... 15 Inspirasi Gambar Kerajinan Cantik dari Rotan untuk Proyek DIY Anda!

Kreasi Cantik - 7 Gambar Kerajinan Rotan yang Menginspirasi untuk Proyek DIY Anda

Morfologi

Rotan dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat secara merambat atau memanjat pada pohon-pohon sekitarnya. Hal ini disebabkan adanya sulur pemanjat yang tumbuh pada ruas-ruas batangnya, meski terdapat pula jenis rotan tidak memiliki sulur namun berupa duri yang memiliki fungsi yang sama.

Batang tanaman rambat ini berbuku-buku atau beruas-ruas, berbentuk bulat atau segitiga yang menjalar hingga puluhan meter dengan diameter bervariasi sesuai jenisnya. Berdasarkan cara tumbuh batangnya, tumbuhan hutan ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu tumbuh soliter atau tunggal dan tumbuh berumpun.

Rotan yang tumbuh soliter hanya dapat dipanen satu kali dan tidak dapat beregenerasi atau tumbuh kembali. Sedangkan rotan berumpun mampu beregenerasi dan kembali tumbuh dari kuncup ketiak bawah batang yang dipotong.

Rotan mempunyai daun majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas-ruas batang. Ukuran daunnya bervariasi tergantung jenisnya. Daun ini umumnya memiliki duri sebagai bentuk pertahanan diri dan tumbuh menghadap ke dalam sebagai kait antara batang rotan dengan pohon atau tumbuhan yang dijalarinya.

Sistem perakaran rotan adalah sistem perakaran serabut, berwarna mulai dari putih keabu-abuan, kekuningan, hingga kehitaman. Tumbuhan ini memiliki bunga majemuk yang terbungkus oleh seludang. Bunga jantan dan bunga betina biasanya berada dalam satu rumah, meskipun pada beberapa jenis bunganya berumah dua. Penyerbukan pada rotan dengan bunga berumah dua biasanya dibantu oleh serangga, angin atau air hujan.

Bunganya berukuran kecil, pada bunga jantan terdapat 5 benang sari dan pada bunga betina terdapat 3 putik. Tumbuhan rotan juga menghasilkan buah yang berbentuk bulat, oval atau lonjong dengan sisik berbentuk trapesium dan tersusun vertikal dari toksis buah.

Rotan Alami dan Rotan Sintetis

Rotan sintetis adalah bahan baku subtitusi atau pengganti rotan alam. Rotan buatan tersebut terbuat dari bahan plastik, seperti High Density Polythylene (HDPE) atau Oolyvynil Chloride (PVC) yang melalui proses pabrikasi sehingga menghasilkan helaian seperti rotan.

baca juga: Pakaian Adat Lampung - Baju Resmi, Saibatin, Pepadun (Gambar & Penjelasan)

Rotan buatan ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis sesuai bentuknya, yaitu polystrap berbentuk lebar dan pipih, polycore berbentuk agak bulat, serta polypeel yang bentuknya setengah lingkaran. Oleh pengrajin rotan, rotan dari bahan plastik semakin diminati karena lebih lelausa untuk dianyam menjadi berbagai bentuk serta memangkas ongkos produksi.

Latar belakang penggunaan rotan sintetik adalah ketersediaan rotan alami yang semakin menipis. Pelestarian rotan alam tidak berbanding lurus dengan jumlah permintaan konsumen akan produk kerajinan rotan. Sebagai jalan keluar, maka dibuatlah alternatif yang lebih efektif dan efisien, yaitu penggunan rotan tiruan yang dikenal sebagai rotan sintetis.

Masing-masing jenis rotan untuk bahan baku industri kerajinan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Misalnya adalah rotan buatan yang lebih ramah lingkungan karena mampu menekan penebangan rotan di alam. Rotan sintetik juga memiliki tekstur lebih lentur dan ringan serta dapat dibuat menyesuaikan warna favorit konsumen.

Tingkat keawetannya pun menjadi pertimbangan, sebab rotan buatan cenderung tahan pada rayap, cuaca ekstrem dan perawatan yang mudah. Selain itu, faktor terpenting dalam industri kerajinan rotan adalah harga jual produk berbahan sintetis yang lebih murah dibanding rotan alam.

Akan tetapi disamping sederet kelebihan tersebut, ada beberapa hal yang tidak bisa digantikan oleh rotan sintetis, yaitu kekuatan material yang menurun dibanding rotan asli sehingga tidak terlalu kuat menopang beban dan tidak cocok untuk produk kursi atau meja. Selain itu rotan sintetis juga mengandung racun kimia, oleh sebab itu jika membeli kerajinan rotan sintetik disarankan memilih berbahan dasar HDPE dibanding PVC.


Tags: kerajinan dari gambar rotan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia