... 5 Langkah Mudah dalam Gerak Tari Menenun untuk Pengrajin Pemula

Keindahan dalam Gerak Tari Menenun - Menggali Kreativitas dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Sejarah Tari Tenun

Pementasan Tari Tenun. Foto: flickr.com

Pada zaman dulu, masyarakat Bali, terutama kaum perempuan masih aktif mengerjakan kerajinan tenun.

Akan tetapi, di beberapa daerah seperti Karangasem, Klungkung, dan Sidamen, masih banyak pengrajin tenun yang aktif bekerja sampai saat ini.

Para pengrajin tenun umumnya didominasi oleh kaum perempuan.

Lalu Gerakan yang mereka lakukan saat menenun memang sangat menarik untuk disaksikan. Hal inilah yang menginspirasi tercipatnya tari tenun.

Dari Tari Tenun pula, tergambar bahwa Bali merupakan daerah provinsi yang memiliki kebudayaan yang berorientasi pada masyarakat.

Busana Tari Tenun

Hal yang tidak kalah penting dari pertunjukan tari tenun yaitu busana yang dikenakan oleh penarinya.

Bagian kepala dari penari memakai lelunakan, bunga sandat sebanyak tiga buah, kembang goyang, bunga kamboja serta bunga semanggi.

Untuk pakaian yang dipakai berupa tapih, kamen, serta selendang yang dililitkan di dada ditambah dengan stagen prada.

Potret Busana yang dikenakan Penari Tari Tenun – Foto: sejarahtaribali.blogspot.com

Alat musik juga menjadi salah satu komponen penting. Tanpa adanya musik, pertunjukan tari akan terasa kurang lengkap.

Alat musik yang digunakan di tari tenun juga banyak macamnya, antara lain beberapa gender, ceng-ceng, kendang, riong, kempur, kempluk, dan suling.

Musik pengiring dari tenun ini sering disebut dengan gamelang Kong Kebyar. Dari sejarah dan asal-usul tari tenun di atas, memang membuktikan jika Tari Tenun pantas untuk tetap dilestarikan.

Keunikan Tari Tenun yang mencoba mengangkat kegiatan dari masyarakat sekitarnya juga patut untuk diapresiasi.

Akan tetapi, selain tari tenun, Bali juga masih memiliki banyak kesenian tradisional yang cukup memukau.

Kekayaan kesenian tradisional ini membuat Bali semakin menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan dalam negeri.

Baca Juga:

Sejarah dan Asal Usul Tari Pontanu

Berdasarkan dari situs kemdikbud, pada zaman dahulu penduduk donggala, khususnya kaum wanita yang mayoritas bekerja sebagai penenun ketika suami pergi berlayar untuk bekerja.

Dalam proses menenun saat itu kaum wanita, masih dilakukan secara sederhana dan menggunakan alat penenun tradisional.

Dari gerakan menenun yang dilakukan oleh kaum wanita tersebut, yang terlihat begitu feminis dan indah, seketika menginspirasi terciptanya sebuah tari pontanu.

Adapun tujuan dari tarian ini adalah untuk memperkenalkan kain ataupun sarung donggala ke seluruh nusantara, sebagai karya kesenian yang dibuat oleh masyarakat donggala.

Selain bertujuan untuk dikenal masyarakat secara luas, Fungsi tari pontanu sebagai bentuk apresiasi untuk ketekunan kaum wanita dalam menghasilkan kerajinan tenun yang indah.

Disisi lain makna tari pontanu ini sangatlah dalam bagi budaya mereka, adapaun makna tarian ini meliputi aspek seperti Representasi budaya dan identitas, Nilai sosial dan moral, Ritual dan upacara bahkan sampai aspek identitas gender.

sampai saat ini,tari pontanu masih sangat digemari di masyarakat donggala dan amat sangat terkenal di provinsi sulawesi tengah, bahkan sampai detik ini tarian pontanu masih sering dipentaskan dalam acara adat istiadat di sana, atau juga sebagai tontonan untuk hiburan masyarakat.


Tags:

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia