Karya Seni Dengan Pendekatan Design Thinking - Inspirasi Desain untuk Kerajinan Sulaman
Contoh design thinking kerajinan
Ketika membuat sebuah produk, kamu tentu sudah mengetahui alasan dan tujuan ia diciptakan. Ia bisa jadi merupakan sebuah solusi dari masalah tertentu. Ternyata, penemuan alasan dari pembuatan sebuah produk adalah salah satu tahapan design thinking .
Secara singkat, design thinking adalah sebuah strategi dalam pemecahan masalah dengan cara yang kreatif. Nah, banyak perusahaan besar di dunia, termasuk di Indonesia, menggunakannya sebagai strategi untuk menghasilkan produk.
Apakah kamu penasaran dengan contoh penerapannya ? Mari kita simak artikel berikut yang menjelaskan implementasi design thinking dalam berbagai perusahaan.
đź’» Mulai Belajar Pemrograman
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Apa itu Design Thinking?
Pengertian design thinking adalah suatu mindset (pola pikir) dan pendekatan terhadap problem-solving (pemecahan masalah) dan inovasi desain yang berorientasi pada manusia.
Meskipun metode ini sudah ada sejak lama, namun design thinking ini tetap memiliki daya tarik di dunia bisnis modern.
Design thinking berbeda dari proses inovasi dan ide-ide lainnya, karena pemikiran ini berbasis pada solusi dan berorientasi pada user, bukan berbasis masalah.
Artinya, fokusnya adalah pada penyelesaian suatu masalah, bukan pada masalah itu sendiri.
Jika tim Anda merasa kesulitan saat menjalani pekerjaan remote (jarak jauh), maka metodologi design thinking ini bisa teman-teman gunakan untuk mencari bagaimana cara meningkatkan produktivitas mereka.
Di sini Anda akan lebih fokus terhadap solusinya daripada fokus pada masalahnya, yaitu produktivitas yang menurun.
Inti dari design thinking adalah berorientasi atau terfokus pada manusia dan user, tentang apa masalah dan solusinya.
Seperti pertanyaan “Siapa yang akan menggunakan produk ini?” dan “Apa manfaat yang akan dirasakan oleh orang-orang jika produk/sistem ini ada?”
Apa itu design thinking?
Di internet, kamu akan menemui banyak definisi mengenai design thinking. Menurut “Interaction Design Foundation” misalnya, design thinking disebut sebagai proses yang dilakukan secara berulang untuk memahami pengguna, menantang asumsi, mendefnisikan ulang permasalahan, serta menciptakan solusi.
Sedangkan “Career Foundry” mengatakan, design thinking adalah sebuah ideologi maupun proses untuk memecahkan masalah kompleks yang menitikberatkan kepentingan pengguna. Sederhananya, design thinking merupakan pendekatan atau metode pemecahan masalah baik secara kognitif, kreatif, maupun praktis untuk menjawab kebutuhan manusia sebagai pengguna.
Meski memiliki banyak arti, ada empat karakteristik yang akan selalu kamu temui dalam design thinking.
Berbasis solusi atau people-centered
Kepentingan manusia sebagai pengguna adalah fokus paling utama dalam metode design thinking. Makanya, design thinking berperan mengidentifikasi masalah yang sedang dihadapi manusia dan menjawab masalah tersebut dengan solusi yang berguna dan efektif bagi mereka.
Dengan kata lain, design thinking sangat mengandalkan solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut. Pendekatan semacan ini akan menuntut menuntut seseorang untuk memunculkan sesuatu yang konstruktif demi mengatasi sebuah masalah.
Pemikiran berbasis solusi disimpulkan dalam penelitian Bryan Lawson, Profesor Arsitektur di Universitas Sheffield yang membandingkan proses pemecahan masalah oleh kelompok ilmuan VS kelompok desainer.
Lawson mengatakan, kelompok ilmuwan cenderung mengidentifikasi masalah (problem-based), sementara kelompok desainer lebih mengutakaman solusi masalah (solution-based). Jadi, solution-based dilakukan secara eksperimental demi menemukan solusi yang tepat.
Hands-on
Salah satu tahapan yang dilakukan dalam design thinking adalah prototype menuangkan ide menjadi produk nyata. Tahap ini memungkinkan pengujian langsung dari tim desain terhadap produk setengah jadi.
Tahapan dalam Design Thinking
Dalam proses nya design thinking terdiri dari 5 tahapan yaitu Emphatize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Semua proses ini saling berkaitan atau berkesinambungan dalam penyelesaian masalah dan menciptakan solusi dari permasalahan.
Emphatize
Ditahap emphatize ini kita harus mengetahui dan memahami kebutuhan dari user serta tentang permasalahan yang akan kita selesaikan. Cara yang paling efektif untuk melakukan emphatize adalah dengan melakukan research berupa survei langsung kepada user, melakukan interview dengan user, group discussion, observasi lapangan, studi literatur, dll.
Define
Pada tahap ini kita berfokus kepada bagaimana kita mengelola pengetahuan dan masalah yang kita temukan pada pengguna kita (user). Dengan menganalisis pengetahuan dan masalah yang kita dapat akan menjadi suatu pernyataan masalah yang nantinya dapat membantu pada tahap selanjutnya yaitu Ideate.
Pernyataan masalah yang baik akan berfokus pada manusia/pengguna, serta pernyataan yang bersifat cukup luas dapat membantu memicu keragaman ide dan solusi. Perlu digaris bawahi juga pernyataan yang cukup luas tadi tetap harus bersifat cukup fokus juga agar dapat di eksekusi.
Ideate
Prototype
Saat tahap prototype kita akan ber-experiment menggunakan sebuah ide/solusi yang kita buat kepada pengguna dalam bentuk yang tangible bisa dalam bentuk digital ataupun fisik agar dapat di uji langsung kepada pengguna. Tujuan dari prototype ini adalah kita dapat menganalisa ide/solusi yang kita miliki secara tepat dan mudah. Contoh prototype yang tangible yaitu sketsa, paper prototyping, html prototyping, dll.
Perusahaan yang Menerapkan Design Thinking
Dalam membuat sebuah produk, Google selalu menerapkan tiga prinsip di dalam prosesnya: empati, brainstorming , dan eksperimen. Google mencontohkan produk Loon sebagai langkah inisiatif atas empati terhadap daerah-daerah yang tidak terpapar koneksi internet.
Loon adalah sebuah proyek untuk memperluas koneksi internet pada daerah-daerah yang sulit mendapatkannya, baik karena geografis ataupun biaya. Bentuknya serupa dengan balon udara, maka ia pun juga dikenal sebagai balon internet Google.
Loon berhasil mengembangkan solusi yang terbatas, yakni dari mulanya memasang lebih banyak kabel fiber untuk koneksi internet menjadi membuatnya terbang di angkasa. Prototipenya diuji coba sekitar tahun 2013 sampai 2020.
Tokopedia
Poin-poin dalam design thinking juga diterapkan oleh Tokopedia . Misalnya, pembuatan “fitur promo” berangkat dari harapan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan di rumah yang terjangkau dan juga efisien.
Itu merupakan salah satu contoh dari bentuk empati. Selain itu, Tokopedia juga menerapkan tahapan-tahapan design thinking lainnya ketika membuat sebuah produk.
Apple
Steve Jobs sebagai salah satu pemeran penting dari Apple mengaplikasikan design thinking pada penciptaan produknya, yang otentik sampai sekarang. Misalnya, iMac dibuat dengan kualitas suara serta layar yang sangat jernih.
Tidak hanya mengedepankan desain yang estetik, Apple juga mengutamakan kenyamanan dalam pengalaman pengguna ketika memakai produknya. Jika kamu sadar, hal itulah yang membuat produk-produk Apple selalu dinanti-nantikan. Belum lagi loyalitas penggunanya yang tidak main-main.
Tags: kerajinan contoh