"Mata dan Belahan Kehidupan - Menelusuri Benang Panjang Kehidupan"
Pengobatan Mata Berlendir Seperti Benang
Adapun cara pengobatan yang dapat dilakukan jika Anda mengalami mata berlendir, diantaranya :
- Pembersihan Kelopak Mata Secara Rutin
Jika Anda mengalami kondisi terkait dengan blepharitis, perawatan dengan membersihkan kelopak mata secara teratur dapat membantu mengatasi lendir yang berlebih pada mata.
Jika penyebab yang terjadi adalah sindrom mata kering, maka penggunaan tetes mata buatan akan membantu menjaga kelembaban mata dan meredakan gejala mata kering, termasuk lendir yang berlebih pada mata.
Jika terjadi peradangan pada mata, obat antiinflamasi dapat digunakan untuk meredakannya, namun tentu saja ini harus sesuai dengan resep dokter.
Jika yang menjadi penyebab mata berlendir adalah alergi, obat antihistamin oral atau tetes mata antihistamin dapat mengatasi gejala dan mengurangi produksi lendir.
Terkadang,terjadi juga kondisi yang mendasari mata berlendir seperti infeksi atau gangguan autoimun dan perlu diagnosa dan pengobatan khusus yang ditentukan oleh dokter mata.
Penting untuk melakukan konsultasi dokter mata sebelum menggunakan obat atau metode pengobatan tertentu. Juga, hindari mengoleskan obat mata atau mengambil tindakan tertentu tanpa petunjuk dari profesional medis.
Demikian sedikit informasi mengenai mata berlendir seperti benang dari gejala, penyebab hingga pengobatannya. Jika mata berlendir seperti benang yang anda alami mengganggu dan sudah lebih dari satu minggu, segera periksakan mata Anda ke klinik dokter mata KMU yang ada di kota Anda.
Informasi lainnya dapat dilihat pada channel Youtube KMU berikut ini yaa:
Penyebab kotoran mata
Belek umumnya tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jika Anda melihat adanya perubahan konsistensi, warna, dan jumlah kotoran mata, maka hal ini mungkin mengindikasikan adanya infeksi atau penyakit mata.
Kondisi mata umum yang terkait dengan kotoran mata abnormal di antaranya adalah:
Konjungtivitis. Kotoran mata adalah gejala umum konjungtivitis, peradangan membran tipis yang melapisi bagian "putih" pada mata (sklera) dan permukaan dalam kelopak mata.
Di samping mata yang terasa gatal, berpasir, teriritasi, dan memerah, konjungtivitis biasanya disertai dengan mukus mata berwarna putih, kuning, atau hijau yang dapat membentuk kerak di sepanjang garis bulu mata saat Anda tidur. Dalam sejumlah kasus, kerak pada kelopak mata begitu parah sehingga menyebabkan mata Anda sulit dibuka.
Konjungtivitis virus
Konjungtivitis virus sangat menular dan disebabkan oleh virus seperti virus selesma atau herpes simpleks. Kotoran mata yang terkait dengan mata merah akibat virus biasanya jernih dan berair, atau bisa juga disertai mukus berwarna putih atau sedikit kuning.
Konjungtivitis bakteri
Konjungtivitis bakteri, seperti namanya, disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini dapat membahayakan penglihatan jika tidak segera ditangani. Kotoran mata akibat konjungtivitis bakteri biasanya lebih pekat dan lebih purulen (menyerupai nanah) dibandingkan mata merah, dan umumnya berwarna kuning, hijau, atau bahkan abu-abu. Sering kali, kotoran yang lengket menyebabkan kelopak mata Anda menjadi menutup rapat saat bangun di pagi hari.
Konjungtivitis alergi
Konjungtivitis alergi dipicu oleh alergen—serbuk sari, bulu hewan peliharaan, debu, dan iritan umum lainnya yang menyebabkan alergi mata. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap polutan bahan kimia, tata rias, larutan lensa kontak, dan obat tetes mata. Kotoran mata yang terkait dengan konjungtivitis alergi umumnya berair. Konjungtivitis alergi tidak menular dan selalu mengenai kedua mata.
YUK Periksakan Mata Anda
Bila mata Anda terkena penyakit belekan lebih dari seminggu dan juga mengganggu kegiatan sehari-hari Anda. Maka periksakan mata Anda ke dokter Mata, sehingga tahu penyebab dari mata berair dan cara pengobatannya.
Meskipun mata berair bukan merupakan penyakit berbahaya namun Anda harus tetap waspada dan juga selalu menjaga kesehatan mata Anda.
Jika Anda mengalami keluhan mata yang serupa, atau gangguan penglihatan yang lain, segera cek kondisi kesehatan mata Anda.
Konsultasi dokter mata penting Anda lakukan setidaknya 6 bulan sekali. Kunjungi National Eye Center sebagai tempat lasik yang kredibel.
Dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis mata, hasil check up menjadi lebih akurat dan terpercaya dengan penanganan yang tepat dengan kondisi Anda.
Apa Penyebab Lendir di Mata?
Kondisi mata berlendir mengindikasikan konjungtivitis virus, yang sering ditandai dengan mata yang menghasilkan lendir lebih banyak dari biasanya, atau berupa mata kering, atau bentuk benang atau gumpalan halus di mata. Konjungtivitis alergi biasanya disebabkan oleh suatu alergen, terutama jika Anda memiliki riwayat alergi. Baca Juga:
Mata Panda: Gejala, Penyebaba, Cara Menghilangkannya Alergi ini bisa berasal dari debu, serbuk sari, air lensa kontak, riasan, air mata. Sulit untuk menentukan apakah kondisi mata yang berlendir memiliki dampak yang serius, sehingga perlu memeriksakan ke dokter mata. Sebenarnya kondisi ini memiliki banyak gejala yang patut diwaspadai, seperti penglihatan kabur karena banyak lendir yang menumpuk di mata, ada rasa ada benda asing tersangkut di mata, iritasi dan nyeri pada mata dan mata merah akibat peradangan yang terjadi karena lendir yang berlebihan. Baca Juga
Obat Alami Untuk Mata Merah
- Bintitan
- Adanya benang asing yang masuk ke mata
- Konjungtivitis
Konjungtivitis dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau reaksi alergi. Anak-anak dan orang dewasa bisa terkena kondisi ini. Gejala konjungtivitis lainnya termasuk mata merah, gatal, dan rasa terbakar.
Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata.
Blefaritis bisa terjadi akibat peradangan pada rambut kelopak mata. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kelenjar meibom yang memproduksi minyak secara tidak normal.
Bila Mata kering bisa menggunakan pengobatan artificial tears atau air mata pengganti.
- Saluran air mata tersumbat
- Penggunaan lensa kontak
Penyebab mata belekan yang perlu diwaspadai
Normal untuk mengalami mata belekan.
Akan tetapi, jika Anda melihat adanya perubahan konsistensi, tekstur, jumlah, atau warna dari belek mata, kemudian diikuti oleh rasa sakit, hal ini bisa menunjukkan suatu infeksi atau penyakit mata tertentu.
Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab timbulnya belek di mata.
1. Alergi pada mata
Jika Anda memiliki belek berupa lendir putih berserabut yang menempel di pojokan mata, kondisi tersebut bisa saja merupakan alergi mata atau yang disebut juga dengan konjungtivitis alergi.
Reaksi alergi menyebabkan belek dan partikel asing lainnya menyatu bersama, mengental di bagian bawah mata. Kondisi ini tidak menular dan selalu memengaruhi kedua mata.
Konjungtivitis alergi bisa dipicu oleh alergen, seperti serbuk sari, bulu, atau debu, atau polutan kimia, makeup, cairan lensa kontak, dan tetes mata.
2. Konjungtivitis
Mata belekan juga bisa terjadi karena adanya infeksi pada konjungtiva mata, atau yang sering disebut dengan konjungtivitis.
Infeksi terjadi akibat paparan bakteri atau virus yang mengakibatkan peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput yang menyelimuti bagian putih mata dan kelopak mata bagian dalam.
Peradangan selaput mata ini juga ditandai dengan mata kemerahan, seperti berpasir, teriritasi, dan gatal.
Dalam beberapa kasus, pembentukan belek bisa begitu parah, sehingga menyebabkan mata Anda terasa sakit dan sulit dibuka saat Anda bangun pada pagi hari.
Konjungtivitis akibat virus juga bisa menyebabkan pembengkakan kelopak mata, mata kemerahan, penglihatan kabur, terasa ada yang mengganjal di mata, hingga mata terus berair. Adapun kondisi ini sangat menular.
3. Keratitis
Keratitis merupakan infeksi yang menyerang kornea mata. Serupa dengan konjungtivitis, infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, terutama Staphylococcus dan P. aeruginosa.
Tags: benang