Keindahan Sulaman Pita - Inspirasi dan Contoh untuk Karya Sulaman DIY
Tutorial Menyulam Online
Jika buku-buku terlalu abstrak dan Anda perlu melihat lebih dekat kepribadian orang yang mengajari Anda, namun tidak punya waktu atau keinginan untuk mengambil kursus menjahit, mengapa tidak melihat beberapa blog menyulam? Lihatlah aksi menjahit selimut, pelajari cara memperindah desain atau jahitan halus untuk membuat tusuk satin.
- The Spurce adalah blog komersial namun dengan sejumlah besar tutorial kerajinan berbeda. Blog menyulam mereka penuh dengan proyek-proyek kecil yang menyenangkan, berbagai jahitan tradisional dan etnis, serta beberapa kiat dan trik. Pasti layak dilihat.
- Needle ‘n Thread adalah blog yang wajib diikuti bagi para penggemar sulaman. Blog ini mencakup dasar-dasar jahitan dan teknik-teknik canggih – termasuk hal-hal seperti cara memulai dan mengakhiri sulaman – berbagai gaya jahitan dan beberapa proyek blogger saat ini.
- Nordic Needle punya koleksi jahitan dan tutorial bagus.
- Anna Scott Embroidery dibuat oleh wanita dengan bakat gila. Karena dia menjahit proyek-proyeknya, memberikan kiat-kiat seperti cara memadukan shading ketika menggunakan tusuk tikam jejak atau cara membelokkan sudut.
- Pumora memiliki serangkaian tutorial yang benar-benar dasar unruk memulai menyulam.
- Sublime Stitching punya serangkaian tutorial untuk semua jahitan sulaman dasar.
Bagi siapa pun yang tertarik dengan sulaman bersejarah, Racaire punya banyak informasi dan proyek-proyek menakjubkan mulai dari bantal hingga hiasan dinding, atau lihat blog ini.
Sulaman Sepanjang Sejarah Dimulai pada Zaman Perunggu
Pada abad ke-5/ke-6 M, ketika Mesir adalah bagian dari Kekaisaran Bizantium, tunik lebar yang meriah pada periode itu dihiasi dengan roundel dan panel. Sebagian besar strip dekoratif dengan desain kelautan dan pastoral ini ditenun dengan teknik yang serupa dengan tenun Jacquard. Namun beberapa roundel bertahan dalam tusuk belah, tusuk tikam jejak, dan sulam rantai.
Seperti contoh Zaman Kegelapan yang lebih akhir di mana jahitan garis digunakan untuk mengisi bentuk, garis besar gambar dijahit terlebih dahulu, dengan sulaman yang berlanjut dalam spiral ke dalam hingga bagiannya terisi.
Sulaman abad ke-10 dari Mammen di Denmark menggunakan tusuk tikam jejak dan sulam herringbone untuk gambar binatang dan pita yang menggambarkan daun acanthus dan wajah manusia. Meskipun jahitan-jahitan tersebut terlalu terpisah untuk diketahui dengan pasti, jahitan-jahitan itu mungkin menghiasi jubah atau tunik.
Juga temukan bagaimana Anda bisa memulai menyulam.
Membuat Kerajinan Emas pada Zaman Kegelapan
Meskipun emas mungkin dimasukkan ke dalam pakaian pada masa yang jauh lebih awal, salah satu penggunaan sulaman emas paling awal yang dikonfirmasi berasal dari makam Ratu Merovingian, Arnegunde, dari abad ke-6 SM. Pakaian luarnya memiliki manset sulaman emas dalam desain roset.
Sebuah fragmen kecil dari akhir abad ke-8 dan ke-9 dari Maaseik, Belgia menggunakan pelapis permukaan untuk benang emas dan tusuk belah di latar belakangnya – pendahulu Opus Anglicanum pada periode abad pertengahan.
Stole dan meniple St. Cuthbert menggunakan tusuk tikam jejak untuk garis luarnya dan lagi-lagi, tusuk belah untuk mengisi gambarnya. Benang emas untuk latar belakangnya ditahan di tempat dengan couching sederhana.
Lihat pula [ sunting | sunting sumber ]
- ^ Satu helai selendang suji caia yang dikerjakan rata-rata enam sampai delapan jam dalam sehari baru bisa selesai selama dua sampai tiga bulan. Ini dilakukan oleh orang yang semata-mata pekerjaannya menyulam, sedangkan bagi masyarakat Koto Gadang, menyulam umumnya adalah pekerjaan sampingan, jadi tidaklah mustahil bila satu helai selendang dikerjakannya dalam waktu sampai enam bulan bahkan lebih. [33]
- Ernatip (2012). "Sulaman sebagai Manifestasi Teknologi Pakaian Tradisional: Kasus Nagari Kota Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat". Bunga Rampai Budaya Sumatera Barat, Budaya Masyarakat Minangkabau: Seni, Teknologi Tradisional, dan Hubungan Antar Budaya (PDF) . Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- Ranelis, Washinton, Rahmad (2016). Rendo Bangku Koto Gadang. Padang Panjang: ISI Padang Panjang.
- Doni Rahman (2015). "Ragam Hias Suji Cair pada Sulaman Selendang Koto Gadang Kabupaten Agam Sumatera Barat (Studi Kasus di Yayasan Amai Setia)". Journal Home Economic and Tourism. 9 (2).
- "Diklat Sulam Rendo Rajut Minang BDI Padang Bekerja Sama dengan UPTD Kerajinan Industri Kota Bukittinggi". Kemenprin.go.id. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. 18 Juni 2013.
- "Melihat Proses Pembuatan Kain Sulam Koto Gadang". Metrotvnews.com. MetroTV. 16 Juni 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-04-17 . Diakses tanggal 2019-04-05 .
- Asdhiana, I Made, ed. (27 September 2013). "Jejak Perempuan Koto Gadang". Kompas.com.
- Sri Mindayani (2017). Pengaruh Sikap Kerja terhadap Keluhan Muskuloskeletal pada Perajin Sulaman Tangan di Nagari Koto Gadang Sumatera Barat (Tesis) . http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/35653/Chapter%20III-VI.pdf?sequence=3&isAllowed=y . [pranala nonaktif permanen]
- Evieta Fadjar (26 November 2012). "Merawat Budaya Melalui Selendang Sulam Suji Cair". Tempo.co. [pranala nonaktif permanen]
- Adityawarman (8 April 2011). Wire, PR, ed. "Museum Nasional Gelar Pameran Khas Kotogadang". ANTARA News. LKBN Antara. Lebih dari satu parameter |author= dan |last= yang digunakan (bantuan)
- "Sulam Terpanjang di Dunia Mendapatkan MURI". Tempo.co. 5 Oktober 2012. [pranala nonaktif permanen]
- P, Christoporus Wahyu Haryo (4 Oktober 2012). Diredja, Tjahja Gunawan, ed. "Sulam Sumbar Terpanjang di Dunia". Kompas.com. Lebih dari satu parameter |author= dan |last= yang digunakan (bantuan)
Atau Mengapa Tidak Mengambil Kelas Menjahit dan Belajar Menyulam?
Kursus Menjahit di Indonesia
Menyulam sering kali dilakukan di malam hari, di kenyamanan rumah Anda sendiri. Namun tidak ada alasan menyulam tidak bisa menjadi hobi sosial, dan cara apa yang lebih baik untuk pergi keluar dan bertemu para penggemar sulaman yang sepemikiran daripada berpartisipasi dalam kursus menyulam pemula. Anda juga mendapat manfaat lebih dari menggunakan lebih banyak jenis perlengkapan seperti mesin sulam dan jenis perlengkapan lainnya yang mungkin tidak Anda miliki dalam perlengkapan menyulam Anda.
- Elmodista Kelas Jahit terletak di Ruko Pengampon Square, Jl. Semut Baru No.8, Bongkaran, Pabean Cantian, Surabaya dengan tempat yang nyaman dan peralatan jahit lengkap. Kelas-kelasnya mencakup kelas workshop, kelas dasar dan lanjutan, hingga kelas custom.
- Kursus Jahit Malang berlokasi di Jl. Sudimoro Jl. Manunggal No.1, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang yang menawarkan kursus menjahit dengan sistem cepat 3x pertemuan langsung bisa menjahit.
- Kursus Menjahit 28Jam adalah toko pakaian yang juga menawarkan kelas menjahit singkat seperti kelas menjahit pakaian, jilbab, atau mukena. Berlokasi di Jl. Cendrawasih Bunderan No.146, Ngeni, Kepuhkiriman, Kec. Waru, Kabupaten Sidoarjo.
- LKP Modisa Jogja terletak di Jalan Magelang No. 192 C, Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta dan menawarkan kursus menjahit, bordir, payet, dan smoke jepang bersama guru-guru berpengalaman.
- YPU Budidaya di Jl. Jamika No.37, Jamika, Kec. Bojongloa Kaler, Kota Bandung menawarkan kelas menjahit pakaian pria dan wanita, mesin juki, obras, serta sulam pita dan benang.
- Kursus Menjahit LPK Mentari yang berlokasi di Jl. Komp. Perumahan Duren Sawit Baru No.17, RT.7/RW.1, Duren Sawit, Jakarta Timur menawarkan kelas di tempat (tidak online) dengan guru-guru lulusan universitas dan mengajarkan keterampilan menjahit mulai dari membuat pola hingga praktik menjahit langsung dari nol.
Sulaman Koto Gadang
Sulaman Koto Gadang adalah teknik kerajinan tangan menghias kain dengan benang yang dikerjakan secara tradisional oleh masyarakat Koto Gadang, salah satu nagari di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sulaman ini dihasilkan dari pengetahuan masyarakat Koto Gadang dalam membentuk jalinan benang di atas kain yang diwariskan secara turun-temurun. Pengerjaannya sama sekali tidak menggunakan teknologi mesin, melainkan menggunakan peralatan sederhana dan bergantung pada keterampilan tangan. [1]
Di antara teknik sulaman Koto Gadang yang masih digunakan saat ini yakni teknik sulaman "suji caia" dan "kapalo samek". Sulam suji caia menampilkan permainan gradasi warna benang yang saling menyatu (bahasa Minang: caia, artinya cair) sehingga menghasilkan bentuk bunga yang tampak hidup. [4] Adapun sulam kapalo samek (dari bahasa Minang, artinya kepala peniti) karena dalam pembuatannya benang dikait dan ditarik sampai ujung peniti sehingga menghasilkan bentuk bulat di atas kain. [5]
Pengetahuan dan keterampilan membuat sulaman Koto Gadang diwariskan secara turun-temurun, umumnya dari ibu ke anak perempuan. Saat ini, masih banyak ditemukan perempuan Koto Gadang yang menekuni sulaman dan bahkan menjadikannya sebagai mata pencaharian tambahan. Kekhasan sulaman Koto Gadang terletak dari proses pembuatan, motif, dan detail pengerjaan. Oleh karena itu, sulaman ini memiliki nilai jual yang relatif tinggi, hingga mencapai jutaan rupiah per helainya. [6] [7] Namun, rumitnya pengerjaan membuat sulaman Koto Gadang bisa membutuhkan waktu penyelesaian hingga dua bulan. [8]
Tags: contoh sulam