... Cara Merajut Bentuk Bunga: Panduan Lengkap untuk Karya Rajutan DIY

"Rajut Cantik - Panduan Membuat Bunga dengan Jalinan Benang"1 / 2

5. Meniru.

Untuk pemula, tidak ada salahnya Anda meniru cara merajut milik orang lain yang sudah dipublikasikan, yaitu meniru pola rajutnya, baik pola rajut tulis maupun melihat langsung video yang ada di Youtube.

Selain pola rajut, juga bisa meniru jenis benang, warna, dan ukuran rajutan. Bentuk nya bagaimana, panjang, lebar, tinggi nya seberapa, dan jenis tusuk dasar yang dipakai apa saja, serta langkah-langkah dalam merajut.

Contoh: Anda akan membuat tas rajut simple dengan tusuk rantai 10 stitch. Pada baris pertama hingga ke tiga menggunakan tusuk tunggal. Lalu baris ke empat memakai tusuk ganda dan seterusnya.

Istilah Tentang Anatomi Rajutan dan Cara Membuat Simpul Awal

Beberapa istilah tentang anatomi rajutan yang wajib kamu pahami antara lain:

  • Slip knot: simpul awal sebelum memulai tusuk dasar.
  • Front loop: tusuk atau lubang yang menghadap Anda.
  • Back loop: tusuk atau lubang yang membelakangi Anda (terletak di balik front loop).
  • Yard end: ujung benang pendek
  • Yard ball: ujung benang lainnya yang terhubung dengan gulungan benang.

Selanjutnya, Anda bisa membuat simpul awal dengan mengikuti langkah-langkah ini:

Jika ingin menguji apakah simpul awal buatan Anda sudah benar atau belum, cobalah menarik salah satu ujung benang. Kalau Anda menarik yard ball, maka simpul akan mengencang. Sedangkan jika kamu menarik yard end, simpul akan mengendur.

6. Jadikan merajut sebagai kegiatan yang menyenangkan, penghilang stres, bahkan hobi.

Hal ini memang terlihat sepele, namun, efeknya sangat luar biasa. Suatu pekerjaan apa saja yang Anda sukai, bahkan Anda jadikan sebagai hobi, mau sesulit apapun pasti akan Anda selesaikan, begitu juga dengan merajut.

Pada awalnya, merajut memang melelahkan, bahkan bagi sebagian orang bisa jadi hal yang membosankan. Tapi hal ini tidak akan terjadi jika Anda menyukai rajutan. Justru, merajut bisa jadi salah satu kegiatan alternatif selama di rumah saat pandemi covid-19 ini. Bisa mengisi waktu luang Anda, dan bisa menghilangkan stres serta kejenuhan selama di rumah saja.

Contoh Kerajinan dari Benang Woll

">No">Hasil Kerajinan dari Benang Woll
">1">Kerajinan Abjad Artistik dari Woll
">2">Kerajinan Bingkai Foto Gantung dari Woll
">3">Kerajinan Bunga Crochet dari Woll
">4">Kerajinan Bunga Dandelion dari Woll
">5">Kerajinan Bunga Mawar dari Woll
">6">Kerajinan Bunga Pom-Pom dari Woll
">7">Kerajinan Bunga Tumpuk dari Woll
">8">Kerajinan Dekorasi Dinding Sederhana dari Woll
">9">Kerajinan Gantungan Kunci Sederhana dari Woll
">10">Kerajinan Hiasan Tempat Buah dari Woll
">11">Kerajinan Jam Dinding Rajut dari Woll
">12">Kerajinan Kesenian Paku dari Woll
">13">Kerajinan Keset dari Woll
">14">Kerajinan Rumbai-Rumbai dari Woll
">15">Kerajinan Tassel Gantung dari Woll
">16">Kerajinan Hiasan Tempat Lilin dari Wol
">17">Kerajinan Hiasan Tempat Pensil dari Woll

2. Mulailah belajar tusuk dasar merajut dengan optimis.

A. Kenali jenis benang dan jarum rajut (hakpen).

Anda tidak perlu membeli semua jenis benang maupun jarum rajut sekaligus. Untuk belajar merajut, cukup 1 jenis benang dan 1 ukuran hakpen saja. Bahkan, dengan 1 ukuran hakpen yang Anda beli pun, nanti Anda sudah bisa membuat berbagai macam kreasi rajutan.

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli alat rajut, tidak ada salahnya untuk mencari beberapa referensi terkait jenis-jenis benang rajut maupun ukuran hakpen (jarum rajut) nya.

a. Pilihlah jenis benang rajut polos yang lembut, tidak kaku dan tidak bercabang.

Hal ini bertujuan agar Anda lebih mudah saat belajar merajut, benang rajut tidak keras saat dililit dan juga tidak melukai tangan Anda. Karena tidak sedikit pemula yang baru belajar merajut merasa tidak nyaman saat merajut, hingga jari-jari nya sakit akibat lilitan benang yang keras. Begitu juga dengan jarum rajut. Pada saat benangnya keras, maka tidak menutup kemungkinan jari-jari Anda pun akan menggelembung atau melepuh karena tekanan dari hakpen.

Anda bisa memilih benang rajut biasa yang berbahan katun. Benang katun ya, bukan katun orchid. Karena katun orchid biasanya bercabang. Meskipun lembut di tangan, tapi nantinya akan menyulitkan Anda saat belajar. Apalagi jika benang dipakai untuk belajar rajut secara berulang-ulang, maka dipastikan benang akan kusut dan menjadi semakin bercabang. Alhasil, Anda akan kesulitan saat mengaitkan dan menarik benang.

Selain benang rajut yang berbahan katun biasa, Anda bisa memilih benang rajut yang berbahan akrilik lembut (soft acrylic). Benang ini biasanya lebih mudah diatur saat Anda mulai belajar merajut.

Tidak hanya pemilihan jenis benang saja, tapi warna benang pun perlu diperhatikan. Benang rajut polos cukup membantu proses belajar merajut Anda. Dengan warna benang polos, Anda bisa melihat bagaimana tusukan dibuat (bentuk dasar dari tusukan). Jika Anda memilih benang gradasi (bukan polos), maka hasil tusukan (stitch) Anda tidak terlalu kelihatan. Pada saat terjadi kesalahan, maka sulit bagi Anda untuk membedakannya.


Tags: cara bunga merajut

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia