... Cara Membuat Mozaik Hewan dari Biji-bijian: Panduan DIY

Membuat Mozaik Hewan Cantik dari Biji-Bijian - Panduan Praktis untuk Kerajinan Jarum dan DIY

Gambar Kura-Kura

Kamu dapat menggambar kura-kura yang sedang berdiri dengan keempat kakinya. Bentuk kakinya cukup tinggi dengan kuku-kuku di bawahnya. Sementara cangkang dan kepalanya memiliki bentuk oval.

Kura-kura yang sebenarnya tidak memiliki bentuk cangkang yang rata, lho. Kamu bisa membuat gambar dengan cangkang yang sedikit zig-zag di bagian atasnya.

Begitu juga dengan bentuk kepala yang tidak sepenuhnya bulat dan bergaris rapi.

Gambar Kura-Kura Hitam Putih

Kura-kura dengan warna hitam-putih tak kalah cantik dengan yang berwarna. Asalkan kamu menggambarkan yang mirip dengan sebenarnya.

Buatlah kura-kura dengan cangkang bermotif penuh dan wajahnya lengkap dengan mata, hidung dan mulut.

Kamu bisa berkreasi dengan kura-kura abstrak seperti menyusun bebatuan. Cangkangnya terdiri dari bentuk-bentuk asimetris, sementara kepala dan kaki dibuat seperti sebenarnya.

Uniknya, semua bagian tidak saling tersambung satu sama lain.

Gambar Kura-Kura Kartun

Membuat kartun menjadikan gambar kura-kuramu lebih unik. Kamu bisa menggambar seakan-akan kura-kura sedang mengarah kepadamu. Buat kepalanya seperti kipas dengan dua mata yang bulat. Sementara cangkangnya memiliki motif asimetris.

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran penting dilakukan untuk mencapai keuntungan yang maksimal dari penjualan hasil panen padi. Riset pasar penting dilakukan untuk mengidentifikasi target pasar, memahami preferensi pelanggan, melihat tren harga, dan menganalisis pesaing. Dengan melakukan riset pasar dapat menargetkan konsumen yang tepat, dengan cara promosi yang tepat.

Strategi pemasaran hasil panen padi (beras) yang efektif untuk diterapkan yaitu sebagai berikut:

  1. Strategi produk Strategi produk mencakup kualitas (sesuai standar mutu), desain produk (branding), fitur, variabel produk, kemasan, ukuran, pelayanan, garansi serta pengembalian/retur.
    • Kualitas produk harus sudah memenuhi standar yang ditetapkan. Menurut SNI 6128:2020, beras harus memenuhi persyaratan mutu umum dan mutu khusus. Penjualan beras jenis premium secara dominan dipengaruhi oleh kualitas produk yang dimiliki. Untuk mengetahui kualitas produk beras yang akan dijual diperlukan pengujian dan pemantauan secara teratur dan berkala selama proses budi daya (penanaman hingga pemanenan), serta mengikuti praktik terabik untuk penanganan pascapanen. Syarat umum beras meliputi: a. Bebas hama dan penyakit b. Bebas bau apak, asam atau bau asing lainnya c. Bebas dari campuran dedak dan bekatul untuk beras sosoh d. Derajat sosoh minimal 95% untuk beras sosoh e. Kadar air maksimal 14% f. Bebas dari bahan kimia yang membahayakan dan merugikan, serta aman bagi konsumen.

Persyaratan khusus beras non-organik dan organik (Tabel 1)

Tabel 1. Syarat khusus beras non-organik dan organikk (SNI 6128:2020)

Beras kepala (min)

Butir patah (maks)

Butir menir (maks)

Butir merah a /putih b /hitam c (maks)

butir rusak (maks)

Butir kapur (maks)

benda asing (maks)

Butir gabah (maks)

a untuk beras putih atau beras ketan (beras ketan hitam dan beras ketan putih

b untuk beras merah dan beras hitam

Panen - Perontokan

Perontokan adalah proses memisahkan gabah dari jerami. Itu bisa dilakukan dengan tangan, dengan menggunakan perontok pedal atau mekanis.

Kadar air biji-bijian dapat diukur dengan dua cara:

  1. Metode primer (metode oven dan neraca kelembapan inframerah)
  2. Metode sekunder (alat elektronik)

Gambar. Rice Moisture Concent

Pengujian kadar air (%) yang tidak akurat bisa menyebabkan:

  • Biaya pengeringan ekstra dan kehilangan panen jika padi dipanen lebih basah dari yang diperlukan
  • Kerusakan jika gabah terlalu basah dalam penyimpanan
  • Biaya pengeringan ekstra dan penurunan kualitas jika gabah dikeringkan terlalu jauh
  • Penurunan berat gabah (kerugian laba) jika gabah yang dijual terlalu kering.

Tabel 3. Kadar air gabah dalam setiap tahapan pascapanen

Prediksi Jumlah Panen

Metode Pengubinan

Salah satu cara untuk menghitung presiksi produksi panen padi yaitu dengan menggunakan teknik ubinan. Metode Pengubinan adalah metode untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapatkan pada saat panen.

Ubinan dapat diterapkan pada lahan budi daya padi dengan mengukur beberapa meter untuk dijadikan tolok ukur atau perwakilan dari jumlah hasil per-petak sawah yang ingin kita ketahui hasilnya sebelum dipanen. Waktu untuk melakukan ubinan yang baik yaitu jam 9-12 siang.

Alat dan bahan: meteran, tali, ajir, sabit/sabit bergerigi, terpal, tampah, karung, dan timbangan.

Metode Menghitung 4 Faktor Penting

Faktor penting yang harus dihitung untuk memprediksi hasil produksi panen padi adalah:

  1. Jarak tanam
  2. Jumlah anakan/rumpun
  3. Jumlah bulir/malai
  4. Jumlah bobot atau gram per 1000 bulir

Caranya adalah dengan menentukan 2 lokasi (lokasi A dan lokasi B) dan mengetahui jarak tanam serta jumlah popilasi tanaman.

Misalnya jarak tanam 25 cm x 25 cm dengan jumlah populasi 160.000 rumpun/ha

  • Lokasi A Jumlah anakan per rumpun adalah 15 anakan Jumlah bulir per malai adalah 115 bulir Jumlah gram per 1.000 bulir misalnya rata-rata 30 gram
  • Lokasi B Jumlah anakan per rumpun adalah 17 anakan Jumlah bulir per malai adalah 121 bulir Jumlah gram per 1.000 bulir misalnya rata-rata 30 gram
  • Rata-rata dari kedua lokasi Jumlah anakan per rumpun adalah 16 anakan Jumlah bulir per malai adalah 118 bulir Jumlah gram per 1.000 bulir misalnya rata-rata 30 gram/1.000 bulir

Rumus = Jumlah rumpun per ha x Jumlah anakan x Jumlah bulir x Berat per 1.000 bulir

Prediksi produksi = 160.000 x 16 x 118 x 30/1.000 = 9.062,4 kg/Ha GKP

Sehingga prediksi produksinya adalah 9.062,4 kg/Ha GKP atau 9,1 ton/ha GKP

Cara Konversi GKP ke GKG dan GKG ke beras

Nilai konversi untuk setiap provinsi dan tahun dapat berbeda-beda. Contoh untuk provinsi Jawa Tengah tahun 2018, nilai konversi GKP ke GKG = 82,60% dan nilai konversi GKG ke beras = 63,84%


Tags: dari gambar hewan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia