"Langkah-langkah Mengjahit Akta PPAT"
Kode Etik PPAT
Hampir semua profesi dan pekerjaan tentu mempunyai kode etik yang patut diaplikasikan selama menjalankan tugas. Kode etik juga berlaku untuk profesi ini, PPAT diwajibkan untuk menerapkan kode etik.
Tujuannya untuk menghindari risiko tumpang tindih antara wewenang dan tugas, serta memastikan agar pekerjaan sejalan dengan hukum yang berlaku.
Dalam Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional tentang Pengesahan Kode Etik Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Nomor 112/KEP-4.1/IV/2017 terkandung penjelasan mengenai kode etik PPAT.
Singkatnya, dalam peraturan tersebut berisi tentang wewenang seorang Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam bertindak, serta aturan terkait hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh PPAT selama menjabat.
Biaya PPAT
Tarif biaya PPAT dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, sehingga harga tidak seragam dan tiap daerah mempunyai patokan biaya yang berbeda-beda. Namun biasanya biaya PPAT kurang lebih 1% sampai dengan 1,5% dari nilai transaksi. Dengan catatan tanah belum mempunyai sertifikat.
Tanah yang bersertifikat dikenakan tarif yang lebih rendah, umumnya hanya 0,5% dari nilai transaksi. Adapun faktor-faktor yang ikut mempengaruhi besaran biaya PPAT di antaranya sebagai berikut:
Faktor Besaran Biaya Pajak
Tanah yang akan dibuatkan akta perlu terbebas dari Pajak Penghasilan (PPh) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP). Akta legalitas tanah baru diterbitkan oleh PPAT saat pajak tanah sudah lunas sepenuhnya.
Faktor Lokasi Properti
Lokasi properti berkaitan langsung atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). NJOP tiap daerah berbeda-beda, inilah salah satu penyebab tarif PPAT di tiap daerah tidak sama.
Faktor Pengalaman dan Kedudukan
Banyak ditemui kalau kantor PPAT yang berada di kota besar mematok tarif PPAT yang lebih besar, sementara kantor yang berada di kota kecil umumnya memiliki biaya yang lebih rendah.
Tidak hanya itu, pengalaman para pekerja sangat dihargai, karena itu semakin banyak pengalaman yang dimiliki seorang PPAT, maka bayarannya akan lebih tinggi. Sedangkan PPAT yang baru bergabung menawarkan tarif yang lebih murah.
Cukup sampai di sini penjelasan tentang PPAT. Sebagai kesimpulan, PPAT adalah pejabat umum yang tugasnya hanya mengurus akta atas kepemilikan tanah. Tanah yang mempunyai akta dapat dijadikan peluang bisnis properti dengan keuntungan menjanjikan.
Belum paham bisnis properti? Kalau belum, cobalah belajar ilmu bisnis properti dari pipohargiyanto.com
Tags: jahit cara