Langkah-langkah Mudah dalam Menjahit Kerudung Instan untuk Pemula - Panduan DIY yang Indah
Membuat Baju Muslim untuk Anak dari Jilbab Tak Terpakai
Mengoleksi jilbab bagi seorang muslimah memang tidak ada salahnya seperti halnya mengoleksi benda berharga lainnya. Jilbab, meskipun jumlahnya banyak dengan model yang beragam, tentunya ada diantaranya yang tidak lagi dipakai. Benar kan?
Memiliki banyak jilbab, apa yang akan anda lakukan dengan jilbab yang sudah tidak dipakai lagi? Apakah anda akan membiarkannya menumpuk di lemari? Atau memberikannya kepada orang lain? Atau memodifikasi jilbab yang sudah tidak dipakai tersebut menjadi kreasi jilbab yang lebih unik? Kalau saya lebih memilih melakukan modifikasi. Jika tidak, maka dari jilbab yang sudah tak terpakai tersebut saya lebih suka membuatnya menjadi baju muslim untuk anak.
Sebagai pilihan lain, kamu bisa unduh pola lainnya dari internet
Pexels.com/cottonbro
Untuk yang ingin membuat pola tapi gak ingin ribet, kamu bisa mengunduhnya pola yang siap pakai dari internet.
Biasanya, ada dua jenis pola siap pakai yang umum, yaitu pola rader dan pola cetak. Pola rader adalah jenis pola yang terdiri dari beberapa desain pakaian dan ukuran (S,M,L,XL) serta digambar secara bertumpuk antara model baju satu dan lainnya dalam satu halaman.
Sedangkan pola cetak adalah jenis pola baju yang dibuat dengan cara dicetak, dilipat, lalu dimasukan ke dalam amplop. Umumnya, pola ini dibuat dalam bentuk standar atau ada juga yang diubah sesuai dengan model pakaian.
unsplash.com/darlingarias
Sekarang, saatnya kamu menyediakan mesin jahit yang dilengkapi dengan pendukung lainnya, seperti obras, mesin neci, dan mesin bordir. Siapkan juga alat jahit tambahan, seperti meteran, alat untuk membuat pola, alat pemotong, alat pemindah tanda pola baju, hingga alat mengepres.
Kamu bisa mempelajari beragam jenis jahitan
unsplash.com/tatatoto26
Mulailah mempelajari jenis-jenis jahitan yang diperlukan untuk menjahit sebuah baju, seperti jahit obras yang biasanya digunakan untuk menggabung badan depan dan belakang, lengan, dan leher.
Jahit overdeck biasanya digunakan untuk menjahit ujung lengan, ujung bagian bawah kaos, dan kerah kaos bagian dalam. Jahit rantai biasanya digunakan untuk menjahit bagian atas kaos.
Ada pula jahit lurus yang biasanya digunakan untuk menjahit lurus. Pada umumnya, jahitan ini jarang digunakan pada kaos standar, tetapi digunakan untuk menumpuk jahitan obras dan menjahit kemeja.
Bagaimana Cara Membuat Baju Muslim?
Belajar membuat baju muslim sendiri untuk anak kiranya dapat menjadi awal yang mudah. Tidak diperlukan kepandaian dalam hal menjahit. Mengenai bahan, kita bisa memanfaatkan jilbab yang sudah tidak terpakai seperti yang sudah saya jelaskan di awal. Nah penasaran kan? Silahkan simak tutorial atau lebih tepatnya sharing pengalaman saya berikut ini yang sudah saya lengkapi dengan gambar dan keterangannya.
Proses Pemotongan Bahan
1. Pertama-tama, siapkan dua jilbab yang sudah tidak terpakai lagi. Pilih motif polos dan bercorak bunga. Pastikan jilbab yang dipilih berbahan katun yang dingin agar nantinya baju nyaman ketika dipakai. Disini saya menggunakan jilbab segi empat atau persegi berukuran 110 x 110 cm.
Langkah selanjutnya yaitu membuat pola. Jika anda masih bingung bagaimana membuat pola baju anak, anda bisa mendapatkan pola baju dengan cara mendownloadnya. Seperti yang kita tahu, perkembangan teknologi yang semakin canggih memungkinkan anda mencari informasi di internet atau di Youtube tentang bagaimana tutorial membuat pola baju yang benar. Namun jika anda ingin memiliki pengalaman dalam hal membuat pola, mudahnya gunakan saja baju yang sudah jadi selanjutnya anda bisa menjiplak baju tersebut untuk dijadikan acuan. Anda tinggal menyesuaikan ukuran yang diinginkan sesuai dengan ukuran tubuh anak anda.
2. Jika pola sudah selesai dibuat selanjutnya aplikasikan pada kedua jilbab yang dipilih. Lipat jilbab menjadi dua selanjutnya letakkan pola bagian atasan. Sematkan jarum pentul kemudian gambar dengan menggunakan kapur jahit. Beri jarak 1,5 cm untuk kampuh. Untuk bagian rok, potong jilbab motif menjadi dua bagian. Lipat kain menjadi dua. Selanjutnya letakkan pola rok bagian depan dan belakang pada masing-masing potongan. Tambahkan kira-kira 15 cm untuk kerutan. Selanjutnya sematkan jarum pentul kemudian gambar dengan menggunakan kapur jahit. Beri jarak 1,5 cm untuk kampuh.
Jenis Kerudung Segi Empat.
Kerudung segi empat sudah populer sejak dulu. Biasanya, kerudung segi empat berukuran lebih lebar dari scarf biasa. Lebarnya minimal 110 x 110 cm agar menutupi leher dan bahu dengan rapi. Berbeda dengan syal atau scarf yang ukurannya lebih kecil yakni sekitar 90 x 90 cm.
Hijab Segi Empat Polos.
Jenis kerudung segi empat yang banyak dipilih hijabers Indonesia. (Foto: Shutterstock)di pasaran. Awal tahun 2000-an, bahan kerudung segi empat yang paling populer adalah hijab Paris. Lalu muncul bahan voal yang sedikit lebih tebal. Dan sekarang ini, muncul bahan kerudung segi empat seperti polycotton. Meski trend hijab berganti-ganti, hal yang paling penting dari bahan hijab adalah kenyamanannya. Hijab Paris
punya tekstur yang lembut dan adem. Sementara hijab voal, ultrafine dan polycotton punya serat yang lebih kuat, tidak transparan, dan tidak menerawang.
Hijab Segi Empat Motif.
Selain warna, corak hijab juga jadi bagian dari tren. Jenis jilbab bermotif muncul sejak tahun 80-an. Namun, tren motifnya berkembang. Mulai dari trend motif bunga dengan warna solid hingga tren motif geometris. Beberapa tahun terakhir, trend hijab motif yang populer adalah hijab motif abstrak dengan warna-warna lembut. Tak hanya itu, banyak juga hijabers yang lebih menyukai motif floral dan geometris dengan warna-warna earth tone seperti mocca, broken white, peach, abu-abu, dan olive cukup netral untuk dipadukan dengan warna outfit apa saja. Warna-warna ini juga mencerminkan image wanita yang lembut dan santun.
Tags: jahit cara kerudung