Langkah-langkah Mudah dalam Menjahit Jala Ikan untuk Pemula
Cara Bermain dan Aturan dalam Permainan Menjala Ikan
PARBOABOA - Permainan menjala ikan adalah permainan yang dilakukan oleh dua kelompok dengan tujuan mengembangkan kemampuan gerak jasmani anak.
Dalam permainannya, salah satu kelompok berperan sebagai ikan dan kelompok satunya lagi berperan sebagai jala.
Permainan ini juga merupakan salah satu olahraga yang tidak perlu menggunakan alat, sehingga aman dilakukan oleh peserta didik Sekolah Dasar, khususnya kelas rendah.
Dengan bermain jala ikan, siswa dilatih untuk saling bekerja sama. Selain itu, kelincahan, jiwa sportivitas, dan kemampuan merancang strategi juga diasah dalam permainan ini.
Perahu kecil
Nelayan tradisional biasanya menggunakan perahu kecil yang mengandalkan tenaga kayuh ataupun angin laut, tanpa bantuan motor. Contohnya adalah sampan, kano, dan kapal tanpa motor lainnya. Baca juga: Akibat Buruk Mengambil Ikan Menggunakan Pukat Harimau dan Bom Ikan
ANTARA FOTO/Ekho Ardiyanto/ed/nz/15 Seorang nelayan suku Bajo menaikkan Bubu ke atas perahu di perairan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu (23/5). Bubu atau perangkap ikan terbuat dari kawat ini adalah alat tangkap yang ramah lingkungan digunakan nelayan tradisional Bajo
Bubu adalah alat penangkap ikan tradisional yang terbuat dari rotan, bambu, maupun kayu. Bubu biasanya berbentuk seperti corong yang dapat memerangkap ikan jika masuk ke dalamnya.
Bubu disimpan di aliran sungai ataupun laut dangkal dan didiamkan selama satu hari untuk menunggu ikan terperangkap. Dilansir dari Food and Agriculture Organization of The United Nations, tangkapan yang dihasilkan bubu relatif sedikit, sehingga biasanya yang ditangkap adalah hewan dengan nilai ekonomi tinggi seperti lobster, udang, udang karang, kepiting, ikan kakap, gurita, dan sotong.
10 Alat Tangkap Ikan Jaring Nelayan
Ada banyak macam alat tangkap ikan yang digunakan oleh nelayan, seperti jaring lingkar, dogol, dan pukat dasar. Untuk alat tangkap jaring nelayan lainnya yang terbuat dari nylon maupun polyethilene (PE) simak di bawah ini, ya.
Jaring adalah alat untuk menangkap ikan yang sifatnya aktif dan efektif dalam mendapatkan hasil. Namun, tidak semua alat tangkap jaring tergolong ramah lingkungan saat dioperasikan.
Dinilai efektif dalam pengoperasiannya jaring adalah alat yang menurut nelayan sangat awet, karena terbuat dari nylon maupun polyethilene.
Penggunaan dua jenis bahan yang akrab bagi kita tersebut memiliki keunggulannya masing-masing.
Nylon merupakan istilah terhadap poliamida yang memiliki sifat dapat dibentuk serat, film, dan plastik.
Struktur nylon ditunjukkan oleh gugus amida yang berkaitan dengan unit hidrokarbon ulangan yang panjangnya berbeda-beda dalam suatu polimer.
Oleh karena itu, nylon yang terbuat dari gugus amida dalam suatu polimer banyak termanfaatkan untuk keperluan industri, karena memiliki keunggulan seperti:
- Bersifat keras, berwarna cream, sedikit tembus cahaya,
- Tahan terhadap solvent organik seerti alkohol, eter, aseton, maupun benzene,
- Tidak terpengaruhi oleh waktu simpan yang lama pada suhu kamar,
- Berwarna bening saat di dalam perairan dan,
- Awet terhadap air laut yang asin.
Bahan yang tidak kalah unggul dari nylon adalah polyethilene (PE) yang akrab kita gunakan produknya sebagai kantong plastik. Hingga keperluan industri pembuatan jaring nelayan pun terbuat dari bahan PE.
Polietilena adalah polimer yang terdiri dari rantai panjang monomer etilena (IUPAC: etena) dengan beberapa keunggulannya seperti:
- Penampakannya bervariasi dari transparan, berminyak sampai keruh (translusid),
- Fleksible sehingga mudah dibentuk dan mempunyai daya rentang yang tinggi,
- Tahan asam, basa, alkohol, deterjen dan bahan kimia dan,
- Kedap terhadap air, uap air dan gas.
Jaring Ikan Modern
Jala untuk menangkap ikan dibuat dari tali atau benang tipis yang dirajut sedemikian rupa sehingga membentuk satu lembaran jaring yang dapat menampung ikan. Dahulu kala, jala dibuat dari tali dengan bahan organik seperti sutra atau wol. Dewasa ini, jala banyak dibuat menggunakan tali tambang dari bahan sintetis seperti tali nilon. Tali nilon dipilih menjadi salah satu bahan untuk membuat jala karena tali yang satu ini memiliki kekuatan yang cukup baik untuk dapat menarik ikan dalam jumlah banyak. Selain itu tali nilon juga mudah dirawat dan awet digunakan.
Sesuai namanya, jaring yang satu ini digunakan dengan cara dilempar. Kemudian jala akan tenggelam ke dalam air, lalu ikan dapat terjaring saat jala diangkat. Jaring lempar biasanya memiliki diameter hingga 4 meter.
Jaring lingkar digunakan dengan cara mengelilingi (melingkari) gerombolan ikan yang hendak ditangkap, dengan demikian ikan terperangkap di dalam jaring dan tidak bisa ke mana-mana. Jaring ini berbentuk empat persegi panjang dilengkapi pelampung dan pemberat. Biasanya digunakan untuk menangkap ikan tongkol, ikan kembung, ikan pelagis, dll.
Yaitu sebuah jaring besar dan panjang, dengan pelampung di bagian atas dan pemberat di bagian bawah. Sistem kerjanya adalah dengan meletakkan pukat di dalam air sehingga membentuk semacam dinding jaring yang akan membuat ikan terjerat. Jaring jenis ini cocok di sungai dengan arus yang cukup tinggi, sehingga ikan akan sulit untuk melarikan diri dari jerat. Walaupun ada juga yang menggunakan teknik ini di pantai untuk menangkap ikan yang terbawa arus ke pinggir pantai.
Bentuknya seperti kelambu. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan jaring ini ke bawah air, kemudian mengangkatnya secara vertikal. Dipasang lampu atau umpan supaya ikan tertarik mendekat. Jaring angkut bisa digunakan dari perahu atau bangunan tetap, atau bahkan langsung dengan tangan manusia.
Tags: jahit cara