... 10 Contoh Jahitan Obras Kreatif untuk Proyek Kerajinan DIY Anda

8 Contoh Jahitan Obras yang Cantik untuk Proyek Kerajinan Tangan Anda

Faktor-Faktor dalam Memilih Jenis Jahitan pada Kaos

Sekarang sudah tahu kan jenis-jenis jahitan pada kaos? Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Lantas, mana yang harus dipilih? Jawabannya tergantung pada faktor-faktor berikut ini.

Bahan Kaos yang Digunakan

Bahan kaos adalah faktor pertama yang perlu diperhatikan saat memilih jenis jahitan. Sebagai contoh, kaos berbahan dasar katun cenderung lebih tebal dibanding kaos partai yang umumnya terbuat dari bahan polyester.

Karena katun itu tebal, otomatis butuh jenis jahitan yang kuat. Dalam hal ini contohnya adalah jahitan rantai dan overdeck. Sementara untuk kaos polyester, jahitan lurus saja sudah cukup karena jenis bahannya cenderung tipis.

Bahan kaos yang mudah melar dan tidak mudah melar juga membutuhkan teknik jahitan yang berbeda. Misalnya untuk kaos spandek, untuk mengatasi kaos yang melar semacam ini, butuh jahitan overlock dengan benang nylon atau polyester. Tujuannya agar tetap elastis tapi juga tidak makin melar melebihi batas wajar.

Jenis Kaos yang Dipakai

Faktor selanjutnya yang harus diperhatikan saat memilih jenis jahitan adalah model kaos. Kaos model lengan panjang, lengan pendek, raglan, kaos polo, atau model kaos lainnya, dibuat menggunakan jenis jahitan yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, jahitan pada kaos polos biasa dan kaos raglan. Kalau diperhatikan, potongan lengan pada kaos polos dan kaos raglan sangat berbeda jauh. Otomatis, jenis jahitan yang digunakan juga tidak sama.

Penggunaan Kaos untuk OOTD

Aspek terakhir yang perlu dipertimbangkan saat menentukan jenis jahitan adalah tujuan dari penggunaan kaos itu sendiri. Kaos polos untuk dalaman biasanya tipis dan karena mengutamakan kenyamanan kulit, maka jenis jahitan yang digunakan juga tidak terlalu kompleks. Salah satu contohnya adalah jahitan lurus.

Jenis Jenis Jahitan Berdasarkan Kelasnya

Setiap kategori mesin jahit menghasilkan jenis jahitan tertentu, tergantung pada jumlah jarum, pemotong dan benang yang digabungkan untuk membuat jahitan. Masing-masing konfigurasi ini dikenal sebagai stitch (jeratan) dan mereka diklasifikasikan menurut karakteristik utamanya.

Ada sekitar tujuh puluh (70) jenis jahitan yang dapat dilihat dalam praktek umum, tetapi di antara mereka ada 18 sampai 20 jenis jahitan yang digunakan dalam industri manufaktur garmen. Dalam tujuan menjahit hanya ada dua sampai tiga jenis jahitan yang digunakan.

Menurut ISO 4915-1981, jeratan (stitch) dapat diklasifikasikan menjadi 6 kelas sebagai berikut :

1. Kelas 100: Jahitan Rantai (Single Needle Chain Stitch)

Jenis jahitan ini sangat tidak aman karena setiap loop tergantung pada loop berikutnya dan satu benang yang putus dapat memisahkan seluruh jahitan. Bentuk tusuk ini termasuk tipe-101, 103, dll.

Jahitan ini terlihat mirip dengan lockstitch pada sisi muka dengan loop pada bagian belakang. Keuntungan tambahan dari loop ini adalah membuat jahitannya elastis dan dengan demikian dapat digunakan pada kain yang membutuhkan sedikit peregangan seperti pada pita leher belakang pada kaos.

Jenis jahitan ini sering tidak disukai untuk operasi seaming tetapi banyak digunakan dalam mesin multi-jarum, sebagai tusuk sementara dan tusuk buta.

Kelemahan Jahitan Rantai: Kekuatan jahitan sangat lemah. Jika kamu menarik salah satu ujung benang, maka seluruh jahitan akan terbuka.

2. Kelas 200: Jahitan Tangan (Hand Stitch)

Contoh jahitan obras

Jika kalian familiar dengan kegiatan jenis menjahit atau memiliki interest pada dunia mode / fashion tentunya pasti pernah mendengar istilah obras. Namun apa sebenarnya definisi atau arti sebenarnya dari obras?

Obras adalah salah satu teknik jenis jahit yang biasa dipakai untuk mengikat pinggiran kain agar tiras benang (pinggiran kain) rapi. Jahitan obras pada pakaian biasanya terletak di bagian dalam pakaian, dan jahitan obras ini memiliki peranan penting dalam kekuatan jahitan.

Untuk membuat jahitan obras kita harus menggunakan mesin khusus, atau dalam kata lain kita tidak bisa menggunakan mesin jahit biasa. Mesin yang digunakan yaitu mesin khusus obras (overlock machine) dengan hasil jahitan berbentuk menyerupai jeratan benang.

Lalu apa yang membedakan mesin obras dengan mesin jahit biasa?

Mesin obras dilengkapi dengan pisau pada bagian bawah dan bagian atas di sebelah sepatu yang bergerak untuk memotong kain dalam pengoperasiannya. Ketika mengoperasikan mesin obras, kedua pisau tersebut akan bergerak dan memotong pinggiran kain sehingga jahitan yang dihasilkan pada tepi kain akan menjadi lebih rapi dan juga bersih.

Terdapat beberapa macam mesin obras berdasarkan jumlah benang yang digunakan. Penggunaan mesin obras ini disesuaikan dengan hasil jahitan, fungsi atau kebutuhan masing-masing.

Macam-macam mesin obras diantaranya:

Digunakan untuk mengobras dengan kerapatan yang rendah, seperti kemeja / blouse, juga bisa jahit neci.

Digunakan untuk menjahit baju sekaligus merapikan pinggiran kaos, menggabungkan potongan pola badan dengan potongan pola lainnya. Hasil obras mesin benang 4 juga lebih kuat, rapi, dan memiliki dua garis diagonal. Karena itulah wajar jika mesin obras ini lebih cocok untuk bahan seperti kaos.

Digunakan untuk mengobras bahan jeans dan bahan tebal lainnya. Sebenarnya mesin obras benang empat dan lima memiliki fungsi yang sama, yaitu menjahit sekaligus merapikan kain. Namun ada beberapa perbedaan antara mesin obras benang empat dan benang lima. Salah satunya adalah garis diagonal yang dibuat mesin obras benang empat ada di bagian tengah obras. Sementara itu, garis diagonal pada mesin obras benang lima berjarak 0,5 cm dari obras.

Apa Itu Stitch (Tusuk Jahitan)?

Dalam tekstil, tusuk jahit atau stitch adalah serangkaian putaran tunggal yang berulang-ulang atau loop benang melalui interloping, intralooping, atau interlacing. Ini adalah elemen dasar untuk menjahit, merajut, menyulam, merenda, dan membuat renda jarum, baik dengan tangan atau mesin. Berikut adalah perbedaan atara interlooping, intralooping dan interlacing dalam menjahit:

  1. Interlooping adalah proses melewati satu lingkaran benang melalui lingkaran lain yang dibentuk oleh benang-benang yang berbeda.
  2. Intralooping adalah proses melewati loop lain dari thread yang dibuat oleh thread yang sama.
  3. Interlacing adalah proses melewatkan benang di atas atau di sekitar benang atau loop yang berbeda.

Tags: jahit contoh obras

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia