... 10 Inspirasi Kerajinan Jarum Mancanegara yang Mudah Dibuat Sendiri

Karya Kerajinan Jarum dan DIY yang Menginspirasi dari Seluruh Dunia

Daftar Kerajinan Indonesia yang Laku di Luar Negeri

Sebenarnya, jika berbicara tentang daftar kerajinan Indonesia yang laku di luar negeri ada sangat banyak sekali, mulai dari pakaian, hiasan, makanan, dan lain sebagainya.

Namun, kali ini CekAja.com akan mengulas beberapa kerajinan Indonesia yang laku di luar negeri paling banyak, karena unik dan paling diminati.

Penasaran, apa saja kerajinan Indonesia yang laku di luar negeri tersebut? Yuk, simak bersama-sama ulasan lengkapnya berikut ini!

1. Kain Batik

Kerajinan Indonesia yang laku di luar negeri paling banyak, yaitu kain batik. Ini mungkin bukan sesuatu yang mengejutkan, karena kain batik Indonesia memang sangat menawan dan memiliki kualitas terbaik.

Popularitas kain batik Indonesia di mata dunia pun sudah tidak diragukan lagi. Sebab, pada beberapa kesempatan, kain batik Indonesia kerap digunakan oleh orang-orang penting di sejumlah negara, seperti misalnya artis mancanegara ternama.

Populernya kain batik di luar negeri tentu saja karena kain batik Indonesia memiliki beragam warna serta motif yang unik dan berkarakter, sesuai dengan ciri khas daerah asal pembuatan kain batik.

2. Ukiran Kayu

Berikutnya ada ukiran kayu, yang juga menjadi salah satu kerajinan Indonesia yang laku di luar negeri.

Bagaimana tidak, pasalnya ukiran kayu asal Indonesia memiliki ciri khas yang terletak pada kerumitan bentuk, motif dan desainnya. Dengan ciri khas tersebut, ukiran kayu asal Indonesia pun lebih mudah dikenal.

Sekilas tentang Kerajinan

Poin pertama yang akan dibahas sebelum kamu mengetahui kerajinan Indonesia yang laku di luar negeri, yaitu informasi dasar dari kerajinan itu sendiri.

Pada dasarnya, kerajinan merupakan proses membuat suatu produk, yang memfokuskan pada fungsi dari produk itu sendiri, apakah untuk dipakai atau dijadikan pajangan dengan nilai estetika yang tinggi.

Selain itu, kerajinan juga dapat dikatakan sebagai usaha yang dilakukan secara konstan dengan teguh, gigih, cekatan, dedikasi tinggi, serta memiliki daya juang untuk maju dalam membuat suatu karya.

Nah dari semua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa kerajinan merupakan suatu proses pembuatan produk, yang dilakukan secara konstan dengan penuh kegigihan, serta menekankan fungsi dari produk kerajinan tersebut.

Suatu kerajinan secara umum akan dibanderol dengan harga yang sangat mahal, apabila kualitas bahan yang digunakan tinggi dan proses pembuatannya rumit.

Sehingga, semakin baik dan tinggi kualitas bahan yang digunakan suatu produk, serta tingkat kesulitan pembuatan yang tinggi, maka harga yang dibanderol untuk satu buah kerajinan pun akan semakin mahal.

Dan untuk fungsinya, kerajinan memiliki dua fungsi, yaitu fungsi pakai dan fungsi hias. Maksud dari fungsi pakai, yaitu sebuah produk kerajinan akan lebih mengedepankan aspek fungsional, yang berguna dalam membantu pekerjaan sehari-hari.

Sementara, fungsi hias lebih mengedepankan aspek estetika atau keindahan, dibandingkan fungsi produknya.

Dengan begitu, produk kerajinan dengan fungsi estetika, biasanya tidak bisa digunakan untuk membantu pekerjaan sehari-hari, karena memang dibuat hanya untuk hiasan saja seperti misalnya patung dan miniatur.

(Baca Juga: 15 Kerajinan dari Kayu)

Dampak Pandemi dan Peluang Pertumbuhan

Pandemi COVID-19 memberikan berbagai dampak bagi seluruh lapisan masyarakat. Industri kerajinan juga terdampak akibat penyakit menular lewat tetesan ini. Dampaknya banyak terasa pada biaya logistijk yang meningkat.

Contohnya adalah hambatan proses pengurusan sertifikat layak fungsi, masih berlakunya sistem verifikasi legalitas kayu yang meningkatkan biaya, stabilitas harga dan pasokan kayu, kelangkaan bahan baku rotan, dan masalah bahan-bahan penunjang produk kerajinan seperti mur, baut, dan juga kain tekstil.

Pelaku UKM mebel dan angkota HIMKI menyebutkan bahwa terjadinya peningkatan biaya muat barang sebesar 500% pada 2020. Di mana sebelum pandemic, biaya muat berkisar 2.800 dolar AS unuk mengirim barang ke Jerman. Sedangkan saat pandemic ini, harganya naik menjadi 12.800 dolar AS untuk mengirimkan barang ke Jerman dan membutuhkan sekitar 20.000 dolar AS untuk mengirimkan barang ke Amerika Serikat.

Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia menyatakan bahwa tetap optimis dengan kondisi pemulihan sekarang ini. Ia menuturkan bahwa industry ini masih memiliki peluang yang besar dan akan terus mengalami pertumbuhan.

Ia juga percaya bahwa dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah selagi memperbaiki dan meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia dapat menjadikan Indonesia sebagai pemimpin pasar untuk industri kerajinan di Asia Tenggara.

Peluang ini juga sejalan dengan hasil penelitian Research And Markets yang menyebutkan bahwa infusti furnitur dan kerjinan global akan tumbuh sebesar 18,9% atau menjadi 671,07 miliar dolar AS yang sebelumnya sebesar 564,17 miliar dolar AS.


Tags: kerajinan contoh mancanegara

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia