Cara Menjahit Kerut - Panduan Praktis untuk Merajut dengan Indah
Cara Kedua
* Jahitan Double *
Cara ini hampir sama seperti cara pertama, hanya saja ditarmbahkan satu jahitan lagi di sebelah jahitan pertama sehingga ada dua buah jahitan(double). Cara yang satu ini biasa digunakan jika ingin membuat ruffle atau kerutan di tepi tiras kain sebagai rempel untuk pemanis di bagian pinggir pakaian. Sebelum menjahit, jangan lupa mengatur setingan mesin jahit kita seperti cara pertama. Yaitu lebarkan jarak jahitan di angka maksimal dan turunkan tension benang.
Buat jahitan pertama di sepanjang kain dengan jarak 0,5-1cm dari tiras kain. Tambahkan lagi jahitan kedua dengan jarak sekitar 0,5cm di sebelah jahitan pertama. Sisakan ujung benang (jangan terlalu pendek).
Tarik kedua buah benang jahitan bawah (benang sekoci) secara bersamaan. Lakukan seperti cara pertama hingga kain membentuk kerutan sesuai yang diinginkan. Jahitan double ini memang lebih ribet daripada cara pertama, namun akan membuat kerutan pada kain menjadi lebih rapi dibandingkan dengan cara lainnya.
Cara Keempat
* Tension Tinggi *
Cara yang satu ini juga hanya dilakukan satu langkah saja tanpa menarik benang. Cukup naikkan tension atau tegangan benang sehingga menjadi lebih kuat. Jadi saat menjahit, kain akan otomatis terjahit dan membentuk kerutan.
Jika tension benang sudah berada di angka maksimal namun kain kurang membentuk kerutan, maka bisa dibantu dengan cara menahan gerakan (perputaran) benang seperti gambar di atas. Sentuh benang dengan jari selagi menjahit. Fungsinya untuk memperlambat perputaran benang (agar benang tidak berputar terlalu cepat) sehingga tegangan benang menjadi sangat kuat. Jangan menyentuh benang terlalu kuat karena bisa menyebabkan benang mudah putus.
Nah di antara keempat cara di atas, kira-kira cara manakah yang paling mudah kamu gunakan? Selamat mencoba ya. :)
Tags: jahit cara