Manfaat Benang Jahit dalam Kerajinan dan DIY
Mengenal Bagian Bagian Mesin Jahit Beserta Fungsinya
1. Spindel Pengikat Gelendong (Bobbin Binder Spindle)
Spindel pengikat gelendong adalah perangkat yang digunakan dalam pembuatan tekstil, khususnya dalam proses penenunan. Bagian yang menahan bobbin ini berbentuk silinder kecil yang menahan benang proses menjahit berlangsung. Spindel pengikat gelendong digunakan untuk melilitkan benang atau benang ke gelendong sebagai persiapan untuk proses penenunan.
Bagian ini berfungsi untuk memastikan bahwa benang tergulung secara merata dan teratur, untuk menghasilkan jahitan berkualitas tinggi.
2. Spool Pin
Spool pin digunakan untuk menjaga agar benang tidak kusut saat Anda menjahit. Pin ini juga membantu memandu benang melalui mesin sehingga tidak tersangkut di tepi kain atau di antara jahitan. Jika mesin Anda memiliki pin spul bawaan, pastikan untuk menggunakannya.
3. Handwheel
Handwheel pada mesin jahit berguna untuk mengontrol gerakan jarum. Memutar handwheel secara manual akan menggerakkan jarum ke atas atau ke bawah, tergantung pada arah putarannya. Bagian ini memungkinkan pengguna untuk menaikkan atau menurunkan jarum ke posisi yang diinginkan. Baik untuk memasukkan jarum atau untuk menyesuaikan posisi kain sebelum mulai menjahit.
Selain mengontrol gerakan jarum, handwheel juga berguna untuk mengontrol panjang jahitan pada beberapa mesin jahit. Dengan memutar handwheel, pengguna dapat mengontrol jarak pergerakan jarum ke atas dan ke bawah pada setiap setikan. Dengan begitu, penjahit dapat mengontrol panjang setikan.
Terminologi Benang
Dengan berbagai pilihan benang, kita harus mengetahui beberapa terminologi yang berhubungan dengan sifat penting benang untuk menilai perbedaan antara jenis benang yang berbeda.
Kekuatan tarik adalah ketegangan yang dapat memutuskan, dinyatakan dalam gram atau kilogram (gaya)Keuletan adalah kekuatan relatif yang diperoleh dengan membagi kekuatan tarik dengan ketebalan struktur.
Kekuatan simpul adalah beban yang diperlukan untuk memutuskan panjang benang yang disimpul melingkari panjang lain dari benang yang sama.
Kekuatan simpul minimum adalah kekuatan simpul terlemah dalam serangkaian simpul (diuji dalam panjang benang bersambungan).
Perpanjangan putus adalah jumlah di mana benang diperpanjang pada titik putusnya yang dinyatakan dalam persentase panjang aslinya.
Modulus adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nilai numerik yang menunjukkan reaksi tekstil ketika diterapkan gaya tarik.
Penyusutan adalah banyaknya benang yang mengkerut karena pencucian atau pemanasan.Kelembaban kembali adalah bobot uap dalam serat atau benang yang dinyatakan dalam persentase bobot bahan yang benar-benar kering.
Dasar-dasar konstruksi benang
Semua benang jahit konvensional mengawali siklus produksi sebagai benang sederhana. Benang dasar ini diproduksi dengan memilin jadi satu serat yang relatif pendek atau filamen halus bersambungan.
Beberapa istilah yang digunakan dalam konteks konstruksi benang adalah:
Pilinan – ‘Pilinan‘ benang mengacu pada jumlah putaran per satuan panjang yang dibutuhkan untuk menahan serat / lapisan jadi satu sehingga memberikan kekuatan dan fleksibilitas yang diperlukan pada bahan benang tenun / benang. Benang dengan pilinan yang berlebihan kemungkinan juga akan menimbulkan kesulitan saat menjahit karena ‘kekuatan pilinan‘, yang dapat menyebabkan kusut, simpul, ikatan dan kemungkinan longgar yang menghalangi pembentukan jahitan.
Arah pilinan – Arah pilinan disebut sebagai ‘S’ untuk pilin kiri dan ‘Z’ untuk pilin kanan. Sebagian besar mesin jeratan kunci satu jarum dan mesin lainnya dirancang untuk benang pilin ‘Z’. Benang pilin ‘S’ terurai selama pembentukan setik jahitan.
Arah pilinan tidak mempengaruhi kekuatan benang, tetapi dapat sangat mengganggu performanya bila digunakan pada mesin yang tidak coco
Lapisan dan tali – Benang dengan banyak komponen yang dipilin jadi satu untuk membentuk lapis benang. Yang paling sering digunakan adalah benang lapisan 2, 3 atau 4. Benang dipilin jadi satu untuk menghasilkan benang dengan jalinan tali. Yang paling sering digunakan adalah benang tali 4, 6 atau 9.
Ukuran – Ketebalan keseluruhan benang akhir ini disebut sebagai ‘Biji’, ‘Nomor Tiket‘, ‘Tex‘ atau ‘Hitungan’. Benang harus sehalus mungkin tergantung kekuatan yang diperlukan jahitan. Umumnya, benang tebal memiliki kekuatan yang lebih besar, mengingat kandungan serat dan struktur benang yang sama. Benang halus cenderung berbaur ke permukaan kain dan tidak mudah terkena abrasi daripada kelim dengan benang yang lebih tebal. Benang halus berperforma lebih baik dengan jarum halus dan menghasilkan distorsi kain lebih sedikit daripada jarum tebal.
Tags: jahit benang fungsi