... 7 Contoh Design Thinking Kreatif untuk Kerajinan DIY: Inspirasi Jitu untuk Seni Jahit dan Rajut!

Karya Seni Dengan Pendekatan Design Thinking - Inspirasi Desain untuk Kerajinan Sulaman

Design Thinking: Arti, Tahapan, dan Contoh Penerapannya

Inilah rangkuman informasi buat kamu yang penasaran tentang design thinking.

Andara Rose - 21 February 2022

Design Thinking: Arti, Tahapan, dan Contoh Penerapannya

Apa yang pertama kali muncul di pikiranmu ketika mendengar istilah design thinking? Mungkin bagi kamu, design thinking identik dengan inovasi, berpikir out-of-the-box, punya terobosan baru, dsb. Sebenarnya, kamu nggak salah.

Ketiga kata frasa tersebut memang hasil yang diinginkan dari proses melakukan design thinking. Biasanya, kemampuan melakukan design thinking dibutuhkan pada pekerjaan yang berkaitan dengan desain produk, user experience, UX designer, arsitektur, dll.

Design thinking tak hanya berlaku dalam pekerjaan tersebut, tetap juga dibutuhkan dalam bisnis. Design thinking memang mempunyai keuntungan seperti penghematan biaya dan jaminan return of investment (ROI), membuat pengguna semakin loyal, dan menghemat waktu pengembangan.

Konon, design thinking juga sangat penting dimiliki startup. Startup menciptakan, menguji produk atau servis dan tak jarang gagal sebelum mendapat pendanaan untuk meneruskan penemuannya. Startup harus bisa mendefinisikan masalah dan menjawabnya dengan hasil produknya. Di situlah, design thinking berperan.

Lantas, apa yang dimaksud dengan design thinking? Bagaimana karakteristik dan penerapannya? Simak terus informasi di bawah ini agar kamu dapat memahami design thinking.

Tahapan-tahapan Penerapan Design Thinking

Design thinking biasanya melibatkan sejumlah stage (tahapan), yang dapat bervariasi tergantung pada sumber dan interpretasinya.

Namun secara umum, tahapan-tahapan design thinking adalah sebagai berikut:

Empathize (Berempati)

Tahapan pertama dalam design thinking adalah empathize. Pada tahap ini, fokus utama teman-teman adalah untuk memahami seperti apa pengalaman, pandangan, dan kebutuhan user atau pihak-pihak lain yang terkait.

Kemudian orang atau tim yang bertanggungjawab terhadap design thinking berusaha melihat dunia dari perspektif user, mengidentifikasi masalah yang dihadapi, dan merasakan emosi serta tantangan yang mereka alami.

Dalam tahap empathize, berbagai metode mungkin saja untuk diterapkan, seperti wawancara, observasi, hingga studi kasus. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai user.

Apa tujuan metode-metode itu dilaksanakan?

Tujuan utamanya adalah untuk membangun empati yang kuat terhadap orang-orang yang terlibat, sehingga solusi yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Empathize menciptakan pondasi dasar yang kokoh untuk solusi inovatif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap user.

Define (Definisi)

Define merupakan tahapan kedua dalam proses design thinking. Pada tahap ini, Anda akan menggunakan pemahaman yang diperoleh dari tahap empathize untuk merumuskan secara jelas permasalahan atau solusi yang ingin dipecahkan.

Tugas utama pada tahap define adalah mengartikan data yang diperoleh dari tahap empathize menjadi sebuah pernyataan masalah yang spesifik dan dapat dipahami.

Pernyataan masalah ini harus menggambarkan esensi dari apa yang ingin dicapai dan menetapkan batasan-batasan untuk fokus pada solusi.

Alasan Design Thinking Patut Diterapkan

Design thinking tidak akan lahir tanpa adanya tujuan yang jelas. Ia diterapkan sebagai strategi dalam penciptaan sebuah produk dengan kebutuhan pengguna sebagai dasarnya.

Inilah yang membuat proses di dalamnya juga melibatkan pemikiran mengenai masalah-masalah dalam kehidupan. Masalah tersebut harus hadir dari empati terhadap (calon) pengguna produk dan didefinisikan secara jelas. Selanjutnya, solusi untuk masalah tersebut pun digagas untuk akhirnya diuji coba oleh pengguna.

Design thinking dianggap tidak hanya sebagai sebuah cara efektif untuk memecahkan masalah dan menghasilkan produk baru. Lebih dari itu, strategi ini dapat mendorong pelakunya (dalam hal ini perancang atau inovator) untuk belajar dan berkembang menjadi lebih baik.

Proses inovasi yang berhasil memiliki tiga indikator: solusi yang unggul, keterlibatan karyawan, serta minim biaya. Design thinking diduga efektif untuk diterapkan dalam proses inovasi karena mencakup tiga indikator tersebut.

Fokusnya pada kebutuhan pengguna dan eksplorasi yang mendorong sebanyak mungkin orang untuk mengungkapkan idenya adalah karakter dari design thinking . Itu merupakan tanda-tanda bahwa strategi ini pantas diaplikasikan dalam pemecahan masalah .


Tags: kerajinan contoh

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia