Langkah-langkah Mudah dalam Menjahit Jala Ikan untuk Pemula
Cara Bermain Menjala Ikan
- 3-4 anak disuruh bergandengan tangan dan berperan sebagai jala ikan, sedangkan yang lainnya berperan sebagai ikan
- Guru menentukan batasan atau kolam untuk permainan jala ikan
- Yang berperan sebagai ikan bebas berlarian di area yang sudah ditentukan oleh guru
- Saat pluit berbunyi, siswa yang berperan sebagai jala harus bisa menangkap ikan sebanyak-banyaknya
- Jika siswa atau ikan keluar dari kolam, maka tereliminasi dan harus bergabung bersama siswa yang menjadi jala
- Penangkapan ikan dilakukan dengan cara mengurungnya dalam lingkaran tangan. Jadi, upayakan agar tangan yang bergandengan tidak boleh sampai lepas
- Siswa yang berperan sebagai ikan harus berusaha menghindar agar tidak tertangkap
- Apabila siswa atau ikan tertangkap, maka harus bergabung dengan sebagai jala
- Semakin banyak ikan yang tertangkap, semakin luas jangkauan jala, begitu seterusnya samapai semua ikan habis terjala
Bermain adalah kegiatan yang membantu anak berkembang menjadi manusia dewasa (Soemitro, 1992). Adapun beberapa aspek yang dapat dikembangkan dalam permainan ini di antara lain seperti fisik motorik, dalam hal ini mengajak anak untuk banyak bergerak dan berlari.
Selain itu, permainan menjala ikan juga bermanfaat dalam aspek sosial siswa. Ketika bermain, anak menjadi tahu kekurangan dirinya, menghargai orang lain, mendorong timbulnya rasa persatuan, kebersamaan, dan tahu bagaimana untuk bekerjasama dengan orang lain.
Bahasa dalam interaksi juga meningkatkan komunikasi yg terjadi pada anak sehingga kemampuan anak dalam berkomunikasi dapat terlatih.
Sementara untuk nilai mental, kebutuhan mental anak-anak akan terpenuhi seperti kebutuhan akan pengalaman baru, kebutuhan akan rasa aman, pengakuan, partisipasi, dan rasa senang.
Demikian informasi seputar permainan ikan jala yang biasa dimainkan oleh anak-anak ataupun siswa Sekolah Dasar. Saat mempratikkan permainan ini di sekolah atau di rumah, pastikan untuk mencari tempat yang luas, ya!
Dogol
Alat penangkap lainnya berbentuk kantong dan terdiri atas dua bagian sayap jaring adalah dogol.
Jaring dogol nelayan terbuat dari bahan nylon yang warnanya akan samar ketika masuk ke dalam perairan.
Operasi penangkapan ikan menggunakan jaring dogol sama dengan jaring lainnya. Jaring dogol diturunkan dari salah satu sisi lambung kapal bagian buritan kapal. Penurunan jaring dogol harus cepat untuk membentuk lingkaran agar ikan yang bergerombol tidak kabur.
Jala tebar
Memiliki desain dan cara pengoperasian yang cukup sederhana jala tebar termasuk alat tangkap nelayan tradisional. Jala tebar akan dapat beroperasi pada kedalaman 0,5–10 m. Agar lebih efektif dalam pengoperasiannya nelayan menentukan kawasan perairan yang terlihat gerombolan ikan.
Cantrang
Bentuknya menyerupai alat tangkap jaring ikan payang, tetapi ukuran mata jaring lebih kecil.
Jika dilihat dari fungsi dan hasil tangkapan utamanya, cantrang menyerupai trawl. Tetapi cantrang memiliki bentuk yang lebih sederhana. Selain itu pada saat pengoperasiannya tidak harus ditarik oleh kapal dan tidak menggunakan pembuka jaring
Jika macam-macam alat tangkap sebelumnya adalah jaring yang harus beroperasi dengan cara ditarik kapal. Tidak demikian pada alat tangkap yang dikenal sebagai bagan tancap.
Bagan tancap merupakan bangunan berbentuk segi empat yang terdiri dari rangkaian bambu dan terangkai secara melintang dan membujur.
Pada bagian tengah bangunan terdapat jaring yang berfungsi untuk menjaring ikan yang ada di bawah bagan.
Teknologi penangkapan ikan ini bersifat permanen dan hanya bisa digunakan pada satu lokasi penangkapan saja. Tempat pengoperasiannya pun sangat terbatas yaitu pada perairan dangkal dan saat malam hari saja.
Alat tangkap jaring ikan
Di bawah ini adalah macam-macam alat tangkap jaring yang terbuat dari nylon dan polyethilene yang sering beroperasi.
Jaring insang hanyut
Disebut sebagai jaring insang hanyut karena memiliki banyak pelampung untuk membuatnya mengapung di permukaan air.
Penggunaan jaring insang hanyut oleh nelayan pada umumnya berukuran panjang 32 m dan lebar 2 m.
Kemudian, nelayan akan melakukan pemeriksaan dan mengambil ikan yang terjerat pada jaring (hauling).
Jaring insang permukaan
Jenis alat tangkap ini sering beroperasi untuk menangkap kelompok ikan yang melakukan imigrasi secara horisontal dan vertikal.
Ikan dengan ukuran lebih besar dari mata jaring akan tersangkut ketika melewati lokasi perairan yang terdapat jaring.
Jaring insang dasar
Untuk menangkap ikan demersal nelayan sering mengoperasikan salah satu jaring khusus di dasar perairan, yakni jaring insang dasar.
Penggunaan jaring insang dasar terbilang cukup efektif dengan cara kerja seperti jaring insang permukaan.
Alat yang Digunakan Nelayan Tradisional untuk Menangkap Ikan
KOMPAS.com – Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki sumber daya laut melimpah. Kekayaan lautnya, membuat masyarakat Indonesia banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Nelayan tradisional adalah nelayan yang menangkap ikan dengan peralatan tradisional yang dilakukan secara turun-temurun. Apa yang digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan? Nelayan tradisional menangkap ikan dengan menggunakan perahu kecil, jaring kecil, bubu, alat pancing, tombak, dan rawai. Berikut penjelasannya:
Jaring Ikan Modern
Jala untuk menangkap ikan dibuat dari tali atau benang tipis yang dirajut sedemikian rupa sehingga membentuk satu lembaran jaring yang dapat menampung ikan. Dahulu kala, jala dibuat dari tali dengan bahan organik seperti sutra atau wol. Dewasa ini, jala banyak dibuat menggunakan tali tambang dari bahan sintetis seperti tali nilon. Tali nilon dipilih menjadi salah satu bahan untuk membuat jala karena tali yang satu ini memiliki kekuatan yang cukup baik untuk dapat menarik ikan dalam jumlah banyak. Selain itu tali nilon juga mudah dirawat dan awet digunakan.
Sesuai namanya, jaring yang satu ini digunakan dengan cara dilempar. Kemudian jala akan tenggelam ke dalam air, lalu ikan dapat terjaring saat jala diangkat. Jaring lempar biasanya memiliki diameter hingga 4 meter.
Jaring lingkar digunakan dengan cara mengelilingi (melingkari) gerombolan ikan yang hendak ditangkap, dengan demikian ikan terperangkap di dalam jaring dan tidak bisa ke mana-mana. Jaring ini berbentuk empat persegi panjang dilengkapi pelampung dan pemberat. Biasanya digunakan untuk menangkap ikan tongkol, ikan kembung, ikan pelagis, dll.
Yaitu sebuah jaring besar dan panjang, dengan pelampung di bagian atas dan pemberat di bagian bawah. Sistem kerjanya adalah dengan meletakkan pukat di dalam air sehingga membentuk semacam dinding jaring yang akan membuat ikan terjerat. Jaring jenis ini cocok di sungai dengan arus yang cukup tinggi, sehingga ikan akan sulit untuk melarikan diri dari jerat. Walaupun ada juga yang menggunakan teknik ini di pantai untuk menangkap ikan yang terbawa arus ke pinggir pantai.
Bentuknya seperti kelambu. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan jaring ini ke bawah air, kemudian mengangkatnya secara vertikal. Dipasang lampu atau umpan supaya ikan tertarik mendekat. Jaring angkut bisa digunakan dari perahu atau bangunan tetap, atau bahkan langsung dengan tangan manusia.
Tags: jahit cara