Grosir Benang Katun Bali - Sumber Inspirasi dan Kreativitas dalam Seni Sulam dan DIY
Benang Jahit 500 Yard
Testimoni dari pelanggan setia Benang Jahit Masterpiece:
Saya Pelanggan Setia Merek Benang Masterpiece Produksi PT. Senotex. Benang Cukup Kuat, Kelicinan juga Ok. Saya Pakai untuk mesin overdeck maupun obras tidak ada masalah.
Benang jahit Masterpiece warnanya cukup lengkap, strength dan kelicinannya juga oke dan tidak ada masalah untuk jahit maupun obras denim. Salesnya pun fast respond & ramah.
Testimoni dari pelanggan setia Benang Jahit Masterpiece di Marketplace:
7 Pesona Keindahan Kain Khas Bali yang Fenomenal
Kain Endek adalah salah satu kain tenun khas Bali yang biasanya digunakan pada upacara adat dan keagamaan di Bali. Kain Bali ini memiliki makna yang berbeda pada tiap simbolnya. Bahkan motif tertentu pada kain Endek hanya diperuntukkan oleh kaum raja atau bangsawan.
Berkembang sejak tahun 1985, motif kain Endek seperti motif Encak Saji dan Patra memiliki makna hormat kepada Sang Pencipta sehingga digunakan di upacara keagamaan saja. Untuk motif flora dan fauna serta tokoh pewayangan Bali dari kain Endek bisa digunakan untuk kegiatan keseharian dan sosialisasi.
Karakteristik Tenun Endek
Sebagaimana kita tahu, di Bali, kain tidak hanya dipakai sebagai penutup tubuh atau pakaian saja. Namun kain juga digunakan untuk menghias tempat-tempat upacara di pura, rumah maupun di pusat desa.
Masyarakat Bali mempercayai ada kain tertentu yang dapat berfungsi sebagai penolak bala, misalnya kain tenun endek asli seperti endek gringsing, endek cepuk dan endek bebali. Contoh upacara yang menggunakan kain bebali sebagai unsur ritualnya adalah upacara nelu bulanan dan ngaben. Kain endek bali juga biasa digunakan dalam pementasan kesenian tradisional.
Ada pula yang menyebutkan bahwa beberapa jenis ragam hias Tenun Endek memiliki fungsi sebagai penangkal bahaya wabah penyakit atau kematian. Kepercayaan tersebut diyakini secara turun temurun. Contohnya adalah motif Gringsing Isi dan Sanan Empeg adalah dua diantaranya.
Kain Tenun Endek bermotif gringsing diyakini dapat digunakan sebagai penangkal wabah penyakit. Apabila digunakan sebagai penangkal (pasikepan) tidak harus dipakai kamben, namun bisa juga dalam bentuk kain sobekan kecil. Asalkan sobekan tersebut tepat pada bagian motif yang disakralkan.
Makna Motif Tenun Endek
Kain mempunyai peranan penting selain sebagai penutup tubuh semata. Kain tenun endek juga dipakai dalam upacara-upacara adat dan keagamaan. Sehingga motif-motif tenun mempunyai fungsi dan makna tertentu. Misalnya seperti yang disimbolkan pada siklus hidup masyarakat Bali
Kain Tenun Endek selain dipergunakan sebagai pakaian juga dapat dipergunakan sebagai simbol ikatan tali persaudaraan (menyama braya) dan cindera mata kepada teman maupun kerabat. Bahkan dalam lingkungan masyarakat sekitar kain tenun ini juga dipinjamkan antar tetangga. Sebagai catatan benda lain yang umum untuk pinjam meminjam dalam masyarakat Bali hanyalah kemben.
Masyarakat Bali dikenal sebagai masyarakat yang taat dalam menjalankan ibadahnya. Upacara-upacara rutin dilakukan sepanjang hari dari matahari muncul sampai tenggelam. Sebagaimana diketahui, terdapat 5 jenis upacara keagamaan penting di Bali, atau sering disebut sebagai Panca Yadnya. Yaitu: Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya dan Butha Yadnya.
Dewa Yadnya adalah upacara-upacara kepada manifestasi Tuhan. Pitra Yadnya adalah upacara untuk roh leluhur, baik berupa kematian maupun penyucian. Manusa Yadnya adalah upacara siklus hidup manusia dari masa kehamilan sampai menikah. Rsi Yadnya adalah upacara untuk pentasbihan seorang pendeta. Sedangkan Butha Yadnya adalah upacara yang diadakan untuk butha dan kala atau roh pengganggu manusia.
Kain Tenun Endek adalah kain yang dipergunakan dalam banyak upacara-upacara penting adat dan keagamaan masyarakat Bali tersebut. Hal itu akibat Kain Tenun Endek sarat makna dan simbol-simbol didalamnya. Banyak simbolisme tentang, manusa (manusia), dewa, tokoh pewayangan, fauna, dll. dalam motif-motifnya.
Kain Tenun Endek merupakan hasil karya seniman bali yang merangkum keindahan Alam khas Bali sekaligus sejarah keindahan karya para seniman religius mereka. Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua, Terima kasih.
Benang Katun Susu (Milk Cotton)
Contoh katun susu dari supplier benang rajut
| Material | 20% milk fiber, 80% katun |
| Jenis | DK, Light Worsted |
| Panjang/Berat | +-72 meter / 46 gram |
| Ukuran | Fingering/socks |
| Jarum Rajut | US 7-8 /4,5-5 mm (knitting), no 4-4.5mm (crochet) |
Deskripsi Benang:
Seperti namanya, benang katun susu berasal dari kandungan kasein dalam limbah susu yang diproses lebih lanjut di pabrik benang rajut.
Umumnya benang katun susu di pasaran berasal dari campuran katun susu dan katun biasa. Benang rajut ini lebih sulit dicari daripada jenis benang lain karena produksinya memang tidak banyak. Apalagi jika benang katun susu tersebut murni 100% milk cotton, biasanya akan sangat mahal harganya.
Secara karakteristik, benang katun susu sangat lembut, lebih hangat dari benang katun biasa, tapi tidak panas. Ia juga ringan, tapi tahan lama seperti benang akrilik.
Benang milk cotton cocok untuk:
- Karya ukuran besar misalnya selimut dan sweater. Benang ini bobotnya jauh lebih ringan dari katun, sehingga karya jadi yang berukuran besar akan lebih enteng dibanding memakai benang jenis lain.
- Produk yang dipakai/wearable (syal, sweater, topi, kaos kaki, sarung tangan dan lain-lain). Karya yang akan menyentuh kulit akan nyaman dipakai karena tekstur benang katun susu yang lembut.
- Produk bayi misalnya baju bayi, booties, bonnet dan lain-lain. Benang milk cotton adalah salah satu benang rajut paling cocok untuk bayi karena lembut dan tidak panas saat dipakai.
Tags: benang grosir