Seni Sulam Tradisional - Mengungkap Kecantikan Gelang Benang Bali dalam Kerajinan Tangan
Muncul dari abad ke 14-15
Berdasarkan kepercayaan Masyarakat Bali, penggunaan Gelang Tri Datu ini dimulai pada sekitar abad ke 14-15, tepatnya saat Dalem Watu Renggong memerintah di Kerajaan Gelgel Kelungkung.
Beliau pada saat itu mengutus Patih Jelantik untuk menaklukan Dalem Bungkut yang merupakan raja dari Nusa Penida.
Patih Jelantik pun berhasil menaklukan Dalem Bungkut dengan kesepakatan bahwa seluruh wilayah kekuasaan Dalem Nusa diserahkan kepada Dalem Watu Renggong.
Hal itu disepakati juga oleh semua ancangan dan juga rencang Ratu Gede Mecaling, untuk melindungi Umat Hindu Bali yang taat kepada Tuhan dan Leluhur.
Sedangkan yang lalai, akan dihukum oleh Ratu Gede Mecaling. Penggunaan gelang Tridatu ini menjadi simbol untuk membedakan antar umat yang taat dan yang tidak.
Referensi [ sunting | sunting sumber ]
- ^Monier-Williams (1899), Sanskrit-English Dictionary, London: Oxford University Press
- ^ ab Drs. I Made Sila, M.Pd (2021), Nilai-nilai Ketuhanan dalam Pemanfaatan Benang Tridatu, Denpasar: Universitas Dwijendra
- ^ abc I Putu Suyatra, ed. (19 November 2017). "Ini Makna, Tujuan dan Cara Penggunaan Benang Tri Datu". Bali Express (dalam bahasa Indonesia). Jawa Pos. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Mei 2019 . Diakses tanggal 8 Oktober 2023 . Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ abc I Putu Suyatra, ed. (19 November 2017). "Non Hindu Pakai Tri Datu karena Suka Warnanya, Berharap Aura Positif". Bali Express (dalam bahasa Indonesia). Jawa Pos. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Mei 2019 . Diakses tanggal 8 Oktober 2023 . Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Redaksi (30 Januari 2017), Makna Gelang TriDatu, Denpasar: Denpasar Kota , diakses tanggal 6 Oktober 2023
Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Ternyata Ini Arti Gelang Tridatu Bali, Jangan Asal Pakai!
Apakah kamu familiar dengan gelang tali yang memiliki corak perpaduan warna merah, hitam dan putih? Biasanya gelang ini sangat mudah ditemukan di Bali dan biasa dijadikan sebagai oleh-oleh. Nah, itulah yang disebut Gelang Tridatu! Apakah kamu baru tahu namanya?
Awalnya, gelang Tridatu digunakan sebagai penanda orang Bali. Jadi, jika kamu melihat orang memakai gelang Tridatu, bisa dipastikan orang tersebut merupakan warga Bali. Namun tidak dengan sekarang, seiring perkembangan zaman, gelang ini mulai banyak dikenal oleh banyak orang diluar Bali dan sering digunakan sebagai cinderamata. Warnanya yang unik dan simple menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga, kini semua orang bisa memakainya meskipun bukan orang Bali atau bahkan bukan umat Hindu sekalipun.
Ternyata gelang Tridatu bukan gelang sembarangan lho! Ada arti mendalam secara spiritual dibalik gelang Tridatu tersebut bagi masyarakat Bali. Inilah beberapa hal yang mungkin saja kamu belum tahu tentang gelang Tridatu.
Upacara Keagamaan
Gelang tridatu kerap digunakan dalam upacara-upacara keagamaan seperti dalam upakara. Dalam upacara Bhuta Yadnya, gelang tridatu dipakai pemogpog atau pelengkap atas kekurangan persembahan yang dilaksanakan.
Pada pelaksanaan upacara Rsi Yadnya, gelang tridatu digunakan sebagai selempang pada tubuh yang di diksa atau winten sebagai pawitra dari nabe kepada sisya. Sedangkan pada upacara Manusa Yadnya, gelang tridatu digunakan sebagai lambang panugrahan.
Dalam upacara Dewa Yajna, gelang tridatu difungsikan sebagai sarana nuntun Ida Sang Hyang Widhi dengan segala manifestasinya. Selain itu, benang Tri Datu juga digunakan sebagai alat atau media penghubung antara pemuja dan yang dipuja.
Bagi masyarakat Bali penggunaan gelang ini memiliki beberapa aturan khusus. Memakai benang pawitra berwarna tridatu juga bermakna pengikatan diri terhadap norma-norma agama.
Meski begitu penganut agama lain juga diperbolehkan untuk mengenakan gelang ini. Hanya saja harus memperhatikan cara mengenakannya yang tidak bisa sembarangan.
Salah satunya dilarang mengenakan gelang Tridatu di pergelangan kaki, karena bisa menjadi salah satu bentuk pelecehan terhadap simbol agama bagi masyarakat Hindu.
Tips Memilih Gelang Khas Bali untuk Penunjang Penampilan Anda
Sesuaikan dengan Ukuran Pergelangan Tangan
Menyesuaikan gelang dengan ukuran tangan merupakan tips pertama yang tidak boleh kamu lewatkan. Mengapa? Karena hal ini akan menentukan kenyamanan sekaligus keindahan saat gelang dipakai. Ukuran gelang sebaiknya tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Gelang mungil sebaiknya digunakan oleh orang yang memiliki pergelangan tangan yang kecil. Begitu pula sebaliknya.
Pilih Model yang Benar-benar Sesuai dengan Selera
Menentukan model gelang sesuai dengan karakter calon pemakai juga penting lho. Apabila kamu adalah perempuan yang aktif, kamu harus memilih gelang dengan model simpel dan pas agar nyaman digunakan. Jika kamu adalah orang yang feminin, desain gelang yang cantik dengan tema bunga atau kupu-kupu bisa menjadi pilihan. Lain lagi jika kamu menyukai hal-hal berbau etnik, gelang-gelang dengan desain etnik dengan material seperti kayu atau perak pasti cocok untukmu.
Perhatikan Bahan yang Digunakan
Sebenarnya tidak ada aturan khusus untuk memilih gelang berdasarkan materialnya. Hanya saja pemilihan gelang berdasarkan materialnya bisa berguna saat pemakaian gelang harus disesuaikan dengan kebutuhan penampilan. Misalnya, kalau kamu pergi ke sebuah pesta dengan gaun mewah, tetapi memakai gelang berbahan kanvas, tentu tidak pas.
Pemilihan bahan gelang juga harus disesuaikan dengan kondisi kulit. Ada sebagian orang yang alergi terhadap bahan-bahan tertentu. Hal ini harus diperhatikan agar kamu nyaman memakai gelang.
Tags: benang