"Gelang Benang Hitam - Perlengkapan Penting untuk Bayi"
7 Jenis Benang Rajut yang Bisa Disesuaikan dengan Proyekmu
Merajut tidak selalu identik dengan aktivitas nenek-nenek untuk mengisi waktu luang. Generasi muda dan milenial juga banyak menggandrungi hobi ini. Merajut punya banyak manfaat seperti melatih skill dan meredakan stres. Bukan hanya itu, merajut juga bisa dijadikan ladang uang dengan menjual hasil rajutan kamu.
Untuk membuat rajutan, kamu membutuhkan benang. Ada banyak jenis benang di luar sana yang harus kamu sesuaikan dengan ukuran hook dan proyek rajutanmu. Setiap jenis benang punya karakteristik masing-masing. Untuk membuat barang wearable seperti sweater, kamu butuh benang yang halus dan tidak terlalu tipis. Jika tebal dan kasar, sweater tidak akan nyaman digunakan.
Kamu harus bisa memilih dengan tepat benang rajut sesuai dengan proyekmu. Berikut beberapa benang yang bisa kamu jadikan referensi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberikan perhiasan untuk bayi
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan jika Anda memutuskan untuk memakaikan perhiasan kepada si Kecil.
1. Jenis logam yang Anda pilih
Dr. Srie Prihianti Sp.KK, PhD, spesialis kulit anak dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, menjelaskan bahwa emas sangat jarang menimbulkan alergi karena sifatnya stabil dan tidak reaktif.
Sebaiknya pilih perhiasan untuk bayi yang berbahan dasar emas murni ketimbang perhiasan perak, platinum, dan besi yang mengandung nikel.
Ini karena perak, besi, dan nikel adalah jenis logam yang paling berisiko menimbulkan reaksi alergi.
Dilansir dari Mayo Clinic, reaksi alergi logam ini dikenal dengan istilah eksim atau dermatitis kontak.
Untuk alasan yang sama, Anda juga harus menghindari perhiasan untuk bayi yang terbuat dari serat sintetik dan plastik.
2. Riwayat eksim keluarga
Beberapa jenis logam dikenal dapat memicu reaksi alergi dan ruam gatal pada orang dewasa. Lalu bagaimana dengan bayi?
“Dibandingkan dengan kulit orang dewasa, kulit bayi lebih tipis sehingga cenderung lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya,” tutur dr. Srie yang juga menjadi ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) .
Ia menjelaskan bahwa bayi dengan kulit yang sensitif sangat rentan mengalami gangguan kulit, seperti ruam merah gatal, alergi, dan iritasi.
Terlebih jika bayi tersebut juga mempunyai riwayat eksim (dermatitis) dalam keluarganya.
3. Perhatikan desainnya
Selain dari jenis logamnya, pertimbangkan juga bentuk dan model perhiasan untuk bayi. Bayi suka menarik benda di sekitarnya dan memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya.
Ujung-ujung perhiasan yang tajam atau kasar juga bisa menggores dan melukai kulit bayi.
Tags: benang untuk hitam bayi