Membuat Mozaik Hewan Cantik dari Biji-Bijian - Panduan Praktis untuk Kerajinan Jarum dan DIY
29+ Contoh Kerajinan dari Biji Bijian dan Cara Membuatnya
Kerajinan dari Biji bijian – Sedari sekolah dasar kita sudah dikenalkan dengan kerajinan dari biji-bijian. Selain menyenangkan, membuatnya pun melatih kreativitas kita. Kegiatan ini cukup menarik, tidak hanya bagi anak-anak, melainkan orang tua juga.
Nah, kali ini kita akan menyajikan 30 referensi kerajinan dari biji-bijian buat kamu agar tidak kehabisan ide dan terus berkarya. Apa saja kerajinan itu? Mari kita scroll ke bawah dan kita simak penjelasannya berikut ini.
Kolase dan Mozaik berbeda?
Banyak orang yang cukup kesulitan untuk mengetahui perbedaan mozaik dan kolase. Hal ini cukup wajar karena dua karya seni rupa ini memiliki kemiripan, yaitu sama-sama merupakan seni menempel sebuah benda.
Namun, walaupun sama-sama menggunakan teknik menempel, mozaik memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan kolase terutama pada bagian bahannya. Biar Sedulur tak bingung, berikut ini beberapa perbedaan mozaik dan kolase:
- Bahan dasarnya. Mozaik memiliki bahan dasar material yang sama untuk membuatnya. Jadi kalau bahan dasar yang dipakai adalah keramik, maka semua bahan untuk ditempelkan pada pola haruslah berasal dari keramik. Sementara itu, kolase bisa menggunakan banyak bahan yang dikombinasikan dalam sebuah karya. Kolase bisa menggabungkan bahan kertas, plastik, dan kain dalam satu karya seni rupa.
- Mozaik memiliki bentuk pola yang lebih dominan pada hasil akhirnya. Sedangkan kolase, biasanya lebih menonjolkan karakter dari karya tersebut.
- Bidang tempel. Mozaik lebih banyak menggunakan bidang datar sebagai media karyanya. Berbeda dengan kolase yang bisa diterapkan diberbagai benda sebagai medianya.
Panen - Perontokan
Perontokan adalah proses memisahkan gabah dari jerami. Itu bisa dilakukan dengan tangan, dengan menggunakan perontok pedal atau mekanis.
Kadar air biji-bijian dapat diukur dengan dua cara:
- Metode primer (metode oven dan neraca kelembapan inframerah)
- Metode sekunder (alat elektronik)
Gambar. Rice Moisture Concent
Pengujian kadar air (%) yang tidak akurat bisa menyebabkan:
- Biaya pengeringan ekstra dan kehilangan panen jika padi dipanen lebih basah dari yang diperlukan
- Kerusakan jika gabah terlalu basah dalam penyimpanan
- Biaya pengeringan ekstra dan penurunan kualitas jika gabah dikeringkan terlalu jauh
- Penurunan berat gabah (kerugian laba) jika gabah yang dijual terlalu kering.
Tabel 3. Kadar air gabah dalam setiap tahapan pascapanen
Tags: dari gambar hewan