... Panduan Mudah: Cara Menjahit Mukena Sendiri untuk Pemula | Rajutan DIY

Cara Jahit Mukena Sendiri - Panduan Praktis untuk Kreasi DIY Anda

Pengertian Garmen

Ketika mendengar kata ‘garmen’, tentu yang tergambar dalam benak adalah suatu pabrik yang berisi bahan kain ratusan ton dengan ribuan karyawan dan mesin jahitnya yang high-technology. Garmen berbeda dari konveksi jika ditinjau dari segi kuantitas produksi. Pangsa pasar garmen adalah menyuplai barang ke mall, supermarket dan sejenisnya.

Ciri khas perusahaan garmen ialah pada penerapan sistem CMT (Cut, Make & Trim) yang merupakan suatu proses dari pemotongan, menjahit, hingga proses finishing. Semua pekerjaan pokok dikerjakan oleh divisi yang berbeda. Proses controlling misalnya, dilakukan oleh divisi quality control tersendiri.

Produk garmen berbeda dengan konveksi. Perusahaan garmen ada yang fokus mengerjakan satu bagian saja. Misalnya, suatu garmen hanya memproduksi kemeja polos, maka pesanan yang mereka terima adalah kemeja polos saja. Adapun yang menerima kaos saja, maka produk yang mereka produksi hanya kaos. Garmen dapat memproduksi dengan skala jumlah puluhan ribu, sehingga produk garmen tidak eksklusif seperti konveksi. Kebanyakan perusahaan garmen bermula dari konveksi.

Bahan Mukena Beserta Rekomendasi Produk Untuk Gaya Keseharian (updated 2022)

Cara membuat mukena dengan kombinasi lipatan : Cara membuat mukena dengan kombinasi lipatan, potong kain sesuai lebar yang diinginkan. Panjang kerutan yang ideal adalah dua kali panjang aslinya. Jahit bagian yang ingin diregangkan dengan menarik benang bagian atas. Bahan secara otomatis membentuk kerutan.

Selain cara di atas, kita juga bisa menggunakan cara lain. Jahit kain yang kusut dengan menarik benang yang paling longgar. Tarik benang dengan tangan hingga melingkar. Atur kerutan agar merata. Pastikan bahan pleat ukurannya pas untuk dipasangkan di bagian bawah muken atasan.

Kedua cara membuat mukena dengan kombinasi kerut tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda bisa memilih cara mana yang lebih mudah dan efektif menurut Anda.

Bahan membuat mukena

Beberapa waktu kemarin selain banyak yang bertanya tentang cara membuat mukena, ada juga yang menanyakan tentang bahan membuat mukena. Jadi sekalian akan aku jelaskan di sini, sebelum kita belajar cara membuat pola mukena.

Sebenarnya tidak ada aturan baku bahan apa yang harus dipakai untuk membuat mukena. Asalkan kain tersebut nyaman dipakai dan tidak terlalu transparan, maka sah-sah saja untuk digunakan sebagai bahan membuat mukena. Dan selain desainnya yang beragam, di luaran sana juga sangat beragam sekali jenis-jenis bahan mukena yang dijual di pasaran.

Jenis bahan yang biasa dipakai untuk membuat mukena adalah kain katun, katun jepang, sutera / semi sutera, satin velvet, rayon (bahan mukena bali), bahan parasut (yang biasa dipakai untuk mukena travelling), bahkan ada juga mukena yang berbahan stretch seperti jersey. Selain itu juga ada loh produsen yang membuat mukena berbahan sifon, tapi tentunya menggunakan bahan yang berlapis ya agar tidak menerawang. Seperti halnya bahan pakaian, bahan mukena yang umum dipakai adalah bahan katun. Karena selain nyaman digunakan sebab bahannya yang dingin dan menyerap keringat, kain katun juga memiliki ketebalan yang standar dan juga tidak licin saat dikenakan.

Jadi kita bisa pakai kain apa saja selama itu nyaman dipakai . Yang terpenting, jangan sampai pakai kain yang menerawang ya, karena kan dipakai untuk beribadah menghadap Allah subhanahu wata'ala, jadi pastikan sudah sesuai dengan syariat juga. Dan juga jangan menggunakan kain yang bermotif / bergambar menyerupai makhluk hidup (manusia / hewan), meskipun gambarnya kartun.

Lihat di sini kalau kamu mau bikin mukena bali : Cara Memotong Pola Mukena Bali

Bahan Mukena Adem Dan Nyaman Untuk Shalat

Mukena berbahan sutra sangat cocok digunakan pada momen-momen tertentu. Misalnya shalat Idul Fitri. Pashmina sutra instan juga akan membuat Anda tampil lebih anggun di Hari Raya.

Tidak ada yang bisa melestarikan kain sutera. Anda perlu memahami cara memilih deterjen, cara mencuci, cara mengeringkan, dan cara menyimpan. Membuat muken dengan kain sutera juga sangat sulit. Menjahit kain jenis ini membutuhkan keahlian khusus.

5. CVC Cotton – Dispersed Cotton Jenis kapas ini biasa digunakan untuk sprei, sarung bantal dan guling. Harganya jauh lebih murah dibandingkan kain katun lainnya. Motif kain ini sangat banyak dan lucu. Untuk itu kapas CVC sering digunakan untuk tisu muken untuk bayi.

Cara Membuat Tas Dari Kain Perca, Murah Dan Mudah Diterapkan

Kapas CVC jauh dari kata sejuk dan kabur. Karena target mukena untuk bahan ini adalah anak-anak, hal itu tidak terlalu penting. Jika ingin mengetahui cara membuat mukena bayi, belilah kain katun CVC terlebih dahulu.

6. Parasut Mukena parasut sangat praktis, ringan dan mudah dibawa kemana saja. Mukena ini sangat berguna untuk bepergian.

Menjadi sangat ringan dan tipis, Mukena ini tentu saja menerawang. Tekstur kainnya juga sangat kusut. Karena membuat muken dari bahan parasut cukup sulit. Bahannya mudah bergetar dan sulit diatur, sehingga kinerjanya membutuhkan kesabaran ekstra.

7. Spandex Kain spandex memiliki sifat sejuk dan lembut. Spandex sangat cocok sebagai bahan mukena. Bahan spandex juga memiliki lebar ganda. Membuat muken dari bahan spandek bisa sedikit menghemat budget pembelian kain.


Tags: jahit cara sendiri mukena

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia