Cara Merajut Topi - Panduan Cantik untuk Pekerjaan Suntikan dan DIY
Benang rajut
Ilustrasi benang rajut (pexels.com/rodnae-prod)
Benang adalah bahan utama yang digunakan untuk merangkai kerajinan. Terdapat berbagai bahan dan ukuran benang yang bisa kamu sesuaikan dengan proyek rajutanmu. Jika ingin membuat baju atau selimut, kamu perlu menggunakan benang berbahan katun atau wol. Sementara, untuk sepatu atau tas minimal kamu memakai benang poliester atau nilon yang lebih kaku dan kuat.
Perhatikan juga ukuran benang dengan ukuran hakpen. Benang yang kecil dan halus biasanya memakai hakpen lebih kecil, dan sebaliknya. Jika kamu salah memasangkan hakpen dan benang, maka pola rajutanmu bisa terlalu rapat atau terlalu longgar dan berlubang. Sehingga, hasil rajutanmu terlihat tidak rapi.
Teknik-teknik Dasar dalam Merajut
Tak hanya sekedar membuat pola di dalam suatu kain, merajut memiliki teknik dasar yang penting untuk dipahami. Adapun teknik-teknik dasar dalam merajut yaitu:
1. Teknik Rantai Dasar (Chain Stitch)
Chain stitch adalah teknik mendasar dalam merajut. Seperti namanya, teknik ini mengharuskan kamu untuk membuat serangkaian rantai menggunakan jarum dan benang rajut.
Teknik ini biasanya digunakan untuk membentuk dasar untuk rajutan selanjutnya. Tak heran mengapa penguasaan dari teknik rantai sangat penting untuk mempermudah proses merajut.
2. Teknik Rajut Polos (Single Crochet)
Teknik rajut polos, juga dikenal sebagai single crochet, adalah teknik rajutan yang sederhana tetapi sering digunakan dalam berbagai proyek rajutan.
Dengan teknik ini, Anda akan menghasilkan rajutan padat dan kokoh. Teknik rajutan polos juga sering digunakan untuk membuat sisi tas dan bagian penutup (flap) pada tas rajut.
3. Teknik Rajutan Ganda (Double Crochet)
Teknik rajutan ganda, atau double crochet, merupakan teknik yang digunakan sebagai cara merajut untuk menghasilkan rajutan lebih tinggi dari teknik rajutan polos.
Rajutan ganda umumnya lebih longgar daripada rajutan polos dan digunakan untuk menciptakan tekstur yang berbeda pada tas rajutan.
Teknik rajutan ganda cocok untuk membuat pola rajutan yang lebih terbuka dan lapang.
Teknik penambahan dan pengurangan sangat penting untuk membentuk bentuk tas yang diinginkan. Hal itu dikarenakan, teknik penambahan ini digunakan untuk menambah jumlah rajutan dalam satu baris, sedangkan teknik pengurangan digunakan untuk mengurangi jumlah rajutan.
Dengan menguasai teknik ini, kamu bisa menciptakan bentuk tas yang berbeda, seperti tas kerucut atau tas berbentuk lingkaran.
Teknik Dasar Merajut untuk Pemula
Aktivitas merajut kini tak lagi identik dengan kegiatan orang tua dan kesan ketinggalan zaman. Justru saat ini banyak generasi muda tertarik belajar merajut agar bisa memiliki keterampilan khusus untuk menghasilkan produk bermanfaat. Awalnya, belajar merajut memang terasa sulit. Namun, kamu akan cepat mahir bila cermat mengikuti tips merajut untuk pemula .
Ulasan berikut ini akan menambah wawasanmu tentang cara belajar merajut sebelum kamu mencobanya secara langsung.
Merajut atau Merenda Topi
Ada banyak pilihan topi jika Anda tahu cara merajut atau merenda, mulai dari topi beanie hingga bonet.
Rajutlah topi yang mudah. Ini adalah cara yang pas untuk membuat topi baru di musim dingin, cocok untuk pemula yang ingin menggunakan jarumnya.
Rendalah sebuah topi. Renda memiliki penampilan yang cantik sekaligus bisa menyangga kepala dengan baik dan menjadi bentuk yang ideal untuk topi.
Buatlah topi dengan knitting loom (semacam alat rajut). Jika Anda memiliki knitting loom kecil sendiri, maka ini akan menjadi proyek yang rapi untuk membuat topi yang manis.
Seputar Tips dan Cara Merajut Lingkaran
Kunci utama dalam merajut lingkaran adalah kemampuan logika dalam membagi jumlah tusukan sama rata hingga membentuk lingkaran sempurna.
Setiap baris lingkaran bertambah, maka total tusukan juga bertambah sesuai kelipatannya.
Umumnya jumlah kelipatannya adalah 12, 10, 8, atau 6. Meski ada juga yang menggunakan kelipatan 7, 15, dan lainnya. Intinya trgantung pola yang diikuti, gauge/ tension, maupun jenis stitch yang dipakai. Jika jumlah tusukan terlalu banyak hasilnya akan melebar dan bergelombang seperti lipatan rok, sebaliknya jika tusukannya kurang maka rajutan akan mengkerut ke bawah/ menyempit.
Jadi sangat penting untuk menghitung dengan tepat dan merajut dengan presisi agar lingkaran terlihat simetris dan bulat sempurna.
Sekali lagi, jangan lupa… hitung jumlah tusuknya sesuai kelipatannya. Jangan sampai kurang atau kelebihan.
Kalau sudah terlanjur salah hitung, tak ada cara lain kecuali: bongkar, bongkar, bongkar… #eaa
Untuk tutorialnya memang sebaiknya lihat langsung di Youtube. Ada banyaak yang bikin tutorial versinya masing-masing.
Ada yang awalnya pakai chain 5 yang disambung menjadi satu dengan slip stitch. Ada pula yang memakai magic ring.
Tags: cara merajut