... Panduan Lengkap: Cara Menjahit Jala Ikan Sendiri dengan Mudah

Langkah-langkah Mudah dalam Menjahit Jala Ikan untuk Pemula

Jaring lingkar

Pukat cincin adalah alat penangkapan ikan yang termasuk dalam kelompok jaring lingkar (surrounding nets).

Penggunaan jaring lingkar sangat efektif untuk menangkap gerombolan ikan pelagis kecil di sekitar permukaan air. Karena metode penangkapannya terbilang paling agresif.

Secara umum terdapat dua tipe pukat cincin yang berkembang di Indonesia, yaitu pukat cincin tipe Amerika dan tipe Jepang.

Perbedaan kedua tipe tersebut berada pada posisi terbentuknya kantong. Untuk pukat cincin tipe Amerika posisi terbentuknya kantong di bagian pinggir. Sedangkan tipe Jepang di bagian tengah.

Pengoperasian pukat cincin seperti namanya. Nelayan akan mengepung gerombolan ikan dengan bentuk cincin atau melingkar menggunakan pukat.

Efektivitas pengoperasian pukat cincin ditentukan oleh beberapa faktor seperti:

  1. Kecepatan jaring untuk membentuk lingkarang,
  2. Kecepatan jaring untuk tenggelam dan segera membentuk dinding guna menahan gerak kelompok ikan dan,
  3. Cepat atau lambatnya menarik tali kolor (purse line) untuk menahan larinya ikan ke arah vertikal (bagian bawah jaring).

Arad

Alat tangkap jaring ikan selanjutnya yang termasuk dalam klasifikasi pukat hela dasar berpapan (bottom otterboat trawl) adalah arad.

Arad adalah alat tangkap berbentuk kerucut yang tertutup kearah ujung kantong dan melebar ke arah depan dengan adanya sayap.

Nelayan arad merasa sangat puas dengan kekuatan alat tangkap ini yang jaringnya terbuat dari polyethilene (PE).

Selain itu hasil tangkapan juga maksimal dan menguntungkan dalam satu kali pengoperasian dengan cara ditarik oleh perahu berkecepatan rendah.

Pukat payang

Jenis alat tangkap jaring lainnya untuk menangkap ikan adalah pukat payang. Pukat payang termasuk dalam pukat tarik, yaitu kelompok alat penangkapan ikan berkantong (cod-end) tanpa alat pembuka mulut jaring.

Jaring Ikan Modern

Jala untuk menangkap ikan dibuat dari tali atau benang tipis yang dirajut sedemikian rupa sehingga membentuk satu lembaran jaring yang dapat menampung ikan. Dahulu kala, jala dibuat dari tali dengan bahan organik seperti sutra atau wol. Dewasa ini, jala banyak dibuat menggunakan tali tambang dari bahan sintetis seperti tali nilon. Tali nilon dipilih menjadi salah satu bahan untuk membuat jala karena tali yang satu ini memiliki kekuatan yang cukup baik untuk dapat menarik ikan dalam jumlah banyak. Selain itu tali nilon juga mudah dirawat dan awet digunakan.

Sesuai namanya, jaring yang satu ini digunakan dengan cara dilempar. Kemudian jala akan tenggelam ke dalam air, lalu ikan dapat terjaring saat jala diangkat. Jaring lempar biasanya memiliki diameter hingga 4 meter.

Jaring lingkar digunakan dengan cara mengelilingi (melingkari) gerombolan ikan yang hendak ditangkap, dengan demikian ikan terperangkap di dalam jaring dan tidak bisa ke mana-mana. Jaring ini berbentuk empat persegi panjang dilengkapi pelampung dan pemberat. Biasanya digunakan untuk menangkap ikan tongkol, ikan kembung, ikan pelagis, dll.

Yaitu sebuah jaring besar dan panjang, dengan pelampung di bagian atas dan pemberat di bagian bawah. Sistem kerjanya adalah dengan meletakkan pukat di dalam air sehingga membentuk semacam dinding jaring yang akan membuat ikan terjerat. Jaring jenis ini cocok di sungai dengan arus yang cukup tinggi, sehingga ikan akan sulit untuk melarikan diri dari jerat. Walaupun ada juga yang menggunakan teknik ini di pantai untuk menangkap ikan yang terbawa arus ke pinggir pantai.

Bentuknya seperti kelambu. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan jaring ini ke bawah air, kemudian mengangkatnya secara vertikal. Dipasang lampu atau umpan supaya ikan tertarik mendekat. Jaring angkut bisa digunakan dari perahu atau bangunan tetap, atau bahkan langsung dengan tangan manusia.


Tags: jahit cara

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia