Seni Jahit - Cara Cantik Menghias Gambar Luka Jahitan di Kaki
Luka Jahit di Kaki dan Cara Merawatnya
Merawat luka jahit di kaki bukanlah hal yang mudah, itu sih menurut saya. Mengapa saya berkata demikian? Ya karena saya sudah mengalaminya. Berbeda dengan luka jahit pasca melahirkan normal yang tiga hari saja sudah sembuh, luka jahitan di kaki yang saya alami bisa sampai satu bulan baru mengering.
“Kalau dijahit lebih cepat sembuh daripada dibiarkan terbuka,” begitu katanya, menyejukkan hati saya.
Dia sih enggak menyebut dengan pasti ya berapa lama sembuhnya. Saya kira hanya beberapa hari saja atau paling lama satu hingga dua minggu lah. Namun, ternyata hingga satu bulan lebih saya baru bisa beraktivitas normal. Huhuhu T_T
Tapi tetap saja saya bersyukur karena saat saya menulis pengalaman ini luka di kaki saya sudah sembuh dan mengering meski meninggalkan bekas luka. Berikut saya bagikan pengalaman merawat luka jahitan kaki secara mandiri di rumah.
Sempat mengalami mual-mual, apakah saya alergi antibiotik?
Ada yang menyarankan diminum aja terus walau merasa mual karena tubuh saya saat ini sedang butuh antibiotic. Saya pun galau, huhuhu.
Lalu, seorang teman menyarankan untuk mengganti ratidin dengan Polysilane yang mengandung antasida. Alhamdulillah saya pun nggak mual lagi.
Benar saja, pas hari Kamis (3/9) saya control ke rumah RSU Wajak Husada luka saya belum mengering dan lagi-lagi bernanah. Saya enggak tahu mengapa kok bisa bernanah padahal enggak pernah kena air, mandi pun perbannya saya bungkus handuk. Aslinya saya pengen nggak mandi aja tapi khawatir kena biang keringat. Jadi, nggak usah dibayangkan deh betapa ribetnya harus mandi dengan kaki dibungkus handuk, wkwkwkw.
Sampai-sampai perawatnya curiga saya membatasi asupan makanan. Istilahnya “tarakan”. Ada kan ya orang habis operasi membatasi makanan, seperti gak makan sayur berkuah, gak makan ayam, dll. Tapi saya enggak kok. Enggak ada lah pantangan makanan untuk luka jahitan, semua saya makan. Ya sayur, protein hewani yang katanya bisa mempercepat penyembuhan luka, dan minum air bening minimal 2 liter perhari. Saking pengin cepat sembuh.
Tapi ya gitu deh… luka saya belum kering dan benang belum bisa diangkat.
Dokter sempat menyarankan agar perbannya dibuka saja, enggak usah ditutup biar cepat sembuh. Duh, saya kok ngeri ya melihat luka yang belum kering terbuka tanpa perban. Akhirnya ya luka saya ditutup kasa lagi tapi enggak terlalu rapat.
Dokter juga meresepkan gentamine, salep untuk mengeringkan luka jahitan. Tapi saya enggak jadi beli karena harganya 130 ribu-anhehehe. Oiya, kebetulan saat itu di apotik terdekat rumah saya pas kosong.
Tanya Sana Sini Cara Merawat Luka Jahit di Kaki
Saya flashback dikit ya, hehehe…
Dokter yang mendampingi ibu perawat bilang kalau saya harus kembali ke rumah sakit tiga hari lagi dan memberikan resep antibiotic (cefradoxin) dan obat lambung (ratidin), yang bisa saya ambil di bagian apotek. Untuk perawatan luka ini saya menggunakan BPJS jadi gratis.
Nanahnya sedikit sih, masih bisa dibersihkan dan saya juga enggak demam jadi insyaallah masih aman. Saya sih mikirnya tiap orang beda-beda respon tubuhnya terhadap luka. Ada yang cepat sembuh dan tidak, semoga saja apa yang saya pikirkan ada benarnya, hehehe.
Apa saja yang harus diperhatikan?
Perban luka jahitan berfungsi untuk menghindarkan bekas operasi dari debu yang bisa menyebabkan infeksi. Itu sebabnya, Anda juga memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan area bekas operasi.
Apabila bakteri atau kuman berhasil masuk ke bekas jahitan, besar kemungkinan Anda terkena infeksi. Anda pun jadi harus kembali ke dokter untuk menyelesaikan permasalahan infeksi itu.
Agar terhindar dari infeksi, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengganti perban luka jahitan .
1. Cuci tangan
Tangan yang habis memegang berbagai benda memungkinkan kuman untuk berkumpul. Itu sebabnya mencuci tangan sebelum mengganti perban luka jahitan adalah hal yang wajib Anda lakukan.
Proses ini bisa dilakukan berulang-ulang. Saat Anda mulai proses mengganti perban luka jahitan, memeriksa bekas jahitan, mengoleskan salep, hingga membuka perban baru untuk menutupnya kembali.
Intinya, pastikan bahwa tangan Anda benar-benar steril. Dengan begitu, Anda dapat mencegah penyebaran bakteri yang menyebabkan infeksi.
Lakukan hal yang sama ketika Anda membantu seseorang mengganti perban bekas jahitan.
2. Melepaskan perban dari bekas jahitan
Pada saat melepaskan perban, usahakan untuk tidak menarik perban dari kulit, melainkan menarik kulit menjauhi perban. Hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit pada area bekas jahitan.
Plester kertas memang tidak menempel dengan erat pada kulit Anda, tetapi setidaknya mengurangi risiko iritasi pada kulit.
3. Membersihkan bekas jahitan dengan sabun
Bekas jahitan juga perlu Anda bersihkan. Tidak perlu dengan sabun antibakteri, Anda cukup membersihkan bekas jahitan dengan sabun dan air.
Tags: jahit gambar luka