... 7 Contoh Kerajinan Gerabah Kreatif untuk Proyek DIY dan Sulaman

Seni Kerajinan Gerabah - Inspirasi dan Panduan DIY untuk Karya Rajut yang Memukau

Mendongkrak Omzet Bisnis Gerabah

Omzet dari sentra kerajinan gerabah Kasongan cenderung bervariasi, tergantung pada skala dan jenis produk yang dihasilkan oleh setiap pengrajin. Pengrajin yang skala bisnisnya kecil dan hanya mengandalkan penjualan langsung kepada pelanggan dan wisatawan lokal, memiliki omzet yang relatif kecil. Sebaliknya, pengrajin yang skala bisnisnya lebih besar, di mana perolehan penghasilannya dari penjualan baik lokal, luar kota, bahkan ekspor ke mancanegara, tentu saja omzetnya lebih besar.

Menurut Tri Dewi Endarti, seperti dikabarkan oleh Detik Finance (2021), omzet dari bisnis gerabah yang dijalankannya bisa mencapai Rp 5 juta per hari. Secara umum, industri gerabah sempat mengalami penurunan omzet hingga 75% akibat pandemi COVID-19. Untungnya, fenomena tanaman hias yang booming di kalangan masyarakat kembali mendongkrak omzet dari bisnis gerabah ini.

Guna meningkatkan omzet dan memperluas jangkauan pasar, para pengrajin gerabah di Yogyakarta memanfaatkan marketplace dan fitur-fitur platform media sosial. Tak hanya itu, pengrajin gerabah di Yogyakarta juga rajin mengikuti pameran-pameran seni dan kerajinan agar produk dari bisnisnya bisa dikenal secara luas.

Proses pembuatan gerabah

ilustrasi membuat gerabah (pexels.com/KoolShooters)

Penasaran gak sih bagaimana para pengrajin membuat gerabah? Apa saja proses yang harus dilalui sebelum akhirnya gerabah dapat digunakan? Nah, untuk tahu lebih lengkapnya, simak proses pembuatan gerabah di bawah ini!

1. Persiapan produksi

Editor’s picks

Pada persiapan produksi, hal-hal yang dilakukan adalah mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti tanah liat, pasir, serta alat bantu, yakni meja putar. Agar mudah dibentuk, sebaiknya tanah liat yang digunakan harus hasil dari menggali secara langsung. Hal ini karena tekstur tanah liat lebih lengket dan mudah dibentuk.

2. Proses produksi

Jika bahan-bahan sudah lengkap, saatnya memasuki proses produksi. Pada proses ini, ada beberapa tahap yang harus dilewati, seperti:

3. Penyelesaian gerabah (finishing)

Terakhir, gerabah masuk ke proses penyelesaian atau finishing. Pada tahap ini, pengrajin akan memberikan hiasan atau pewarna pada gerabah tersebut agar lebih menarik untuk dilihat. Adanya warna juga akan meningkatkan daya tarik masyarakat untuk membeli hasil kerajinan tangan ini.

Sejarah gerabah

ilustrasi membuat gerabah (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Menurut sejarah, kerajinan gerabah diperkirakan berasal dari negeri China, yakni sekitar 4000 SM. Pada masa itu, orang-orang membuat gerabah dengan tujuan sebagai perkakas rumah tangga dan teknik pembuatannya melalui teknik bakar. Seiring berjalannya waktu, gerabah tidak lagi dibuat untuk perkakas rumah tangga saja, namun untuk kebutuhan bangunan rumah.

Dari perkembangan itu pula, masyarakat menggolongkan gerabah menjadi dua jenis, yakni mampu menyerap air dan yang tidak mampu menyerap air. Untuk yang mampu menyerap air, ada bata merah, kuali, tungku, dan lain-lain. Sementara yang tidak mampu menyerap air, ada tegel lantai, cangkir, guci, piring, dan lain-lain.

Sebagai pengingat, masyarakat pada zaman prasejarah kerap menggunakan keranjang anyaman untuk menyimpan bahan makanan. Agar tidak bocor, masyarakat melapisinya dengan tanah liat hingga muncul gerabah dalam kehidupan sehari-hari hingga saat ini.

Berawal dari matinya seekor kuda

Saat menuju ke sentra kerajinan gerabah di Kasongan, kita akan melintasi gapura besar. Gapura itu diapit dua buah patung kuda.

Patung kuda itu punya kaitan erat dengan sejarah Kasongan. Konon, munculnya perajin gerabah di desa ini bermula dari kematian seekor kuda di tengah sawah pada masa kolonial.

Karena kuda yang mati tersebut milik orang Belanda, warga desa menjadi ketakutan. Sebab itu, pemilik tanah kemudian melepaskan tanahnya agar tidak dicari-cari oleh sang pemilik kuda. Tak lama berselang, hal serupa juga dilakukan oleh warga lain.

Warga yang kehilangan tanahnya kemudian memutar otak agar tetap memiliki mata pencaharian. Mereka mulai mengumpulkan tanah liat yang digunakan untuk membuat alat-alat dapur hingga mainan anak-anak.

Contoh Kerajinan dari Bahan Alam

Kerajinan dari bahan alam mencerminkan kekayaan alam Indonesia yang melimpah. Inilah beberapa contoh kerajinan menakjubkan yang diciptakan dari berbagai bahan alam:

Bahan Lunak Alam

1. Kerajinan dari Tanah Liat

Kerajinan dari tanah liat adalah bagian integral dari kekayaan seni dan kerajinan Indonesia. Tanah liat, dengan sifat-sifatnya yang elastis dan plastis, memungkinkan pembuatan berbagai jenis kerajinan seperti gerabah, genteng, keramik, dan banyak lagi, baik sebagai hiasan maupun perabotan rumah tangga. Proses pembuatan kerajinan ini masih mengandalkan keterampilan tangan manusia dan sering mengikuti metode tradisional.

Tahapan Pembuatan Kerajinan dari Tanah Liat:

Contoh Kerajinan Dari Tanah Liat:

A. Kerajinan Keramik
Kerajinan keramik adalah seni mengolah tanah liat menjadi produk dengan berbagai proses. Teknik yang digunakan mencakup pijit, butsir, pili, pembakaran, dan glasir. Hasilnya adalah produk kerajinan yang indah dan sering digunakan sebagai barang hias.
Keramik modern dengan desain inovatif, seperti piring, mangkok, dan vas, diproduksi dengan menggunakan teknik kerajinan tanah liat.

B. Kerajinan Gerabah

Gerabah, meskipun memiliki kualitas bahan yang mirip dengan keramik, memiliki karakteristik yang berbeda. Gerabah umumnya digunakan untuk pembuatan periuk, belanga, tempat air, dan lain-lain. Produk gerabah memiliki permukaan yang lebih kasar dibandingkan dengan keramik.
Gerabah tradisional Indonesia, seperti gerabah Kasongan di Yogyakarta, terkenal dengan bentuk dan coraknya yang khas.


Tags: kerajinan contoh

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia