Seni Ukir Kayu Sederhana - Panduan DIY untuk Pekerjaan Jarum yang Indah
10 Desain Pagar Kayu Minimalis
1. Pagar Kayu Horizontal Dengan Kombinasi Bebatuan
Seperti yang terlihat pada gambar di atas, kayu disusun secara horizontal yang menimbulkan kesan luas.
Selain itu, untuk menambah kesan alami serta untuk memperkuat rangka, maka dipadukan dengan tembok yang terbuat dari susunan bebatuan.
Perpaduan antara bebatuan tempel dan juga kayu menyajikan kesan modern minimalis yang kuat.
Keamanan dengan menggunakan pagar jenis ini juga terjamin, bukan hanya karena kuat, tetapi juga karena privasi pemilik rumah yang terjaga.
Hal ini disebabkan tidak ada celah bagi orang luar untuk melongok aktivitas yang terjadi di balik pagar.
2. Pagar Vertikal Dengan Kombinasi Besi
Berbeda dengan desain pagar pertama, pagar ini disusun secara vertikal dengan masih menyisakan ruang terbuka.
Hal ini mengurangi kesan rumah yang tertutup namun masih menjaga privasi pemilik rumah. Sedangkan untuk rangka pagar, digunakan besi ramping yang disusun berselang-seling dengan kayu.
Untuk meningkatkan keamanan, maka susunan kayu dibuat rapat agar tidak menyisakan tempat berpijak bagi siapapun yang ingin melompati pagar.
Selain itu, besi yang menjadi sekat antar kayu dibuat runcing berselang-seling sebagai ganti dari kawat berduri. Dengan desain ini, pemilik rumah yang ada di teras masih bisa melihat jika ada seseorang yang berdiri di balik pagar
3. Pagar Minimalis Kombinasi Tumbuhan
Kreasi Hiasan dari Palet Kayu Bentuk Rubik
Bentuk dadu atau kotak-kotak pada rubik bisa menjadi inspirasi untuk kamu yang gemar dengan tatanannya yang menarik. Salah satu media yang bisa kamu gunakan adalah palet kayu yang ukurannya memang sudah terbentuk dan tinggal dipotong saja.
Kamu bisa mengkreasikannya dengan membuat ketinggian yang berbeda dari masing-masing dadu, namun dengan ukuran yang sama pun tidak masalah. Agar lebih menarik, beri warna terlebih dahulu sebelum memasangnya di dinding maupun alas kayu.
Hunian yang indah dengan kreativitas yang tak terbatas akan menjadikan rumahmu kian betah untuk ditempati. Hiasan-hiasan di dinding, meskipun terbuat dari bahan bekas yang berharga murah, tidak akan menghalangi kamu mendapatkan dinding yang cantik jika kamu mengolahnya menjadi sebuah karya seni yang menarik.
Kreasi dari Kayu Palet Bekas
Dinding rumah yang rata dan polos bisa kamu hias dengan cantik menggunakan kayu yang biasa dijadikan sebagai bantalan pengiriman barang. Potongan-potongan kayu tersebut ditata sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi area dinding yang dipilih.
Kayu dipotong persegi membentuk dadu berukuran sedang kemudian diberi warna yang menarik. Agar tidak monoton, dadu dipotong secara diagonal sehingga menciptakan tonjolan-tonjolan kayu yang cantik pada dinding.
Beri warna yang menarik dengan memilih warna yang senada atau warna yang beragam namun tetap bagus saat disatukan bersama. Warna alami kayu juga tak ada salahnya untuk kamu kombinasikan dengan warna lainnya.
Hiasan Dinding Kayu
Dinding rumah bisa kamu sulap jadi lebih keren dengan hiasan dinding dari kayu. Yuk simak inspirasinya disini!
Buat kamu yang saat ini bingung seperti apa sih cara menghias dinding rumah menjadi lebih cantik, kamu bisa memilih hiasan dinding dari kayu yang unik, minim budget, dan bahkan bisa kamu buat sendiri dirumah lho.
Untuk mendapatkan bahan-bahan yang digunakan saat menciptakan karya seni sebagai hiasan dinding ini sangat mudah dan murah. Hal ini dikarenakan bahan yang dipakai bisa kamu dapat dari bahan-bahan bekas mebel atau bangunan yang tidak terpakai. Bentuk rumah dengan dinding yang sederhana akan menjadi lebih berwarna dan bercorak dengan hiasan dinding ini.
Penasaran seperti apa saja inspirasi hiasan kayu untuk dinding rumah yang bisa kamu pilih sebagai inspirasi ? Simak yuk!
Sejarah Seni Ukir di Indonesia
Pada tahun 1500 SM, Indonesia mengenal seni ukir tepat sejak zaman batu muda. Pada saat itu, nenek moyang bangsa Indonesia sudah berhasil membuat ukiran dari bahan batu dan tempaan yang terbuat dari tanah liat.
Motif ukir yang digunakan masih sangat sederhana. Pada umumnya, motif ukiran bermotif geometris yang berupa garis, titik dan lengkungan.
Seiring perkembangan zaman, bahan membuat ukiran semakin berkembang dengan menggunakan perunggu, perak, emas dan lainnya. Teknik ukir yang digunakan menggunakan media cor.
Perkembangan seni ukir di Indonesia semakin pesat ketika agama Islam, agama Hindu dan agama Budha masuk ke Indonesia. Karya seni ukir yang dihasilkan dalam bentuk desain, motif dan produksi.
Jenis ukiran yang ditemukan pada badan candi dan prasasti yang dibuat pada masa itu untuk mengenang para raja-raja.
Bentuk ukiran juga ditemukan pada senjata tradisional (seperti keris dan tombak), alat musik tradisional (seperti gamelan dan wayang).
Motif ukiran pada masa itu, selain menggambarkan bentuk ukiran, terkadang berisi kisah para dewa dan mitos kepahlawanan.
Bukti sejarah peninggalan ukiran pada masa tersebut dapat ditemui pada relief candi Penataran di Blitar, candi Prambanan dan candi Mendut di Jawa Tengah.
Sedangkan motif ukir yang digunakan pada zaman perunggu yaitu motif ukir mender, motif ukir topeng pilin berganda, motif ukit topeng, motif ukir tumpal, motif ukir binatang dan motif ukir manusia.
- Motif meander ditemukan pada nekara perunggu dari gunung merapi dekat Bima.
- Motif tumpal ditemukan pada buyung perunggu dari kerinci Sumatera Barat dan pada pinggiran sebuah nekara (moko dari Alor, NTT).
- Motif pilin berganda ditemukan pada nekara perunggu dari Jawa Barat dan pada bejana perunggu dari kerinci, Sumatera.
- Motif topeng ditemukan pada leher kendi dari Sumba, Nusa Tenggara. Dan pada kapak perunggu dari danau sentani, Irian Jaya, pada motif ini menggambarkan muka dan mata orang yang sedang memberi kekuatan magis yang dapat menangkis kekuatan jahat
- Motif binatang dan manusia ditemukan pada nekara dari Sangean.
Tags: kayu ukiran simple