... 7 Ide Seni Ukiran Kayu Mudah untuk DIY: Contoh Karya Inspiratif!

Keindahan Seni Ukiran Kayu - Inspirasi dan Panduan DIY untuk Karya Rajut

Pola Bujang

Bentuk ini berdiri terasing, bebas, dan tidak terikat, berkait atau bersambung-sambung. Biasanya bentuk ini menampilkan motif bulan, bintang, matahari, kuntuk bunga ataupun putik buah.

Bentuk ini menampilkan motif yang menggambarkan pergerakan sederhana dan tidak berbelit-berbelit. Bentuk ini mempunyai bingkai atau pemidang.

Ukiran-ukiran yang dibuat dalam bentuk ini diberi nama-nama yang menarik seperti itik pulang petang, badak mudik, setampuk manggis dan lain-lain. Biasanya Bentuk pemidang digunakan untuk jala-jala rumah serta benda-benda yang terdapat di dalam rumah seperti tepak sirih, almari dan dulang kayu.

Pola Lengkap

Bentuk ini menggabungkan ciri-ciri bentuk bujang dan bentuk pemidang. Bentuk ini menitikberatkan unsur tumbuh-tumbuhan, merangkumi akar, batang, buah, dahan, daun, putik dan sulurnya.

Alat-alat yang digunakan untuk seni ukiran
adalah seperti gergaji, ketam, tukul besi dan paling penting pahat.
Motif ukiran kayu orang Melayu terbahagi kepada beberapa jenis ,
  • Motif flora, sulur dan daun, tampuk manggis, bunga teratai, daun keladi dan bunga sukun.
  • Motif fauna, contohnya ayam, badak dan itik (ayam berlaga, badak mudik dan itik pulang petang)
  • Motif angkasa atau kosmos yang menerapkan gambaran awan larat seperti bintang, matahari, bulan dan bukit bukau
  • Motif Geometri menampilkan bentuk bulatan dan bentuk segitiga yang disusun berderet. Kadangkala bentuk segitiga ini dicantum dengan sulur-sulur tumbuhan. Biasanya, motif-motif ini terdapat pada alat-alat tembikar, sarung keris, tepak sirih dan barang-barang tembaga.

Ukiran Kayu Dalam Masyarakat Melayu

Seni ukiran kayu di kalangan masyarakat Melayu bukan sahaja terdapat pada rumah-rumah tetapi penjelmaan dan penerapannya terdapat pada istana-istana raja, binaan masjid dan mimbarnya, surau, wakaf, pintu gerbang, alat-alat permainan masa lapang, alat-alat muzik tradisi, perabot seperti almari, katil, kerusi, meja, dan kepala perahu yang disebut bangau, alat-alat senjata, peralatan memasak, peralatan pertukangan dan pengangkutan tradisi seperti perahu, kereta kuda dan kereta lembu.


Hasil ukiran utama Wan Su ialah pintu utama Muzium Negara, pintu utama dan Dewan Santapan Istana Sultan Pahang di Pekan, Dewan Santapan Istana Sultan Selangor, Rumah Sri Tanjung Taman Tasik Titiwangsa, Kuala Lumpur, Istana Badariah, Kuala Terengganu, Panca Persada Bersiram Tebal, Istana Maziah, Kuala Terengganu, Logo Hijrah, dan Logo Universiti Teknologi Malaysia, Skudai, Johor.


ABDUL LATIFF BIN LONG
Tukang Ulung Ukiran Kayu (2013)
Negeri : Kelantan
Tarikh Lahir : 22 Disember 1946

iii. Inovasi dalam menghasilkan karya atau reka cipta
Ketika berumur 17 tahun, beliau mula membuat kajian dari segi Sarong Keris dan Ulu Senjata Melayu di merata – rata tempat daerah, kampung – kampung seluruh negeri. Kebolehan beliau dalam bidang ukiran kayu tiada tandingan. Keunikan ukiran beliau ialah corak Bunga Lada Hitam pada mimbar serta teknik ukiran Tebuk Timbul Silat.

PENGIKTIRAFAN DAN PENCAPAIAN

i. Pengiktirafan ke atas kepakaran
Beliau mendapat pengiktirafan semasa membuat Singahsana Istana Negara, Kuala Lumpur iaitu pingat Pertabalan DYMM (SPB) Yang Di Pertuan Agong ke VII iaitu Sultan Hj. Ahmad Shah Pahang pada 06 Oktober 1980.

Bentuk Ornamen Nusantara dan Makna Ornamen Nusantara

1. Gunungan

Gunungan adalah simbol seluruh jagat raya, yang pusatnya adalah simbol keagungan dan keesaan.

Orang jawa sekali memasang motif gunungan dirumah sebagai harapan akan adanya ketentraman dan perlindungan dalam rumah.

Ornamen nusantara, gunungan bisa juga diartikan gerbang atau pintu surga, karena biasanya gambar dalam gunungan ada gerbang besar yang bisa diartikan awal dan akhir.

2. Wajikan

Wajikan berasal dari kata wajik yaitu sejenis makanan yang berasal dari ketan yang dicampur dengan gula kelapa.

3. Lung-Lungan

Kata “lung” memiliki makna batang tumbuhan yang masih muda. simbol ini berupa tangkai, buah, bunga dan daun.

Jenis tumbuhan yang sering digunakan ialah tumbuhan teratai, melati, kliwuh, beringin buah keben dan lain-lain.

Simbol ini dipercaya melambangkan kesuburan sebagai sumber penghidupan di muka bumi.

4. Patran

Patran seperti bentuk daun yang disusun berderet-deret, biasanya patran diletakan pada bangunan yang sempit dan panjang.

5. Banyu Tetes

Salah satu ornamen ini bisa di tempatkan bersamaan dengan patran. Ornamen nusantara ini menggambarkan tetesan air hujan dari pinggiran atap yang berkilau memantulkan cahaya matahari.

Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Penerapan ragam hias pada kayu umumnya terdapat di atas permukaan kayu berbentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Banyak perabotan dari kayu dan bagian bangunan yang diberi sentuhan ragam hias dengan tujuan untuk menambah nilai keindahan dan juga mengandung makna simbolis. Hal ini banyak dilakukan oleh masyarakat adat tradisional sebagai bentuk budaya yang dilakukan secara turun temurun.

Penerapan ragam hias pada bahan kayu terdapat pada benda-benda kerajinan tradisional antara lain seperti topeng kayu, tameng/ perisai kayu, bagian rumah adat tradisional, perabotan rumah tangga, hiasan dinding, dan lain-lain.

1. Contoh Ragam Hias pada Kerajinan Topeng Kayu

2. Contoh Ragam Hias pada Tameng/Perisai

3. Contoh Ragam Hias pada Rumah Adat

4. Perabot Rumah tangga

Teknik Penerapan Ragam Hias pada Kayu

Teknik berkarya seni dengan memberikan sentuhan ragam hias pada benda-benda produk kerajinan kayu ini sudah ada sejak zaman prasejarah dan semakin berkembang pada zaman kerajaan. Terdapat 3 teknik atau cara yang umum digunakan masyarakat dalam memberikan sentuhan ragam hias pada benda-benda kerajinan yang terbuat dari kayu. Penerapan ragam hias pada bahan kayu dilakukan dengan cara, yaitu melukis atau menggambar, mengukir dan gabungan melukis dan mengukir pada permukaan kayu.

Dalam menerapkan ragam hias pada kayu dilakukan diatas permukaan kayu pada benda atau bahan kayu baik 2 dimensi maupun 3 dimensi. Pemberian ragam hias pada kayu harus dilakukan dengan menerapkan prosedur atau tahapan yang tepat agar memperoleh hasil yang maksimal. Memilih teknik penerapan ragam hias pada kayu yang paling tepat adalah menyesuaikan bahan atau jenis kayu yang digunakan serta tujuan pembuatan benda atau produk kerajinan yang dibuat. Misal jika ingin membuat salah satu perabotan rumah seperti meja menggunakan bahan kayu jati yang paling tepat adalah dengan teknik ukir atau gabungan teknik ukir dan lukis, bukan menggunakan teknik lukis saja.

Jelaskan Tiga Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu?

Tiga Teknik yang sering digunakan dalam menerapkan ragam hias pada bahan kayu adalah dengan cara menggambar atau melukis, mengukir, serta gabungan menggambar/melukis dan mengukir. Mengukir berarti membuat ragam hias dengan cara memahat permukaan kayu dan dibentuk seperti relief. Teknik menggambar dibuat pada permukaan benda atau barang seni yang sudah jadi. Setiap teknik yang digunakan akan menghasilkan karya seni yang berbeda-beda. Dengan teknik ukir menghasilkan bahan kayu yang memiliki tekstur jelas, sedangkan dengan cara dilukis menghasilkan tekstur halus.

1. Teknik Mengukir Pada Kayu

Salah satu teknik penerapan ragam hias pada bahan kayu adalah teknik ukir. Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola di atas permukaan benda. Seni ukir kayu atau ukiran kayu merupakan gambar hiasan yang dibentuk dengan cara dipahat untuk mengurangi bagian kayu yang akan menimbulkan bentuk cekung dan cembung sehingga membentuk permukaan yang indah. Istilah seni ukir kayu sudah tidak asing lagi karena dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat karya ini di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah.


Tags: contoh kayu ukiran

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia