... 7 Ide Seni Ukiran Kayu Mudah untuk DIY: Contoh Karya Inspiratif!

Keindahan Seni Ukiran Kayu - Inspirasi dan Panduan DIY untuk Karya Rajut

Ukiran Kayu Dalam Masyarakat Melayu

Seni ukiran kayu di kalangan masyarakat Melayu bukan sahaja terdapat pada rumah-rumah tetapi penjelmaan dan penerapannya terdapat pada istana-istana raja, binaan masjid dan mimbarnya, surau, wakaf, pintu gerbang, alat-alat permainan masa lapang, alat-alat muzik tradisi, perabot seperti almari, katil, kerusi, meja, dan kepala perahu yang disebut bangau, alat-alat senjata, peralatan memasak, peralatan pertukangan dan pengangkutan tradisi seperti perahu, kereta kuda dan kereta lembu.


Hasil ukiran utama Wan Su ialah pintu utama Muzium Negara, pintu utama dan Dewan Santapan Istana Sultan Pahang di Pekan, Dewan Santapan Istana Sultan Selangor, Rumah Sri Tanjung Taman Tasik Titiwangsa, Kuala Lumpur, Istana Badariah, Kuala Terengganu, Panca Persada Bersiram Tebal, Istana Maziah, Kuala Terengganu, Logo Hijrah, dan Logo Universiti Teknologi Malaysia, Skudai, Johor.


ABDUL LATIFF BIN LONG
Tukang Ulung Ukiran Kayu (2013)
Negeri : Kelantan
Tarikh Lahir : 22 Disember 1946

iii. Inovasi dalam menghasilkan karya atau reka cipta
Ketika berumur 17 tahun, beliau mula membuat kajian dari segi Sarong Keris dan Ulu Senjata Melayu di merata – rata tempat daerah, kampung – kampung seluruh negeri. Kebolehan beliau dalam bidang ukiran kayu tiada tandingan. Keunikan ukiran beliau ialah corak Bunga Lada Hitam pada mimbar serta teknik ukiran Tebuk Timbul Silat.

PENGIKTIRAFAN DAN PENCAPAIAN

i. Pengiktirafan ke atas kepakaran
Beliau mendapat pengiktirafan semasa membuat Singahsana Istana Negara, Kuala Lumpur iaitu pingat Pertabalan DYMM (SPB) Yang Di Pertuan Agong ke VII iaitu Sultan Hj. Ahmad Shah Pahang pada 06 Oktober 1980.

Pola Bujang

Bentuk ini berdiri terasing, bebas, dan tidak terikat, berkait atau bersambung-sambung. Biasanya bentuk ini menampilkan motif bulan, bintang, matahari, kuntuk bunga ataupun putik buah.

Bentuk ini menampilkan motif yang menggambarkan pergerakan sederhana dan tidak berbelit-berbelit. Bentuk ini mempunyai bingkai atau pemidang.

Ukiran-ukiran yang dibuat dalam bentuk ini diberi nama-nama yang menarik seperti itik pulang petang, badak mudik, setampuk manggis dan lain-lain. Biasanya Bentuk pemidang digunakan untuk jala-jala rumah serta benda-benda yang terdapat di dalam rumah seperti tepak sirih, almari dan dulang kayu.

Pola Lengkap

Bentuk ini menggabungkan ciri-ciri bentuk bujang dan bentuk pemidang. Bentuk ini menitikberatkan unsur tumbuh-tumbuhan, merangkumi akar, batang, buah, dahan, daun, putik dan sulurnya.

Alat-alat yang digunakan untuk seni ukiran
adalah seperti gergaji, ketam, tukul besi dan paling penting pahat.
Motif ukiran kayu orang Melayu terbahagi kepada beberapa jenis ,
  • Motif flora, sulur dan daun, tampuk manggis, bunga teratai, daun keladi dan bunga sukun.
  • Motif fauna, contohnya ayam, badak dan itik (ayam berlaga, badak mudik dan itik pulang petang)
  • Motif angkasa atau kosmos yang menerapkan gambaran awan larat seperti bintang, matahari, bulan dan bukit bukau
  • Motif Geometri menampilkan bentuk bulatan dan bentuk segitiga yang disusun berderet. Kadangkala bentuk segitiga ini dicantum dengan sulur-sulur tumbuhan. Biasanya, motif-motif ini terdapat pada alat-alat tembikar, sarung keris, tepak sirih dan barang-barang tembaga.

