... 10 Ide Kerajinan Daur Ulang Kreatif: Inspirasi DIY di Bidang Kerajinan Jarum

Karya Seni Daur Ulang dalam Kerajinan Jarum dan DIY - Inspirasi dan Panduan

Contoh Sampah yang Bisa Didaur Ulang

Meski daur ulang gencar diserukan, namun tidak semua sampah bisa diproses untuk didaur ulang. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya teknologi daur ulang yang kurang memadai, kondisi barang sisa yang tidak lagi bagus dan memungkinkan, atau bahkan jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang.

Sampah residu merupakan produk atau barang sisa yang memang tidak lagi bisa diproses menjadi barang baru lainnya.

Waste4Change mendefinisikan sampah residu sebagai sampah yang sulit didaur ulang baik karena alasan keterbatasan teknologi, biaya, sumber daya alam, maupun sumber daya manusia.

Tidak melulu berupa sampah sisa industri, pertambangan, atau pertanian yang tidak berbahaya untuk alam, sampah residu juga bisa berupa sampah organik dan anorganik, seperti batok dan batang pohon kelapa, kulit durian dan nangka, serta styrofoam dan beberapa jenis plastik.

Namun, tetap ada banyak sampah di lingkungan yang bisa didaur ulang kembali menjadi suatu barang yang lebih berharga. Diantaranya adalah:

Namun daur ulang bisa sukses dilakukan apabila sampah-sampah tersebut dalam keadaan baik. Oleh karena itu, pemilahan sampah berdasarkan jenisnya menjadi hal yang bisa dilakukan untuk menjaga nilai material sampah berada pada kondisi yang baik.

Contoh Kegiatan Recycling

Dalam aktivitas sehari-hari, pasti ada saja barang-barang yang tidak dapat digunakan lagi, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi barang baru yang lebih berdaya guna. Barang lama ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja baru, seperti di antaranya membuat prakarya yang dapat dijual, sehingga dapat menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan.

Lalu, apa saja kegiatan recycling yang dapat dilakukan serta diterapkan, baik di rumah atau di masyarakat? Berikut beberapa di antaranya:

Tidak hanya itu saja, di bawah ini akan dijelaskan beberapa kegiatan recycling yang sudah dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu penggunaan kembali harian, pengurangan harian, dan recycle harian.

1. Contoh Aktivitas Penggunaan Kembali Harian

2. Contoh Aktivitas Pengurangana Harian

  • Pilihlah produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.
  • Hindari penggunaan serta membeli produk yang menghasilkan banyak pemborosan.
  • Gunakan juga produk yang dapat diisi ulang atau di-refill. Misalnya saja pada alat tulis yang dapat diisi ulang, sabun yang diisi ulang, dan sebagainya.
  • Gunakan juga lebih sedikit bahan-bahan sekali pakai, misalnya kantong plastik yang sebaiknya segera diganti dengan totebag.
  • Hindari membeli serta menggunakan hal-hal yang tidak perlu atau barang-barang yang hanya menambah sampah di rumah.

3. Contoh Kegiatan Recycle Harian

  • Pilihlah produk serta kemasan yang dapat didaur ulang serta dapat terurai secara hayati.
  • Daur ulang kertas bekas menjadi kertas ataupun karton lagi.
  • Jadikan sampah organik serta daur ulang menjadi kompos.
  • Jadikan sampah non-organik menjadi barang-barang yang lebih berguna dan memiliki nilai ekonomi.

Waste4Change Mendukung Konsep 3R

Waste4Change hadir sebagai solusi bagi masalah persampahan yang ada dengan mempertimbangkan penerapan yang baik dan benar dari konsep pengelolaan sampah 3R (reduce-reuse-recycle) ataupun konsep pengelolaan sampah 5R (Reduce-Reuse-Recycle-Recovery-Disposal).

Melalui salah satu layanannya, Reduce-Waste to Landfill, Waste4Change berperan untuk memastikan bahwa proses daur ulang (recycle), pemulihan kembali (recovery), dan pembuangan (disposal) berjalan dengan baik dan semestinya sehingga benar-benar bisa meminimalisir sampah yang berakhir di TPA, atau bahkan sampah-sampah yang berakhir menumpuk dan menjadi polusi bagi lingkungan.

Usaha menggunakan kembali (reuse), terutama mengurangi (reduce) tetap menjadi prioritas pertama dan merupakan bagian dari kampanye Waste4Change dalam menyebarkan semangat #BijakKelolaSampah.

Waste4Change juga mendukung penerapan ekonomi melingkar (circular economy) untuk memastikan adanya pemanfaatan yang optimal dan efisien untuk semua material yang ada di dalam industri, bukan hanya untuk mendukung keberlanjutan program pelestarian lingkungan secara global, namun juga untuk memberikan dampak positif bagi industri dan ekonomi.

Baca artikel versi Bahasa Inggris/English version di sini.

Perbedaan Recycle dan Upcycle dalam Daur Ulang Sampah

Dalam upaya mencegah timbulan sampah baru, prinsip 3R, 5R, dan 6R dijadikan sebagai langkah terakhir yang dapat ditempuh.

Pada dasarnya recycle merupakan sebutan lain dari daur ulang sampah. Recycle dan upcycle menjadi upaya daur ulang namun dengan sedikit perbedaan pada prosesnya.

Recycle merupakan kegiatan dengan menghancurkan barang asli untuk kemudian dibentuk kembali menjadi barang baru dengan bentuk baru.

Contohnya adalah berupa sampah botol plastik dikumpulkan lalu dibersihkan, kemudian dilebur untuk selanjutnya akan dicetak menjadi produk baru, seperti ember, gelas, gantungan kunci, tatakan gelas, nampan, dan lain sebagainya

Sementara untuk upcycle, upcycle merupakan kegiatan berupa proses mengubah suatu barang atau produk menjadi barang baru yang memiliki kemanfaatan baru, tanpa menghilangkan bentuk asli dari barang tersebut.

Jika dicontohkan, prosesnya adalah penggunaan kembali barang berupa kain sisa menjadi produk pakaian atau kebutuhan lainnya, seperti aksesoris, serbet, dan celemek. Biasanya, barang hasil upcycle mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Manfaat Konsep 3R saat Indonesia Darurat Sampah

Penduduk Indonesia menghasilkan 65 juta ton sampah setiap harinya. Dari semua sampah yang dihasilkan tersebut, 24% mengotori ekosistem, hanya 7% yang didaur ulang, dan 69% di antaranya berakhir di TPA (CNN Indonesia, 2018).

Kecilnya jumlah sampah yang didaur ulang dan tingginya jumlah sampah yang menumpuk di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah ini menimbulkan banyak masalah sosial maupun lingkungan, salah satunya adalah ancaman TPA-TPA di Indonesia yang tak lagi bisa beroperasi dikarenakan kelebihan kapasitas.

Contohnya TPA/TPST Bantar Gebang di wilayah Bekasi, Jawa Barat yang memiliki luas 110,3 hektar dengan ketinggian gundukan sampah mencapai 30 meter disinyalir hanya mampu menampung masuknya 7000-7500 ton sampah penduduk DKI Jakarta hingga maksimal 3 tahun lagi.

Hal yang hampir serupa juga terjadi di TPA lainnya seperti TPA Suwung di Bali, dan TPA Piyungan di Jogjakarta.


Tags: kerajinan contoh recycle

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia