... Pentingnya Faktor Ergonomis dalam Kerajinan Tangan: Tips untuk DIY dan Sulam Aman

Faktor Ergonomis dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Pengertian Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan bahan keras adalah salah satu jenis kerajinan yang dibuat dari bahan yang keras, padat, kuat, sulit diubah atau dihancurkan, dan tahan lama. Kerajinan satu ini bisa dibentuk dari bahan yang berasal dari alam maupun buatan. Contohnya, kayu, batu, aluminium, logam, keramik, dan masih banyak lagi.

Mengingat sifat bahan kerajinan bahan keras alam maupun buatan yang sulit untuk dihancurkan, dibutuhkan teknik dan konsep untuk mengubah bahan menjadi karya yang bermakna. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan dan pengalaman yang baik oleh pengrajin dalam membuatnya.

Kemudian, terkait dengan tekniknya, bisa dibuat dengan teknik pahat, teknik las, teknik anyam, teknik bubut, dan lainnya. Selain teknik tersebut, dalam pembuatan juga dikenal dengan adanya prinsip-prinsip kerajinan bahan keras. Prinsip inilah yang menjadi hal penting dalam pembuatan kerajinan dan akan dijelaskan lebih lanjut dalam pembahasan berikutnya.

Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Dalam proses pembuatan sebaiknya menggunakan berbagai jenis pahat ukir agar hasil ukiran maksimal. Kemudian tetap memperhatikan keselamatan kerja sehingga tercipta produk yang unggul dan berkualitas.

Teknik Kerja Bangku

Teknik Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai oleh seseorang dalam mengerjakan produk kriya kayu. Pekerjaan kerjabangku penekanan pada pembuatan benda kontruksi dengan alattangan,dan dilakukan di bangku kerja. pekerjaan kerja bangku meliputi berbagai jenis kontruksi geometris, membuat geometris secara terukur,membuat sambungan, dan merakit beberapa komponen dengan bahan papan maupun balok kayu.

Persyaratan kualitas terletak kepada pemahaman seseorang dalam praktek kerja bangku dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi : tingkat ketrampilan dasar penguasaaan alat tangan , tingkat kesulitan produk yang dibuat, tingkat keapresisian hasil karya.

Untuk memperoleh hasil yang presisi pekerjaan kerja bangku biasanya dibantu dengan menggunakan alat-alat semi masinal,disamping untuk mempercepat proses kerja. Tingkat kejelasan gambar yang dipergunakan, kualitas peralatan baik alat potong, serut, pahat alat penghalus sangat menentukan hasil produk.

Teknik Bubut

Dalam pekerjaan membubut diperlukan alat pemotong yang berfungsi untuk mengiris, menyayat/menggaruk dan membentuk benda. Proses Kerja Teknik Bubut:

  1. Potonglah kayu sesuai dengan ukuran pada gambar kerja ditambah 2 cm pada setiap ujungnya.
  2. Buatlah garis diagonal pada setiap ujung kayu dengan menggunakan penggaris dan pensil untuk menentukan titik senter. Tandailah titik senter dengan menggunakan drip atau palu besi.
  3. Ketamlah sudut-sudut kayu menjadi segi delapan dengan menggunakan ketam baja.
  4. Pasanglah benda kerja pada senter mesin bubut . Kemudian aturlah ketinggian penyangga pahat sesuai dengan senter mesin bubut 6 Mulailah pembubutan dari bentuk segi delapan menjadi silinder dengan menggunakan pahat kuku besar.
  5. Ratakan bentuk silinder dengan menggunakan pahat lurus atau pahat miring/sero.

Motif Ragam Hias

Ragam hias merupakan karya seni rupa yang diambil dari bentuk-bentuk flora, fauna,figuratif, dan bentuk geometris. Ragam hias tersebut dapat diterapkan pada media dua dan tiga dimensi.

Bentuk ragam hias umumnya memiliki pola atau susunan yang diulang-ulang. Pada bentuk ragam hias yang lain, pola yang ditampilkan dapat berupa pola ragam hias yang teratur, terukur, dan memiliki keseimbangan. Pola ragam hias geometris dapat ditandai dari bentuknya seperti persegi empat, zigzag, garis silang, segitiga, dan lingkaran.

Pola bidang tersebut merupakan pola geometris yang bentuknya teratur. Bentuk lain dari pola geometris adalah dengan mengubah susunan pola ragam hias tak beraturan dan tetap memperhatikan segi keindahan.

Ragam hias di Indonesia, berdasarkan pada pola dan bentuk visualnya, dibagi dalam klasifikasi sebagai berikut.

  1. Ragam hias geometris adalah ragam hias yang mengulang suatu bentuk baku tertentu dengan ukuran tertentu dalam komposisi yang seimbang pada seluruh sisinya.
  2. Ragam hias Tumbuh-tumbuhan adalah ragam hias yang mengambil inspirasi dari tumbuh- tumbuhan pada wilayah tertentu untuk dimodifikasi menjadi ragam hias yang mencerminkan ciri khas wilayah tersebut.
  3. Ragam hias makhluk hidup adalah ragam hias yang mengambil inspirasi dari makhluk hidup di darat, laut, dan udara pada wilayah tertentu dan dimodifikasi menjadi ragam hias khas wilayah tersebut. Ragam hias ini biasanya dimasukkan dalam kelompok ragam hias untuk menggambarkan dunia tengah.
  4. Ragam hias Dekoratif adalah ragam hias yang bersifat artifisual dan biasanya merupakan penggabungan dari beberapa inspirasi ragam hias pada kelompok yang ada sebelumnya yang dimodifikasi sehingga menjadi sebuah bentuk ragam hias yang baru dan memiliki nilai estetika tersendiri.

Pengertian Ergonomis

Dilansir wikipedia “Ergonomika atau ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktikkan teori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.”

Jadi, prinsip ergonomis merupakan prinsip yang menerapkan kebiasaan tertentu yang bermanfaat bagi pekerjaan kita sendiri maupun orang lain. Ergonomis juga bisa diartikan sebagai penyesuaian (dukungan) tindakan terhadap kondisi tubuh seseorang untuk menurunkan tingkatan stres.

Contohnya seperti mengatur ukuran meja kursi dengan ukuran tubuh supaya posisi bagus dan bekerja tidak melelahkan, mengatur pencahayaan sekitar, mengatur suhu ruangan dan lain-lain. Pada intinya supaya kita atau orang yang menempati tempat tersebut bisa merasa nyaman. Setiap profesi tentunya membutuhkan penyesuaian masing-masing dalam hal ergonomis, sehingga tidak bisa disamaratakan.


Tags: kerajinan faktor ergonomis

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia