Faktor Ergonomis dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Unsur Ergonomis Karya Kerajinan
Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:
- Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
- Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi. - Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
Unsur Estetika dan Ekonomis Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Dalam perkembanganya produk, kerajinan tidak dapat melepaskan din dan unsur-unsur seni pada umumnya. Sentuhan-sentuhan estetik sangat penting untuk mewujudkan karya kerajinan atraktif dan bernilai ekonomis. Pada produk kerajinan, aspek fungsi menempati porsi utama. Maka, karya kerajinan harus mempunyai nilai ergonomis yang meliputi: kenyamanan, keamanan dan keindahan (estetika).
Motif Ragam Hias Produk Kerajinan dan Bahan Keras, Produk kerajinan dan beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal di mancanegara sejak zaman dahulu. Keanekaragaman produk kerajinan tersebut memiliki motif dan ragam hias yang khas di setiap daerah. Setiap motif dan ragam hias mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat.
Beberapa daerah yang terkenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya. Kita perlu mengenal dan melestarikan motif dan ragam hias Nusantara. Kekayaan kreasi bangsa Indonesia penlu kita syukuri sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
Unsur Ergonomis
Ada lima unsur ergonomi: keamanan, kenyamanan, kemudahan penggunaan, produktivitas/kinerja, dan estetika.
1. Keselamatan
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ergonomi dalam konteks keselamatan kerja, muncullah gagasan tentang keselamatan yang berfokus pada aspek ergonomis. Keselamatan ergonomis memastikan bahwa produk, metode, serta lingkungan yang digunakan oleh para pekerja sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan kemampuan individu mereka.
2. Kenyamanan
Sangatlah penting bahwa produk-produk seperti perabot dirancang dengan mempertimbangkan aspek ergonomi. Perabot harus memberikan kenyamanan kepada pengguna, contohnya kursi yang dapat menopang punggung pengguna dan ketinggian kursi yang disesuaikan dengan tinggi kaki pengguna agar kaki dapat menyentuh lantai.
Dalam hal pencahayaan di meja kerja, beberapa lampu kerja bisa jadi sangat terang dibandingkan dengan cahaya sekitarnya, yang dapat menyebabkan silau dan rasa tidak nyaman bagi pengguna.
Prinsip-prinsip ergonomi dapat memperbaiki situasi ini berdasarkan prinsip-prinsip yang berkebalikan.
3. Kemudahan Penggunaan
Saat duduk di kursi yang dirancang secara ergonomis dan bekerja dengan komputer, penting untuk menyesuaikan ketinggian kursi. Menempatkan monitor komputer pada tingkat yang tidak memberikan beban berlebih pada mata atau tangan juga sangat penting.
Ideally, bagian atas layar sebaiknya berada tepat di bawah tinggi mata. Dengan posisi duduk yang tegap, penempatan ini akan meringankan tekanan pada leher, bahu, dan mata Anda.
4. Produktivitas / Kinerja
Ergonomi juga memiliki potensi untuk meningkatkan kinerja. Dapur seringkali menjadi ruangan yang paling sering digunakan di setiap rumah. Sebuah dapur yang efisien umumnya menjadi kunci utama untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia.
5. Estetika
Estetika berkaitan dengan persepsi indera dan tanggapan terhadap suatu objek. Jika sesuatu memiliki keindahan secara estetis, hal itu akan ‘memikat’ dan membuat Anda menyukainya.
Tags: kerajinan faktor ergonomis