Langkah-langkah Memjahit Hijab Syar'i Sendiri - Panduan DIY untuk Pekerjaan Jahit yang Indah
Tutorial hijab organza yang cocok untuk kondangan atau wisuda
Hijab organza cocok sekali diandalkan untuk kamu menghadiri acara spesial seperti lamaran, kondangan hingga wisuda. Bahan organza memiliki tekstur yang mengilap dan siap membuat tampilan menjadi lebih mewah. Karena bahan ini transparan sebaiknya kamu kenakan dalaman agar bagian rambut tak menerawang, pilihlah dalaman dengan warna senada yang modis.
Bahan hijab yang satu ini sangat bervolume, namun kamu tak perlu khawatir, ketika hijab ini sudah dikenakan akan terlihat menarik dan mudah diatur. Langsung simak saja tutorial hijab segi empat bahan organza dan cara pemakaiannya, yuk!
1. Buat hijab menjadi bentuk segitiga dan rekatkan dengan jarum pentul atau peniti
2. Rapikan hijab dan bingkai hijab sesuai dengan yang kamu inginkan
3. Tarik kedua sisi hijab secara silang ke arah belakang
4. Ikatkan simpul hijab
5. Tarik simpul hijab hingga kencang dan rapi
6. Selesai, hijab sudah siap membuat tampilan kondangan menjadi lebih mewah
Jenis Hijab Syar’i
Jenis hijab terbagi dalam beberapa kategori. Berikut menurut modelnya.
1. Hijab Sederhana
Hijab ini memiliki ukuran yang pendek, setara dengan bahu wanita. Selain itu, hijab ini memiliki banyak varian. Jenis ini juga paling sering dipakai dan trendi. Sekitar 70% wanita Indonesia menggunakan hijab sederhana.
2. Hijab Modis
Dari namanya, model hijab ini pasti memiliki lebih dari satu gaya. Selain itu, sering dipakai oleh siapa saja dan dari kalangan mana saja. Harganya pun terjangkau, kamu dapat menemukan hijab model ini mulai dari harga Rp50.000 hingga ratusan ribu rupiah.
3. Hijab Konservatif
Hijab yang satu ini tipenya lebar dan menutupi seluruh tubuh bagian atas. Biasanya hijab ini didominasi warna putih, cokelat, dan hitam. Banyak orang menjuluki hijab ini sebagai bentuk hijab syar’i. Sekitar 10% perempuan Indonesia menggunakan hijab tersebut.
Tak hanya itu, kamu juga perlu mengetahui jenis hijab berdasarkan dari bahannya.
Daftar Model Hijab Syar’i Terbaru
1. Hijab Instan Syar’i
Kerudung instan syari adalah salah satu kategori yang diklasifikasikan berdasarkan model dan bentuknya. Dapat dibilang, hijab instan ini dapat langsung dipakai.
Kelebihan dari hijab instan syari yakni kamu tidak memerlukan waktu lama, untuk memakainya lantaran mudah dan cepat.
Namun jilbab ini tidak dapat dikreasikan dengan berbagai hijab syari lainnya, karena modelnya yang sudah jadi dan tinggal dipakai. Untuk cara penyimpanannya, kamu bisa menggantung hijab instan ini agar tidak tertumpuk dengan jilbab lain dan tidak akan membuatnya kusut.
2. Hijab Pashmina Syar’i
Untuk hijab syar’i yang satu ini dapat dilihat dari bentuknya, yaitu berbentuk persegi panjang atau yang biasa disebut pasmina. Namun, jilbab pashmina syari ini memiliki ukuran yang lebih besar dibanding pasmina biasa. Hal ini memiliki tujuan agar dapat menutup bagian dada dengan sempurna.
Salah satu kelebihan dari hijab pasmina ini adalah kamu bisa memadupadankan beberapa model jilbab syari sesuai keinginan. Tidak seperti kerudung instan syari yang hanya dengan mudah dan cepat digunakan, kerudung pashmina membutuhkan waktu sedikit lebih lama dan kreativitas kamu dalam membuatnya.
Untuk memudahkan kamu menyimpannya, gantungkan kerudung pada hanger jilbab atau bisa juga dilipat dan diletakkan dengan kerudung pashmina lainnya.
3. Jilbab Segi Empat Syar’i
Masih membahas macam hijab syar’i yang diklasifikasi berdasarkan bentuk dan modelnya. Jilbab yang satu ini mempunyai bentuk segi empat dan ukurannya lebih besar dibanding kerudung segi empat lainnya, karena tergolong dalam kategori hijab syar’i.
Hampir sama dengan pashmina, kerudung segi empat ini juga mempunyai kelebihan yakni mudah dikreasikan ke dalam berbagai jilbab syari. Namun, waktu yang diperlukan tentu lebih lama dibanding saat menggunakan kerudung instan.
Apa Itu Hijab atau Jilbab?
Hijab sendiri adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab dengan makna atau arti “penutup”. Bergantung pada desain dan juga tujuan pemakaiannya, hijab wanita yang ada di pasaran saat ini diproduksi dengan berbagai macam model, warna, dan juga motif yang berbeda-beda.
Nah, untuk kamu yang saat ini ingin memulai bisnis hijab sendiri namun masih bingung harus mulai dari mana, maka silakan simak ulasan lengkap di bawah ini sebagai bahan pertimbanganmu dalam berbisnis.
1. Riset Pasar Terdahulu
Cara Memulai Bisnis Jilbab Produksi Sendiri yang pertama adalah melakukan riset pasar. Riset pasar ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa model hijab kekinian yang sedang banyak dicari oleh konsumen. Gunakan juga jenis kain yang cocok untuk hijab dan juga cara promosi hijab yang sedang populer dengan strategi bisnis masa kini.
Di pasar sendiri, pilihan model atau bentuk hijab sebenarnya tidak terlalu banyak berubah, namun yang menentukan kualitas adalah bahannya itu sendiri. Penggunaan jenis kain akan sering berubah untuk menyesuaikan zaman, jadi, kamu perlu update tentang bahan kain yang sedang trend saat ini.
Perlu diketahui, bahan hijab yang baik adalah kain yang memiliki serat kecil sehingga sangat mudah untuk diatut. Lalu bahan kain yang tidak mudah kusut juga bisa menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan saat ingin memilih bahan kain untuk hijab. Jadi, jangan sampai salah yah.
2. Pilih Nama Brand
Cara memulai bisnis jilbab produksi sendiri selanjutnya adalah dengan menyiapkan nama brand yang unik dan juga mudah diingat. Pastikan nama brand tersebut tidak pernah terdaftar sebelumnya. Lalu, untuk emningkatkan brand awareness, tampilkan nama brand hijab di media social, label produk, dan juga packagingnya.
3. Siapkan Modal Usaha
Cara Memulai Bisnis Jilbab Produksi Sendiri selanjutnya silakan siapkan modal untuk memulai bisnis hijab kekinian. Jika kamu ingin membuat brand hijab sendiri namun maih terkendala modal, maka kamu bisa memulainya dari bisnis dengan skala kecil atau meminjam modal bisa dijadikan bahan pertimbangan.
Tutorial Memakai Hijab Syar’i
1. Gunakan Pashmina
Untuk cara pertama, kamu dapat menggunakan pashmina pada area kepala dengan satu sisi lebih pendek dibandingkan sisi lainnya. Selain itu, pilihlah pashmina yang berbahan ringan dan mudah jatuh. Misalnya bahan sifon polos atau ceruti.
Salah satu tips yang dapat kamu ikuti saat memakai kerudung syar’i adalah kenakan ciput berbahan kaos atau bahan rajut. Hal ini bertujuan agar tidak licin. Bahan tersebut akan membuat hijab yang lebih menempel dan tidak mudah bergerak.
2. Merekatkan Hijab
Langkah selanjutnya adalah merekatkan kerudung di bawah dagu. Lipat kerudung di bagian rahang, kemudian satukan di bawah dagu dan lekatkan dengan peniti atau jarum pentul.
Selain itu, lipatan hijab dapat mempengaruhi ilusi penampilan bentuk wajah kamu. Bagi kamu yang memiliki wajah berbentuk lonjong, kamu bisa lipat hijab di tulang pipi. Jika bentuk wajah kamu bulat, lipat kerudung di bawah tulang rahang.
3. Ambil Sisi Pendek, Kemudian Letakkan ke Belakang
Selanjutnya, tarik ke belakang untuk bagian yang lebih pendek. Lalu rapikan hingga kerudung, agar tidak terkesan menggelembung di bagian leher.
4. Tarik Sisi Panjang ke Bagian Belakang
Langkah keempat yakni ambil sisi kerudung yang panjang ke arah yang berseberangan. Tarik ke belakang secara rapi, lalu sematkan jarum pentul di bagian belakang dengan rapi.
5. Rapikan Hijab
Bagian selanjutnya, adalah bagian paling penting, yakni merapikan kerudung. Uraikan hijab di bagian depan hingga menutupi dada. Kemudian rapikan bagian leher agar tidak terkesan menumpuk.
Dengan merapikan hijab syari atau pun hijab syar’i instan, merupakan satu hal yang dapat membuat kamu makin percaya diri. Kamu bisa juga memadukannya dengan gamis warna dan motif terbaru. Selain itu, kamu juga bisa mix and match dengan produk kerudung syari jenis khimar dan bergo. Brand dan harganya pun terjangkau.
Tags: jahit cara sendiri