Langkah-langkah Memasang Bedong Instan - Panduan Menjahit untuk Pemula
Review: Bedong Instan Swaddle, Bahannya yang Lembut Bikin Bayi Nyaman Dibedong
Salah satu hal yang harus ibu perhatikan sebelum membeli bedongan instan adalah memilih bahan kain bedongan yang lembut dan halus. Karena, bedongan dengan serat kain yang kasar dapat menyakiti kulit bayi yang masih rapuh. Terbuat dari 100 persen cotton, bedongan instan Swaddle memiliki permukaan kain yang lembut dan halus, sehingga aman digunakan pada bayi, terutama bayi yang baru lahir.
Tak hanya itu saja, bedongan instan Swaddle juga ringan dan tipis. Saat digunakan pada Riang yang masih berusia 4 bulan, ia merasa nyaman meskipun tubuhnya terbungkus oleh kain bedongan. Wajah Riang pun terlihat sangat tenang dan merasa terlindungi. Walau tipis, namun bedongan instan Swaddle tetap dapat menjaga kehangatan tubuh Riang. Bahan bedongan yang tipis dan ringan membuat bedongan instan Swaddle mudah dicuci serta dibawa untuk bepergian.
8 Rekomendasi Bedong Instan yang Nyaman untuk Bayi
Yuk, kita lihat beragam pilihan bedong instan yang praktis dan nyaman untuk si Kecil!
13 Januari 2024
Pexels/Klaudia Ekert
Salah satu perlengkapan bayi yang biasanya dibutuhkan orangtua yang memiliki bayi baru lahir adalah kain bedong. Membedong dipercaya bisa menjadi cara untuk menenangkan bayi saat mereka rewel dan sulit tidur.
Saat ingin membeli kain bedong, ada banyak hal yang perlu Mama perhatikan demi kenyamanan si Kecil. Mulai dari bahan, kualitas, hingga kemudahan dalam memakainya.
Salah satu jenis bedong yang banyak diminati orangtua adalah bedong instan. Selain praktis, bedong instan juga bisa dipasang dan dibuka dengan sangat mudah, tidak seperti bedong tradisional.
Nah, berikut ini Popmama.com berikan rekomendasi bedong instan untuk bayi. Ada apa saja?
Hal yang harus diperhatikan saat memakaikan bedong bayi
Membedong bayi dengan cara yang salah dapat membawa dampak yang buruk bagi si kecil, seperti merusak persendian pada kaki dan pinggul bayi yang dapat berkembang menjadi hip dysplasia .
Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat membedong bayi adalah sebagai berikut.
1. Hindari bedong bayi terlalu ketat
Jangan membedong bayi terlalu ketat, terutama pada bagian kaki. Banyak ibu yang menarik dan menekan kaki bayinya sebelum melilitkan selimut bedongan.
Hal ini dapat membuat kaki dan pinggul bayi tidak bebas untuk bergerak. Selain itu, kaki bayi yang diluruskan dengan paksa juga dapat menyebabkan persendian pada kaki dan pinggul bayi melonggar.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bayi terkena hip dysplasia (gangguan pembentukan sendi pinggul di mana bagian atas tulang paha tidak berada tepat di rongga pinggul).
2. Eratkan bedongan bagian atas
Biasanya, para ibu membedong bayinya dengan memberikan kelonggaran pada bagian atas bedongan dan lebih erat pada bedongan bagian bawah.
Namun sebenarnya, yang harus dilakukan adalah sebaliknya. Beri kelonggaran pada bagian bawah bedongan, dan bedong lebih erat bagian atas.
Pergerakan bayi akan membuat bedongan sedikit terlepas, sehingga pastikan lengan bayi sudah dibedong dengan erat dan bedongan sudah terlilit dengan rapi.
Selimut bedongan bagian atas yang terlepas dapat menjadi faktor risiko SIDS (sudden infant death syndrome) atau kematian bayi secara mendadak.
Membedong bayi merupakan salah satu cara untuk menurunkan risiko SIDS karena memberikan kenyamanan pada bayi saat tertidur.
3. Awasi saat bayi sedang tidur
Selain itu, usahakan agar tidak ada benda-benda apapun di sekitar bayi saat ia tidur, seperti selimut atau bantal.
Kapan sebaiknya bayi tidak perlu memakai bedong lagi?
Sebab, di usia 2 bulan ke atas tampaknya manfaat membedong bayi ini sudah tidak bisa didapatkan lagi oleh bayi.
Bayi juga tidak perlu dibedong lagi ketika bayi sudah mulai bisa berguling. Biasanya, bayi sudah bisa berguling mulai usia 4—6 bulan.
Namun karena perkembangan bayi yang berbeda-beda, mungkin juga ada bayi yang sudah bisa berguling sebelum bayi berusia 4 bulan.
Selain penentuan usia bayi yang disarankan, orangtua juga bisa memperhatikan beberapa tanda ketika bayi ingin bedongan dilepaskan.
Berikut tanda-tanda bayi tidak perlu lagi memakai bedong.
- Bayi sering terbangun pada malam hari seolah-olah mencari posisi nyaman untuk bayi tidur.
- Bila bedongan hanya dibatasi dari bagian dada hingga kaki, dan bayi sudah mulai bergerak-gerak untuk menggulingkan badannya.
- Bedongan yang hanya membungkus bagian dada sampai kaki mungkin bisa terlepas sebab bayi terus bergerak.
Tanda-tanda berikut adalah transisi perkembangan pergerakan bayi untuk posisi berguling juga sebagai tanda bahwa orangtua harus berhenti membedongnya.
Wakakids Bedong Bayi Instan
Shopee.co.id
Terakhir, ada bedong instan dari Wakakids. Bedong yang satu ini bisa menjadi pilihan mama jika ingin memiliki bedong instan tanpa ritsleting.
Bedong ini memiliki desain wrap dengan perekat yang simpel dan praktis saat digunakan. Selain itu, bedong ini juga terbuat dari bahan cotton, sehingga nyaman dan lembut untuk si Kecil.
Bedong ini dijual dalam satu set yang terdiri dari 2 bedong instan dengan berbagai pilihan warna dan motif. Mama bisa membeli bedong ini di e-commerce atau toko perlengkapan bayi dengan harga mulai dari Rp 64.900.
Itulah tadi rekomendasi bedong instan untuk bayi. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki masing-masing merek, Mama bisa menentukan bedong instan yang paling sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Semoga bisa membantu, ya, Ma!
Baca juga:
Tags: jahit cara