... Fungsi Patung Kerajinan dalam Seni Jahit: Ide Kreatif dan Inspiratif

Keindahan dalam Karya - Fungsi Patung Kerajinan dalam Seni Jahit dan DIY

Peralatan Membuat Seni Patung

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat seni patung sangat bergantung pada jenis bahan yang digunakan serta teknik dan gaya yang diterapkan oleh seniman.

Namun, berikut adalah beberapa peralatan umum yang sering digunakan dalam proses pembuatan patung:

1. Pisau Ukir dan Chisel (Alat Pahat)

Digunakan untuk memahat bahan seperti kayu dan batu.

2. Palu

Digunakan bersama dengan chisel, terutama untuk pemahatan batu.

3. Alat Penghalus

Seperti amplas atau batu pengasah untuk menghaluskan permukaan patung.

4. Alat Pengecoran

Jika menggunakan teknik pengecoran, diperlukan cetakan (biasanya dari karet silikon atau gips), serta peralatan untuk menyiapkan dan menuangkan bahan pengecoran.

5. Peralatan Las

Jika bekerja dengan logam, peralatan las mungkin diperlukan untuk menggabungkan bagian-bagian logam.

6. Bor

Untuk membuat lubang atau detil tertentu pada bahan seperti batu atau logam.

7. Peralatan Pengukuran

Seperti penggaris, meteran, dan alat ukur sudut untuk memastikan proporsi dan ukuran yang tepat.

8. Peralatan Pelindung

Seperti kacamata pelindung, masker debu, dan sarung tangan untuk melindungi pembuat patung dari debu, serpihan, dan bahan kimia.

Tergantung pada spesifikasi proyek dan gaya kerja pembuat patung, peralatan yang diperlukan bisa bervariasi.

KATEGORI FUNGSI PATUNG

Patung religi adalah patung yang digunakan untuk kegiatan rohani penggunanya. Patung jenis ini dapat dilihat dari ritual yang terdapat di kegiatan rohani saudara kita dengan latar belakang katolik, Buddha, Hindu, Kepercayaan Tiong Hoa, serta barangkali komunitas penghayat kepercayaan terkait sosok Semar.

Bentuk patung religi sebagian besar patung figuratif tokoh yang dimuliakan oleh penganutnya.

Ciri patung religi memiliki atribut atau hiasan atau ukiran bermakna tertentu. Misalnya salib, lingkaran aura, swastika, lotus, usnisa, dan lain-lain.

Kita perjelas, dianggap sebagai patung religi jika:

  • Ditempatkan di rumah peribadatan atau tempat yang khusus difungsikan sebagai tempat ibadah.
  • Tidak berada di tempat ibadah namun disertakan dalam kegiatan doa.
  • Patung yang keberadaannya dianggap memiliki nilai religi bagi seseorang, dimanapun tempatnya.
  • Memiliki ciri ukiran atau symbol dalam kepercayaan tertentu.

Contoh patung religi:

Dalam rohani katolik adalah patung figure katolik. Patung Yesus, patung Maria, Patung Santo, Patung Malaikat, Relief Perjamuan Terakhir, Relief Jalan Salib, Relief perjamuan terakhir yang diaplikasi pada meja altar, Corpus, dan sebagainya.

Dalam kepercayaan Hindu, kita jumpai Patung Shiwa, Patung Ganesha, patung Brahma, Patung Wisnu, Nandi, dan lain-lain seperti banyak dijumpai di Candi pulau Jawa. Secara ikonografi patung berlatar belakang agama Hindu selalu digambarkan memiliki atribut khas dengan makna tertentu.

Di masyarakat Tiong Hoa kita jumpai banyak patung dewa di Kuil.

Kemudian, patung Buddha ( sering ditulis Budha atau rupang Budha) yang terdapat di vihara atau candi. Mengenai patung Budha / Buddha ini, kita harus melihat konteksnya secara jelas, mengingat patung Budha Buddha banyak difungsikan diluar kegiatan rohani. Bahkan menjadi elemen estetis serta diaplikasi pada barang kerajinan dengan fungsi pakai.

Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya

a. Seni Kriya Ukir atau Seni Kriya Pahat
Jenis, bahan, bentuk dan teknik dalam seni pahat sangatlah beragam, mulai dari jenis patung, ukiran
dan aneka kerajinan lainnya. Selain menggunakan kayu, seni pahat juga menggunakan aneka logam, batu, serta tulang dan kulit hewan sebagai bahan dasarnya. Bali merupakan salah satu daerah yang paling banyak menghasilkan seni pahat yang berupa patung, ukiran hingga berbagai macam barang kerajinan lainnya, salah sat hasil pahat dari bali adalah patung arca dengan bahan baku batu andesit.

b. Seni Kriya Batik
Proses pembuatan kain batik bisa dilakukan dengan berbagai macam tekhnik diantaranya adalah teknik cap, tulis, ikat celup dan teknik lukis. Teknik batik tulis adalah salah satu teknik membantik yang paling banyak digunakan di Indonesia. Selain di pulau jawa, batik juga terdapat di pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Bali. Corak kain batik dari setiap daerah juga beraneka ragam. Corak batik jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan warna yang beragam.

c. Seni Kriya Tenun
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kain tenun terbesar di dunia terutama dalam hal keragaman corak hiasannya. Tenun terdiri dari dua jenis yaitu tenun songket, dan tenun ikat. Perbedaannya ada pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Tenun songket berupa benang perak, emas atau benang sutra. Daerah-daerah di Indonesia terkenal dengan penghasil tenun ikat adalah aceh, sulawesi tengah, bali, sumatra utara, toraja (sulawesi selatan), NTT, kalimantan timur, flores, dan kalimantan bvarat. Sedangkan daerah penghasil tenun songket adalah sumatra barat, aceh, riau, sumatra utara, lombok, palembang, sumatra barat, nusa tenggara dan maluku.

d. Seni Kriya Anyaman
Seni kriya anyaman adalah tehnik membuat dengan mengatur bahan-bahan dasarnya dalam bentuk yang tindih- menindih, silang-menyilang, dan lipat-melipat pakat dan lungsen dengan pola tertentu. Bahan-bahan yang digunakan dalam seni kriya anyaman adalah rotan, bambu, pandan, lontar, mendong, enceng gondok, kertas, plastik, dan tali. Pusat kerajinan anyaman yaitu di Bali, Sulawesi, Tasikmalaya, Kalimantan dan Papua.

Pengertian Seni Kriya, Fungsi, dan Jenis-Jenis Seni Kriya Lengkap Contohnya

Pengertian Seni Kriya dan Fungsi Seni Kriya - Salam budaya, pada kesempatan ini Seni Budayaku akan mengulas tentang pengertian seni kriya berikut fungsi seni kriya. Karena dalam pembuatan seni kriya pasti memiliki tujuan, tujuan pembuatan tersebut berkaitan dengan fungsi atau kegunaan benda seni kriya yang dibuat. Lebih jelasnya simak rangkuman kami berikut ini.

Seni kriya atau kerajinan adalah suatu usaha membuat barang-barang hasil pekerjaan tangan atau hasta karya (hand skill) namun tetap memperhatikan aspek fungsional tanpa mengabaikan aspek estetisnya. Karena aspek fungsi dalam seni kriya menempati porsi utama, maka seni kriya harus mempunyai unsur kenyamanan dan keamanan. Kenyamanan dalam hal ini berarti enak dipakai, sedangkan keamanan adalah aman digunakan dan tidak membahayakan penggunanya. Orang yang membuat karya seni kriya atau kerajinan sering disebut dengan istilah kriyawan atau pengrajin.

Seni kria sebenarnya tidak bisa lepas dari seni rupa. Keduanya tumbuh dan berkembang Sejajar. Kalau seni rupa menitikberatkan segi nilai estetika, maka seni kria lebih mengutamakan segi fungsinya (aplikasi). Namun, dalam perkembangannya seni kria tidak dapat melepaskan diri dari unsur rupa. Sentuhan-sentuhan estetika sangat penting untuk mewujudkan karya seni kria yang adiluhung. Hal tersebut dimungkinkan karena kebutuhan manusia akan hasil seni kria tidak melulu hanya untuk digunakan sebagai sarana kehidupan secara fisis saja. Seni kria juga ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan akan keindahan.

Benda-benda hasil pekerjaan tangan atau seni kriya biasanya dibuat untuk keperluan sehari-hari sekaligus melestarikan tradisi kesenirupaan suatu daerah. Karena itu, karya seni kriya biasanya memiliki karakter dan ciri khas daerah dengan aturan, warna dan motif yang mengandung makna-makna tertentu dari daerah tersebut. Seni kriya diminati dengan tujuan yang berbeda-beda sesuai fungsi dari benda tersebut. Hal tersebut disebabkan karena seni kriya diciptakan sebagai sarana untuk menunjang kebutuhan manusia yang beraneka ragam. Pembuatan karya seni kriya setiap daerah berbeda-beda, tergantung kondisi alam, letak georgafis dan budaya daerah tersebut. Macam-macam seni kriya Nusantara dapat kita lihat dari bahan-bahan yang digunakan seperti, rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, kayu, batu, tanah liat atau keramik, kulit, kain, logam, manik-manik, dan sebagainya.


Tags: kerajinan fungsi

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia