Langkah-langkah Mudah dalam Menjahit Jala Ikan untuk Pemula
Perahu kecil
Nelayan tradisional biasanya menggunakan perahu kecil yang mengandalkan tenaga kayuh ataupun angin laut, tanpa bantuan motor. Contohnya adalah sampan, kano, dan kapal tanpa motor lainnya. Baca juga: Akibat Buruk Mengambil Ikan Menggunakan Pukat Harimau dan Bom Ikan
ANTARA FOTO/Ekho Ardiyanto/ed/nz/15 Seorang nelayan suku Bajo menaikkan Bubu ke atas perahu di perairan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu (23/5). Bubu atau perangkap ikan terbuat dari kawat ini adalah alat tangkap yang ramah lingkungan digunakan nelayan tradisional Bajo
Bubu adalah alat penangkap ikan tradisional yang terbuat dari rotan, bambu, maupun kayu. Bubu biasanya berbentuk seperti corong yang dapat memerangkap ikan jika masuk ke dalamnya.
Bubu disimpan di aliran sungai ataupun laut dangkal dan didiamkan selama satu hari untuk menunggu ikan terperangkap. Dilansir dari Food and Agriculture Organization of The United Nations, tangkapan yang dihasilkan bubu relatif sedikit, sehingga biasanya yang ditangkap adalah hewan dengan nilai ekonomi tinggi seperti lobster, udang, udang karang, kepiting, ikan kakap, gurita, dan sotong.
10 Alat Tangkap Ikan Jaring Nelayan
Ada banyak macam alat tangkap ikan yang digunakan oleh nelayan, seperti jaring lingkar, dogol, dan pukat dasar. Untuk alat tangkap jaring nelayan lainnya yang terbuat dari nylon maupun polyethilene (PE) simak di bawah ini, ya.
Jaring adalah alat untuk menangkap ikan yang sifatnya aktif dan efektif dalam mendapatkan hasil. Namun, tidak semua alat tangkap jaring tergolong ramah lingkungan saat dioperasikan.
Dinilai efektif dalam pengoperasiannya jaring adalah alat yang menurut nelayan sangat awet, karena terbuat dari nylon maupun polyethilene.
Penggunaan dua jenis bahan yang akrab bagi kita tersebut memiliki keunggulannya masing-masing.
Nylon merupakan istilah terhadap poliamida yang memiliki sifat dapat dibentuk serat, film, dan plastik.
Struktur nylon ditunjukkan oleh gugus amida yang berkaitan dengan unit hidrokarbon ulangan yang panjangnya berbeda-beda dalam suatu polimer.
Oleh karena itu, nylon yang terbuat dari gugus amida dalam suatu polimer banyak termanfaatkan untuk keperluan industri, karena memiliki keunggulan seperti:
- Bersifat keras, berwarna cream, sedikit tembus cahaya,
- Tahan terhadap solvent organik seerti alkohol, eter, aseton, maupun benzene,
- Tidak terpengaruhi oleh waktu simpan yang lama pada suhu kamar,
- Berwarna bening saat di dalam perairan dan,
- Awet terhadap air laut yang asin.
Bahan yang tidak kalah unggul dari nylon adalah polyethilene (PE) yang akrab kita gunakan produknya sebagai kantong plastik. Hingga keperluan industri pembuatan jaring nelayan pun terbuat dari bahan PE.
Polietilena adalah polimer yang terdiri dari rantai panjang monomer etilena (IUPAC: etena) dengan beberapa keunggulannya seperti:
- Penampakannya bervariasi dari transparan, berminyak sampai keruh (translusid),
- Fleksible sehingga mudah dibentuk dan mempunyai daya rentang yang tinggi,
- Tahan asam, basa, alkohol, deterjen dan bahan kimia dan,
- Kedap terhadap air, uap air dan gas.
Alat yang Digunakan Nelayan Tradisional untuk Menangkap Ikan
KOMPAS.com – Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki sumber daya laut melimpah. Kekayaan lautnya, membuat masyarakat Indonesia banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Nelayan tradisional adalah nelayan yang menangkap ikan dengan peralatan tradisional yang dilakukan secara turun-temurun. Apa yang digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan? Nelayan tradisional menangkap ikan dengan menggunakan perahu kecil, jaring kecil, bubu, alat pancing, tombak, dan rawai. Berikut penjelasannya:
Jaring lingkar
Pukat cincin adalah alat penangkapan ikan yang termasuk dalam kelompok jaring lingkar (surrounding nets).
Penggunaan jaring lingkar sangat efektif untuk menangkap gerombolan ikan pelagis kecil di sekitar permukaan air. Karena metode penangkapannya terbilang paling agresif.
Secara umum terdapat dua tipe pukat cincin yang berkembang di Indonesia, yaitu pukat cincin tipe Amerika dan tipe Jepang.
Perbedaan kedua tipe tersebut berada pada posisi terbentuknya kantong. Untuk pukat cincin tipe Amerika posisi terbentuknya kantong di bagian pinggir. Sedangkan tipe Jepang di bagian tengah.
Pengoperasian pukat cincin seperti namanya. Nelayan akan mengepung gerombolan ikan dengan bentuk cincin atau melingkar menggunakan pukat.
Efektivitas pengoperasian pukat cincin ditentukan oleh beberapa faktor seperti:
- Kecepatan jaring untuk membentuk lingkarang,
- Kecepatan jaring untuk tenggelam dan segera membentuk dinding guna menahan gerak kelompok ikan dan,
- Cepat atau lambatnya menarik tali kolor (purse line) untuk menahan larinya ikan ke arah vertikal (bagian bawah jaring).
Arad
Alat tangkap jaring ikan selanjutnya yang termasuk dalam klasifikasi pukat hela dasar berpapan (bottom otterboat trawl) adalah arad.
Arad adalah alat tangkap berbentuk kerucut yang tertutup kearah ujung kantong dan melebar ke arah depan dengan adanya sayap.
Nelayan arad merasa sangat puas dengan kekuatan alat tangkap ini yang jaringnya terbuat dari polyethilene (PE).
Selain itu hasil tangkapan juga maksimal dan menguntungkan dalam satu kali pengoperasian dengan cara ditarik oleh perahu berkecepatan rendah.
Pukat payang
Jenis alat tangkap jaring lainnya untuk menangkap ikan adalah pukat payang. Pukat payang termasuk dalam pukat tarik, yaitu kelompok alat penangkapan ikan berkantong (cod-end) tanpa alat pembuka mulut jaring.
Tags: jahit cara