... Penyebab Benang Hitam pada Feses Bayi dan Hubungannya dengan Kerajinan Jahit DIY

Benang Hitam pada Feses Bayi - Panduan Lengkap tentang Menjahit dan Kerajinan DIY

Arti Tekstur dan Warna Feses Bayi

1. Warna feses: Hitam

Pada bayi baru lahir, bisa jadi warna hitam ini adalah mekonium atau pup pertama newborn. Kotoran pertama bayi ini warnanya sangat gelap.

Sebenarnya warnanya hijau kehitaman, namun seringkali hitamnya sangat pekat sehingga sekilas terlihat seperti hitam saja.

Walau begitu, ada juga beberapa mekonium yang memiliki warna semburat kekuningan. Hal itu terjadi dalam beberapa hari saja, lambat laun warna feses bayi akan berubah menjadi lebih terang kekuningan.

Mengutip dari American Academy of Pediatrics, feses pertama bayi ini tidak kotor sama sekali, alias steril lho.

Tetapi jika bayi sudah beberapa hari, dan fesesnya masih berwarna hitam juga sebaiknya segera anda konsultasikan ke dokter karena bisa saja ada gejala perdarahan dalam ususnya.

2. Warna feses: Kuning

Bisa kuning terang atau ada semburat kehijauan. Artinya anak Anda diberikan ASI eksklusif, dan warna ini sangat normal juga pertanda anak sehat.

Anda mungkin juga akan melihat titik-titik putih seperti biji wijen. Jangan khawatir, itulah ciri tekstur dan warna feses bayi yang mengonsumsi ASI.

3. Warna feses: Hijau terang

Kalau feses bayi berwarna hijau terang dan berbusa, mungkin artinya bayi terlalu banyak mengonsumsi foremilk (susu depan dalam ASI), dan tidak mendapatkan lemak baik dari hindmilk (susu belakang dalam ASI).

4. Warna feses: Cokelat

Biasanya anak yang diberi susu formula memiliki warna feses cokelat terang, seperti warna selai kacang. Namun warnanya bisa cokelat kekuningan atau kehijauan.

Kalau bicara baunya, feses warna ini sedikit lebih bau dari feses anak ASI, namun tidak sebau feses anak yang sudah makan makanan padat.

5. Warna feses: Abu-abu

Biasanya ini warna feses transisi, bagi anak yang baru mulai mengonsumsi makanan padat. Namun warnanya tergantung dengan apa yang dimakan anak.

Feses bayi dengan makanan tercerna sebagian

Perlu diketahui oleh orang tua bahwa tidak semua makanan yang dikonsumsi oleh bayi dapat dicerna sepenuhnya. Beberapa makanan melewati sistem pencernaan dengan cepat sehingga belum terurai dengan sempurna.

Nah, hal ini kemudian dapat menyebabkan munculnya gumpalan sisa makanan di kotoran bayi.

Lalu bagaimana penjelasan tentang perubahan feses bayi berdasarkan warnanya? Yuk simak di halaman berikut ini!

Frekuensi BAB Normal Bayi Usia 0-6 Bulan, Berapa Kali Sehari?
7 Potret Randy Pangalila dan Blair Anak Perempuannya yang Baru Ultah ke-2
Ruam Popok

Bunda ingin membeli produk kesehatan dan kebutuhan untuk anak. Langsung aja yuk, Bun klik di sini.

Simak juga video rekomendasi popok untuk Si Kecil:

Penyakit yang menyebabkan feses berwarna hitam

Jika warna hitam tidak berkaitan dengan makanan, obat, atau suplemen zat besi, kemungkinan penyebabnya adalah perdarahan pada saluran pencernaan atas, seperti lambung dan kerongkongan.

Kondisi tersebut dalam istilah medis disebut sebagai melena . Perdarahan umumnya berawal dari pembentukan luka pada dinding kerongkongan, lambung, atau usus halus.

Pada kasus tertentu, perdarahan juga dapat terjadi karena pembuluh darah membengkak dan tergerus oleh makanan yang tubuh Anda cerna.

Perlu Anda ketahui bahwa melena berbeda dengan BAB berdarah alias hematochezia, yaitu kondisi ketika feses keluar bersamaan dengan darah segar.

Hal ini menandakan perdarahan terjadi pada saluran pencernaan bawah, seperti usus besar, rektum, atau anus. Sementara, melena terjadi akibat perdarahan yang lokasinya jauh dari anus.

Darah dari saluran pencernaan atas berinteraksi dengan enzim pencernaan dan mengalami oksidasi. Proses tersebut akhirnya menyebabkan feses berwarna hitam.

Dikutip dari Osmosis , beberapa masalah kesehatan yang memengaruhi saluran pencernaan atas dan kerap menjadi penyebab feses berwarna hitam antara lain sebagai berikut.

1. Penyakit tukak lambung

Penyakit tukak lambung adalah kondisi peradangan pada dinding lambung yang menyebabkan terbentuknya luka. Gangguan sistem pencernaan ini juga bisa terjadi pada usus halus.

Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) dan efek samping obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) bisa menyebabkan luka pada lambung. Luka inilah yang akhirnya menyebabkan melena.

2. Kerusakan saluran pencernaan atas

Produksi asam lambung berlebihan dapat menimbulkan kerusakan pada saluran cerna bagian atas. Gastroesophageal reflux disease (GERD) menyebabkan asam lambung mengalir naik ke kerongkongan.


Tags: benang hitam bayi feses

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia