Faktor Ergonomis dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Desain Ragam Hias
Desain ragam hias yang terdapat di wilayah Indonesia ini beberapa di antaranya sudah merupakan pola baku ragam hias wilayah tertentu. Desain ragam hias dapat dikelompokkan dalam jenis pola sebagai berikut.
- Jenis pola tunggal (pattern), yaitu bentuk pola yang disusun dengan ukuran yang berdiri sendiri tanpa diberi bentuk yang lain.
- Jenis pola ulang himpunan (assemblage), yaitu bentuk pola yang tiap bagian merupakan suatu kelompok dan kumpulan dari beberapa bentuk atau unsur yang masih bersifat satu-kesatuan.
- Jenis pola ulang menyeluruh, yaitu ragam hias dengan kombinasi-kombinasi ulangan disertai dengan membubuhkan bentuk lain yang tidak tercakup dalam kelompok tanpa merusak bentuk pokok dari ragam hias tersebut.
Pola pada ragam hias biasanya terdiri atas ragam hias pokok, ragam hias pendukung, dan ragam hias isian atau pelengkap. Proses penataan ragam hias secara garis besar dapat dikelompokkan dalam proses sebagai berikut:
- Proses pengulangan sejajar, baik secara vertikal maupun horizontal, disusun dalam posisi yang sama, jarak dan ukuran yang sama. Proses tersebut sangat mudah dijumpai dalam ragam hias geometris sebagai desain tepi maupun dalam susunan diagonal dan sudut.
- Proses pengulangan berpotongan, yaitu pada proses pembuatan motif saling bertumpangan dan berpotongan terhadap bidang gambar. Ragam hias pada tekstil tradisional pada umumnya menggunakan proses pengulangan yang disusun simetris. Pada tekstil modern, proses pengulangan ragam hias, baik yang sejajar maupun yang berpotongan, selain disusun secara simetris sering pula digunakan secara asimetris, bahkan bersifat acak.
Pentingnya Menerapkan Prinsip Ergonomis
Jika prinsip ergonomi tidak diterapkan, ini dapat menyebabkan beberapa masalah yang dapat mempengaruhi kesehatan, keselamatan, dan produktivitas kerja. Beberapa masalah yang mungkin timbul akibat tidak menerapkan prinsip ergonomi adalah :
- Cedera kerja: Tidak menerapkan prinsip ergonomi dapat menyebabkan cedera kerja seperti sakit leher, sakit punggung, sakit tangan, dan cedera lainnya yang disebabkan oleh posisi yang tidak nyaman atau aktivitas yang dilakukan secara berulang.
- Kehilangan produktivitas: Pekerja yang mengalami cedera atau kenyamanan kerja yang rendah dapat mengalami penurunan produktivitas kerja.
- Biaya yang tinggi: Cedera kerja dapat menyebabkan biaya yang tinggi untuk perawatan medis dan kehilangan produktivitas.
- Pengurangan moral karyawan: Karyawan yang merasa tidak nyaman di tempat kerja dan merasa tidak dihargai dapat mengalami pengurangan moral yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja dan kualitas hidup.
- Tuntutan hukum: Perusahaan yang tidak menerapkan prinsip ergonomi yang memadai dapat menjadi sasaran tuntutan hukum dari karyawan yang mengalami cedera kerja.
Tags: kerajinan faktor ergonomis