... 7 Ide Sulaman Pita Kreatif untuk Proyek Kerajinan Tangan Anda

Keindahan Sulaman Pita - Inspirasi dan Contoh untuk Karya Sulaman DIY

Tutorial Menyulam Online

Jika buku-buku terlalu abstrak dan Anda perlu melihat lebih dekat kepribadian orang yang mengajari Anda, namun tidak punya waktu atau keinginan untuk mengambil kursus menjahit, mengapa tidak melihat beberapa blog menyulam? Lihatlah aksi menjahit selimut, pelajari cara memperindah desain atau jahitan halus untuk membuat tusuk satin.

  • The Spurce adalah blog komersial namun dengan sejumlah besar tutorial kerajinan berbeda. Blog menyulam mereka penuh dengan proyek-proyek kecil yang menyenangkan, berbagai jahitan tradisional dan etnis, serta beberapa kiat dan trik. Pasti layak dilihat.
  • Needle ‘n Thread adalah blog yang wajib diikuti bagi para penggemar sulaman. Blog ini mencakup dasar-dasar jahitan dan teknik-teknik canggih – termasuk hal-hal seperti cara memulai dan mengakhiri sulaman – berbagai gaya jahitan dan beberapa proyek blogger saat ini.
  • Nordic Needle punya koleksi jahitan dan tutorial bagus.
  • Anna Scott Embroidery dibuat oleh wanita dengan bakat gila. Karena dia menjahit proyek-proyeknya, memberikan kiat-kiat seperti cara memadukan shading ketika menggunakan tusuk tikam jejak atau cara membelokkan sudut.
  • Pumora memiliki serangkaian tutorial yang benar-benar dasar unruk memulai menyulam.
  • Sublime Stitching punya serangkaian tutorial untuk semua jahitan sulaman dasar.

Bagi siapa pun yang tertarik dengan sulaman bersejarah, Racaire punya banyak informasi dan proyek-proyek menakjubkan mulai dari bantal hingga hiasan dinding, atau lihat blog ini.

Sejarah [ sunting | sunting sumber ]

Pada awalnya, selendang bersulam Koto Gadang hanya dipakai oleh orang Koto Gadang dan tabu apabila dipakai oleh orang di luar Koto Gadang. Bahkan, keterampilan menyulam tidak diajarkan kepada orang yang bukan asli Koto Gadang. Sulaman Koto Gadang mulai terkenal sejak berdirinya Kerajinan Amai Setia pada 1911. Didirikan oleh Roehana Koeddoes, sekolah tersebut mengajarkan berrnacam-macam keterampilan rumah tangga untuk perempuan, termasuk menyulam, baik untuk perempuan Koto Gadang maupun dari luar Koto Gadang. Lama kelamaan, selendang bersulam Koto Gadang dikenal oleh orang dan bahkan banyak pesanan akan selendang tersebut. Salah seorang rekan Roehana yang seorang saudagar, Hadisah memasarkan hasil sulaman Koto Gadang ke istri pejabat-pejabat Belanda untuk dipakai atau dikirimkan ke kolega mereka di luar Minangkabau, yakni Eropa. [13] [2] Sementara itu, rekan Roehana yang lain, Rukbeny memperkenalkan selendang bersulam Koto Gadang ke luar daerah Sumatera Barat. [14]

Sejak Kerajinan Amai Setia berdiri, kegiatan menyulam menjadi pekeijaan yang digemari perempuan Koto Gadang. Selain dapat menghasilkan uang, pekerjaan menyulam bagi perempuan dianggap sebagai pekerjaan yang mulia. [13] Perempuan dapat bekerja di dalam rumah sambil mengurus keluarga. Saat ini, sulaman Koto Gadang menjadi produk yang diincar perempuan Paris dan Belanda. Meski tak seperti abad ke-19, perempuan Koto Gadang masih menghasilkan kain bersulam aneka motif dan cara pengerjaan. [2]

Penyebutan sulaman kadang disamakan dengan bordir karena memiliki persamaan. Perbedaannya terletak pada hasil dan cara pengerjaannya. Menurut Ernatip, peneliti Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Padang, penyebutan bordir di Minangkabau identik dengan sebuah kain yang memiliki hiasan yang dibuat oleh teknologi mesin, sedangkan apabila hiasan dikerjakan dengan keterampilan tangan rnaka lebih dikenal dengan sebutan sulaman. [13] Baik sulaman maupun bordir masih tetap eksis dalam masyarakat Minangkabau sebagai salah satu warisan masa lampau. [7]


Tags: contoh sulam

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia