1. IUD Mirena dapat mencegah kehamilan hingga 6 tahun
  2. IUD Kyleena dapat bekerja hingga 5 tahun
  3. IUD Liletta bekerja selama 4 tahun
  4. IUD Skyla mencegah kehamilan hingga 3 tahun

IUD non-hormon atau tembaga (chopper)

IUD Spiral tembaga (chopper) tidak menggunakan hormon dalam mencegah kehamilan. KB berbentuk T ini berlapis tembaga yang memiliki fungsi untuk mencegah kehamilan dengan cara melepaskan zat tembaga (chopper) di dalam rahim.

IUD Spiral non-hormonal ini dapat digunakan selama 5 hingga 10 tahun, namun bagi pasangan suami istri yang masih ingin mengharapkan keturunan, sebaiknya jangan terlalu lama untuk melepasnya.

Di Amerika Serikat, nama merek IUD non-hormonal yang cukup terkenal adalah ParaGard. IUD ParaGard dapat bekerja segera untuk mencegah kehamilan.

Dokter biasanya menggunakan IUD ParaGard sebagai kontrasepsi darurat bila diperlukan. Tipe IUD ini dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun, bahkan lebih lama lagi.

Ilustrasi IUD Spiral/ Foto: Getty Images/iStockphoto


Tags: benang cara yang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia