... Harga Mesin Jahit Listrik: Panduan Pemilihan Mesin Jahit Listrik Terbaik untuk Kegiatan Jahit DIY Anda

Harga Mesin Jahit Listrik - Panduan Membeli untuk Pekerjaan Jahit dan DIY yang Lebih Mudah

Cara Menghitung Biaya Pemakaian Listrik Peralatan Produksi

Cara Menghitung Biaya Pemakaian Listrik Peralatan Produksi – Di dalam Industri Manufaktur, peralatan yang paling banyak dipakai dalam produksi adalah peralatan yang menggunakan daya listrik sebagai energi atau tenaga untuk dapat mengerakkan peralatan tersebut. Peralatan-peralatan Listrik tersebut antara lain : Soldering Iron, Electric Screw Driver (Obeng Listrik), Mesin Solder, Mesin Bonding, Ionizer, Komputer, Air Conditioner (AC), Kompresor Angin dan Alat-alat uji dan pengukuran seperti Osciloscope, Voltmeter, Signal Generator dan Audio Analyzer.

Adanya Informasi tentang Daya (Wattage) Pemakaian Listrik di Peralatan

Contoh Kasus I

Contoh Peralatan yang ingin dihitung biaya pemakaian listriknya adalah Solder yang bermerek Hakko dengan konsumsi daya sebesar 60W dan Tegangan listrik yang dipakainya adalah 230 Volt (label konsumsi daya listrik, seperti digambar bawah ini).

Tarif / kWh : Rp. 832,-
Konsumsi listrik : 60W (0.06kW)
Biaya Listrik per Jam = tariff/kWh x Wattage
Biaya Listrik per Jam = Rp. 832 x 0.06 kW
Biaya Listrik per Jam = Rp. 49,94/Jam

Jika di Pabrik tersebut memiliki 20 unit Soldering Iron yang dihidupkan selama 24 Jam per hari dalam 24 hari kerja. Maka Biaya pemakaian Listrik dalam sebulan adalah :

Rp. 49,94 x 20 unit x 24 Jam x 24 hari = Rp. 575.308,8 per bulan.

Contoh Kasus II

Di Pabrik yang sama, Mesin yang ingin dihitung biaya pemakaiannya adalah Mesin Solder dengan Konsumsi daya listrik sebesar 33 KiloWatt pada tegangan 380Volt.

Tarif / kWh : Rp. 832,-
Konsumsi listrik : 33 kW
Biaya Listrik per Jam = tariff/kWh x Wattage
Biaya Listrik per Jam = Rp. 832 x 33kW
Biaya Listrik per Jam = Rp. 27.456/Jam

Jika di Pabrik tersebut memiliki 2 unit Mesin Solder yang dihidupkan selama 24 Jam per hari dalam 24 hari kerja. Maka Biaya pemakaian Listrik Solder Mesin tersebut dalam sebulan adalah :

Rp. 27.546 x 2 unit x 24 Jam x 24 hari = Rp. 31,732,992 per bulan.

Hanya terdapat informasi tentang Voltage (Tegangan) dan Ampere (Arus Listrik) di Peralatannya

Jika di peralatan tersebut tidak tertulis Daya atau Wattage pemakaian Listrik, maka kita dapat melakukan perhitungan Daya atau Wattage-nya berdasarkan Voltage dan Ampere yang tertera di Peralatan tersebut.

Contoh Kasus III

Masih di Pabrik yang sama, Sebuah LCD Monitor hanya tertulis Power Rating AC 100~240 Volt dengan pemakaian Arus Listrik sebanyak 1.5 Ampere. Berapakah Biaya Pemakaian Listrik tersebut ?

Penyelesaiannya
Tarif / kWh : Rp. 832,-
Tegangan : 220 Voltage (karena di Indonesia, PLN mengeluarkan tegangan 220V)
Arus Listrik : 1.5A

Pertama, kita harus hitung Daya (Wattage) pemakaian listriknya terlebih dahulu.
Watt = Volt x Ampere
Watt = 220V x 1.5A
Watt = 330 Watt (0.33kW)

Jika di Pabrik tersebut memiliki 5 unit LCD Monitor yang dihidupkan selama 10 Jam per hari dalam 24 hari kerja. Maka Biaya pemakaian Listrik untuk LCD Monitor tersebut dalam sebulan adalah :

Rp. 274.56 x 5 unit x 10 Jam x 24 hari = Rp. 329,472 per bulan.

Catatan :

Karena Satuan perhitungan Listrik adalah Kilo Watt Per Jam atau Kilo Watt per Hour (kWh) maka Daya atau Wattage pada peralatan tersebut harus di dijadikan ke Kilo Watt terlebih dahulu (1 Watt = 0.001 kilo Watt).

Keterangan Kategori Ketinggian Tegangan berdasarkan PT. PLN :

  • Tegangan Rendah (TR) : Tegangan dibawah 1,000 Volt
  • Tegangan Menengah (TM) : Tegangan 1,000 Volt sampai 35,000 Volt
  • Tegangan Tinggi (TT) : Tegangan 35,000 sampai 245,000 Volt
  • Tegangan Extra Tinggi (TET) : Tegangan diatas 245,000 Volt

Kelebihan Mesin Jahit Otomatis

Sementara itu, mesin jahit lainnya seperti mesin jahit listrik atau otomatis pada dasarnya juga mempunyai manfaat yang sama dengan mesin jahit manual, yaitu menjahit, mengobras, mengesum, dan membordir bahan kain sehingga bahan kain mempunyai nilai guna yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

Perbedaan mesin jahit listrik, komputer, dan manual hanya pada bentuk atau desain mesin, beberapa komponen, tenaga penggerak, dan hasil jahitan. Karena mesin jahit listrik tidak menggunakan tenaga manusia yang harus dikerjakan secara manual, mesin jahit ini mampu memproduksi lebih banyak hasil jahitan jika dibandingkan dengan mesin jahit manual.

Salah satu contoh mesin jahit otomatis yakni mesin jahit high speed, yang kerap digunakan pada usaha konveksi pakaian jadi. Mesin jahit yang digunakan pada konveksi pakaian jadi berbeda dengan mesin jahit yang digunakan di rumah tangga. Perbedaan tersebut terletak pada besarnya dinamo yang digunakan dan kecepatan menjahitnya. Mesin jahit konveksi menggunakan dinamo besar dengan kecepatan jahitan mencapai 5.000 jahitan per menit.

Contoh dan cara menghitung biaya Pemakaian Listrik pada Peralatan Produksi

Berikut ini cara untuk menghitung biaya pemakaian listrik untuk peralatan-peralatan yang sering digunakan dalam produksi.

Saya mengambil contoh sebuah Pabrik yang berskala industri kecil-menengah di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Karena berlokasi di Batam, maka tarif yang kita gunakan adalah tarif yang ditentukan oleh PLN Kota Batam. Contohnya di golongan I-1/TR (industri golongan 1 dengan memakai Tegangan Rendah).

Ada dua Jenis label informasi tentang penggunaan daya listrik pada peralatan produksi tersebut, yaitu adanya penulisan pemakaian Watt dan yang satu jenis lagi hanya tertuliskan Voltage dan Ampere. Berikut ini adalah cara perhitungan untuk kedua jenis label pada peralatan-peralatan listrik :


Tags: jahit mesin

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia