Membuat Mozaik Hewan Cantik dari Biji-Bijian - Panduan Praktis untuk Kerajinan Jarum dan DIY
Panen - Pemotongan/Menuai Padi
Memotong atau menuai padi adalah kegiatan pertama dalam proses panen. Pemotongan dilakukan tergantung dari kondisi tanaman, ketersediaan tenaga kerja, alat/mesin.
Pemotongan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Gambar. Pemotongan padi menggunakan sabit/arit
Gambar. Pemotong padi menggunakan alat pemanen tipe tanngan
- Untuk menggunakan mesin penuai secara efisien, lahan perlu diratakan dan air dikeringkan setidaknya 10−20 hari sebelum panen.
- Mesin penuai digerakkan dengan tangan atau dipasang di bagian depan traktor.
- Sementara penggunaan mesin penuai belum meluas. Sebagian besar mesin penuai meletakkan tanaman di windrow, yang memungkinkan pengambilan tanaman yang dipanen dengan mudah. Mesin penuai dengan lebar tebang 1,5 m dapat beroperasi dengan laju 2−4 ha per hari.
Persiapan Pemanenan
Pemanenan adalah proses mengumpulkan tanaman padi yang sudah matang dari lahan budi daya. Kegiatan pemanenan padi meliputi pemanenan, penumpukan, penanganan, perontokan, pembersihan, hingga pengangkutan.
Persiapan pemanenan padi melibatkan beberapa langkah penting, yaitu sebagai berikut:
Gambar. Tanaman padi yang siap dipanen
- Mengecek perkiraan cuaca an waktu panen Waktu panen dilakukan dengan melihat kesiapan biji yang akan dipanen. Setiap varietas bisa berbeda umur panennya. Panen sebaiknya dilakukan saat tidak hujan atau cuaca cerah. Untuk itu perlu juga memantau perkiraan cuaca agar dapat membantu meminimalisir kadar air yang tinggi, sehingga hasil panen tidak mudah rusak dan menurun kualitasnya. Gambar. Perkiraan cuaca dan suhu
- Memilih dan memastikan peralatan yang tepat Berbagai macam alat yang dapat disiapkan yaitu seperti pisau, arit, hewan, mesin perontok stasioner, pemanen yang dipasang di traktor, dan pemanen gabungan yang digerakkan sendiri. Kondisi alat yang akan digunakan harus dalam kondisi baik dan memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani volume padi yang akan dipanen. Peralatan yang digunakan harus bersih dari sisa-sisa panen sebelumny dan tajam untuk memotong tanaman padi, agar meminimalisir kehilangan hasil panen. Petani atau pemanen dianjurkan menggunakan perlengkapan yang aman untuk melindungi diri dari kecelakaan kerja, seperti menggunakan pakaian tertutup, alas kaki yang memadai (sepatu boot), topi/caping, masker dan sarung tangan yang nyaman untuk melindungi diri dari panasnya sinar matahari dan iritasi kulit.
Panen - Perontokan
Perontokan adalah proses memisahkan gabah dari jerami. Itu bisa dilakukan dengan tangan, dengan menggunakan perontok pedal atau mekanis.
Kadar air biji-bijian dapat diukur dengan dua cara:
- Metode primer (metode oven dan neraca kelembapan inframerah)
- Metode sekunder (alat elektronik)
Gambar. Rice Moisture Concent
Pengujian kadar air (%) yang tidak akurat bisa menyebabkan:
- Biaya pengeringan ekstra dan kehilangan panen jika padi dipanen lebih basah dari yang diperlukan
- Kerusakan jika gabah terlalu basah dalam penyimpanan
- Biaya pengeringan ekstra dan penurunan kualitas jika gabah dikeringkan terlalu jauh
- Penurunan berat gabah (kerugian laba) jika gabah yang dijual terlalu kering.
Tabel 3. Kadar air gabah dalam setiap tahapan pascapanen
Contoh Kerajinan dari Biji bijian
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Biji bijian |
| ">1 | ">Kerajinan dari Biji bijian Model Kolase Burung Garuda Pancasila |
| ">2 | ">Kerajinan dari Biji bijian Model Kolase Bunga |
| ">3 | ">Kerajinan dari Biji bijian Model Kolase Mahkota |
| ">4 | ">Kerajinan dari Biji bijian Model Kolase Kucing |
| ">5 | ">Kerajinan dari Biji bijian Model Kolase Kupu-kupu |
| ">6 | ">Kerajinan dari Biji bijian Model Kolase Burung |
| ">7 | "> |
Adapun contoh-contoh kerajinan dari bahan biji-bijian dapat disimak berikut ini:
1. Kerajinan dari Biji bijian Model Kolase Burung Garuda Pancasila
Kolase dan Mozaik berbeda?
Banyak orang yang cukup kesulitan untuk mengetahui perbedaan mozaik dan kolase. Hal ini cukup wajar karena dua karya seni rupa ini memiliki kemiripan, yaitu sama-sama merupakan seni menempel sebuah benda.
Namun, walaupun sama-sama menggunakan teknik menempel, mozaik memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan kolase terutama pada bagian bahannya. Biar Sedulur tak bingung, berikut ini beberapa perbedaan mozaik dan kolase:
- Bahan dasarnya. Mozaik memiliki bahan dasar material yang sama untuk membuatnya. Jadi kalau bahan dasar yang dipakai adalah keramik, maka semua bahan untuk ditempelkan pada pola haruslah berasal dari keramik. Sementara itu, kolase bisa menggunakan banyak bahan yang dikombinasikan dalam sebuah karya. Kolase bisa menggabungkan bahan kertas, plastik, dan kain dalam satu karya seni rupa.
- Mozaik memiliki bentuk pola yang lebih dominan pada hasil akhirnya. Sedangkan kolase, biasanya lebih menonjolkan karakter dari karya tersebut.
- Bidang tempel. Mozaik lebih banyak menggunakan bidang datar sebagai media karyanya. Berbeda dengan kolase yang bisa diterapkan diberbagai benda sebagai medianya.
Tags: dari gambar hewan