Inspirasi Seni Tato Jahitan untuk Pecinta Kerajinan Tangan
Fungsi teknik menjahit jelujur adalah menyempurnakan segala bentuk jahitan. Tusuk jelujur juga merupakan dasar dari beragam jenis teknik menjahit yang berkembang
Pengertian tusuk jelujur adalah tusuk yang bergerak dengan pola dari kanan ke kiri. Tusuk ini punya tiga fungsi utama. Pertama menjahit sisi kain, lalu menutup sisi ujung suatu bentuk, dan ketiga memberikan kerutan pada kain. Namun fungsi utama tusuk jelujur adalah membuat jahitan terlihat lebih rapi dan sempurna.
Teknik jelujur sendiri terbagi menjadi tiga macam. Ada teknik jelujur biasa yang nggak memiliki jarak sama. Ada teknik jelujur tertentu yang menggunakan jarak secara konsisten dan terakhir ada teknik jelujur renggang yang menggunakan satu spasi setiap penjahitan.
Jenis-Jenis Jahitan Sesuai Polanya
Setiap kategori mesin jahit akan menghasilkan jenis-jenis jahitan tertentu. Hal ini sangat bergantung pada jumlah jarum, pemotong, serta benang yang digunakan untuk memproses jahitan. Pengaturan ketiganya inilah yang juga dikenal sebagai stitch (jeratan) dan tiap stitch akan dikelompokkan kembali berdasarkan karakteristik utamanya.
Dalam prakteknya, secara umum ada 70+ jenis jahitan. Namun, hanya ada 18-20 jahitan yang digunakan dalam industri manufaktur dan garmen. Jika tujuan utamanya hanya menjahit saja, tanpa terlalu memikirkan hal lainnya. Maka, hanya ada 3 jenis jahitan yang umum digunakan.
Sementara itu, menurut ISO 4915-1981, stitch dapat dibedakan menjadi 6 kelas. Mulai dari kelas 100, 200, 300, 400, 500, dan 600. Nah, yang akan kita bahas kali ini adalah jenis stitch atau jahitan berdasarkan standar ISO 4915-1891. Berikut ini penjelasan lebih lanjutnya:
Kelas 400- Multi Thread Chain Stitch (Jahitan Rantai Benang Ganda)
Dalam jahitan jenis ini, loop yang terbentuk dalam 1 set benang jahit akan dilewatkan melalui kain. Kemudian, loop ini akan ditahan menggunakan sistem interloping & interlacing dengan loop yang terbentuk oleh set benang lain (benang looper).
Jenis jahitan ini akan tampak seperti jahitan lockstitch di bagian depan, namun memiliki efek rantai ganda dibagian belakang berkat adanya benang looper.
- Jahitan lebih kuat karena kedua benang tidak saling mengunci.
- Jenis-jenis jahitan ini juga mampu meminimalisir terjadinya kerutan pada kain.
- Mesin yang menghasilkan jenis jahitan ini bergerak jauh lebih cepat dibandingkan mesin lockstitch, yakni di kecepatan 8000 rpm.
- Memiliki tingkat kelenturan yang sama dengan tusuk kunci.
- Kekuatan tusuk kelas 401> 301.
- Konsumsi jumlah benangnya 2x lebih banyak dibandingkan tusuk kunci ganda.
- Jika menggunakan kain tenun yang tipis, bagian bawah jahitan akan terlihat tebal.
- Jika ada jahitan yang terloncati, maka rangkaian jahitan bisa terbuka dengan mudah.
Penggunaan: disesuaikan dengan jenisnya. Contoh: tipe 401 lebih cocok digunakan untuk membuat jahitan panjang di jeans dan celana. Sementara tipe 406 & 407 digunakan untuk membuat ikat pita/kepang di bahan yang elastis seperti sweater.
Tags: jahit gambar tato