... 7 Contoh Design Thinking Kreatif untuk Kerajinan DIY: Inspirasi Jitu untuk Seni Jahit dan Rajut!

Karya Seni Dengan Pendekatan Design Thinking - Inspirasi Desain untuk Kerajinan Sulaman

5 Tahapan dalam Proses Design Thinking

Secara garis besar, ini dia tahapan dalam proses design thinking:

  1. Emphatize: memahami kebutuhan calon konsumen,
  2. Define: mengidentifikasi masalah hingga kebutuhan calon konsumen,
  3. Ideate: mengumpulkan ide-ide solusi,
  4. Prototype: membuat model solusi,
  5. Test: melakukan pengujian terhadap solusi yang dipilih.

Lebih detailnya lagi, silakan simak penjelasan tahapan dalam proses design thinking berikut:

1. Empathize

Fokus: Memahami kebutuhan calon konsumen.

Tahap pertama, lakukan pendekatan empati atau melihat masalah dari kacamata target konsumen Anda. Tujuannya, yaitu untuk mendapatkan pemahaman tentang kebutuhan mereka. Jadi, bukan asumsi belaka.

Nah, cara melakukan tahapan empati yaitu dengan melakukan riset. Riset apa sajakah itu? Silakan sesuaikan dengan konteks kebutuhan bisnis Anda:

Untuk memudahkan riset, Anda bisa memanfaatkan berbagai tools sesuai kebutuhan. Misalnya, Google Trends untuk riset tren pasar, UberSuggest untuk riset keyword, survey review produk, dsb.

2. Define

Fokus: Mengidentifikasi masalah hingga kebutuhan calon konsumen.

Saat melakukannya, ingatlah prinsip design thinking: user-centered (fokus pada manusia).

Nah, salah satu alternatif untuk mengidentifikasi masalah dengan tepat yaitu membuat buyer persona. Buyer persona adalah karakter fiktif yang merepresentasikan target konsumen bisnis Anda.

Contoh design thinking kerajinan

Ketika membuat sebuah produk, kamu tentu sudah mengetahui alasan dan tujuan ia diciptakan. Ia bisa jadi merupakan sebuah solusi dari masalah tertentu. Ternyata, penemuan alasan dari pembuatan sebuah produk adalah salah satu tahapan design thinking .

Secara singkat, design thinking adalah sebuah strategi dalam pemecahan masalah dengan cara yang kreatif. Nah, banyak perusahaan besar di dunia, termasuk di Indonesia, menggunakannya sebagai strategi untuk menghasilkan produk.

Apakah kamu penasaran dengan contoh penerapannya ? Mari kita simak artikel berikut yang menjelaskan implementasi design thinking dalam berbagai perusahaan.

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Pertimbangan Solusi/Strategi

Saat melakukan Design Thinking terhadap suatu masalah pastinya kita akan memikirkan suatu solusi atau strategi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan Ketika membangun sebuah solusi/strategi :

Desirability

Desirability atau kebutuhan customer adalah suatu hal yang kita perlu cari tau tentang apa yang menjadi kebutuhan customer dari masalah yang dia hadapi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Apakah solusi ini dapat memenuhi kebutuhan pengguna?”

Viability

Viability adalah tujuan bisnis dari permasalahan yang ada.

“Apakah dana cukup untuk membayar pegawai?”

“Apakah dengan membuat aplikasi saya dapat merilis produk saya segera?”

Feasibility

Feasibility adalah teknologi yang memungkinkan. Dalam kata lain semisal kita memiliki solusi A untuk sebuah masalah, teknologi apa yang cocok digunakan untuk mendukung solusi A dalam menyelesaikan masalah yang ada.

“Jika saya membuat aplikasi apa saja yang saya butuhkan? Apakah dengan komponen yang ada ini dapat menunjang saya?”

Jika kita sudah bisa paham desirability, viability, dan feasibility dari suatu masalah, atau dengan kata lain kita sudah bisa menemukan titik tengah dari ketiga komponen besar ini yang biasa disebut dengan sweet spot.

Design Thinking: Pengertian, Manfaat & Contoh Penerapannya

Pernah mendengar istilah design thinking?

Mungkin, Anda mengira design thinking hanya bisa dipakai oleh designer untuk merancang sesuatu. Padahal, siapapun bisa mengadopsi metode ini, lho. Mulai dari individu, bisnis menengah, hingga perusahaan raksasa sekalipun.

Makna design thinking adalah proses penyelesaian masalah yang fokus pada pengguna (user). Jadi selama Anda menemukan seseorang terhambat dalam melakukan sesuatu, Anda bisa memecahkan masalahnya lewat design thinking.

Menggunakan design thinking, solusi yang Anda buat berdasarkan pemahaman yang matang akan masalah pengguna. Sehingga, produk pun lebih berpotensi sukses alias mampu memenuhi kebutuhan pengguna.

Eitss, itu dulu bocoran informasinya. Kalau Anda ingin mengenal design thinking lebih jauh, mari selesaikan membaca artikel ini!

Alasan Design Thinking Patut Diterapkan

Design thinking tidak akan lahir tanpa adanya tujuan yang jelas. Ia diterapkan sebagai strategi dalam penciptaan sebuah produk dengan kebutuhan pengguna sebagai dasarnya.

Inilah yang membuat proses di dalamnya juga melibatkan pemikiran mengenai masalah-masalah dalam kehidupan. Masalah tersebut harus hadir dari empati terhadap (calon) pengguna produk dan didefinisikan secara jelas. Selanjutnya, solusi untuk masalah tersebut pun digagas untuk akhirnya diuji coba oleh pengguna.

Design thinking dianggap tidak hanya sebagai sebuah cara efektif untuk memecahkan masalah dan menghasilkan produk baru. Lebih dari itu, strategi ini dapat mendorong pelakunya (dalam hal ini perancang atau inovator) untuk belajar dan berkembang menjadi lebih baik.

Proses inovasi yang berhasil memiliki tiga indikator: solusi yang unggul, keterlibatan karyawan, serta minim biaya. Design thinking diduga efektif untuk diterapkan dalam proses inovasi karena mencakup tiga indikator tersebut.

Fokusnya pada kebutuhan pengguna dan eksplorasi yang mendorong sebanyak mungkin orang untuk mengungkapkan idenya adalah karakter dari design thinking . Itu merupakan tanda-tanda bahwa strategi ini pantas diaplikasikan dalam pemecahan masalah .


Tags: kerajinan contoh

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia