... Panduan Lengkap: Gelang Benang Bali untuk Kerajinan Tangan dan DIY

Seni Sulam Tradisional - Mengungkap Kecantikan Gelang Benang Bali dalam Kerajinan Tangan

7 Gelang Bali untuk Padu Padan Busana yang Istimewa di Setiap Acara

Hal-hal yang berbau Bali selalu menarik perhatian. Termasuk ragam aksesori seperti gelang. Dengan beragam model dan material, gelang-gelang khas Bali bisa menjadi aksesori yang bisa disesuaikan dengan busana yang dikenakan. Mau penampilan bergaya feminin, kasual, atau eksotik, kamu bisa mewujudkannya dengan memakai gelang khas Bali.

  • Percantik Langkahmu Dengan 8 PIlihan Gelang Kaki Menarik Rekomendasi BP-Guide
  • Makin Serasi Dan Kompak Dengan 30 Rekomendasi Gelang Couple Romantis dari para Ahli (2023)
  • Tampil Kasual dan Menarik dengan 7 Rekomendasi Gelang Tali Keren (2023)
  • Wajib Kamu Tahu tentang Model dan Pilihan Gelang Kokka untuk Kesehatanmu
  • Tampil Elegan Dan Memukau Dengan 7 Rekomendasi Gelang Putih Berkilau

Upacara Keagamaan

Gelang tridatu kerap digunakan dalam upacara-upacara keagamaan seperti dalam upakara. Dalam upacara Bhuta Yadnya, gelang tridatu dipakai pemogpog atau pelengkap atas kekurangan persembahan yang dilaksanakan.

Pada pelaksanaan upacara Rsi Yadnya, gelang tridatu digunakan sebagai selempang pada tubuh yang di diksa atau winten sebagai pawitra dari nabe kepada sisya. Sedangkan pada upacara Manusa Yadnya, gelang tridatu digunakan sebagai lambang panugrahan.

Dalam upacara Dewa Yajna, gelang tridatu difungsikan sebagai sarana nuntun Ida Sang Hyang Widhi dengan segala manifestasinya. Selain itu, benang Tri Datu juga digunakan sebagai alat atau media penghubung antara pemuja dan yang dipuja.

Bagi masyarakat Bali penggunaan gelang ini memiliki beberapa aturan khusus. Memakai benang pawitra berwarna tridatu juga bermakna pengikatan diri terhadap norma-norma agama.

Meski begitu penganut agama lain juga diperbolehkan untuk mengenakan gelang ini. Hanya saja harus memperhatikan cara mengenakannya yang tidak bisa sembarangan.

Salah satunya dilarang mengenakan gelang Tridatu di pergelangan kaki, karena bisa menjadi salah satu bentuk pelecehan terhadap simbol agama bagi masyarakat Hindu.

Tridatu

Tridatu (Dewanagari: त्रिधातु, , IAST: Tridhātu , त्रिधातु ) adalah jalinan tiga benang berwarna hitam, putih, dan merah yang sering dipakai oleh umat Hindu Bali sebagai gelang atau sarana keagamaan. Istilah ini berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu tri berarti "tiga" dan dhatu berarti "elemen" atau "unsur". [1] Gelang tridatu biasanya diperoleh di Pura pada saat hari raya atau perayaan rutin suatu pura tertentu (odalan dan pujawali). Gelang ini biasanya dipakai pada pergelangan tangan kanan. Di kalangan umat Hindu Bali, penggunaan gelang tersebut merupakan simbol bahwa umat Hindu selalu dilindungi oleh Hyang Widhi (Tuhan). [2]

Pada mulanya, tradisi pengadaan gelang tridatu dilakukan di Pura Dalem Ped, Nusa Penida, dan beberapa pura besar lainnya di Bali. [3] Kemudian tradisi tersebut merambah ke pura-pura lainnya. Pada masa kini, gelang tridatu tidak hanya diperoleh di pura, tetapi juga dijual secara bebas kepada umat Hindu maupun non-Hindu. [4]

Pemakaian [ sunting | sunting sumber ]

Benang tridatu yang tersusun dari tiga warna sering dipakai dalam upacara keagamaan (yadnya) Hindu Bali, mulai dari upacara kepada para dewa (dewa-yadnya) hingga upacara antarmanusia (manusa-yadnya) seperti pernikahan. Dalam upacara dewa-yadnya, benang tridatu dipakai sebagai sarana menuntun Istadewata atau manifestasi Tuhan, sementara dalam upacara manusa-yadnya, benang tridatu dipakai sebagai selempang dalam suatu prosesi yang disebut pawintenan (inisiasi). [3]

Sebagai gelang, tridatu digunakan sebagai identitas dari umat Hindu khususnya di Bali. Pemakaiannya pun harus di pergelangan tangan, atau di leher (sebagai kalung) dan tidak boleh di kaki karena dianggap sebagai pelecehan. [3] Di kalangan umat Hindu Bali, pemakaian benang tridatu sebagai pengingat akan peran Tuhan sebagai pencipta (Brahma), pemelihara (Wisnu), dan pelebur (Siwa). [2]

Seiring perubahan zaman, saat ini gelang tridatu tidak hanya dipakai untuk tujuan keagamaan saja, tetapi juga tren atau fesyen. Bahkan umat non-Hindu pun ada yang memakai benang tersebut dengan alasan tertentu. [4] Ada yang memakainya karena tertarik dengan kombinasi warna dan sekadar mengikuti gaya umat Hindu Bali, ada pula yang memakainya karena meyakini adanya aura positif dari gelang tersebut, meskipun ia sendiri bukan penganut Hindu. [4]


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia