... Pentingnya Faktor Ergonomis dalam Kerajinan Tangan: Tips untuk DIY dan Sulam Aman

Faktor Ergonomis dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Prinsip Kerajinan Limbah Keras

Limbah keras diketahui dapat difungsikan sebagai salah satu bahan kerajinan. Pengolahannya juga harus mempertimbangkan prinsip kerajinan bahan keras untuk limbah. Ada tiga macam prinsip yang berkaitan dengan pengolahan limbah ini yaitu reduce , reuse , dan recycle . Ketiga prinsip ini sering kali disebut dengan prinsip 3R.

1. Reduce (Mengurangi)

Prinsip ini berarti kita harus mengurangi atau meminimalisir penggunaan barang atau material tertentu. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi limbah keras yang tidak lagi terpakai.

2. Reuse (Menggunakan Kembali)

Selain mengurangi limbah dengan prinsip reduce , prinsip reuse (menggunakan kembali) juga dapat diterapkan. Kamu bisa memilih mana saja barang atau material yang sekiranya bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan kerajinan.

3. Recycle (Mendaur Ulang)

Prinsip dengan mendaur ulang menjadi bagian terpenting. Prinsip ini mencoba untuk mendaur ulang barang atau material yang tidak lagi dipakai.

Proses daur ulang ini nantinya akan berguna dalam mengubah fungsi barang yang terpakai menjadi barang yang bisa difungsikan kembali. Salah satunya dengan mengubahnya menjadi kerajinan yang bisa bernilai jual maupun sekadar untuk hiasan.

Prinsip Ergonomis dalam Pembuatan Produk Kerajinan

Adapun persoalan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang menanyakan tentang Prinsip Ergonomis dalam Pembuatan Produk Kerajinan, contohnya seperti dibawah ini

Salah satu prinsip ergonomis dalam pembuatan produk kerajinan adalah
A. Kegunaan
B. Kelangkaan
C. Ketersediaan bahan
D. Keterjangkauan harga​

Tentunya jawabannya adalah (A) yaitu kegunaan, mengapa? karena ergonomis memiliki beberapa prinsip dalam pembuatan produk kerajinan, apa sajakah itu, berikut detailnya:

1. Kegunaan (Utility)

Kerajinan atau karya seni harus mengutamakan nilai statis, artinya bisa digunakan sesuai fungsi dan kebutuhannya. Contohnya seperti botol atau bisa juga bambu, yang bisa dimanfaatkan untuk tempat peralatan tulis.

2. Kenyamanan (Comfortable)

Aspek kenyamanan juga wajib diterapkan dalam pembuatan produk kerajinan, karena dapat mempengaruhi lingkungan sekitar. Kenyamanan perlu didapatkan setiap orang dalam setiap kegiatannya, karena bila tidak nyaman, sesuatu yang dikerjakan tidak akan menjadi maksimal hasilnya. Dalam hal ini, kerajinan dibuat agar penggunanya merasa nyaman saat memanfaatkannya. Contohnya seperti kursi yang diproduksi dengan bagus, agar seseorang yang memakainya merasakan kenyamanan.

3. Keluwesan (Flexibility)

Karya kerajinan harus mengandung nilai-nilai keselarasan antara bentuk benda dengan nilai gunanya. Misalnya yaitu kursi yang dibuat dengan banyak ukuran, agar bisa menyesuaikan tubuh penggunanya.

4. Keamanan (Safety)

Karya seni atau kerajinan tidak hanya memerlukan aspek kenyamanan saja, namun juga harus memenuhi aspek keamanan supaya tidak membahayakan pemakainya.

5. Keindahan (Aesthetic)

Pembuatan karya seni maupun kerajinan perlu mempertimbangkan unsur keindahan, sehingga akan lebih menarik ketika dipandang. Keindahan suatu benda bisa diterapkan melalui bentuk, desain, dan lain-lain.

Aspek Rancangan dalam Prinsip Kerajinan Bahan Keras

Dalam prinsip kerajinan bahan keras terdapat istilah aspek rancangan. Aspek ini termasuk bagian penting yang terdiri dari berbagai faktor untuk menjadi acuan dalam pembuatan kerajinan. Faktor-faktor ini penting untuk diketahui oleh para pengrajin supaya proses perancangan juga menghasilkan karya yang apik. Berikut macam-macam faktor dalam aspek perancangan:

Faktor Teknis

Faktor teknis dalam prinsip kerajinan bahan keras meliputi penerapan daya mesin atau manual, tingkat kepiawaian SDM atau pengrajin, dan metode produksi.

Faktor Ekonomis

Berikutnya, faktor ekonomis ini meliputi sistem distribusi, pemasaran di tengah banyaknya persaingan, nilai jual dan keberadaa sumber daya bahan, selera masyarakat, dan hak cipta.

Faktor Ergonomis

Berbeda dengan faktor ekonomi, faktor ergonomis dalam hal ini terdiri dari keamanan, kenyamanan, kesesuaian, dan kepraktisan dari produk kerajinan.

Faktor Estetika

Seperti namanya, faktor estetika ini berkaitan dengan keindahan, daya tarik, proses penggarapan yang detail, keserasian, hingga pewarnaan. Seluruh faktor estetika tersebut nantinya akan membawa pada kesan atau gugahan indah yang ditampilkan.

Faktor Sains dan Teknologi

Yang dimaksud dalam faktor sains dan teknologi adalah adnya unsur temuan baru atau inovasi dalam menghasilkan kerajinan. Karena faktor ini, suatu produk secara tidak langsung dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

Faktor Kondisi Lingkungan

Lingkungan turut menjadi bagian penting dalam aspek perancangan. Selain kondisi alamnya, nilai budaya dan kondisi masyarakat setempat juga harus menjadi pertimbangan dalam pembuatan karya bahan keras.

Unsur Ergonomis Karya Kerajinan

Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:

  1. Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  2. Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
    adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  3. Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.

Tags: kerajinan faktor ergonomis

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia