... Cara Membuat Mozaik Hewan dari Biji-bijian: Panduan DIY

Membuat Mozaik Hewan Cantik dari Biji-Bijian - Panduan Praktis untuk Kerajinan Jarum dan DIY

Kolase dan Mozaik berbeda?

Banyak orang yang cukup kesulitan untuk mengetahui perbedaan mozaik dan kolase. Hal ini cukup wajar karena dua karya seni rupa ini memiliki kemiripan, yaitu sama-sama merupakan seni menempel sebuah benda.

Namun, walaupun sama-sama menggunakan teknik menempel, mozaik memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan kolase terutama pada bagian bahannya. Biar Sedulur tak bingung, berikut ini beberapa perbedaan mozaik dan kolase:

  • Bahan dasarnya. Mozaik memiliki bahan dasar material yang sama untuk membuatnya. Jadi kalau bahan dasar yang dipakai adalah keramik, maka semua bahan untuk ditempelkan pada pola haruslah berasal dari keramik. Sementara itu, kolase bisa menggunakan banyak bahan yang dikombinasikan dalam sebuah karya. Kolase bisa menggabungkan bahan kertas, plastik, dan kain dalam satu karya seni rupa.
  • Mozaik memiliki bentuk pola yang lebih dominan pada hasil akhirnya. Sedangkan kolase, biasanya lebih menonjolkan karakter dari karya tersebut.
  • Bidang tempel. Mozaik lebih banyak menggunakan bidang datar sebagai media karyanya. Berbeda dengan kolase yang bisa diterapkan diberbagai benda sebagai medianya.

Cara Membuat Mozaik: Pengertian, Bahan & Cara Membuatnya

Mozaik adalah karya seni rupa yang dibuat dari memanfaatkan berbagai macam barang yang disusun hingga menyerupai sebuah gambar atau pola. Karya mozaik jadi salah satu seni yang banyak dipelajari dan diajarkan kepada anak kecil untuk mengasah ketrampilan dalam berimajinasi. Hal ini tak lepas dari cara membuat mozaik pun cukup mudah karena menggunakan teknik menempel.

Walaupun pada awalnya ditujukan sebagai bahan ajar, kini mozaik juga banyak dilirik oleh para seniman untuk dijadikan karya yang lebih serius. Bahkan, sejumlah seniman mozaik bisa menjual karyanya hingga ratusan juta rupiah.

Bagi Sedulur yang ingin mencoba mempelajari lebih jauh bagaimana cara membuat mozaik dan teknik apa yang cocok untuk digunakan. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Macam-Macam Gambar Sketsa Kura-Kura

Sketsa ini sangat mudah untuk diikuti. Kamu hanya perlu menggambar oval untuk cangkangnya, kemudian diikuti sebuah kepala dan ke empat kakinya.

Tak hanya bentuk kura-kura, cangkangnya pun bisa kamu kreasikan. Salah satunya adalah etnik tribal yang cantik dan menggunakan warna monokrom.

Gambar sketsa kura-kura yang satu ini memiliki cangkang yang melekuk. Bagian tengahnya terdiri dari bentuk oval yang tidak beraturan.

Selain kepalanya yang dibuat mirip seperti aslinya, kaki-kakinya pun memiliki ujung kuku yang tajam.

Sketsa Kura-Kura Mudah

Membuat sketsa yang mudah bisa diawali dengan menggambar cangkangnya yang berbentuk seperti topi. Kemudian diikuti dengan bentuk kepala yang bulat dan dua kaki berbentuk persegi.

Kamu bisa membuat sketsa yang unik dengan membuat kura-kura nampak seperti terbang. Kamu perlu mengekspos bagian bawah tubuh kura-kura yang memiliki garis-garis horisontal.

Persiapan Pemanenan

Pemanenan adalah proses mengumpulkan tanaman padi yang sudah matang dari lahan budi daya. Kegiatan pemanenan padi meliputi pemanenan, penumpukan, penanganan, perontokan, pembersihan, hingga pengangkutan.

Persiapan pemanenan padi melibatkan beberapa langkah penting, yaitu sebagai berikut:

Gambar. Tanaman padi yang siap dipanen

  1. Mengecek perkiraan cuaca an waktu panen Waktu panen dilakukan dengan melihat kesiapan biji yang akan dipanen. Setiap varietas bisa berbeda umur panennya. Panen sebaiknya dilakukan saat tidak hujan atau cuaca cerah. Untuk itu perlu juga memantau perkiraan cuaca agar dapat membantu meminimalisir kadar air yang tinggi, sehingga hasil panen tidak mudah rusak dan menurun kualitasnya. Gambar. Perkiraan cuaca dan suhu
  2. Memilih dan memastikan peralatan yang tepat Berbagai macam alat yang dapat disiapkan yaitu seperti pisau, arit, hewan, mesin perontok stasioner, pemanen yang dipasang di traktor, dan pemanen gabungan yang digerakkan sendiri. Kondisi alat yang akan digunakan harus dalam kondisi baik dan memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani volume padi yang akan dipanen. Peralatan yang digunakan harus bersih dari sisa-sisa panen sebelumny dan tajam untuk memotong tanaman padi, agar meminimalisir kehilangan hasil panen. Petani atau pemanen dianjurkan menggunakan perlengkapan yang aman untuk melindungi diri dari kecelakaan kerja, seperti menggunakan pakaian tertutup, alas kaki yang memadai (sepatu boot), topi/caping, masker dan sarung tangan yang nyaman untuk melindungi diri dari panasnya sinar matahari dan iritasi kulit.

Prediksi Jumlah Panen

Metode Pengubinan

Salah satu cara untuk menghitung presiksi produksi panen padi yaitu dengan menggunakan teknik ubinan. Metode Pengubinan adalah metode untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapatkan pada saat panen.

Ubinan dapat diterapkan pada lahan budi daya padi dengan mengukur beberapa meter untuk dijadikan tolok ukur atau perwakilan dari jumlah hasil per-petak sawah yang ingin kita ketahui hasilnya sebelum dipanen. Waktu untuk melakukan ubinan yang baik yaitu jam 9-12 siang.

Alat dan bahan: meteran, tali, ajir, sabit/sabit bergerigi, terpal, tampah, karung, dan timbangan.

Metode Menghitung 4 Faktor Penting

Faktor penting yang harus dihitung untuk memprediksi hasil produksi panen padi adalah:

  1. Jarak tanam
  2. Jumlah anakan/rumpun
  3. Jumlah bulir/malai
  4. Jumlah bobot atau gram per 1000 bulir

Caranya adalah dengan menentukan 2 lokasi (lokasi A dan lokasi B) dan mengetahui jarak tanam serta jumlah popilasi tanaman.

Misalnya jarak tanam 25 cm x 25 cm dengan jumlah populasi 160.000 rumpun/ha

  • Lokasi A Jumlah anakan per rumpun adalah 15 anakan Jumlah bulir per malai adalah 115 bulir Jumlah gram per 1.000 bulir misalnya rata-rata 30 gram
  • Lokasi B Jumlah anakan per rumpun adalah 17 anakan Jumlah bulir per malai adalah 121 bulir Jumlah gram per 1.000 bulir misalnya rata-rata 30 gram
  • Rata-rata dari kedua lokasi Jumlah anakan per rumpun adalah 16 anakan Jumlah bulir per malai adalah 118 bulir Jumlah gram per 1.000 bulir misalnya rata-rata 30 gram/1.000 bulir

Rumus = Jumlah rumpun per ha x Jumlah anakan x Jumlah bulir x Berat per 1.000 bulir

Prediksi produksi = 160.000 x 16 x 118 x 30/1.000 = 9.062,4 kg/Ha GKP

Sehingga prediksi produksinya adalah 9.062,4 kg/Ha GKP atau 9,1 ton/ha GKP

Cara Konversi GKP ke GKG dan GKG ke beras

Nilai konversi untuk setiap provinsi dan tahun dapat berbeda-beda. Contoh untuk provinsi Jawa Tengah tahun 2018, nilai konversi GKP ke GKG = 82,60% dan nilai konversi GKG ke beras = 63,84%


Tags: dari gambar hewan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia