Seni Merajut dan DIY - Mengubah Limbah Plastik Menjadi Kerajinan Tangan Indah
Melatih Budaya Daur Ulang untuk Masyarakat
Apakah perubahan budaya diperlukan untuk mendorong lebih banyak orang untuk mendaur ulang? Ya, perubahan budaya sangat diperlukan untuk mendorong partisipasi yang lebih luas dalam daur ulang. Hal ini melibatkan mengubah pandangan masyarakat terhadap pentingnya daur ulang sebagai tanggung jawab kolektif.
Pendidikan dan kesadaran yang ditingkatkan tentang manfaat lingkungan dan konsekuensi negatif dari limbah yang tidak terkelola dapat membantu mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat. Penting juga untuk menyediakan fasilitas daur ulang yang mudah diakses, meningkatkan sistem pengumpulan dan pengolahan limbah, serta memberikan insentif bagi individu dan komunitas yang terlibat dalam praktik daur ulang. Melalui perubahan budaya ini, lebih banyak orang dapat didorong untuk mengambil tindakan positif dalam mendaur ulang guna mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Jangan berkecil hati bila Anda belum sempat melakukan daur ulang secara mandiri untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan. Kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan dari hal-hal kecil, salah satunya yaitu membeli produk ramah lingkungan.
Rinso dan Wipol kemasan pouch adalah contoh produk kebersihan rumah tangga yang ramah lingkungan. Selain terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan, kemasan kedua produk tersebut berbahan dasar plastik hasil daur ulang yang lebih mudah terurai dibandingkan plastik biasa. Tak hanya mendapatkan manfaat produknya untuk kebersihan rumah, penggunaan Rinso dan Wipol kemasan pouch menjadi salah satu cara terbaik untuk mendukung kesuksesan daur ulang sampah plastik.
Apa yang Dimaksud dengan Daur Ulang Sampah?
Jika diartikan secara sederhana, daur ulang adalah upaya yang dilakukan manusia untuk mengelola sampah yang dihasilkan. Tidak hanya bisa membantu mengurangi sampah, daur ulang yang tepat juga bisa menghasilkan produk yang bernilai tinggi.
Daur ulang sampah adalah tingkatan terakhir piramida 6R dalam konsep zero waste. Ada 6 langkah yang patut dilakukan agar terbebas dari masalah sampah berdasarkan konsep tersebut, yakni:
Rethink: mempertimbangkan secara matang sebelum membeli barang. Usahakan untuk membeli barang berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Alangkah lebih baik lagi jika Anda memprioritaskan produk daur ulang.
Refuse: menolak penggunaan barang-barang sekali pakai, misalnya air dalam botol plastik, styrofoam, dan kantong plastik.
Reduce: mengurangi pemakaian barang-barang yang berisiko menyebabkan pencemaran lingkungan, misalnya mengonsumsi air minum dalam kemasan botol plastik atau menggunakan kantong plastik saat berbelanja.
Reuse: memakai kembali barang-barang yang masih bermanfaat, misalnya menggunakan tas kain untuk berbelanja.
Repair: memperbaiki barang yang rusak sebelum memutuskan menggantinya dengan yang baru.Recycle: melakukan daur ulang sebagai upaya mengurangi sampah sekaligus meningkatkan nilai pakai dan atau nilai ekonomi suatu barang.
Tags: kerajinan limbah plastik