8 Contoh Jahitan Obras yang Cantik untuk Proyek Kerajinan Tangan Anda
Lalu, Apa Saja Jenis Jahitan Kaos?
Ada empat jenis jahitan yang umum digunakan dalam industri konveksi kaos baik kaos biasa atau oversize. Berikut jenis-jenis jahitan tersebut:
Jahitan Obras
Jahitan obras dibuat menggunakan mesin obras dengan kecepatan tinggi. Jahitan ini umumnya dipakai untuk menggabungkan dua bagian kain. Untuk kaos, jahitan obras digunakan untuk menggabungkan dua bagian badan dan juga bagian lengan dengan bagian badan.
Mesinnya sendiri menggunakan 1 hingga 2 jarum dan 3 sampai 5 benang. Untuk kaos-kaos yang biasa dijual di distro, jahitan obrasnya menggunakan 2 jarum dan 4 benang. Lebar jahitannya bervariasi, mulai dari 3 hingga 5 milimeter.
- Kelebihan: Ekstensibilitas cukup tinggi
- Kekurangan: Rentan mengalami seam grinning(jika ditarik, benang jahitannya mudah terbuka)
Model jahitan seperti ini banyak digunakan oleh merk-merk kaos yang terkenal di Indonesia.
Jenis Jahitan Rantai
Sesuai namanya, jahitan satu ini memiliki pola seperti rantai yang umumnya diaplikasikan pada jenis kerah kaos o-neck dan pada bagian pundak kaos. Pada jahitan ini juga terdapat bis, yakni kain untuk merapikan jahitan obras yang digunakan pada pundak kaos. Sangat cocok dikombinasikan dengan berbagai macam warna kaos yang ada dengan benang yang berbeda akan menghasilkan desain yang kece.
Nah, untuk menghasilkan jahitan rantai, mesin perlu menggunakan 2 jarum jahit. Awalnya, jahitan rantai juga hanya diaplikasikan untuk mempermudah proses penjahitan kaos. Namun sekarang sudah menjadi tolok ukur kualitas kaos.
Cara Menjahit Obras Menggunakan Tangan
Jahitan obras bisa dilakukan menggunakan tangan atau mesin. Anda bisa memilih jenis jahitan ini pada mesin jahit dan Anda siap memulainya.
Untuk melakukannya menggunakan tangan, Anda membutuhkan perlengkapan berikut:
- Benang (warna sama dengan kain)
- Jarum jahit
- Gunting
- peniti
Hal pertama yang perlu Anda lakukan, memasukkan benang ke dalam jarum. Ukuran jarum akan bergantung pada apa yang Anda jahit. Untuk jeans, And abisa menggunakan jarum ukuran sedang.
Untuk memasukkan benang ke dalam jarum, basahkan sedikit ujung dari benang sehingga ujung yang berjumbai menyatu. Geser jarum ke tengah benang dan buat simpul dengan kedua ujung benang. Ini akan memungkinkan Anda untuk menebalkan benang dengan menggandakannya. Anda juga bisa menggunakan benang bordir karena lebih tahan dari benang biasa. Sekali lagi, ini akan tergantung pada apa yang Anda jahit.
Pilih dua potong kain, dan letakkan di sisi yang benar bersama-sama. Pastikan kedua bagian tersebut sejajar. Gunakan peniti untuk menahannya sebelum menjahit dan pastikan peniti tegak lurus dengan arah jahitan.
Mulailah dengan memasukkan jarum melalui bagian luar kain tanpa menusuk bagian lainnya. Anda harus memasukkan jarum melalui sisi yang benar dari potongan kain. Dengan menjahit di antara dua potong kain, simpul yang Anda buat sebelumnya akan tersembunyi di dalam jahitan. Kelonggaran jahitan, jarak antara jahitan dan tepi kain, harus 3 atau 4mm.
Temukan kelas menjahit Surabaya di Superprof
Pastikan benang cukup kencang untuk menarik kedua tatahan menjadi satu dan kain tidak kusut. Anda kemudian perlu melakukan jahitan obras kedua.
Jenis Jenis Jahitan Rantai
Layaknya namanya, jahitan ini disebut jahit rantai karena pola yang dihasilkan berbentuk seperti rantai. Jahit rantai biasa diaplikasikan di bagian belakang leher dan pundak kaos. Pada awalnya, jenis jahitan ini hanya salah satu teknik jahitan yang mempermudah pengerjaan kaos, tapi untuk saat ini dijadikan salah satu acuan untuk pembuatan kaos yang berkualitas, karena hasilnya cukup rapi dengan pola unik. Pada jahitan rantai ini terdapat kain yang disebut bis yang berfungsi sebagai penutup jahitan obrasan pada pundak agar terlihat rapi. Jenis jahitan bis ini merupakan turunan dari jahit rantai.
Tags: jahit contoh obras