Membuat Mozaik Hewan Cantik dari Biji-Bijian - Panduan Praktis untuk Kerajinan Jarum dan DIY
Kolase dan Mozaik berbeda?
Banyak orang yang cukup kesulitan untuk mengetahui perbedaan mozaik dan kolase. Hal ini cukup wajar karena dua karya seni rupa ini memiliki kemiripan, yaitu sama-sama merupakan seni menempel sebuah benda.
Namun, walaupun sama-sama menggunakan teknik menempel, mozaik memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan kolase terutama pada bagian bahannya. Biar Sedulur tak bingung, berikut ini beberapa perbedaan mozaik dan kolase:
- Bahan dasarnya. Mozaik memiliki bahan dasar material yang sama untuk membuatnya. Jadi kalau bahan dasar yang dipakai adalah keramik, maka semua bahan untuk ditempelkan pada pola haruslah berasal dari keramik. Sementara itu, kolase bisa menggunakan banyak bahan yang dikombinasikan dalam sebuah karya. Kolase bisa menggabungkan bahan kertas, plastik, dan kain dalam satu karya seni rupa.
- Mozaik memiliki bentuk pola yang lebih dominan pada hasil akhirnya. Sedangkan kolase, biasanya lebih menonjolkan karakter dari karya tersebut.
- Bidang tempel. Mozaik lebih banyak menggunakan bidang datar sebagai media karyanya. Berbeda dengan kolase yang bisa diterapkan diberbagai benda sebagai medianya.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran penting dilakukan untuk mencapai keuntungan yang maksimal dari penjualan hasil panen padi. Riset pasar penting dilakukan untuk mengidentifikasi target pasar, memahami preferensi pelanggan, melihat tren harga, dan menganalisis pesaing. Dengan melakukan riset pasar dapat menargetkan konsumen yang tepat, dengan cara promosi yang tepat.
Strategi pemasaran hasil panen padi (beras) yang efektif untuk diterapkan yaitu sebagai berikut:
- Strategi produk Strategi produk mencakup kualitas (sesuai standar mutu), desain produk (branding), fitur, variabel produk, kemasan, ukuran, pelayanan, garansi serta pengembalian/retur.
- Kualitas produk harus sudah memenuhi standar yang ditetapkan. Menurut SNI 6128:2020, beras harus memenuhi persyaratan mutu umum dan mutu khusus. Penjualan beras jenis premium secara dominan dipengaruhi oleh kualitas produk yang dimiliki. Untuk mengetahui kualitas produk beras yang akan dijual diperlukan pengujian dan pemantauan secara teratur dan berkala selama proses budi daya (penanaman hingga pemanenan), serta mengikuti praktik terabik untuk penanganan pascapanen. Syarat umum beras meliputi: a. Bebas hama dan penyakit b. Bebas bau apak, asam atau bau asing lainnya c. Bebas dari campuran dedak dan bekatul untuk beras sosoh d. Derajat sosoh minimal 95% untuk beras sosoh e. Kadar air maksimal 14% f. Bebas dari bahan kimia yang membahayakan dan merugikan, serta aman bagi konsumen.
Persyaratan khusus beras non-organik dan organik (Tabel 1)
Tabel 1. Syarat khusus beras non-organik dan organikk (SNI 6128:2020)
Beras kepala (min)
Butir patah (maks)
Butir menir (maks)
Butir merah a /putih b /hitam c (maks)
butir rusak (maks)
Butir kapur (maks)
benda asing (maks)
Butir gabah (maks)
a untuk beras putih atau beras ketan (beras ketan hitam dan beras ketan putih
b untuk beras merah dan beras hitam
Persiapan Pemanenan
Pemanenan adalah proses mengumpulkan tanaman padi yang sudah matang dari lahan budi daya. Kegiatan pemanenan padi meliputi pemanenan, penumpukan, penanganan, perontokan, pembersihan, hingga pengangkutan.
Persiapan pemanenan padi melibatkan beberapa langkah penting, yaitu sebagai berikut:
Gambar. Tanaman padi yang siap dipanen
- Mengecek perkiraan cuaca an waktu panen Waktu panen dilakukan dengan melihat kesiapan biji yang akan dipanen. Setiap varietas bisa berbeda umur panennya. Panen sebaiknya dilakukan saat tidak hujan atau cuaca cerah. Untuk itu perlu juga memantau perkiraan cuaca agar dapat membantu meminimalisir kadar air yang tinggi, sehingga hasil panen tidak mudah rusak dan menurun kualitasnya. Gambar. Perkiraan cuaca dan suhu
- Memilih dan memastikan peralatan yang tepat Berbagai macam alat yang dapat disiapkan yaitu seperti pisau, arit, hewan, mesin perontok stasioner, pemanen yang dipasang di traktor, dan pemanen gabungan yang digerakkan sendiri. Kondisi alat yang akan digunakan harus dalam kondisi baik dan memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani volume padi yang akan dipanen. Peralatan yang digunakan harus bersih dari sisa-sisa panen sebelumny dan tajam untuk memotong tanaman padi, agar meminimalisir kehilangan hasil panen. Petani atau pemanen dianjurkan menggunakan perlengkapan yang aman untuk melindungi diri dari kecelakaan kerja, seperti menggunakan pakaian tertutup, alas kaki yang memadai (sepatu boot), topi/caping, masker dan sarung tangan yang nyaman untuk melindungi diri dari panasnya sinar matahari dan iritasi kulit.
Panen - Perontokan
Perontokan adalah proses memisahkan gabah dari jerami. Itu bisa dilakukan dengan tangan, dengan menggunakan perontok pedal atau mekanis.
Kadar air biji-bijian dapat diukur dengan dua cara:
- Metode primer (metode oven dan neraca kelembapan inframerah)
- Metode sekunder (alat elektronik)
Gambar. Rice Moisture Concent
Pengujian kadar air (%) yang tidak akurat bisa menyebabkan:
- Biaya pengeringan ekstra dan kehilangan panen jika padi dipanen lebih basah dari yang diperlukan
- Kerusakan jika gabah terlalu basah dalam penyimpanan
- Biaya pengeringan ekstra dan penurunan kualitas jika gabah dikeringkan terlalu jauh
- Penurunan berat gabah (kerugian laba) jika gabah yang dijual terlalu kering.
Tabel 3. Kadar air gabah dalam setiap tahapan pascapanen
Tags: dari gambar hewan