... Cara Membuat Mozaik Hewan dari Biji-bijian: Panduan DIY

Membuat Mozaik Hewan Cantik dari Biji-Bijian - Panduan Praktis untuk Kerajinan Jarum dan DIY

Panen - Perontokan

Perontokan adalah proses memisahkan gabah dari jerami. Itu bisa dilakukan dengan tangan, dengan menggunakan perontok pedal atau mekanis.

Kadar air biji-bijian dapat diukur dengan dua cara:

  1. Metode primer (metode oven dan neraca kelembapan inframerah)
  2. Metode sekunder (alat elektronik)

Gambar. Rice Moisture Concent

Pengujian kadar air (%) yang tidak akurat bisa menyebabkan:

  • Biaya pengeringan ekstra dan kehilangan panen jika padi dipanen lebih basah dari yang diperlukan
  • Kerusakan jika gabah terlalu basah dalam penyimpanan
  • Biaya pengeringan ekstra dan penurunan kualitas jika gabah dikeringkan terlalu jauh
  • Penurunan berat gabah (kerugian laba) jika gabah yang dijual terlalu kering.

Tabel 3. Kadar air gabah dalam setiap tahapan pascapanen

Sejarah karya mozaik

Karya mozaik konon katanya sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Bahkan, berdasarkan catatan dari Google Arts & Culture, karya mozaik tertua sudah berusia 5 ribu tahun yang lalu. Karya ini mulai populer kala diperkenalkan oleh kekaisran Romawi saat masa Bizantium.

Berawal di Yunani, karya ini menyebar begitu cepat ke Eropa dan Asia karena adanya invasi besar-besaran dari kekasiran Romawi.

Karya seni Mozaik sendiri dahulu sering digunakan untuk menggambarkan bagaimana gagahnya para pejuang Romawi. Pola mozaik zaman dahulu biasanya menggambarkan seorang tokoh dengan memanfaatkan batu warna-warni yang ditempel di dinding.

Sayangnya karya mozaik mulai ditinggalkan pada masa Renaisans. Banyak tokoh dan pemimpin negara lebih menyukai seni lukisan karena dianggap lebih realistis.

Akibat hal tersebut, para seniman mozaik membuat gerakan Art Nouveau yang muncul pada masa Victoria. Mereka ingin membuat karya mozaik lebih modern dengan melakukan eksplorasi bentuk dan teknologi baru yang terinspirasi dari garis lengkung bunga.

Bahan membuat mozaik pun semakin beragam dan tidak terpaku pada batu. Para seniman mulai menggunakan bahan selain batu seperti, kerang, manik-manik, koin, sampai perhiasan imitasi sebagai bahan dasarnya.

Gambar Kura-Kura

Kamu dapat menggambar kura-kura yang sedang berdiri dengan keempat kakinya. Bentuk kakinya cukup tinggi dengan kuku-kuku di bawahnya. Sementara cangkang dan kepalanya memiliki bentuk oval.

Kura-kura yang sebenarnya tidak memiliki bentuk cangkang yang rata, lho. Kamu bisa membuat gambar dengan cangkang yang sedikit zig-zag di bagian atasnya.

Begitu juga dengan bentuk kepala yang tidak sepenuhnya bulat dan bergaris rapi.

Gambar Kura-Kura Hitam Putih

Kura-kura dengan warna hitam-putih tak kalah cantik dengan yang berwarna. Asalkan kamu menggambarkan yang mirip dengan sebenarnya.

Buatlah kura-kura dengan cangkang bermotif penuh dan wajahnya lengkap dengan mata, hidung dan mulut.

Kamu bisa berkreasi dengan kura-kura abstrak seperti menyusun bebatuan. Cangkangnya terdiri dari bentuk-bentuk asimetris, sementara kepala dan kaki dibuat seperti sebenarnya.

Uniknya, semua bagian tidak saling tersambung satu sama lain.

Gambar Kura-Kura Kartun

Membuat kartun menjadikan gambar kura-kuramu lebih unik. Kamu bisa menggambar seakan-akan kura-kura sedang mengarah kepadamu. Buat kepalanya seperti kipas dengan dua mata yang bulat. Sementara cangkangnya memiliki motif asimetris.

Menggunakan keramik

Bahan terakhir yang sering digunakan untuk membuat mozaik adalah keramik. Bahan ini bisa menghasilkan karya yang apik dan estetik, tapi sayangnya bahan yang diperlukan cukup mahal.

Kamu juga harus membuat keramik dalam pecahan kecil. Sehingga teknik mozaik keramik kurang cocok untuk dijadikan pembelajaran pada anak kecil dan lebih diperuntukkan untuk seniman dewasa.

Berikut ini cara membuat mozaik keramik:

  • Siapkan alat seperti palu, lem keramik atau lem kayu, alas kayu, dan pensil.
  • Persiapkan keramik yang memiliki 3 warna berbeda. Pecahkan dalam ukuran yang lebih kecil dan pastikan memiliki bentuk yang hampir sama.
  • Mulai buat pola pada alas kayu. Pastikan alas sudah bersih dan tidak ada debu agar nantinya lem bisa menempel dengan sempurna.
  • Bila pola sudah terbentuk, pastikan untuk selalu mengaplikasikan pecahan keramik ke alas untuk mengetahui ada yang kurang atau tidak. Bila sudah, lumuri alas yang sudah digambar dengan lem.
  • Mulai tempelkan keramik berbagai warna ke dalam pola yang sudah dibentuk. Lakukan perlahan agar karya seni yang dihasilkan rapi dan bagus.
  • BIla semua keramik sudah menempel, diamkan karya mozaik. Bahan keramik biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menempel pada media sehingga jangan terburu-buru untuk memegang hasil karyamu.

Tags: dari gambar hewan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia