... Harga Benang Sutra: Panduan Belanja Benang Sutra untuk Kerajinan Tangan

Harga Benang Sutra - Panduan Lengkap untuk Pemula dalam Seni Kerajinan Jarum dan DIY

Cara Mudah Budidaya Ulat Sutra

Peluang binis ini sangat berpotensi besar sebab kebutuhan kokon sutera yang merupakan bahan baku dari benang sutra sangat banyak. Ini menjadi bukti karena penggunaan benang sutera di industria nusantara masih mengandalkan produk luar negeri yang tepatnya dari China.

Sesungguhnya pelaku ternak ulat sutra di Indonesia sudah cukup lama dikenal, namun entah apa yang menyebabkan kurang begitu diminati. Mungkin saja nilai harga jualnya atau kuantitasnya kami pun tidak begitu mengetahui hal sebenarnya.

Dalam praktik bisnis ini ialah membudidayakan ulat sutra dengan tujuan menghasilkan berupa bahan baku tekstil. Bagaimana agar usaha ini bisa berlajan lancar dan seimbang dengan kerja keras? Berikut cara-caranya :

Mempersiapkan Kandang

Langkah pertama budidaya ulat sutra yaitu membuatkan tempat atau ruangan budidaya, pasalnya hal ini sangat penting dalam pelaksaan usaha tersebut. Konsep kandang dengan model rungan yang ada rak didalamnya.

Supaya tingkat keberhasilan bagus kami sarankan agar menyediakan ruangan yang berbeda-beda yang tujuan utamanya memisahkan antara ulat kecil dan dewasa. Selain memudahkan pengontrolan sekaligus dapat dicek dengan bertahap.

Sebelum menaruh bibitnya sebaiknya pastikan bahwa ruangannya sudah dilengkapi ventilasi, jendela dan disemprot desinfektan 2-3 hari sebelum memindahkan ulat. Kalau penyemprotan ini menggunakan larutan kaporit 0,5% atau formalin 2-3% yang disemprot dengan merata.

Mendatangkan Bibit Berkualitas

Pemberian Pakan Ulat Sutra

Tahap ketiga yaitu memberi pakan yang berupa daun murbei, namun sesuaikan dengan jenis yang sobat rawat. Pada umumnya ulat sutra merupakan dari jenis serangga yang rakus dalam hal makanan.

Andaikan masih bingung untuk pembagian jumlah makanannya. Tenang caranya seperti ini, untuk ulat yang kecil berikan saja 400-500 kg daun murbei tanpa batang. Sedangkan yang dewasa kisaran 1000-1250 kg dengan batang/cabangnya. Ini berlaku pemeliharaan setiap 1 box ya sobat.

Bahan pembuat benang operasi

Perbedaan benang operasi yang jadi daging dan tidak ini didasarkan pada bahan pembuatnya, sebagian bisa diserap tubuh dan lainnya tidak.

Setiap jenis benang terbuat dari bahan yang berbeda, baik alami maupun sintetis.

1. Bahan benang yang bisa diserap (absorbable)

Jenis benang medis ini biasanya digunakan untuk menjahit bagian paling dalam dari sayatan. Meski begitu, benang ini juga bisa dokter gunakan pada permukaan kulit.

Berikut ini merupakan bahan-bahan pembuat benang yang bisa diserap tubuh.

Serat usus (gut)

Benang monofilamen alami ini berasal dari serat dinding usus hewan, seperti sapi, kambing, dan domba. Ini digunakan untuk menjahit jaringan lunak bagian dalam tubuh.

Akan tetapi, benang dari serat usus tidak digunakan untuk operasi kardiovaskular dan sistem saraf. Pasalnya, benang ini bisa memicu reaksi buruk yang lebih besar dan berisiko menyebabkan komplikasi operasi .

Polydioxanone (PDS)

Benang monofilamen sintesis ini bisa digunakan untuk memperbaiki luka jaringan lunak, seperti untuk perut atau jantung bayi dan anak-anak.

Poliglecaprone (Monocryl)

Benang monofilamen sintetis ini digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak yang terbuka. Namun, bahan ini tidak boleh digunakan untuk operasi kadiovaskular atau sistem saraf.

Jenis benang ini paling sering digunakan untuk menutup luka kulit agar bekasnya tidak terlihat.

Poliglaktin (Vicryl)

Benang multifilamen ini biasanya digunakan untuk memperbaiki luka robek tangan atau wajah.

Benang ini juga tidak boleh digunakan untuk prosedur penjahitan bagian kardiovaskular atau sistem saraf.

2. Bahan benang yang tidak dapat diserap (non-absorbable)

Semua jenis bahan benang jahit yang tidak dapat diserap biasanya dapat digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak, termasuk untuk prosedur kardiovaskular dan sistem saraf.

Benang Serat Alami

1. Wol

Wol adalah serat benang yang paling umum untuk merajut. Terbuat dari bulu domba, benang wol hadir dalam berbagai jenis dan biasanya digunakan untuk sweater yang pas, syal, perlengkapan selimut tebal dan banyak lagi. Wol sangat menyekat, bernapas, dan hangat, tetapi bisa terasa gatal dan menyebabkan reaksi alergi.

Wol sering dicampur dengan serat lain untuk meningkatkan daya tahan. Ini dapat dengan mudah dicelup ke dalam berbagai warna dan umumnya cukup tahan terhadap kelembapan.

2. Alpaca

Serat benang alpaka lembut dan halus dengan diameter kecil dan benang berongga. Ini menciptakan tekstur yang sangat lembut dan mewah yang sangat memikat dan jauh lebih hangat daripada wol domba.

Wol alpaka tahan lama dan memerangkap panas dengan baik, tetapi tidak mempertahankan bentuknya seperti jenis wol lainnya. Kehangatannya menjadikannya bahan pokok untuk pakaian musim dingin.

3. Kasmir

Proses ini tidak mudah dan setiap kambing tidak menghasilkan banyak wol. Bahkan, dibutuhkan serat hingga empat ekor kambing untuk menghasilkan benang untuk satu sweter rajutan.

4. Mohair

Benang Mohair adalah benang mengkilap dan ringan dengan tekstur lembut dan halus yang menurut sebagian orang mengiritasi kulit. Meskipun udaranya sejuk, mohair hangat dan sangat tahan lama dan sering digandakan dengan serat lain untuk menambah berat dan kekuatan tarik.

Mohair adalah serat hewani yang dihasilkan dari bulu kambing Angora. Ini sangat menyerap dan bernapas yang membuatnya bagus untuk sweater dan syal untuk semua musim.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia