Faktor Ergonomis dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Prinsip Ergonomis dalam Pembuatan Produk Kerajinan
Adapun persoalan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang menanyakan tentang Prinsip Ergonomis dalam Pembuatan Produk Kerajinan, contohnya seperti dibawah ini
Salah satu prinsip ergonomis dalam pembuatan produk kerajinan adalah
A. Kegunaan
B. Kelangkaan
C. Ketersediaan bahan
D. Keterjangkauan harga
Tentunya jawabannya adalah (A) yaitu kegunaan, mengapa? karena ergonomis memiliki beberapa prinsip dalam pembuatan produk kerajinan, apa sajakah itu, berikut detailnya:
1. Kegunaan (Utility)
Kerajinan atau karya seni harus mengutamakan nilai statis, artinya bisa digunakan sesuai fungsi dan kebutuhannya. Contohnya seperti botol atau bisa juga bambu, yang bisa dimanfaatkan untuk tempat peralatan tulis.
2. Kenyamanan (Comfortable)
Aspek kenyamanan juga wajib diterapkan dalam pembuatan produk kerajinan, karena dapat mempengaruhi lingkungan sekitar. Kenyamanan perlu didapatkan setiap orang dalam setiap kegiatannya, karena bila tidak nyaman, sesuatu yang dikerjakan tidak akan menjadi maksimal hasilnya. Dalam hal ini, kerajinan dibuat agar penggunanya merasa nyaman saat memanfaatkannya. Contohnya seperti kursi yang diproduksi dengan bagus, agar seseorang yang memakainya merasakan kenyamanan.
3. Keluwesan (Flexibility)
Karya kerajinan harus mengandung nilai-nilai keselarasan antara bentuk benda dengan nilai gunanya. Misalnya yaitu kursi yang dibuat dengan banyak ukuran, agar bisa menyesuaikan tubuh penggunanya.
4. Keamanan (Safety)
Karya seni atau kerajinan tidak hanya memerlukan aspek kenyamanan saja, namun juga harus memenuhi aspek keamanan supaya tidak membahayakan pemakainya.
5. Keindahan (Aesthetic)
Pembuatan karya seni maupun kerajinan perlu mempertimbangkan unsur keindahan, sehingga akan lebih menarik ketika dipandang. Keindahan suatu benda bisa diterapkan melalui bentuk, desain, dan lain-lain.
Pengertian Ergonomis
Dilansir wikipedia “Ergonomika atau ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktikkan teori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.”
Jadi, prinsip ergonomis merupakan prinsip yang menerapkan kebiasaan tertentu yang bermanfaat bagi pekerjaan kita sendiri maupun orang lain. Ergonomis juga bisa diartikan sebagai penyesuaian (dukungan) tindakan terhadap kondisi tubuh seseorang untuk menurunkan tingkatan stres.
Contohnya seperti mengatur ukuran meja kursi dengan ukuran tubuh supaya posisi bagus dan bekerja tidak melelahkan, mengatur pencahayaan sekitar, mengatur suhu ruangan dan lain-lain. Pada intinya supaya kita atau orang yang menempati tempat tersebut bisa merasa nyaman. Setiap profesi tentunya membutuhkan penyesuaian masing-masing dalam hal ergonomis, sehingga tidak bisa disamaratakan.
Pengertian Kerajinan Bahan Keras
Kerajinan bahan keras adalah salah satu jenis kerajinan yang dibuat dari bahan yang keras, padat, kuat, sulit diubah atau dihancurkan, dan tahan lama. Kerajinan satu ini bisa dibentuk dari bahan yang berasal dari alam maupun buatan. Contohnya, kayu, batu, aluminium, logam, keramik, dan masih banyak lagi.
Mengingat sifat bahan kerajinan bahan keras alam maupun buatan yang sulit untuk dihancurkan, dibutuhkan teknik dan konsep untuk mengubah bahan menjadi karya yang bermakna. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan dan pengalaman yang baik oleh pengrajin dalam membuatnya.
Kemudian, terkait dengan tekniknya, bisa dibuat dengan teknik pahat, teknik las, teknik anyam, teknik bubut, dan lainnya. Selain teknik tersebut, dalam pembuatan juga dikenal dengan adanya prinsip-prinsip kerajinan bahan keras. Prinsip inilah yang menjadi hal penting dalam pembuatan kerajinan dan akan dijelaskan lebih lanjut dalam pembahasan berikutnya.
Unsur Estetika dan Ekonomis Produk Kerajinan dari Bahan Keras
Dalam perkembanganya produk, kerajinan tidak dapat melepaskan din dan unsur-unsur seni pada umumnya. Sentuhan-sentuhan estetik sangat penting untuk mewujudkan karya kerajinan atraktif dan bernilai ekonomis. Pada produk kerajinan, aspek fungsi menempati porsi utama. Maka, karya kerajinan harus mempunyai nilai ergonomis yang meliputi: kenyamanan, keamanan dan keindahan (estetika).
Motif Ragam Hias Produk Kerajinan dan Bahan Keras, Produk kerajinan dan beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal di mancanegara sejak zaman dahulu. Keanekaragaman produk kerajinan tersebut memiliki motif dan ragam hias yang khas di setiap daerah. Setiap motif dan ragam hias mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat.
Beberapa daerah yang terkenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya. Kita perlu mengenal dan melestarikan motif dan ragam hias Nusantara. Kekayaan kreasi bangsa Indonesia penlu kita syukuri sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
Tags: kerajinan faktor ergonomis