"Belajar Jahit Gorden - Tips dan Trik untuk Pemula!"
Bagaimana Cara Jahit Gorden Jendela yang Benar?
Pilih jenis kain gorden
Tak hanya itu saja, jenis kain yang tepat juga akan membuat ruangan menjadi lebih cantik. Jadi, pilihlah dengan tepat jenis kain gorden agar hasilnya maksimal.
Siapkan bahan-bahan yang diperlukan
Jika ingin membuat sebuah gorden, maka hal yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan segala bahannya. Misalnya:
- Kain gorden
- Benang jahit untuk gorden
- Jarum pentol
- Meteran
- Gunting
- Setrika
- Jarum jahit
Jika bahan-bahan tersebut sudah lengkap, maka Anda sudah bisa melakukan langkah selanjutnya untuk membuat gorden.
Ukur panjang dan lebar jendela
Lakukan pengukuran dengan menggunakan meteran panjang. Jika Anda menginginkan gorden jatuh, maka ukur juga seberapa panjang jatuhnya. Yang terpenting, tambahkan sekitar 20 cm untuk panjang dan lebarnya. Hal ini bertujuan agar hasil akhir gorden tidak menyusut.
Mulai menjahit
Cara jahit gorden jendela tanpa mesin jahit cukuplah mudah. Langkah pertama adalah melipat setiap tepi kain ke arah dalam, dan lipatan ini harus dilakukan dua kali. Hal ini bertujuan agar benang tidak mudah lepas. Jika sudah dilipat, langsung setrika dengan suhu tinggi.
Apabila sudah disetrika, pasangkan jarum pentol di setiap lipatan dan mulailah menjahit. Menariknya adalah cara menjahit gorden ini adalah secara manual, yakni menggunakan jahit tangan. Lakukanlah jahitan sederhana di bagian lipatan. Jika sudah terjahit, lepaskan jarum pentol.
Agar benang semakin kuat, Anda perlu mengulangi penjahitan ini sebanyak 3 sampai 5 kali. Dengan ini maka gorden Anda akan semakin awet nantinya.
Rapikan
Jika semua bagian sudah dijahit, maka rapikan dengan cara memotong sisa kain dan benang yang ada. Apabila ada bagian yang tidak terjahit, maka segera jahit kembali agar gorden bisa dipakai.
3 Cara Menghitung Kebutuhan Gorden : Bahan & Biaya
Cara Menghitung Kebutuhan Gorden – Biasanya, ketika membeli gorden atau tirai, pemilik rumah mempercayakan semua perhitungannya langsung kepar pada para penjual. Padahal tidak ada salahnya sebagai penghuni kalian memiliki hak untuk mengetahui ukuran, kebutuhan bahan hingga biaya pemasangan gorden di rumah.
Salah satu tujuan mengetahui semua hal-hal tersebut diantaranya yaitu seperti untuk meminimalkan kemungkinan tertipu oleh penjual nakal. Pasalnya, terdapat cukup banyak kasus dari beberapa orang yang tertipu oleh penjual gorden ketika kebutuhan kain sebenarnya hanya 3 meter, namun mereka memasukkan harga untuk 4 meter.
Selain itu, kemungkinan lainnya yang juga harus diperhatikan yaitu perhitungan penjual meleset sehingga gorden tampak kekecilan apabila sudah dipasangkan. Maka dari itu, sebagai langkah ataupun upaya untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, ada baiknya kalian cari tahu bagaimana tata cara menghitung total kebutuhan materialnya.
Secara garis besarnya, langkah-langkah menghitung keperluan kain gorden terbilang cukup mudah, asalkan mengetahui tahapan-tahapannya. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara lengkap mengenai cara menghitung kebutuhan gorden untuk semua jenis, entah itu dari segi bahan hingga biayanya.
Tips Menghitung Kebutuhan Gorden
1. Mengukur Panjang dan Lebar Jendela
2. Menambahkan Ukurannya
Baca Juga : √ Harga Borongan Plitur Kayu Terbaru: Tenaga & Material3. Menentukan Ukuran Kain Gorden
Perlu diperhatikan bahwa langkah-langkah perhitungan kebutuhan gorden berbeda secara signifikan dengan cara menghitung kebutuhan wallpaper dinding. Ini karena kalian harus secara detail mengukur panjang dan lebar jendela rumah terlebih dahulu untuk dapat menentukan jumlah bahan yang diperlukan.
Sebagai contoh, kalian memiliki jendela dengan panjang 1.2 meter dan lebar 0.4 meter. Untuk jendela tersebut, kalian ingin memasang gorden dengan perbandingan atau koefisien bahan 1:2. Berikut adalah tata cara lengkap menghitung kebutuhan gorden:
Diberikan informasi sebagai berikut:
- Panjang jendela: 1.2 meter.
- Lebar jendela: 0.4 meter.
- Koefisien bahan: 2.
Berikut adalah perhitungan kebutuhan kain gorden:
Lebar Total Jendela:
- Lebar total jendela adalah lebar jendela ditambah margin 0.2 meter.
- Lebar total jendela = 0.4 meter + 0.2 meter = 0.6 meter.
Panjang Total Jendela:
- Panjang total jendela adalah panjang jendela ditambah margin 0.1 meter di atas dan 0.2 meter di bawah.
- Panjang total jendela = 1.2 meter + 0.1 meter + 0.2 meter = 1.5 meter.
Kebutuhan Kain Gorden:
Kebutuhan kain gorden dapat dihitung dengan rumus berikut:
- Kebutuhan = ((Lebar total jendela x Koefisien Bahan) x (Panjang total jendela)) ÷ Lebar kain.
- Kebutuhan = ((0.6 meter x 2) x 1.5 meter) ÷ 1.5.
- Kebutuhan = (1.2 meter x 1.5 meter) ÷ 1.5 = 1.2 meter.
Jadi, berdasarkan perhitungan ini, kalian membutuhkan sekitar 1.2 meter kain gorden untuk menutupi jendela dengan panjang 1.2 meter, lebar 0.4 meter, dan menggunakan koefisien bahan 2.
Tips Menyesuaikan Mesin Jahit Agar Gorden Lebih Berkualitas
Ingin tahu bagaimana cara membuat gorden dengan kualitas yang baik? Yang perlu dipahami adalah cara mengatur atau menyesuaikan mesin jahit, selain juga memahami teknologi menjahit. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Pertama adalah dengan mengatur ketegangan benangnya dan memilih jarum yang tepat. Kualitas jahitan pun sangat dipengaruhi dengan kualitas benang.
- Untuk membuat sebuah jahitan yang jahitannya kasat mata, panjang jahitan harus diaplikasikan menyesuaikan dengan ketegangan benang dan tegangan tekanan kaki. Hal tersebut juga harus diterapkan agar kain tidak tarik-menarik dengan garis secara bersama-sama.
Ketinggian gigi pada rak juga harus diatur agar tirai tidak berkumpul kala material bergerak. Apabila salah satu langkah tersebut tidak dilakukan dengan baik, maka bahan akan tarik-menarik dengan jahitan secara bersama-sama. Kemudian tidak memungkinkan bagi Anda untuk menyetrika kain tersebut menggunakan besi jenis apa pun. - Terkadang sebagian besar penjahit melakukan teknik dengan menarik tepi dari gorden ketika melakukan proses menjahit. Ternyata hal tersebut tidak perlu dilakukan oleh seorang penjahit, karena jarum bisa patah dan tepi gorden bisa meregang.
- Hal lain yang harus dipahami adalah ternyata sebagian besar kain yang digunakan untuk membuat gorden tidak bisa dijahit berulang kali. Hal tersebut terjadi karena tusukan jarum bekas jahitan yang lama masih tetap membekas. Yang harus dilakukan adalah menggunakan sepotong bahan dengan ukuran yang kecil. Lalu pelajari cara menjahit kain tersebut menggunakan mesin jahit.
About The Author
Raja Gorden
Menjual berbagai macam gorden secara online, dari gorden minimalis, mewah klasik, rumah sakit, kamar anak, sampai gorden untuk kantor seperti vertical blinds, wood blinds hingga roller blinds dengan bahan blackout. Melayani jasa pemasangan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Bekasi sekitarnya.
Jenis Kain Untuk Menjahit Gorden
Kain Blackout adalah tipe kain yang bermanfaat untuk mencegah masuknya sinar matahari ke dalam ruangan. Kain ini memiliki karakteristik mudah dibersihkan, lembut dan halus. Kain ini juga bisa dibentuk menjadi beberapa macam gorden yang berfungsi untuk dekorasi ruang tamu dan juga kamar.
Jenis gorden ini adalah pilihan yang tepat untuk diaplikasikan di ruangan kerja, ruang keluarga atau ruang baca. Terbuat dari kain semi blackout, gorden ini memiliki fungsi untuk mencegah cahaya matahari masuk ke dalam ruangan hingga 80%. Pada umumnya kain ini memiliki beragam pola menarik dan unik walaupun biasanya terdiri dari warna polos.
Jenis kain tekstil ini memiliki manfaat untuk mencegah cahaya matahari untuk masuk ke dalam ruangan hingga 90%. Dengan itu, benda-benda yang sangat dekat dengan kain ini hanya akan tampak bayangan.
Kain yang tampak elegan ini biasanya diaplikasikan untuk menciptakan gorden tipe roller blind yang bisa melebar ke bawah atau bisa digulung ke atas.
Kain satin akan menghadirkan sebuah tampilan yang mewah di dalam ruangan. Kain yang mengkilap apabila dilihat dari kejauhan dan terdiri dari permukaan yang lembut memiliki pilihan motif dan warna yang beragam. Ketika diaplikasikan sebagai penutup jendela pun terlihat sangat elegan karena jalinan benang yang cukup rapat.
Kain lace bermanfaat untuk membuat tampilan gorden atau vitrase menjadi cantik dan indah ketika dipasang di kamar atau ruang tamu. Kain lace yang biasanya diaplikasikan untuk membuat pakaian, biasanya juga digunakan pada bagian tengah atau vitrase gorden agar cahaya matahari bisa masuk ke dalam sebuah ruangan ketika dibutuhkan.
Kain ini memiliki tekstur yang halus dan lembut. Jenis bahan gorden ini tidak gampang robek dan lebih kuat karena adanya serat kain yang tersusun rapat.
Kain sutra memiliki tekstur yang lembut dan mulus. Namun kain ini tidak licin dan menjadi pilihan tepat untuk bahan gorden yang memiliki konsep khusus untuk menghadirkan kesan mewah dan lembut pada sebuah ruangan.
Tags: jahit cara gorden