Kerajinan Stilasi - Inspirasi Indah dalam Kesenian Sulam dan DIY
Tujuan dan Manfaat Stilasi dalam Seni Rupa
Stilasi memiliki beberapa tujuan dan manfaat dalam seni rupa. Foto: ShutterstockStilasi memiliki beberapa tujuan dan manfaat dalam seni rupa. Salah satu tujuannya adalah menyederhanakan gambar atau objek agar lebih mudah dipahami oleh penonton. Dengan menghilangkan detail yang tidak diperlukan, seniman dapat fokus pada esensi dari apa yang ingin mereka sampaikan.
Selain itu, stilasi juga digunakan untuk mengungkapkan emosi dan ekspresi secara lebih kuat. Dengan menggunakan bentuk-bentuk sederhana dan garis-garis tegas, seniman dapat menciptakan karya seni yang lebih kuat secara visual. Hal ini terutama terlihat dalam seni rupa ekspresionisme, di mana stilasi digunakan untuk menggambarkan perasaan yang kuat dan emosi yang mendalam.
Stilasi dalam seni rupa merupakan salah satu cara bagi seniman untuk mengungkapkan konsep dan ide-ide mereka dengan cara yang lebih kuat dan jelas. Dengan menyederhanakan gambar atau objek, seniman dapat memfokuskan perhatian pada pesan yang ingin mereka sampaikan.

Ragam Hias Flora dan Fauna, Geometris, Figuratif, Beserta Contoh Gambarnya
Setiap karya seni memiliki keunikan dan keindahan yang dapat dinikmati. Demikian juga dengan karya seni rupa berupa kerajinan. Karya seni kriya atau kerajinan umumnya memiliki hiasan-hiasan yang indah. Hiasan-hiasan tersebut dibuat dengan tujuan memperindah suatu karya, seperti pakaian, topeng, perabotan rumah tangga, candi, dan dekorasi ruang. Hiasan pada karya seni kerajinan disebut dengan istilah ragam hias atau ornamen. Ragam hias atau ornamen berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata "ornare" yang artinya hiasan atau perhiasan. Ragam hias adalah bentuk-bentuk dasar hiasan yang biasanya disusun sesuai pola tertentu secara berulang-ulang yang diterapkan pada karya seni kriya/ kerajinan.
Ragam hias mulai berkembang sejak jaman prasejarah. Ragam hias yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dapat ditemukan dengan mudah pada hasil tenunan, kulit, motif batik, tembikar, ayaman, ataupun ukiran kayu dan pahatan batu. Meskipun bentuk dasar ragam hias antara yang satu dengan yang lain memiliki kemiripan, namun masing-masing memiliki ciri khas yang secara simbolis memiliki makna yang berbeda-beda.

Prinsip Kerajinan Berbasis Media Campuran
Ketersediaan bahan baku yang terbatas, bentuk kerajinan yang monoton dan kurang menarik menjadi permasalahan yang sering muncul dalam membuat sebuah kerajinan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengatasinya.
Meskipun gaya klasik memiliki penggemar sendiri, namun perubahan yang inovatif tetap perlu untuk dilakukan, salah satunya adalah dengan kerajinan berbasis media campuran.
Berikut ini adalah prinsip kerajinan berbasis media campuran yang perlu diketahui:
- Merupakan bentuk penggabungan dari berbagai macam bahan tanpa adanya reaksi kimia ketika proses penggabungan dilakukan. Seperti misalnya, menimbulkan proses pengikisan atau membuat bahan menjadi berkarat, dsb.
- Bahan yang digunakan sebagai media campuran terdiri dari berbagai jenis dan tidak hanya satu bahan saja. Banyaknya bahan campuran juga tergantung pada kebutuhan rancangan produk yang akan ada dibuat.
- Bahan yang digunakan bisa bersifat homogen atau heterogen. Misalnya bahan alam dengan campuran bahan alam, bahan buatan dengan bahan buatan, atau bisa juga bahan alam dengan bahan buatan. Adanya penggabungan tidak menimbulkan perubahan fisik seperti meleleh, dsb.
- Masing-masing bahan memiliki karakteristiknya sendiri yang akan membuat produk kerajinan memiliki fungsi dan nilai estetika lebih.
- Penggabungan bahan baku dan bahan lainnya harus bisa menyatu sehingga membentuk kesatuan produk yang harmonis.
Penciptaan produk baru membutuhkan rancangan yang tepat dengan mempertimbangkan bentuk yang diinginkan. Berikut ini adalah petunjuk sebelum merancang produk kerajinan berbasis media campuran:
![]()
Stilasi
Pernahkah kalian mendengar kata stilasi ? tentu mungkin sebagian dari kalian masih merasa asing dengan kata stilasi. stilasi adalah teknik mengubah suatu objek bentuk aslinya ke dalam suatu bentuk-bentuk baru yang sifatnya dekoratif atau digayakan sendiri oleh eh senimannya. model atau bentuk motif stilasi dapat dibentuk berbagai macam hiasan seperti geometris ataupun bentuk-bentuk naturalis. ada berbagai macam objek yang bisa kita buat si reaksinya seperti objek flora fauna alam benda manusia dan bentuk-bentuk alam lainnya. stilasi sendiri erat kaitannya dengan ragam hias karena di dalam ragam hias seseorang menggunakan teknik stilasi dalam membuat bentuk motif yang diinginkannya.
Ada juga yang mengartikan bahwa stilasi adalah pengayaan Suatu bentuk atau penggambaran dari bentuk aslinya menjadi suatu bentuk ornamen atau hiasan yang dilakukan melalui cara pengurangan atau penyederhanaan suatu objek, Sedangkan untuk gambarnya sendiri disebut gambar stilasi karena diartikan sebagai bangun hias yang penggambarannya akan disusun pada bidang hias.
Stilasi juga dapat diartikan sebagai langkah seseorang dalam menggayakan suatu bentuk dengan tujuan untuk memperindah namun dengan tetap mendengarkan pada karakter objek aslinya agar tidak hilang. di dalam seni lukis sendiri distilasi juga bisa disebut sebagai suatu Gambaran atau lukisan dengan improvisasi suatu objek aslinya tanpa menghilangkan identitas objek tersebut.
di dalam stilasi seseorang hanya mengubah bentuk ruang di dalam suatu objek tanpa mengubah bentuk dasar aslinya. jadi semisal seseorang menggambar stilasi bunga matahari yang kemudian dibuat atau dihias dengan motif yang beraneka ragam sesuai dengan imajinasinya maka hasil jadinya nanti meskipun bunga tersebut mengalami sebuah proses titrasi namun tidak akan mengubah karakter bunga tersebut yakni bunga matahari.
Stilasi sendiri dipelajari dan dilarang oleh siswa pada kelas 7, yakni ketika mereka menempuh mata pelajaran seni budaya pada materi ragam hias. teknik stilasi berfungsi agar nantinya Siswa lebih mudah untuk menggunakan atau membuat motif hias sesuai dengan imajinasinya. Contoh stilasi bisa kalian lihat pada bagian akhir artikel dibawah.
![]()
B. Jenis-jenis Motif Ragam Hias
Kekayaan flora, fauna, dan alam Nusantara sangat mempengaruhi karya-karya yang dihasilkan oleh para seniman Nusantara. Terdapat banyak sekali nama-nama motif ragam hias, namun secara umum motif ragam hias dikelompokkan menjadi empat, yaitu motif flora, fauna, figuratif, dan geometris.
1. Ragam Hias Flora
Ragam hias flora adalah jenis ragam hias yang menggunakan bentuk-bentuk flora/ tumbuhan sebagai objek motif ragam hias. Penggambaran ragam hias flora dalam seni ornamen dilakukan dengan berbagai cara baik stilasi, deformasi, maupun penggabungan keduanya sesuai dengan keinginan senimannya. Demikian juga dengan jenis tumbuhan yang dijadikan objek/inspirasi juga berbeda tergantung dari lingkungan alam, sosial, dan kepercayaan pada waktu tertentu serta tempat motif tersebut diciptakan. Ragam hias flora dapat dijumpai hampir di semua daerah. Bentuk ragam hias dengan motif flora mudah dijumpai pada barang-barang seni kerajinan daerah, seperti kain batik, tenun, dan ukiran.
2. Ragam Hias Fauna
Ragam hias fauna adalah jenis ragam hias yang menggunakan bentuk-bentuk fauna/ hewan sebagai objek motif ragam hias. Ragam hias fauna merupakan bentuk motif ragam hias yang diambil dari bagian-bagian bentuk tubuh hewan. Penggambaran fauna pada motif ragam hias pada umumnya merupakan hasil gubahan/ stilasi, jarang berupa bentuk binatang secara natural/ nyata, namun pada umumnya hasil gubahan tersebut masih mudah dikenali bentuk aslinya. Dalam visualisasinya bentuk-bentuk binatang terkadang hanya diambil pada bagian-bagian tertentu (tidak sepenuhnya) dan dikombinasikan dengan motif lainnya. Jenis binatang yang sering distilasi dan dijadikan ornamen antara lain burung, ular, gajah, singa, kera, dan lain-lain.
![]()
Tags: kerajinan contoh