Membuat Mozaik Hewan Cantik dari Biji-Bijian - Panduan Praktis untuk Kerajinan Jarum dan DIY
6. Sketsa Gambar Mozaik Burung
Bahan dasar yang paling sering digunakan dalam menyusun mozaik untuk dekorasi ini adalah batu kecil, kepingan kaca, hingga pecahan marmer.
Warna dan tekstur yang dihasilkan dari setiap pola kecil berbeda satu sama lain, kemudian dari berbagai tekstur dan warna tersebut disusun menjadi satu kesatuan yang menarik perhatian siapapun yang meliat.
Dekorasi interior dari mozaik sering kita temui pada rumah hunian atau juga atau tempat beribadah. Hal ini bertujuan untuk memberi kesan tersendiri pada dinding-dinding tempat hunian.
Biasanya, gambar mozaik yang digunakan dalam dekorasi interior ini seperti pemandangan, hewan, dan bunga.
Kumpulan gambar keren lainnya!
Sketsa Kura-Kura
Sketsa yang satu ini memiliki kontras yang tajam. Cangkangnya dibuat dengan ukuran besar dan tubuhnya berukuran gemuk. Begitu juga bagian kakinya yang berkuku panjang.
Gambar kura-kura ini banyak menggunakan bentuk lengkung, mulai dari batok, kepala, hingga keempat kakinya. Bagi kamu yang suka gambar kura-kura imut, gambar ini cocok dengan idemu.
Menggambar kura-kura bisa dilakukan di papan tulis, lho. Kamu bisa memulainya dengan cangkang berbentuk bulat lalu diikuti kepala dan tubuhnya. Untuk gambar dua dimensi, kamu cukup menggambar dua kaki.
Menggunakan keramik
Bahan terakhir yang sering digunakan untuk membuat mozaik adalah keramik. Bahan ini bisa menghasilkan karya yang apik dan estetik, tapi sayangnya bahan yang diperlukan cukup mahal.
Kamu juga harus membuat keramik dalam pecahan kecil. Sehingga teknik mozaik keramik kurang cocok untuk dijadikan pembelajaran pada anak kecil dan lebih diperuntukkan untuk seniman dewasa.
Berikut ini cara membuat mozaik keramik:
- Siapkan alat seperti palu, lem keramik atau lem kayu, alas kayu, dan pensil.
- Persiapkan keramik yang memiliki 3 warna berbeda. Pecahkan dalam ukuran yang lebih kecil dan pastikan memiliki bentuk yang hampir sama.
- Mulai buat pola pada alas kayu. Pastikan alas sudah bersih dan tidak ada debu agar nantinya lem bisa menempel dengan sempurna.
- Bila pola sudah terbentuk, pastikan untuk selalu mengaplikasikan pecahan keramik ke alas untuk mengetahui ada yang kurang atau tidak. Bila sudah, lumuri alas yang sudah digambar dengan lem.
- Mulai tempelkan keramik berbagai warna ke dalam pola yang sudah dibentuk. Lakukan perlahan agar karya seni yang dihasilkan rapi dan bagus.
- BIla semua keramik sudah menempel, diamkan karya mozaik. Bahan keramik biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menempel pada media sehingga jangan terburu-buru untuk memegang hasil karyamu.
Kolase dan Mozaik berbeda?
Banyak orang yang cukup kesulitan untuk mengetahui perbedaan mozaik dan kolase. Hal ini cukup wajar karena dua karya seni rupa ini memiliki kemiripan, yaitu sama-sama merupakan seni menempel sebuah benda.
Namun, walaupun sama-sama menggunakan teknik menempel, mozaik memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan kolase terutama pada bagian bahannya. Biar Sedulur tak bingung, berikut ini beberapa perbedaan mozaik dan kolase:
- Bahan dasarnya. Mozaik memiliki bahan dasar material yang sama untuk membuatnya. Jadi kalau bahan dasar yang dipakai adalah keramik, maka semua bahan untuk ditempelkan pada pola haruslah berasal dari keramik. Sementara itu, kolase bisa menggunakan banyak bahan yang dikombinasikan dalam sebuah karya. Kolase bisa menggabungkan bahan kertas, plastik, dan kain dalam satu karya seni rupa.
- Mozaik memiliki bentuk pola yang lebih dominan pada hasil akhirnya. Sedangkan kolase, biasanya lebih menonjolkan karakter dari karya tersebut.
- Bidang tempel. Mozaik lebih banyak menggunakan bidang datar sebagai media karyanya. Berbeda dengan kolase yang bisa diterapkan diberbagai benda sebagai medianya.
Persiapan Pemanenan
Pemanenan adalah proses mengumpulkan tanaman padi yang sudah matang dari lahan budi daya. Kegiatan pemanenan padi meliputi pemanenan, penumpukan, penanganan, perontokan, pembersihan, hingga pengangkutan.
Persiapan pemanenan padi melibatkan beberapa langkah penting, yaitu sebagai berikut:
Gambar. Tanaman padi yang siap dipanen
- Mengecek perkiraan cuaca an waktu panen Waktu panen dilakukan dengan melihat kesiapan biji yang akan dipanen. Setiap varietas bisa berbeda umur panennya. Panen sebaiknya dilakukan saat tidak hujan atau cuaca cerah. Untuk itu perlu juga memantau perkiraan cuaca agar dapat membantu meminimalisir kadar air yang tinggi, sehingga hasil panen tidak mudah rusak dan menurun kualitasnya. Gambar. Perkiraan cuaca dan suhu
- Memilih dan memastikan peralatan yang tepat Berbagai macam alat yang dapat disiapkan yaitu seperti pisau, arit, hewan, mesin perontok stasioner, pemanen yang dipasang di traktor, dan pemanen gabungan yang digerakkan sendiri. Kondisi alat yang akan digunakan harus dalam kondisi baik dan memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani volume padi yang akan dipanen. Peralatan yang digunakan harus bersih dari sisa-sisa panen sebelumny dan tajam untuk memotong tanaman padi, agar meminimalisir kehilangan hasil panen. Petani atau pemanen dianjurkan menggunakan perlengkapan yang aman untuk melindungi diri dari kecelakaan kerja, seperti menggunakan pakaian tertutup, alas kaki yang memadai (sepatu boot), topi/caping, masker dan sarung tangan yang nyaman untuk melindungi diri dari panasnya sinar matahari dan iritasi kulit.
Tags: dari gambar hewan