Contoh Brosur Jasa Jahit yang Menginspirasi - Menemukan Kreativitas dalam Kerajinan Tangan
Contoh brosur bisnis
Brosur bisnis Anda perlu terlihat profesional namun tidak terlalu korporat pada saat yang sama. Bagaimana Anda melakukan ini?
Tambahkan beberapa brand personality Anda ke brosur bisnis Anda dengan mengubah warna, font, dan ilustrasi. Brosur perusahaan dapat menginspirasi dengan desain yang tepat.
Dalam contoh ini, bentuk-bentuk geometris dan warna-warna cerah menambah lebih banyak kehidupan ke dalam sebuah niche yang agak membosankan (gelas termal)
Anda dapat melihat template brosur produk ini atau halaman brosur bisnis lainnya dengan mengeklik tombol “Edit template”.
6 Jenis Contoh Brosur Dari Bentuknya
Secara umum, brosur terbagi jadi beberapa kategori berdasarkan layout dan bentuk lipatannya.
Tiap tipe brosur ini bisa dipakai untuk konten berbeda, sehingga cara menyampaikan informasi bisa tersaji secara berbeda di tiap lipatan.
Jika yang Anda ingin pelajari cara desain brosur yang menarik, Anda bisa membaca artikel yang membahas tips desain brosur di tautan ini.
Tapi sekarang, mari kembali ke pembahasan contoh brosur dari ukurannya:
1. Contoh brosur lipat dua
Ada sebutan lain untuk contoh brosur tipe ini, yaitu brosur bifold, brosur lipat V, ataupun brosur lipat setengah.
Jenis ini terbuat dari satu lembar kertas yang dilipat hingga terbagi jadi dua bagian.
Ukuran standar brosur ini yaitu 8,5 x 11 inci (21,6 cm x 27,9 cm), atau setara dengan kertas ukuran A4.
2. Contoh brosur lipat tiga
Pada desain ini, satu lembar kertas terbagi menjadi tiga bagian, dengan bagian paling kanan dilipat dan ditaruh bagian dalam brosur.
Adapun ukuran kertas yang dipakai masih sama dengan ukuran untuk model lipat dua (21,6 cm x 27,9 cm).
Model brosur dengan lipatan ini paling sering dipakai karena bisa memberi keseimbangan antara jumlah informasi konten dan desain.
3. Contoh brosur lipatan Z
Secara prinsip, bentuk lipatan ini hampir sama dengan brosur lipat tiga.
Bedanya lebih pada cara melipatnya yang sekilas terlihat seperti bentuk huruf Z.
Materi Pemasaran Cetak Apa yang Tepat untuk Bisnis Anda?
Entah itu brosur, flyer, leaflet, kartu nama, atau apapun materi pemasarannya, semua bisa Anda manfaatkan untuk mempromosikan bisnis.
Yang terpenting, materi harus memiliki tampilan desain dan hasil cetak yang berkualitas tinggi.
Jika materi pemasaran Anda cetak secara bagus, bisnis pun akan bisa meraih lebih banyak eksposur dan, dalam jangka panjang, meningkatkan penjualan produk.
Anda harus memastikan materi pemasaran berkualitas, menarik secara visual, dan mengandung pesan yang jelas.
Berikut adalah beberapa materi pemasaran yang bisa Anda pilih untuk melejitkan upaya pemasaran dan penjualan bisnis:
1. Brosur
Brosur adalah materi yang populer dan efektif untuk membantu mendapatkan informasi tentang bisnis Anda dengan cepat dan terjangkau.
Selain brosur, bisnis juga umum menggunakan flyer dan leaflet untuk mempromosikan atau menginformasikan produk dan jasanya.
Jika tidak bisa membuat desain yang memuaskan, mintalah bantuan tenaga ahli atau desainer grafis untuk mendapatkan rancangan brosur yang sesuai kebutuhan bisnis Anda.
2. Buklet
Buklet terbukti sangat berguna untuk tujuan promosi, edukasi, atau meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) bisnis Anda.
Selain itu, kelebihan buklet adalah karena dapat menjangkau audiens serta membangun citra yang kredibel dengan biaya terjangkau.
Biasanya, buklet berbentuk seperti buku dengan sampul kertas dan memiliki jumlah halaman antara 80-90 halaman.
Buklet pun bisa menjadi buku panduan bagi pelanggan untuk membuat keputusan pembelian yang lebih terarah.
Selain itu, buklet juga bisa memperkenalkan produk atau layanan baru ke pelanggan.
3. Kalender
Kalender adalah media yang bisa membuat bisnis Anda selalu teringat oleh pelanggan sepanjang tahun.
Tips Memulai Usaha Jahit
Usaha jahit bisa dibilang memiliki risiko yang sangat kecil bahkan tidak ada.
Kalaupun usaha jahit kamu sepi dan berniat untuk menutupnya, kamu masih bisa menjual kembali mesin jahit beserta peralatannya.
Namun, hal ini tentu tidak akan terjadi jika kamu memulai usaha jahit dengan kiat-kiat berikut ini.
1. Pastikan Kamu Memang Ahli Menjahit
Sebelum membuka usaha jahit, sebaiknya pastikan dulu bahwa kamu memang sudah ahli di bidang menjahit.
Ahli menjahit bukan hanya sekedar bisa memakai mesin jahit, tetapi kamu juga harus bisa membuat berbagai model pakaian.
Karena nantinya kamu harus bisa menjahit pakaian sesuai keinginan pelanggan.
Jika kamu merasa perlu meningkatkan keahlian, saat ini banyak tersedia kursus menjahit yang bisa kamu ikuti.
Berbagai keahlian yang akan dipelajari seperti pengambilan ukuran pakaian, membuat pola, cara memotong kain, berbagai teknik menjahit, dan lain sebagainya.
Selain itu, kamu juga bisa mencari berbagai tutorial menjahit di Youtube agar keahlianmu semakin mantap.
2. Hasilkan Jahitan yang Bagus
Usaha jahit yang dimulai dari rumah memang hanya menargetkan para tetangga sebagai konsumen.
Namun, usaha jahit kamu bisa dikenal banyak orang jika hasil jahitan kamu bagus.
Orang yang mengetahui hasil jahitan kamu biasanya akan ikut mempromosikan jasa jahit kamu kepada saudara atau kenalan mereka.
Bisa saja kamu akan mendapatkan pesanan seragam arisan ibu-ibu RT, atau seragam sekolah saat penerimaan siswa baru sekolah tiba.
Apalagi jika ada pelanggan yang berprofesi sebagai guru atau pegawai instansi pemerintah.
Mungkin kamu akan mendapat permintaan untuk menjahitkan seragam resmi, seragam olahraga, atau seragam lainnya.
3. Melakukan Promosi
Lalu kamu bisa mempromosikan usaha kamu dari mulut ke mulut kepada tetangga, saudara maupun kenalan kamu.
Kamu juga bisa meletakkan selebaran atau brosur di tempat-tempat yang strategis.
Tags: jahit contoh