... 7 Contoh Makalah Kerajinan DIY: Panduan Lengkap untuk Menginspirasi Kreativitas Anda!

Contoh Makalah Kerajinan - Menginspirasi Karya Seni Sulam dan DIY

BAB III RENCANA ANGGARAN

1. Modal/ Pemasukan

Modal yang dibutuhkan oleh penulis dalam sekali produksi tas anyaman adalah Rp.1.500.000, dengan rincian:

Total Biaya = perlengkapan + bahan baku + biaya lainnya
= Rp. 40.000 + Rp. 20.000 + Rp. 15.000

Produksi 20 pcs = Rp. 75.000 x 20
= Rp. 1.500.000

2. Penentuan Harga Jual

Harga pokok produksi adalah hasil dari total biaya dibagi dengan total produk.
= Rp. 75.000 per pcs

Harga Jual = Harga pokok + laba yang diinginkan
= Rp. 75.000 + Rp. 25.000
= Rp. 100.000

3. Perhitungan Laba/Rugi

Laba = (Harga Jual x Hasil Produksi) – Modal
= (100.000 x 20)-Rp. 1.500.000
=Rp. 2000.000 – Rp. 1.500.000
= Rp. 500.000

Presentase Laba = Laba/ Modal x 100%
= 500.000/1500.000 x 100%
= 33%

Ancaman (Threats)

1. Persaingan dengan produk massal: Produk kerajinan tangan harus bersaing dengan produk-produk massal yang lebih mudah ditemukan dan memiliki harga yang lebih murah.

2. Peniruan produk: Produk kerajinan tangan rentan terhadap peniruan oleh produsen atau pengrajin lain yang mencoba menghasilkan produk serupa dengan harga lebih murah.

3. Perubahan tren dan mode: Perubahan tren dan mode dapat mengubah permintaan pasar terhadap produk kerajinan tangan secara signifikan.

4. Pemalsuan produk: Produk kerajinan tangan yang terkenal mungkin menjadi sasaran pemalsuan, yang dapat merusak reputasi produk dan pengrajin.

5. Ketergantungan pada pasokan bahan baku: Keterbatasan pasokan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan tangan dapat menjadi ancaman terhadap produksi yang berkelanjutan.

6. Kurangnya pemahaman tentang nilai produk: Konsumen mungkin tidak sepenuhnya memahami nilai dan keunikan produk kerajinan tangan, yang dapat mempengaruhi tingkat penjualan.

7. Kesulitan dalam menjangkau pasar global: Pengrajin kerajinan tangan mungkin menghadapi kesulitan dalam memasarkan produk mereka secara global karena keterbatasan sumber daya dan biaya operasional.

8. Perubahan regulasi dan kebijakan: Perubahan dalam regulasi dan kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi operasional dan distribusi produk kerajinan tangan.

9. Teknologi berubah cepat: Perkembangan teknologi yang cepat dapat membuat produk kerajinan tangan menjadi ketinggalan zaman jika tidak mengikuti perkembangan ini.

10. Pemasaran yang terbatas: Pengrajin kerajinan tangan mungkin memiliki keterbatasan dalam hal pemasaran dan promosi karena keterbatasan waktu dan sumber daya.

11. Terbatasnya penetrasi produk dalam pasar: Produk kerajinan tangan mungkin hanya dikenal oleh segmen pasar tertentu dan sulit untuk memperluas jangkauan mereka.

13. Fluktuasi nilai tukar mata uang: Fluktuasi nilai tukar mata uang dapat mempengaruhi harga produk kerajinan tangan yang diimpor atau diekspor dari atau ke pasar internasional.

Contoh Makalah Singkat yang Baik dan Benar

Mari kita masuk ke contoh makalah singkat yang pertama.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah S.W.T. yang sudah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga bisa menyusun tugas Bahasa Indonesia ini dengan baik. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa “Pendidikan Karakter” sejak dini sangat berarti untuk anak bangsa.

Makalah ini kami buat sebagai ringkasan tentang peran pendidikan karakter untuk kemajuan bangsa. Mudah-mudahan makalah yang kami buat ini bisa menolong menaikkan pengetahuan kami jadi lebih luas lagi. Kami menyadari kalau masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini.

Oleh sebab itu, kritik serta anjuran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk menyempurnakan makalah ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, serta kepada pihak lain yang sudah menolong dalam penyelesaian makalah ini. Atas perhatian serta waktunya, kami sampaikan terima kasih.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia membutuhkan sumber daya manusia dalam jumlah serta kualitas mumpuni sebagai pendukung utama pembangunan. Pendidikan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ini sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3.

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Berangkat dari hal tersebut, sekolah di setiap jenjang pendidikan wajib menyelenggarakan pembelajaran yang sistematis agar tujuan dapat tercapai. Perihal itu tentu berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik agar sanggup bersaing, beretika, bermoral, dan sopan santu dalam masyarakat.


Tags: kerajinan contoh

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia