... 7 Contoh Kerajinan Ukir Kain yang Menakjubkan untuk Inspirasi DIY Anda

Keindahan Seni Ukir dalam Kerajinan Rajutan dan DIY

Fungsi Teknik Ukir

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika seni ukir masuk ke dalam kelompok seni rupa. Menariknya sampai saat ini daya minat masyarakat terhadap seni ukir cukup banyak. Hal ini tak lepas dari perkembangan seni ukir yang semakin beragam.

Banyak orang menggunakan seni ukir sebagai sarana dekoratif. Namun sebenarnya selain memiliki fungsi dekoratif, seni ukir juga memiliki beberapa fungsi lain lho. Di bawah ini merupakan ulasan terkait dengan beberapa fungsi dari seni ukir.

1. Fungsi Hias

Fungsi dari seni ukir yang pertama adalah sebagai hiasan. Hal ini karena teknik ukir bisa diterapkan pada berbagai macam benda. Contohnya adalah pada furniture, gerabah hingga hiasan dinding atau yang lainnya.

2. Fungsi Ekonomis

Dalam seni ukir akan ditemukan kecantikan tersendiri. Karena kecantikan inilah yang menjadikan seni ukir kerap diaplikasikan pada barang-barang kerajinan. Barang kerajinan yang sudah memiliki seni ukir di dalamnya ternyata mendapatkan minat yang cukup besar.

Dari tingkat peminatan yang cukup besar inilah yang bisa membuat kerajinan seni ukir memiliki nilai jual. Itu artinya seni ukir adalah salah satu karya seni yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis.

Para penduduk lokal di sekitaran tempat wisata kerap menjadikan seni ukir daerah setempat dalam bentuk souvenir. Karena souvenir seni ukir memiliki nilai jual tersendiri. Maka hal tersebut bisa dimanfaatkan sebagai mata pencaharian masyarakat setempat.

3. Fungsi Simbolik

Teknik ukir juga memiliki fungsi simbolik di dalamnya. Sampai saat ini seni ukir sudah menyebar ke setiap daerah yang ada di Indonesia. Teknik ukir yang dimiliki oleh setiap daerah selalu memiliki perbedaan dan juga ciri khas masing-masing.

Contohnya adalah seni ukir dari daerah Bali dan Toraja memiliki ciri khasnya tersendiri. Hal ini juga berlaku untuk daerah lain seperti dari daerah Jepara dengan seni ukir dari Suku Asmat Papua yang juga memiliki perbedaan ciri khas seni ukir.

Penutup

Pembuatan kerajinan dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai bahan, baik alami maupun buatan. Meskipun bahan alami berasal dari alam, kerajinan bahan buatan yang dibuat oleh manusia memiliki nilai jual dan estetika yang tidak kalah penting.

Terdapat berbagai teknik pembuatan produk kerajinan bahan buatan, tergantung pada jenis bahan yang digunakan. Untuk bahan keras seperti logam, kaca, kawat, kaleng, dan timah, teknik-teknik seperti las, patri, ukiran, dan bubut sering digunakan. Sementara itu, untuk bahan lunak, seperti cetak, coil, putar, tenun, dan bordir, digunakan dalam pembuatan kerajinan.

Beberapa contoh kerajinan bahan buatan yang bisa dibuat termasuk kerajinan sabun batangan dengan teknik ukir atau cetak, kerajinan gips dengan mencetak dan memodifikasi gypsum, kerajinan lilin dengan mencairkan lilin dan mencetaknya dalam cetakan, kerajinan plastik dengan mengubah kemasan bekas menjadi tas, dompet, dan lain-lain, kerajinan clay dengan membentuk tanah liat menjadi bentuk yang diinginkan, kerajinan kain dengan memotong atau menjahit kain menjadi produk seperti tas atau baju, kerajinan kaca dengan teknik cold working, flameworking, fusing, hot sculpting, dan slumping, kerajinan fiberglass dengan mencampurkan filamen kaca dan resin dalam cetakan, kerajinan kulit sintetis dengan memanfaatkan kulit sintetis menjadi tas, sandal, dan sepatu, dan kerajinan bubur kertas dengan menghancurkan kertas dan membentuknya menjadi berbagai produk.

Nah, sekian 10 contoh yang menarik untuk dicoba. Kerajinan bahan buatan di atas kebanyakan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Jadi, kamu tidak perlu kesulitan dalam mengkreasikan produk kerajinan bahan buatan yang dimodifikasi.


Tags: kerajinan contoh

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia