... Penyebab Benang Hitam pada Feses Bayi dan Hubungannya dengan Kerajinan Jahit DIY

Benang Hitam pada Feses Bayi - Panduan Lengkap tentang Menjahit dan Kerajinan DIY

Apa penyebab bayi mengeluarkan feses hitam?

Seperti disebutkan di atas, kotoran bayi berwarna hitam bisa disebabkan oleh mekonium atau konsumsi susu formula yang diperkaya zat besi. Dilansir Flo Health, banyak bayi meminum susu formula untuk memastikan mereka mendapatkan cukup zat besi dari makanannya, dan hal ini dapat mengubah warna feses mereka menjadi hitam. Hal ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan, namun ada baiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikannya.

Seiring bertambahnya usia anak dan mulai mengonsumsi makanan padat, kotoran hitam mungkin masih muncul dari waktu ke waktu, tetapi hal ini biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu. Misalnya, kayu manis hitam, jus anggur, blueberry, atau bahkan biskuit berwarna coklat kehitaman dapat mengubah sebagian tinja anak menjadi hitam.

Selain itu, obat-obatan juga bisa menjadi penyebab kotoran berwarna hitam, terutama obat antasida yang biasa diminum untuk mengatasi sakit perut atau mulas. Suplemen zat besi, baik yang dikonsumsi sebagai multivitamin atau sebagai bagian dari formula yang diperkaya zat besi, juga dapat menyebabkan tinja menjadi hitam.

Kondisi yang perlu diwaspadai saat feses berwarna gelap

Meski normal, feses berwarna gelap tetap perlu mendapatkan perhatian. Warna hitam gelap pada feses bisa saja menandakan kondisi melena, yakni istilah medis untuk tinja berwarna hitam yang berasal dari pendarahan di saluran pencernaan bagian atas (GI). Kotoran berwarna hitam adalah tanda adanya darah tua di feses anak.

Pada kondisi melena, darah menjadi hitam dan lengket saat mengalir melalui saluran pencernaan, dari tempat yang lebih tinggi, biasanya di perut atau usus kecil bagian atas. Bahan kimia dari sistem pencernaan lalu berinteraksi dengan darah, dan selama perjalanannya dapat mengubah warna dan teksturnya pada feses.

Arti Tekstur dan Warna Feses Bayi

1. Warna feses: Hitam

Pada bayi baru lahir, bisa jadi warna hitam ini adalah mekonium atau pup pertama newborn. Kotoran pertama bayi ini warnanya sangat gelap.

Sebenarnya warnanya hijau kehitaman, namun seringkali hitamnya sangat pekat sehingga sekilas terlihat seperti hitam saja.

Walau begitu, ada juga beberapa mekonium yang memiliki warna semburat kekuningan. Hal itu terjadi dalam beberapa hari saja, lambat laun warna feses bayi akan berubah menjadi lebih terang kekuningan.

Mengutip dari American Academy of Pediatrics, feses pertama bayi ini tidak kotor sama sekali, alias steril lho.

Tetapi jika bayi sudah beberapa hari, dan fesesnya masih berwarna hitam juga sebaiknya segera anda konsultasikan ke dokter karena bisa saja ada gejala perdarahan dalam ususnya.

2. Warna feses: Kuning

Bisa kuning terang atau ada semburat kehijauan. Artinya anak Anda diberikan ASI eksklusif, dan warna ini sangat normal juga pertanda anak sehat.

Anda mungkin juga akan melihat titik-titik putih seperti biji wijen. Jangan khawatir, itulah ciri tekstur dan warna feses bayi yang mengonsumsi ASI.

3. Warna feses: Hijau terang

Kalau feses bayi berwarna hijau terang dan berbusa, mungkin artinya bayi terlalu banyak mengonsumsi foremilk (susu depan dalam ASI), dan tidak mendapatkan lemak baik dari hindmilk (susu belakang dalam ASI).

4. Warna feses: Cokelat

Biasanya anak yang diberi susu formula memiliki warna feses cokelat terang, seperti warna selai kacang. Namun warnanya bisa cokelat kekuningan atau kehijauan.

Kalau bicara baunya, feses warna ini sedikit lebih bau dari feses anak ASI, namun tidak sebau feses anak yang sudah makan makanan padat.

5. Warna feses: Abu-abu

Biasanya ini warna feses transisi, bagi anak yang baru mulai mengonsumsi makanan padat. Namun warnanya tergantung dengan apa yang dimakan anak.

Cara mengobati feses yang berwarna hitam

Dokter perlu mendiagnosis penyebab melena untuk dapat menentukan penanganannya. Proses diagnosis dokter awali dengan mempelajari riwayat medis, termasuk apakah Anda minum obat nyeri nonsteroid yang dapat mengiritasi lambung.

Selain endoskopi, pemeriksaan lain yang mungkin Anda lakukan, yakni tes darah, pemeriksaan sinar-X seperti barium enema, dan kolonoskopi.

Dokter sering kali juga melakukan pemeriksaan feses untuk memastikan diagnosis. Dokter baru dapat menyarankan pilihan pengobatan begitu mengetahui penyebabnya.

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang mungkin dokter lakukan untuk menangani feses berwarna hitam.

  • Penyuntikan obat untuk merangsang penggumpalan darah pada saluran cerna saat endoskopi.
  • Kauterisasi, yaitu teknik menutup luka dengan membakarnya menggunakan listrik bertegangan rendah yang juga dapat dokter lakukan saat endoskopi.
  • Penutupan luka memakai penjepit atau pengikat, yang bertujuan untuk menghilangkan pembuluh darah yang membengkak.
  • Pemasangan kateter khusus untuk menyumbat aliran darah pada jaringan yang mengalami perdarahan.
  • Konsumsi obat proton pump inhibitor untuk merangsang penyembuhan tukak lambung dan menghentikan perdarahan.
  • Antibiotik untuk mengatasi perdarahan akibat infeksi bakteri H. pylori .
  • Transfusi darah apabila perdarahan sangat parah atau tidak kunjung berhenti.

Penanganan yang tepat saat menemukan mengalami perubahan warna feses menjadi hitam, tentu akan membantu pemulihan Anda lebih cepat.

Penyakit yang menyebabkan feses berwarna hitam

Jika warna hitam tidak berkaitan dengan makanan, obat, atau suplemen zat besi, kemungkinan penyebabnya adalah perdarahan pada saluran pencernaan atas, seperti lambung dan kerongkongan.

Kondisi tersebut dalam istilah medis disebut sebagai melena . Perdarahan umumnya berawal dari pembentukan luka pada dinding kerongkongan, lambung, atau usus halus.

Pada kasus tertentu, perdarahan juga dapat terjadi karena pembuluh darah membengkak dan tergerus oleh makanan yang tubuh Anda cerna.

Perlu Anda ketahui bahwa melena berbeda dengan BAB berdarah alias hematochezia, yaitu kondisi ketika feses keluar bersamaan dengan darah segar.

Hal ini menandakan perdarahan terjadi pada saluran pencernaan bawah, seperti usus besar, rektum, atau anus. Sementara, melena terjadi akibat perdarahan yang lokasinya jauh dari anus.

Darah dari saluran pencernaan atas berinteraksi dengan enzim pencernaan dan mengalami oksidasi. Proses tersebut akhirnya menyebabkan feses berwarna hitam.

Dikutip dari Osmosis , beberapa masalah kesehatan yang memengaruhi saluran pencernaan atas dan kerap menjadi penyebab feses berwarna hitam antara lain sebagai berikut.

1. Penyakit tukak lambung

Penyakit tukak lambung adalah kondisi peradangan pada dinding lambung yang menyebabkan terbentuknya luka. Gangguan sistem pencernaan ini juga bisa terjadi pada usus halus.

Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) dan efek samping obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) bisa menyebabkan luka pada lambung. Luka inilah yang akhirnya menyebabkan melena.

2. Kerusakan saluran pencernaan atas

Produksi asam lambung berlebihan dapat menimbulkan kerusakan pada saluran cerna bagian atas. Gastroesophageal reflux disease (GERD) menyebabkan asam lambung mengalir naik ke kerongkongan.


Tags: benang hitam bayi feses

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia