... Penyebab Benang Hitam pada Feses Bayi dan Hubungannya dengan Kerajinan Jahit DIY

Benang Hitam pada Feses Bayi - Panduan Lengkap tentang Menjahit dan Kerajinan DIY

Feses berwarna hitam akibat makanan dan suplemen

Pada orang yang sehat, buang air besar (BAB) berwarna hitam biasanya terjadi akibat konsumsi makanan, obat tertentu, atau suplemen zat besi.

Inilah mengapa penderita anemia yang rutin minum suplemen zat besi kerap mengalaminya.

Selain itu, makanan dan obat-obatan yang kerap membuat tinja berwarna hitam, antara lain:

  • blueberry dan blackberry ,
  • anggur,
  • buah bit,
  • licorice hitam,
  • cokelat, dan
  • obat mengandung bismut.

Jika feses berwarna hitam dan Anda dapat mengingat makanan, suplemen, atau obat yang menjadi penyebabnya, hal ini bukanlah masalah besar.

Warna hitam akan menghilang begitu Anda berhenti mengonsumsi zat tersebut. Namun, lain halnya apabila feses Anda menghitam tanpa penyebab yang jelas.

Anda mungkin melihat apakah terdapat darah pada feses. Hal ini bisa menandakan masalah pencernaan yang serius.

Ciri lain yang menandakan masalah pada sistem pencernaan adalah bau feses yang lebih menyengat dari biasanya.

Cara mengatasinya

Jika memang feses berwarna gelap karena makanan yang Si Kecil asup, maka tidak ada cara dan tidak perlu untuk mengatasinya. Coba beri jeda untuk tidak mengonsumsi makanan yang membuat BAB feses bayi berwarna hitam. Ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah benar karena memang asupan atau justru ada masalah lainnya, Bunda.

Namun, bila ternyata feses bayi berwarna gelap karena melena, tindakan medis mungkin diperlukan. beberapa hal yang dokter lakukan untuk mengatasinya, seperti:

  • Mengobati kehilangan darah.
  • Menghentikan pendarahan.
  • Mengobati penyebab pendarahan.

Dokter anak akan menilai kondisi bayi secara keseluruhan untuk menentukan perawatan yang dibutuhkan. Tergantung pada berapa banyak darah yang hilang, bayi mungkin memerlukan cairan IV atau transfusi darah untuk memulihkan volume darah. Beberapa di antaranya mungkin memerlukan perawatan intensif sebelum pengujian atau pengobatan lebih lanjut.

Melansir dari laman Drugs, perawatan melena pada anak sebenarnya akan tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa perawatan yang dapat dilakukan:

  1. Pemberian obat untuk mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung anak. Ini mungkin akan membantu bila melena anak disebabkan oleh maag. Anak mungkin juga memerlukan obat untuk mencegah aliran darah ke luka atau robekan.
  2. Endoskopi dapat digunakan untuk mengatasi penyebab pendarahan.
  3. Transfusi darah mungkin diperlukan jika anak kehilangan banyak darah.
  4. Pembedahan mungkin diperlukan jika anak mengalami pendarahan hebat atau pengobatan lain tidak berhasil. Pembedahan dapat digunakan untuk memperbaiki robekan pada lapisan lambung atau usus anak. Si Kecil mungkin memerlukan pembedahan untuk menghilangkan penyumbatan atau tumor.

Demikian penjelasan tentang penyebab feses bayi berwarna gelap. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

6 Warna Feses Bayi dan Tanda Bahayanya, Putih Segera Bawa ke Dokter
Frekuensi BAB Normal Bayi Usia 0-6 Bulan, Berapa Kali Sehari?
9 Penyebab Feses Bayi Berwarna Hijau dan Berlendir, Simak Cara Mengatasinya

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

Tekstur Feses Bayi dan Artinya

Sangat penting bagi anda untuk mengenali, tekstur feses bayi seperti apa yang normal, dan mana yang perlu diwaspadai. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya di bawah ini.

1. Tekstur: Lengket

Kalau Anda melihat tekstur feses bayi seperti oli motor, mungkin itu adalah mekonium atau kotoran pertama bayi baru lahir. Tekstur dan warna feses ini lengket serta hitam pekat dengan sedikit semburat kehijauan.

Aneh? Wajar, kok! Karena mekonium ini terdiri dari cairan ketuban, lendir, kulit mati, dan hal lain yang dicerna bayi di dalam perut Anda.

Nah, ketika usia anak sudah 2 hingga 4 hari, maka warna fesesnya berubah menjadi lebih terang (agak seperti hijau tentara), dan teksturnya juga tidak begitu lengket.

Ini yang disebut dengan feses transisi, yang artinya bayi mulai mencerna ASI atau sufor, dan usus halusnya baik-baik saja.

2. Tekstur: Seperti pasta dan berbiji

Inilah tekstur feses bayi yang normal yang diberikan ASI. Biasanya warnanya kuning seperti mustard, kehijau hijauan, atau agak cokelat.

Sedangkan titik-titik putih seperti biji wijen itu disebabkan anak banyak mengonsumsi foremilk, bagian depan ASI. Tenang saja, itu biasa terjadi kok.

Tapi, jika anda melihat tekstur dan warnanya mirip selai kacang, itu pun tekstur feses bayi yang normal jika bayi diberikan susu formula.

Bayi yang konsumsi susu formula juga biasanya lebih jarang pup, namun pupnya lebih besar dan berbau dibanding anak ASI.

3. Tekstur: Cair

Bisa jadi ini pertanda bayi anda mengalami diare. Tekstur feses bayi yang cair juga bisa menjadi indikasi infeksi atau alergi. Biasanya feses cair berwarna hijau atau cokelat.

Sebaiknya jika tekstur feses bayi cair, segera ditangani, karena jika dibiarkan lama tanpa pengobatan yang tepat, anak bisa saja mengalami dehidrasi.

4. Tekstur: Keras

Sekeras batu? Bisa saja terjadi. Jika tekstur feses bayi keras, maka ini bisa jadi pertanda bayi mengalami konstipasi atau sulit buang air besar.

Tanda bahaya pada BAB bayi

Hubungi dokter segera jika Bunda melihat salah satu dari tanda-tanda bahaya ini di BAB-nnya:

8. BAB bayi berair

BAB bayi yang alami diare akan berwarna hijau, kuning atau coklat dan berair. Ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi atau alergi. Jika terlalu lama tanpa pengobatan, dapat menyebabkan bayi dehidrasi.

9. BAB bayi keras seperti kerikil

Bayi mungkin mengalami sembelit jika kotorannya keras dan terlihat seperti kerikil. Bayi bisa menjadi sembelit saat dikenalkan dengan makanan padat. Ini juga bisa menjadi tanda kepekaan terhadap susu atau kedelai, atau kurangnya toleransi terhadap sesuatu dalam ASI atau susu formula.

10. Darah merah di BAB bayi

Meskipun BAB bayi bisa berubah menjadi merah karena sesuatu yang dia makan atau minum, seperti tomat. BAB bayi yang berwarna merah bisa menjadi tanda adanya darah pada kotorannya.

Darah merah yang ditemukan pada kotoran normal bisa menjadi tanda alergi protein susu, sedangkan darah merah pada diare bisa berarti bayi terkena infeksi bakteri.

11. Lendir di BAB bayi

Jika Bunda melihat garis-garis berlendir berwarna hijau dengan benang berkilau di kotoran bayi berarti ada lendir, lebih baik waspada. Lendir pada kotoran bayi juga bisa menjadi tanda infeksi.

12. BAB bayi putih, pucat

BAB bayi yang berwarna putih bisa menjadi tanda peringatan bahwa bayi tidak mencerna makanan dengan baik. Warna putih bisa menandakan kurangnya empedu dari hati untuk mencerna makanan.

Semoga daftar jenis BAB bayi ini bisa membantu Bunda ya.

Simak juga tes serap daya berbagai merk popok, mana yang baik?

(aci/rap)

12 Jenis BAB Bayi, Warna hingga Tanda Bahaya yang Perlu Bunda Tahu

Bagi Bunda yang baru pertama kali punya anak, mungkin panik dan khawatir dengan warna feses atau buang air besar (BAB) bayi yang tak biasa. Ada yang warnanya hitam, kuning, cokelat, dan lainnya.

Bunda sebetulnya tak perlu panik dahulu. Sebab menurut dokter spesialis anak, Bob Issenman, hampir semua kotoran itu normal.

"Salah satu hal terpenting bagi bayi baru lahir adalah mereka tetap buang air besar. Itu menandakan saluran pencernaan berfungsi sebagaimana mestinya. Hampir semuanya (jenis) normal," kata kepala gastroenterologi dan nutrisi pediatrik di Rumah Sakit Anak McMaster di Hamilton, Ontario itu, dikutip dari Today's Parents.

Nah, sebagai pegangan, Bunda bisa melihat daftar 12 jenis BAB bayi. Mulai dari warna, tekstur, hingga tanda bahaya. Berikut daftarnya:

1. BAB bayi baru lahir

2. BAB bayi yang disusui

BAB bayi yang disusui dianggap normal jika berwarna kuning mustard, hijau atau coklat. Biasanya teksturnya berbiji dan pucat serta mungkin cukup encer untuk menyerupai diare. BAB bayi ASI yang sehat akan berbau harum, maksudnya tidak seperti bau buang air besar biasa.

3. BAB bayi yang minum susu formula

Kotoran bayi yang diberi susu formula sehat biasanya berwarna kuning atau coklat dengan konsistensi pucat seperti selai kacang. Bayi yang diberi susu formula juga buang air besar lebih sedikit, tetapi lebih besar dan lebih berbau daripada bayi yang diberi ASI.

4. BAB bayi dengan makanan tercerna sebagian

Tidak semua makanan dapat dicerna sepenuhnya. Beberapa makanan mengalir begitu cepat melalui usus sehingga tidak terurai sepenuhnya. Hal ini dapat menyebabkan gumpalan makanan muncul di kotoran bayi atau membuatnya memiliki warna yang mengejutkan.


Tags: benang hitam bayi feses

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia