... 7 Langkah Mudah: Panduan Menjahit Celana Panjang untuk Pemula

Langkah-langkah Mudah untuk Menjahit Celana Panjang - Panduan DIY yang Indah

CARA MENJAHIT BAN PADA PINGGANG

CARA MENJAHIT BAN PADA PINGGANG

CARA MENJAHIT BAN PADA PINGGANG,- Halo kembali lagi bersama saya kali ini syaa akan menjelaskan menganai cara memasang ban pada pinggang. Ban pinggang adalah salah satu komponen pakaian yang terdapat pada rok maupun celana panjang, juga bisa di artikan Ban pinggang adalah salah satu komponen busana yang menjepit garis pinggang suatu pakaian sehingga terlihat rapih dan enak dipakai. Pemasangan ban pinggang ada 2 macam menurut bentuk dan menggunakan kain pengeras. Lebar ban pinggang umumnya adalah selesai antara 3 – 4 cm.

fungsinya adalah untuk mengapit garis pinggang sehingga rok atau celana terkesan lebih rapi dan nyaman ketika dikenakan.Meski pada umumnya ban pinggang dibuat dari bahan kain yang sama dengan bahan utama, namun beberapa wanita lebih suka menambahkan aplikasi lain berupa pita atau kain yang berwarna kontras sebagai pemanisnya.

Dan inilah caranya untuk memasang ban pada pinggang : Sebelum memasangnya pastikan hal ini terlebih dahulu.
  1. Potong bahan dengan lebar 8 cm, panjang setengah lingkar pinggang di bagi dua, bagian sebelah kiri di tambah 4 cm, sisi yang lain di tambah 2 cm.
  2. Potong kain keras dengan panjang lingkar pinggang di bagi dua, salah satu sisi di tambah 3 cm.
  3. Sterika kain keras pada bahan.

1. Pertama-tama potong kain sesuai ukuran lingkar pinggang. Kemudian lipat potongan ban pinggang tepat pada bagian tengahnya dengan posisi bagian baik keduanya saling berhadapan sehingga diperoleh dua bagian sama besar. Jahit lurus salah satu ujungnya dan jahit tegak lurus ujung lainnya.

Menjahit Celana

Langkah berikutnya adalah menggabungkan bagian depan dan belakang celana. Letakkan kedua bagian tersebut dengan sisi dalam menghadap ke luar dan sejajarkan tepi-tepinya. Gunakan jarum pentul untuk menahan kedua bagian pada tempatnya. Mulailah menjahit dari pinggang bagian atas hingga ke bagian bawah celana, pastikan semua garis jahitan lurus dan rapi. Periksa kembali setiap jahitan untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewat atau jahitan yang tidak kuat.

Pemilihan kain yang tepat adalah langkah awal yang krusial dalam proses pembuatan celana panjang wanita. Salah satu jenis kain yang sangat direkomendasikan adalah kain drill, terutama jenis japan drill. Kain drill memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya unggul dibandingkan dengan jenis kain lainnya. Salah satu keunggulan utama dari kain drill adalah kekuatannya. Kain ini dikenal tahan lama dan tidak mudah robek, sehingga sangat cocok untuk pembuatan celana yang sering digunakan, seperti celana kerja.

Selain kekuatannya, kain drill juga mudah untuk dijahit. Struktur serat kain yang rapi dan padat memudahkan proses pemotongan dan penjahitan, sehingga hasil jahitan lebih rapi dan profesional. Kain drill juga tidak mudah kusut, yang merupakan keuntungan tambahan bagi para pengguna yang menginginkan celana yang praktis dan mudah perawatannya.

Varian warna yang tersedia pada kain drill juga sangat beragam. Ini memungkinkan para pembuat celana untuk lebih kreatif dalam pemilihan warna, sehingga celana yang dihasilkan dapat lebih sesuai dengan tren fashion terkini. Mulai dari warna-warna netral seperti hitam, putih, dan abu-abu, hingga warna-warna cerah seperti merah, biru, dan hijau, semua dapat ditemukan pada kain drill.

Namun, penting untuk memastikan bahwa kain drill yang dipilih adalah kain dengan kualitas terbaik. Kain drill berkualitas tinggi akan memberikan hasil jahitan yang lebih maksimal dan tahan lama. Selain itu, kain drill berkualitas juga lebih nyaman saat dikenakan, karena biasanya memiliki tekstur yang lebih halus dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit.

Rumus Menghitung Kebutuhan Konsumsi Benang

Untuk menentukan konsumsi benang ada rumus standar. Dalam rumus tersebut kamu akan mendapatkan faktor pengali sesuai dengan jenis mesin dan kelas jahitan. Untuk menentukan konsumsi benang, Kamu hanya perlu mengalikan panjang jahitan dengan faktor tersebut. Dengan demikian, seseorang dapat memperkirakan total kebutuhan benang untuk membuat pakaian.

Berikut adalah 2 metode perhitungan konsumsi benang yang dipakai oleh suplier benang, Coats!

Metode Pertama

Metode pertama adalah dengan mengukur jumlah aktual benang yang dikonsumsi dalam panjang tertentu pada sebuah jahitan. Menghitung kebutuhan benang yang dipakai dengan metoda penirasan benang pada panjang tertentu, seam dan stitch yang ditentukan (s) kemudian dikalikan dengan panjang jahitan (p) kemudian tambahkan dengan allowance sebesar 15%

Total Konsumsi Benang = s (cm) x p (cm) + 15% Allowance

Metode Kedua

Metode yang kedua adalah dengan menggunakan rasio konsumsi kebutuhan benang yang dikalikan dengan panjang jahitan yang dipakai.

Total Konsumsi Benang (cm)= (Panjang Jahitan (cm) x Rasio) x % benang

Kamu bisa lihat rasio kebutuhan benang dengan metode Coats melalui tabel berikut:

Kelas
Stitch
Jenis MesinTotal
Pemakaian
Benang
(cm)
% Benang
Jarum
% Benang
Looper atau
Benang
bawah
301Lockstich2,550%50%
101Chainstitch4,0100%
4012 Thread Chainstitch5,525%75%
304Zig-Zag Lockstitch7,050%50%
5032 Thread Overlock12,055%45%
5043 Thread Overlock14,020%80%
5124 Thread Safety stitch18,025%75%
5165 Thread Safety stitch20,020%80%
4063 Thread Covering
stitch
18,030%70%
6024 Thread Covering
stitch
25,020%80%
6055 Thread Covering
stitch
28,030%70%

Tags: jahit cara

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia