Langkah-langkah Mudah dalam Menjahit Jala Ikan untuk Pemula
Alat tangkap jaring ikan
Di bawah ini adalah macam-macam alat tangkap jaring yang terbuat dari nylon dan polyethilene yang sering beroperasi.
Jaring insang hanyut
Disebut sebagai jaring insang hanyut karena memiliki banyak pelampung untuk membuatnya mengapung di permukaan air.
Penggunaan jaring insang hanyut oleh nelayan pada umumnya berukuran panjang 32 m dan lebar 2 m.
Kemudian, nelayan akan melakukan pemeriksaan dan mengambil ikan yang terjerat pada jaring (hauling).
Jaring insang permukaan
Jenis alat tangkap ini sering beroperasi untuk menangkap kelompok ikan yang melakukan imigrasi secara horisontal dan vertikal.
Ikan dengan ukuran lebih besar dari mata jaring akan tersangkut ketika melewati lokasi perairan yang terdapat jaring.
Jaring insang dasar
Untuk menangkap ikan demersal nelayan sering mengoperasikan salah satu jaring khusus di dasar perairan, yakni jaring insang dasar.
Penggunaan jaring insang dasar terbilang cukup efektif dengan cara kerja seperti jaring insang permukaan.
Jaring lingkar
Pukat cincin adalah alat penangkapan ikan yang termasuk dalam kelompok jaring lingkar (surrounding nets).
Penggunaan jaring lingkar sangat efektif untuk menangkap gerombolan ikan pelagis kecil di sekitar permukaan air. Karena metode penangkapannya terbilang paling agresif.
Secara umum terdapat dua tipe pukat cincin yang berkembang di Indonesia, yaitu pukat cincin tipe Amerika dan tipe Jepang.
Perbedaan kedua tipe tersebut berada pada posisi terbentuknya kantong. Untuk pukat cincin tipe Amerika posisi terbentuknya kantong di bagian pinggir. Sedangkan tipe Jepang di bagian tengah.
Pengoperasian pukat cincin seperti namanya. Nelayan akan mengepung gerombolan ikan dengan bentuk cincin atau melingkar menggunakan pukat.
Efektivitas pengoperasian pukat cincin ditentukan oleh beberapa faktor seperti:
- Kecepatan jaring untuk membentuk lingkarang,
- Kecepatan jaring untuk tenggelam dan segera membentuk dinding guna menahan gerak kelompok ikan dan,
- Cepat atau lambatnya menarik tali kolor (purse line) untuk menahan larinya ikan ke arah vertikal (bagian bawah jaring).
Arad
Alat tangkap jaring ikan selanjutnya yang termasuk dalam klasifikasi pukat hela dasar berpapan (bottom otterboat trawl) adalah arad.
Arad adalah alat tangkap berbentuk kerucut yang tertutup kearah ujung kantong dan melebar ke arah depan dengan adanya sayap.
Nelayan arad merasa sangat puas dengan kekuatan alat tangkap ini yang jaringnya terbuat dari polyethilene (PE).
Selain itu hasil tangkapan juga maksimal dan menguntungkan dalam satu kali pengoperasian dengan cara ditarik oleh perahu berkecepatan rendah.
Pukat payang
Jenis alat tangkap jaring lainnya untuk menangkap ikan adalah pukat payang. Pukat payang termasuk dalam pukat tarik, yaitu kelompok alat penangkapan ikan berkantong (cod-end) tanpa alat pembuka mulut jaring.
Jaring Ikan Modern
Jala untuk menangkap ikan dibuat dari tali atau benang tipis yang dirajut sedemikian rupa sehingga membentuk satu lembaran jaring yang dapat menampung ikan. Dahulu kala, jala dibuat dari tali dengan bahan organik seperti sutra atau wol. Dewasa ini, jala banyak dibuat menggunakan tali tambang dari bahan sintetis seperti tali nilon. Tali nilon dipilih menjadi salah satu bahan untuk membuat jala karena tali yang satu ini memiliki kekuatan yang cukup baik untuk dapat menarik ikan dalam jumlah banyak. Selain itu tali nilon juga mudah dirawat dan awet digunakan.
Sesuai namanya, jaring yang satu ini digunakan dengan cara dilempar. Kemudian jala akan tenggelam ke dalam air, lalu ikan dapat terjaring saat jala diangkat. Jaring lempar biasanya memiliki diameter hingga 4 meter.
Jaring lingkar digunakan dengan cara mengelilingi (melingkari) gerombolan ikan yang hendak ditangkap, dengan demikian ikan terperangkap di dalam jaring dan tidak bisa ke mana-mana. Jaring ini berbentuk empat persegi panjang dilengkapi pelampung dan pemberat. Biasanya digunakan untuk menangkap ikan tongkol, ikan kembung, ikan pelagis, dll.
Yaitu sebuah jaring besar dan panjang, dengan pelampung di bagian atas dan pemberat di bagian bawah. Sistem kerjanya adalah dengan meletakkan pukat di dalam air sehingga membentuk semacam dinding jaring yang akan membuat ikan terjerat. Jaring jenis ini cocok di sungai dengan arus yang cukup tinggi, sehingga ikan akan sulit untuk melarikan diri dari jerat. Walaupun ada juga yang menggunakan teknik ini di pantai untuk menangkap ikan yang terbawa arus ke pinggir pantai.
Bentuknya seperti kelambu. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan jaring ini ke bawah air, kemudian mengangkatnya secara vertikal. Dipasang lampu atau umpan supaya ikan tertarik mendekat. Jaring angkut bisa digunakan dari perahu atau bangunan tetap, atau bahkan langsung dengan tangan manusia.
Perahu kecil
Nelayan tradisional biasanya menggunakan perahu kecil yang mengandalkan tenaga kayuh ataupun angin laut, tanpa bantuan motor. Contohnya adalah sampan, kano, dan kapal tanpa motor lainnya. Baca juga: Akibat Buruk Mengambil Ikan Menggunakan Pukat Harimau dan Bom Ikan
ANTARA FOTO/Ekho Ardiyanto/ed/nz/15 Seorang nelayan suku Bajo menaikkan Bubu ke atas perahu di perairan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu (23/5). Bubu atau perangkap ikan terbuat dari kawat ini adalah alat tangkap yang ramah lingkungan digunakan nelayan tradisional Bajo
Bubu adalah alat penangkap ikan tradisional yang terbuat dari rotan, bambu, maupun kayu. Bubu biasanya berbentuk seperti corong yang dapat memerangkap ikan jika masuk ke dalamnya.
Bubu disimpan di aliran sungai ataupun laut dangkal dan didiamkan selama satu hari untuk menunggu ikan terperangkap. Dilansir dari Food and Agriculture Organization of The United Nations, tangkapan yang dihasilkan bubu relatif sedikit, sehingga biasanya yang ditangkap adalah hewan dengan nilai ekonomi tinggi seperti lobster, udang, udang karang, kepiting, ikan kakap, gurita, dan sotong.
Alat yang Digunakan Nelayan Tradisional untuk Menangkap Ikan
KOMPAS.com – Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki sumber daya laut melimpah. Kekayaan lautnya, membuat masyarakat Indonesia banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Nelayan tradisional adalah nelayan yang menangkap ikan dengan peralatan tradisional yang dilakukan secara turun-temurun. Apa yang digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan? Nelayan tradisional menangkap ikan dengan menggunakan perahu kecil, jaring kecil, bubu, alat pancing, tombak, dan rawai. Berikut penjelasannya:
Tags: jahit cara