Cara Merajut dengan Langkah-langkah Praktis dan Gambar Inspiratif
Cara Merajut
wikiHow adalah suatu "wiki", yang berarti ada banyak artikel kami yang disusun oleh lebih dari satu orang. Untuk membuat artikel ini, 100 penyusun, beberapa di antaranya anonim, menyunting dan memperbaiki dari waktu ke waktu.
Adalah fakta yang mengejutkan bahwa di dunia yang berkembang sangat pesat dewasa ini, merajut mengalami kebangkitan kembali sebagai hobi yang menenangkan tetapi produktif. Apakah orang yang merajut adalah pria setengah baya yang merajut di kamarnya untuk membantu mengontrol tekanan darahnya atau anak yang diajari merajut di sekolah karena kegiatan tersebut melatih koordinasi tangan dan mata, generasi baru perajut tidak hanya termasuk dalam satu kategori saja.
Kalau Anda ingin berpartisipasi dalam hobi merajut, petunjuk bergambar dengan penjelasan langkah demi langkah berikut ini, yang disesuaikan untuk pemula, bisa membantu Anda menjalani hobi tersebut. Ada banyak macam jahitan, tetapi Anda hanya akan memulai jahitan rajut. Tujuan utama pelajaran merajut yang sangat dasar ini adalah untuk mengajarkan dasar-dasar membuat tusukan awal, merajut baris, dan kemudian membuat tusukan penutup. Dengan mempelajari penjelasan ini maka Anda bisa mulai merajut bahan dasar apa pun.
2. Mulailah belajar tusuk dasar merajut dengan optimis.
A. Kenali jenis benang dan jarum rajut (hakpen).
Anda tidak perlu membeli semua jenis benang maupun jarum rajut sekaligus. Untuk belajar merajut, cukup 1 jenis benang dan 1 ukuran hakpen saja. Bahkan, dengan 1 ukuran hakpen yang Anda beli pun, nanti Anda sudah bisa membuat berbagai macam kreasi rajutan.
Sebelum Anda memutuskan untuk membeli alat rajut, tidak ada salahnya untuk mencari beberapa referensi terkait jenis-jenis benang rajut maupun ukuran hakpen (jarum rajut) nya.
a. Pilihlah jenis benang rajut polos yang lembut, tidak kaku dan tidak bercabang.
Hal ini bertujuan agar Anda lebih mudah saat belajar merajut, benang rajut tidak keras saat dililit dan juga tidak melukai tangan Anda. Karena tidak sedikit pemula yang baru belajar merajut merasa tidak nyaman saat merajut, hingga jari-jari nya sakit akibat lilitan benang yang keras. Begitu juga dengan jarum rajut. Pada saat benangnya keras, maka tidak menutup kemungkinan jari-jari Anda pun akan menggelembung atau melepuh karena tekanan dari hakpen.
Anda bisa memilih benang rajut biasa yang berbahan katun. Benang katun ya, bukan katun orchid. Karena katun orchid biasanya bercabang. Meskipun lembut di tangan, tapi nantinya akan menyulitkan Anda saat belajar. Apalagi jika benang dipakai untuk belajar rajut secara berulang-ulang, maka dipastikan benang akan kusut dan menjadi semakin bercabang. Alhasil, Anda akan kesulitan saat mengaitkan dan menarik benang.
Selain benang rajut yang berbahan katun biasa, Anda bisa memilih benang rajut yang berbahan akrilik lembut (soft acrylic). Benang ini biasanya lebih mudah diatur saat Anda mulai belajar merajut.
Tidak hanya pemilihan jenis benang saja, tapi warna benang pun perlu diperhatikan. Benang rajut polos cukup membantu proses belajar merajut Anda. Dengan warna benang polos, Anda bisa melihat bagaimana tusukan dibuat (bentuk dasar dari tusukan). Jika Anda memilih benang gradasi (bukan polos), maka hasil tusukan (stitch) Anda tidak terlalu kelihatan. Pada saat terjadi kesalahan, maka sulit bagi Anda untuk membedakannya.
Tags: cara gambar merajut