... Cara Merajut Bentuk Bunga: Panduan Lengkap untuk Karya Rajutan DIY

"Rajut Cantik - Panduan Membuat Bunga dengan Jalinan Benang"1 / 2

Apa Itu Merajut?

Merajut (knitting) adalah teknik mengubah benang rajut menjadi kain, busana, popok, atau benda-benda bernilai pakai lainnya. Tak ada yang mengetahui secara persis tentang perkembangan sejarah merajut. Namun, ada beberapa penemuan yang dianggap berkaitan erat dengan sejarah merajut, yaitu sepasang kaos kaki berbahan katun dengan motif rajutan tangan dari tahun 1000 M di Mesir serta permadani rajut di kawasan Timur Tengah.

Kegiatan merajut dianggap identik dengan kaum wanita. Namun, pada awal masa perkembangannya, banyak kaum pria lebih dominan menjadi perajut. Para pemuda yang ingin jadi perajut harus lulus tes dan melewati proses magang terlebih dahulu agar bisa meraih gelar master. Semua perajut bergelar master wajib memastikan bahwa kualitas bahan dan motif rajutannya benar-benar baik karena kesalahan kecil bisa membuat gelarnya dicopot.

Awalnya, pakaian hasil rajutan di Eropa hanya digunakan di kalangan bangsawan istana dan prajurit perang. Ada jubah rajutan yang terbuat dari benang emas dan ada pula seragam tentara Jerman pada Perang Dunia II. Lama kelamaan seni merajut berkembang luas di kalangan masyarakat biasa, contohnya kebiasaan merajut sweater yang dilakukan masyarakat Pulau Aran serta kewajiban bagi para wanita untuk menguasai teknik merajut pada masa Ratu Victoria di Inggris. Seni merajut mulai berkembang di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Di era tersebut, para wanita Indonesia diajarkan cara merajut oleh noni Belanda.

3. Tentukan hasil dan konsisten.

Rasa ingin mencoba ini dan itu pastilah ada pada diri setiap orang. Terutama jika bidang atau pekerjaan tersebut sudah pernah dipelajari, bahkan dikuasi.

Hal ini memang terlihat bagus, karena dengan rasa keingintahuan yang tinggi biasanya mampu mendorong seseorang untuk menjadi pribadi yang kreatif dan produktif.

Tapi ingat, hal tersebut tidaklah bagus dalam hal merajut. Kenapa? Karena dalam setiap karya rajut, selalu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa dilakukan berhari-hari atau bisa berminggu-minggu hanya untuk menyelesaikan satu rajutan saja.

Bahkan, pengalaman kami dulu sama teman-teman saat belajar merajut pertama kali, saking semangatnya, jadi waktu kami digunakan hanya untuk memegang benang rajut sepanjang hari. Dikurangi waktu untuk makan sebentar, ibadah dan istirahat malam. Selain 3 hal tersebut hanya ada benang dan jarum rajut di tangan.

Ditambah lagi keinginan untuk membuat ini dan itu yang sudah terbayangkan di kepala. Hal ini memang bisa membuat Anda semakin bersemangat. Tapi ingat, dalam merajut, Anda harus bisa menentukan hasil atau bisa ambil keputusan akan merajut apa dan ukuran berapa (besar-kecil maupun panjang-pendeknya).

Jika tidak, maka keinginan untuk memiliki rajutan ini dan itu hanya sebatas khalayan semata. Kok bisa? Iya, karena kita sibuk untuk membuat beberapa karya rajut yang sesuai keinginan secara bersamaan, tanpa menyelesaikan nya satu per satu. Alhasil, tidak akan ada 1 pun karya rajut yang berbentuk sebuah rajutan, semua masih pola, atau hanya rajutan beberapa baris saja.

Bermacam-macam Tusuk Dasar dalam Merajut

Beberapa tusuk dasar yang patut Anda kuasai saat belajar merajut, yaitu:

1 . Tusuk Rantai (** Chain** atau CH)

2 . Tusuk Tunggal (** Single Crochet** atau SC)

Tusuk tunggal harus dibuat dengan tusuk rantai sebagai dasar. Selanjutnya, masukkan jarum pada lubang kedua terhitung mundur dari jarum. Kaitkan jarum pada benang lalu tarik jarum melalui dua lubang sekaligus. Berikutnya, Anda tinggal melanjutkan pembuatan tusuk tunggal pada rantai selanjutnya.

3 . Setengah Tusuk Ganda (** Half Double Crocket** atau HDC)

Sama seperti membuat tusuk tunggal, Anda juga harus membuat tusuk rantai terlebih dahulu. Lalu, kaitkan benang dan masukkan jarum lubang rantai ketiga dari ujung. Kaitkan jarum pada benang lalu tarik melalui satu lubang. Kaitkan lagi jarum rajut pada benang lalu tarik melalui tiga lubang sekaligus. Ulangi langkah-langkah tersebut untuk menyelesaikan setengah tusuk ganda.

4 . Tusuk Ganda (** Double Crochet** atau DC)

Awali tusuk ganda dengan membuat tusuk rantai kemudian masukkan jarum rantai keempat dari ujung. Kaitkan jarum pada benang kemudian tarik melalui satu rantai sehingga menyisakan tiga lubang rantai. Kaitkan lagi jarum pada benang lalu tarik melalui satu lubang sampai menyisakan dua lubang. Kaitkan lagi jarum pada benang lalu tarik keluar melalui dua lubang terakhir. Ulangi seluruh langkah tersebut untuk menyelesaikan tusuk ganda.

5 . Tusuk Triple (TR)

Jika dilihat sekilas, tusuk triple memang mirip tusuk ganda. Bedanya, tusuk ganda mengaitkan benang satu kali pada jarum, sedangkan tusuk triple mengharuskan Anda mengaitkan benang sebanyak dua kali. Proses membuat tusuk triple harus diawali dengan membuat tusuk rantai. Kemudian, kaitkan benang dua kali lalu lilitkan pada rantai keempat. Kaitkan lagi benang satu kali lalu keluarkan dari tusukan rantai. Kaitkan benang lalu keluarkan melalui dua lubang pada jarum, ulangi proses ini. Jika ingin berpindah ke baris kedua, Anda harus mengawalinya dengan membuat tusuk rantai empat kali.

5. Meniru.

Untuk pemula, tidak ada salahnya Anda meniru cara merajut milik orang lain yang sudah dipublikasikan, yaitu meniru pola rajutnya, baik pola rajut tulis maupun melihat langsung video yang ada di Youtube.

Selain pola rajut, juga bisa meniru jenis benang, warna, dan ukuran rajutan. Bentuk nya bagaimana, panjang, lebar, tinggi nya seberapa, dan jenis tusuk dasar yang dipakai apa saja, serta langkah-langkah dalam merajut.

Contoh: Anda akan membuat tas rajut simple dengan tusuk rantai 10 stitch. Pada baris pertama hingga ke tiga menggunakan tusuk tunggal. Lalu baris ke empat memakai tusuk ganda dan seterusnya.


Tags: cara bunga merajut

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia