"Panduan Menjahit Kamisol Kebaya - Langkah demi Langkah!"
gambar pola kamisol atau kemben berikut keterangan cara menjahitnya
Kemben atau kamisol adalah jenis pakaian wanita yang di gunakan sebagai dalaman untuk baju kebaya yang tidak menggunakan lining, kata lain dari kemben adalah logtorso di buat pas dengan ukuran badan pemakainya, karena tidak menggunakan lengan, maka pada beberapa bagian baju ini di pasang semacam kawat yang bisa terbuat dari plastik atau rotan yagn di sebut ballen agar tidak merosot pada saat di gunakan.
Selain kamisol dan kemben, pakaian ini juga di namakan dengan sebutan bustier di beberapa wilayah di sebut juga dengan nama logtorso jadi jika suatu saat ada pelanggan menjahit yang meminta di buatkan pakaian dengan nama di atas tidak perlu bingung lagi karena itu merupakan satu jenis pakaian yang sama.
Jika Anda saat ini hendak membuat kamisol, maka yang pertama harus di dapatkan adalah ukuran badan, untuk ukuran badan yang harus ada adalah sebagai berikut:
- lebar bahu
- lebar dada
- lebar punggung
- panjang punggung
- lingkar badan
- lingkar pinggang
- lingkar pinggul
- lingkar ketiak
Kemudian dari bagian kupnat kita tarik garis lurus sampai ke tengah bahu, lalu gunting sehingga menjadi dua bagian.
Lalu kita buka bagian bahu, hingga besaran kupnat menjadi 1.5 cm dari yang tadinya 3 cm (standar kupnat adalah 3 cm), perhatikan garis titik-titik adalah garis pola sebelum di buka
Kemben
Kemben (Jawa) atau kemban (Indonesia) adalah penutup tubuh wanita yang secara historis ada di Jawa dan Bali. Selembar kain baik polos, batik, beludru, atau jenis kain yang lain, menutupi dada melingkar membalut tubuh wanita.
Kemben tradisional dikenakan dengan cara melilitkan selembar kain pada torso tubuh, melipat dan menyelipkan ujungnya (mengikatnya dengan tambahan tali) dan ditutup dengan angkin atau selempang yang lebih kecil di sekitar perut. Kemben batik tradisional Jawa yang dikenakan oleh wanita keraton kebanyakan adalah jenis kemben ini. Saat ini, ada juga kemben yang yang dijahit dengan menggunakan kancing, tali pengikat, atau ritsleting yang mirip dengan korset barat. Kemben penari wanita tradisional Jawa (srimpi atau wayang wong) biasanya terbuat dari korset beludru yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Secara tradisional, wanita Jawa memakai dua potong kain, Bagian bawah dililitkan di sekitar pinggul yang menutupi tubuh bagian bawah (pinggul, paha dan kaki) disebut kain atau sarung, sedangkan bagian yang dililitkan pada tubuh bagian atas (dada dan torso) disebut kemben. Kemben nyaman dipakai di iklim tropis Indonesia yang panas dan lembab, baik untuk sirkulasi udara dan keringat.
Sebelum kebaya ramai digunakan, diyakini bahwa kemben adalah pakaian wanita paling populer dan umum pada periode Jawa kuno dan klasik. Pakaian ini umum dipakai pada zaman Majapahit, hingga zaman Kesultanan Mataram. Saat ini, gaun dengan bahu yang terlihat ini masih digunakan dalam ritual-ritual tertentu, tarian tradisional Jawa, atau upacara keraton.
Kemben bisa dianggap sebagai ekspresi, estetika, keanggunan, dan feminitas. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kemben tidak lagi jadi pilihan di kalangan wanita (Muslim) Jawa, dimana mereka lebih nyaman mengenakan jilbab.
Tags: jahit cara kamisol