Karya Seni Dengan Pendekatan Design Thinking - Inspirasi Desain untuk Kerajinan Sulaman
Perusahaan yang Menerapkan Design Thinking
Dalam membuat sebuah produk, Google selalu menerapkan tiga prinsip di dalam prosesnya: empati, brainstorming , dan eksperimen. Google mencontohkan produk Loon sebagai langkah inisiatif atas empati terhadap daerah-daerah yang tidak terpapar koneksi internet.
Loon adalah sebuah proyek untuk memperluas koneksi internet pada daerah-daerah yang sulit mendapatkannya, baik karena geografis ataupun biaya. Bentuknya serupa dengan balon udara, maka ia pun juga dikenal sebagai balon internet Google.
Loon berhasil mengembangkan solusi yang terbatas, yakni dari mulanya memasang lebih banyak kabel fiber untuk koneksi internet menjadi membuatnya terbang di angkasa. Prototipenya diuji coba sekitar tahun 2013 sampai 2020.
Tokopedia
Poin-poin dalam design thinking juga diterapkan oleh Tokopedia . Misalnya, pembuatan “fitur promo” berangkat dari harapan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan di rumah yang terjangkau dan juga efisien.
Itu merupakan salah satu contoh dari bentuk empati. Selain itu, Tokopedia juga menerapkan tahapan-tahapan design thinking lainnya ketika membuat sebuah produk.
Apple
Steve Jobs sebagai salah satu pemeran penting dari Apple mengaplikasikan design thinking pada penciptaan produknya, yang otentik sampai sekarang. Misalnya, iMac dibuat dengan kualitas suara serta layar yang sangat jernih.
Tidak hanya mengedepankan desain yang estetik, Apple juga mengutamakan kenyamanan dalam pengalaman pengguna ketika memakai produknya. Jika kamu sadar, hal itulah yang membuat produk-produk Apple selalu dinanti-nantikan. Belum lagi loyalitas penggunanya yang tidak main-main.
Alasan Design Thinking Patut Diterapkan
Design thinking tidak akan lahir tanpa adanya tujuan yang jelas. Ia diterapkan sebagai strategi dalam penciptaan sebuah produk dengan kebutuhan pengguna sebagai dasarnya.
Inilah yang membuat proses di dalamnya juga melibatkan pemikiran mengenai masalah-masalah dalam kehidupan. Masalah tersebut harus hadir dari empati terhadap (calon) pengguna produk dan didefinisikan secara jelas. Selanjutnya, solusi untuk masalah tersebut pun digagas untuk akhirnya diuji coba oleh pengguna.
Design thinking dianggap tidak hanya sebagai sebuah cara efektif untuk memecahkan masalah dan menghasilkan produk baru. Lebih dari itu, strategi ini dapat mendorong pelakunya (dalam hal ini perancang atau inovator) untuk belajar dan berkembang menjadi lebih baik.
Proses inovasi yang berhasil memiliki tiga indikator: solusi yang unggul, keterlibatan karyawan, serta minim biaya. Design thinking diduga efektif untuk diterapkan dalam proses inovasi karena mencakup tiga indikator tersebut.
Fokusnya pada kebutuhan pengguna dan eksplorasi yang mendorong sebanyak mungkin orang untuk mengungkapkan idenya adalah karakter dari design thinking . Itu merupakan tanda-tanda bahwa strategi ini pantas diaplikasikan dalam pemecahan masalah .
Apa itu design thinking?
Di internet, kamu akan menemui banyak definisi mengenai design thinking. Menurut “Interaction Design Foundation” misalnya, design thinking disebut sebagai proses yang dilakukan secara berulang untuk memahami pengguna, menantang asumsi, mendefnisikan ulang permasalahan, serta menciptakan solusi.
Sedangkan “Career Foundry” mengatakan, design thinking adalah sebuah ideologi maupun proses untuk memecahkan masalah kompleks yang menitikberatkan kepentingan pengguna. Sederhananya, design thinking merupakan pendekatan atau metode pemecahan masalah baik secara kognitif, kreatif, maupun praktis untuk menjawab kebutuhan manusia sebagai pengguna.
Meski memiliki banyak arti, ada empat karakteristik yang akan selalu kamu temui dalam design thinking.
Berbasis solusi atau people-centered
Kepentingan manusia sebagai pengguna adalah fokus paling utama dalam metode design thinking. Makanya, design thinking berperan mengidentifikasi masalah yang sedang dihadapi manusia dan menjawab masalah tersebut dengan solusi yang berguna dan efektif bagi mereka.
Dengan kata lain, design thinking sangat mengandalkan solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut. Pendekatan semacan ini akan menuntut menuntut seseorang untuk memunculkan sesuatu yang konstruktif demi mengatasi sebuah masalah.
Pemikiran berbasis solusi disimpulkan dalam penelitian Bryan Lawson, Profesor Arsitektur di Universitas Sheffield yang membandingkan proses pemecahan masalah oleh kelompok ilmuan VS kelompok desainer.
Lawson mengatakan, kelompok ilmuwan cenderung mengidentifikasi masalah (problem-based), sementara kelompok desainer lebih mengutakaman solusi masalah (solution-based). Jadi, solution-based dilakukan secara eksperimental demi menemukan solusi yang tepat.
Hands-on
Salah satu tahapan yang dilakukan dalam design thinking adalah prototype menuangkan ide menjadi produk nyata. Tahap ini memungkinkan pengujian langsung dari tim desain terhadap produk setengah jadi.
Elemen-Elemen dalam Design Thinking
Setidaknya, ada empat elemen dalam design thinking:
1. Fokus pada Pengguna (User-Centered)
Fokus pada pengguna adalah keharusan dalam melakukan design thinking. Artinya, apapun solusi Anda harus berpusat pada kebutuhan pengguna. Khususnya untuk menyelesaikan masalah mereka.
2. Iteratif (Iterative)
Berikutnya, iteratif atau membutuhkan proses berulang. Design thinking menuntut Anda melakukan proses berulang dalam berinovasi sampai Anda mendapatkan solusi paling optimal.
3. Kreativitas Tinggi (Highly Creative)
Dalam design thinking, Anda bebas mengembangkan kreativitas untuk menghasilkan solusi terbaik. Tapi jangan lupa, setiap ide kreatif Anda harus menerapkan elemen-elemen dalam design thinking.
4. Langsung (Hands On)
Tidak hanya teori atau sketsa saja, design thinking mengharuskan Anda melakukan pengujian ide produk secara langsung. Jadi, konsep produk Anda benar-benar diluncurkan ke calon pengguna untuk melihat bagaimana efektivitasnya.
Dengan mengadopsi design thinking, Anda mampu memahami kebutuhan calon konsumen dan menciptakan solusi yang efektif. Kenapa bisa begitu? Mari ketahui manfaat design thinking.
Tags: kerajinan contoh