Pengertian Ragam Hias pada Bahan Kayu

Pengertian ragam hias pada kayu adalah bentuk dasar hiasan yang disusun sesuai pola yang diterapkan pada kayu, fungsinya untuk menambah keindahan. Ragam hias pada kayu sering dijumpai pada bagian-bagian rumah, misalnya pintu, jendela, bagian tiang rumah, dan bagian-bagian rumah lainnya. Selain digunakan sebagai bagian dari keindahan rumah, pada umumnya ragam hias juga berfungsi sebagai penolak bala atau penghormatan kepada roh leluhur.

Bentuk ragam hias sangat beraneka ragam, bahkan setiap daerah di Indonesia memiliki pola ragam hias yang menjadi ciri khas daerahnya. Penciptaan ragam hias pada umumnya terinspirasi dari keanekaragaman hayati yang terdapat di setiap daerah tersebut. Jenis-jenis ragam hias yang sudah banyak dikenal masyarakat antara lain ragam hias flora (motif hias yang dikembangkan dari objek flora/ tumbuhan), ragam hias fauna (motif hias yang dikembangkan dari objek fauna/ hewan), ragam hias figuratif (motif hias yang dikembangkan dari objek manusia), ragam hias geometris (motif hias yang dikembangkan dari bentuk geometris), dan ragam hias polygonal (motif hias yang dikembangkan dari bentuk polygonal).

Keanekaragaman jenis motif ragam hias daerah tidak hanya diterapkan pada produk kerajinan berbahan kayu, namun juga diterapkan pada beberapa produk kerajinan berbahan lainnya, seperti kerajinan tradisional berbahan kain, kulit, logam, keramik, kaca, dan batu alam. Penerapan ragam hias pada berbagai bahan ini memerlukan teknik dan cara yang berbeda tergantung bahan yang digunakan. Sebagai contoh misalnya, ragam hias pada bahan kayu yang sifatnya kaku memerlukan teknik yang berbeda dengan penerapan ragam hias pada bahan tekstil yang sifatnya elastis.

Macam Macam Ukiran

Motif ukiran di Indonesia sangat beragam, biasanya motif ukuran antara daerah yang satu dengan daerah yang lain berbeda dan memiliki ciri khas masing-masing.

Motif Ukiran Jepara

Motif ukiran Jepara memang sudah terkenal, ketika mendengar kata ukiran, bayangan kita langsung mengarah pada Jepara.

Jepara memang terkenal sebagai daerah yang mengolah berbagai jenis kayu, dari kayu jati hingga kayu mahoni. Hasil seni ukir jepara sudah terkenal pada aneka furniture atau peralatan rumah tangga.

Seni ukir Jepara diaplikasikan pada lemari dan tempat tidur.Di Jeparan juga ada suatu daerah yang menjadi pusat seni ukir dan pembuatan patung propesional.

Ciri Motif Ukiran Jepara

  • Ukiran daun berbentuk miring.
  • Motif jumbai dan daun yang berbentuk relung.
  • Bersifat fleksibel sehingga dapat diaplikasikan pada benda interior dan eksterior.
  • Tangkai dari bentuk tanaman pada seni ukir Jepara dibuat melengkung dan rantingnya mengisi ruang.

Motif Ukiran Bali

Karya seni ukir Bali sudah sering di ekspor ke mancanegara, karena motif seni ukir Bali sudah sangat terkenal, terutama diluar negeri dan umat beragama Hindu dan Budha.

Banyaknya jenis ukiran yang melambangkan dan mengartikan dewa dewi dari dua agama tersebut menjadikan seniman Bali sangat terkenal.

Pada umumnya seniman Bali dalam mengukir menggunakan media utama yaitu kayu, khususnya kayu Jati.

Ciri-ciri motif seni ukir Bali diantaranya:

  • Angkup yang berikal pada ujungnya.
  • Semua bentuk ukiran daun, buah dan bunga berbentuk cembung dan cekung.
  • Benangnya berbentuk cembung dan miring sebagian tumbuh melingkar sampai pada ujung ikal.
  • Sunggar yang tumbuh dari ujung ikal benangan pada daun pokok.

Tags: contoh kayu ukiran

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia