... Pentingnya Faktor Ergonomis dalam Kerajinan Tangan: Tips untuk DIY dan Sulam Aman

Faktor Ergonomis dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Prinsip Kerajinan Bahan Keras dan Aspek Rancangannya

Membuat kerajinan memang bisa dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jenis bahan di sekitar. Bahan tersebut ada yang sifatnya keras dan lunak. Bahan yang keras kemudian akan menghasilkan kerajinan bahan keras, begitu juga sebaliknya. Ketika proses pembuatannya, terdapat prinsip kerajinan bahan keras yang harus diperhatikan.

Disamping itu, ada pula aspek rancangan yang berkaitan dengan prinsip kerajinan tersebut. Lalu, apa sajakah prinsip dan aspek rancangan dalam prinsip tersebut? Di bawah ini penjelasan selengkapnya.

  • 1 Pengertian Kerajinan Bahan Keras
  • 2 Jenis-Jenis Kerajinan Bahan Keras
    • 2.1 1. Kerajinan Bahan Keras Alam
    • 2.2 2. Kerajinan Bahan Keras Buatan
    • 3.1 1. Keunikan Bahan Kerajinan
    • 3.2 2. Keragaman Muatan Nilai
    • 4.1 1. Reduce (Mengurangi)
    • 4.2 2. Reuse (Menggunakan Kembali)
    • 4.3 3. Recycle (Mendaur Ulang)
    • 5.1 Faktor Teknis
    • 5.2 Faktor Ekonomis
    • 5.3 Faktor Ergonomis
    • 5.4 Faktor Estetika
    • 5.5 Faktor Sains dan Teknologi
    • 5.6 Faktor Kondisi Lingkungan

    Unsur Ergonomis

    Ada lima unsur ergonomi: keamanan, kenyamanan, kemudahan penggunaan, produktivitas/kinerja, dan estetika.

    1. Keselamatan

    Dengan menerapkan prinsip-prinsip ergonomi dalam konteks keselamatan kerja, muncullah gagasan tentang keselamatan yang berfokus pada aspek ergonomis. Keselamatan ergonomis memastikan bahwa produk, metode, serta lingkungan yang digunakan oleh para pekerja sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan kemampuan individu mereka.

    2. Kenyamanan

    Sangatlah penting bahwa produk-produk seperti perabot dirancang dengan mempertimbangkan aspek ergonomi. Perabot harus memberikan kenyamanan kepada pengguna, contohnya kursi yang dapat menopang punggung pengguna dan ketinggian kursi yang disesuaikan dengan tinggi kaki pengguna agar kaki dapat menyentuh lantai.

    Dalam hal pencahayaan di meja kerja, beberapa lampu kerja bisa jadi sangat terang dibandingkan dengan cahaya sekitarnya, yang dapat menyebabkan silau dan rasa tidak nyaman bagi pengguna.

    Prinsip-prinsip ergonomi dapat memperbaiki situasi ini berdasarkan prinsip-prinsip yang berkebalikan.

    3. Kemudahan Penggunaan

    Saat duduk di kursi yang dirancang secara ergonomis dan bekerja dengan komputer, penting untuk menyesuaikan ketinggian kursi. Menempatkan monitor komputer pada tingkat yang tidak memberikan beban berlebih pada mata atau tangan juga sangat penting.

    Ideally, bagian atas layar sebaiknya berada tepat di bawah tinggi mata. Dengan posisi duduk yang tegap, penempatan ini akan meringankan tekanan pada leher, bahu, dan mata Anda.

    4. Produktivitas / Kinerja

    Ergonomi juga memiliki potensi untuk meningkatkan kinerja. Dapur seringkali menjadi ruangan yang paling sering digunakan di setiap rumah. Sebuah dapur yang efisien umumnya menjadi kunci utama untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia.

    5. Estetika

    Estetika berkaitan dengan persepsi indera dan tanggapan terhadap suatu objek. Jika sesuatu memiliki keindahan secara estetis, hal itu akan ‘memikat’ dan membuat Anda menyukainya.

    Prinsip Ergonomis dalam Pembuatan Produk Kerajinan

    Adapun persoalan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang menanyakan tentang Prinsip Ergonomis dalam Pembuatan Produk Kerajinan, contohnya seperti dibawah ini

    Salah satu prinsip ergonomis dalam pembuatan produk kerajinan adalah
    A. Kegunaan
    B. Kelangkaan
    C. Ketersediaan bahan
    D. Keterjangkauan harga​

    Tentunya jawabannya adalah (A) yaitu kegunaan, mengapa? karena ergonomis memiliki beberapa prinsip dalam pembuatan produk kerajinan, apa sajakah itu, berikut detailnya:

    1. Kegunaan (Utility)

    Kerajinan atau karya seni harus mengutamakan nilai statis, artinya bisa digunakan sesuai fungsi dan kebutuhannya. Contohnya seperti botol atau bisa juga bambu, yang bisa dimanfaatkan untuk tempat peralatan tulis.

    2. Kenyamanan (Comfortable)

    Aspek kenyamanan juga wajib diterapkan dalam pembuatan produk kerajinan, karena dapat mempengaruhi lingkungan sekitar. Kenyamanan perlu didapatkan setiap orang dalam setiap kegiatannya, karena bila tidak nyaman, sesuatu yang dikerjakan tidak akan menjadi maksimal hasilnya. Dalam hal ini, kerajinan dibuat agar penggunanya merasa nyaman saat memanfaatkannya. Contohnya seperti kursi yang diproduksi dengan bagus, agar seseorang yang memakainya merasakan kenyamanan.

    3. Keluwesan (Flexibility)

    Karya kerajinan harus mengandung nilai-nilai keselarasan antara bentuk benda dengan nilai gunanya. Misalnya yaitu kursi yang dibuat dengan banyak ukuran, agar bisa menyesuaikan tubuh penggunanya.

    4. Keamanan (Safety)

    Karya seni atau kerajinan tidak hanya memerlukan aspek kenyamanan saja, namun juga harus memenuhi aspek keamanan supaya tidak membahayakan pemakainya.

    5. Keindahan (Aesthetic)

    Pembuatan karya seni maupun kerajinan perlu mempertimbangkan unsur keindahan, sehingga akan lebih menarik ketika dipandang. Keindahan suatu benda bisa diterapkan melalui bentuk, desain, dan lain-lain.

    Manfaat Ergonomis

    Ergonomi memegang peranan vital dalam menjamin kesehatan serta keamanan pekerja dan juga berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi keseluruhan perusahaan. Berdasarkan buku tentang Ergonomi dalam Perancangan, berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai fungsi dan keuntungan dari ergonomi:

    1. Meningkatkan Efisiensi Produksi

    Ketika para pekerja merasa nyaman dan efisien dalam menjalankan tugas mereka, mereka akan bekerja dengan lebih cepat dan efektif. Dengan mengoptimalkan desain tempat kerja dan peralatan kerja, ergonomi dapat meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Dengan demikian, kualitas kerja akan meningkat dan pergantian pegawai akan relatif lebih rendah. Hal ini akan membantu perusahaan menjadi lebih efisien dalam meningkatkan keuntungan.

    2. Mengurangi Risiko Kecelakaan

    Lingkungan kerja yang dirancang secara ergonomis akan lebih menjamin keselamatan para pekerja. Dengan mengurangi risiko cedera, perusahaan dapat mengurangi biaya perawatan medis, klaim asuransi, dan potensi sanksi jika terjadi kecelakaan di tempat kerja.

    3. Mempermudah Perencanaan

    Dengan mempertimbangkan kebutuhan para pekerja, ergonomi dapat membantu merancang lingkungan kerja yang lebih efisien dan memaksimalkan penggunaan ruang yang ada. Dengan demikian, perusahaan dapat menghemat biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi.

    Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Keras

    Produk kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras. Bahan keras alami adalah bahan yang diperoleh dilingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras, seperti kayu, bambu, batu, dan rotan.

    Bahan keras buatan adalah bahan – bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat barang – barang kerajinan seperti berbagai jenis logam dan fiberglass. Kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir.

    Produk kerajinan sangat beraneka ragam. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan keras.

    Kerajinan logam

    Kerajinan logam menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain. Teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau aksesoris, kemudian berkembang pula sebagai benda hias dan benda fungsional lainnya, seperti: gelas, kap lampu, perhiasan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan.

    Logam memiliki sifat keras, sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.

    Kerajinan kayu

    Negara Indonesia merupakan daerah tropis yang sebagian besar wilayahnya diisi oleh lautan dan juga hutan. Hutan yang tersebar di banyak tempat di Indonesia tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para perajin. Karya kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir.

    Kerajinan ukiran memang lebih banyak menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan utamanya. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain.


    Tags: kerajinan faktor ergonomis

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia